;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Industri Manufaktur Lesu Akibat Permintaan Loyo

06 Jun 2023

Lampu kuning bagi sektor manufaktur Indonesia. Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia di periode Mei 2023 melorot menjadi 50,3. Angka ini menurun 2,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 52,7 pada April 2023. Jingyi Pan, Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence menyebutkan, penurunan PMI Manufaktur Indonesia karena adanya penurunan permintaan baru dari sisi domestik maupun luar negeri. Penurunan permintaan ini terjadi dari dalam negeri maupun permintaan asing. Ini merupakan imbas dari kondisi pasar yang melemah. Bahkan, menurut dia, permintaan asing mengalami penurunan selama 12 bulan berturut-turut. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewanti-wanti atas penurunan PMI Manufaktur Indonesia pada periode laporan tersebut. Pasalnya, angka itu hampir mendekati level kontraktif. "Harus kita lihat secara hati-hati adalah PMI baru saja keluar 50,3. Ini melemah dibandingkan bulan lalu yang di atas 52," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (5/6). Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto membenarkan kondisi tersebut. Tingkat utilitas produksi industri keramik pada kuartal I-2023 berada pada level 75%. Kondisi ini menurun dibandingkan rata-rata tingkat utilitas produksi tahun 2022 yang berada di level 78%. Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia (AKLPI) Yustinus Gunawan setuju perlu ada daya dorong bagi manufaktur lokal untuk mengatasi penurunan indeks manufaktur. Sebab daya saing produk manufaktur lokal bisa anjlok seiring dengan kenaikan harga gas bumi untuk industri.

WSKT Bakal Bergabung ke HK

06 Jun 2023

Pemerintah berencana menggabungkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ke dalam tubuh PT Hutama Karya. Rencana sementara, Kementerian BUMN akan melakukan inbreng saham pemerintah di WSKT ke dalam Hutama Karya. Rencana tersebut akan digelar saat Waskita telah merampungkan restrukturisasi utang, "Kami akan memastikan dulu restrukturisasi Waskita telah selesai," ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Senin (5/6) kemarin. Per 31 Mei 2023, pemerintah mendekap 75,35% saham WSKT. Kartika memastikan, skema inbreng ini tidak akan membuat WSKT go private. Sebab hanya kepemilikan saham pemerintah yang berpindah ke Hutama Karya. Kementerian BUMN juga akan mengusulkan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 12,5 triliun untuk Hutama Karya agar bisa menuntaskan proyek tol WSKT. Tiko menjelaskan, PMN ini digunakan untuk menyelesaikan pembangunan ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dan Kayu Agung-Palembang-Betung. Tiko bilang tidak menutup akan ada penambahan PMN jika kebutuhan restrukturisasi WKST terus meningkat. Saat ini, Kementerian BUMN terus berdiskusi dengan Kementerian Keuangan.

Kilau Emiten Emas Belum Memudar

06 Jun 2023

Harga emas cenderung menurun dalam dua hari terakhir, terutama setelah pengesahan plafon utang Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, harga emas kontrak Agustus 2023 di Commodity Exchange turun 0,73% ke US$ 1.955,30 per ons troi, Senin (5/6) pukul 19.00 WIB. Meski begitu, analis memperkirakan, harga emas masih cukup tinggi tahun ini. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan, pelemahan ekonomi global dan stabilitas keuangan global yang fluktuatif akan menopang harga emas. The Federal Reserve dinilai masih berpotensi menaikkan bunga, meski dengan ritme lebih lambat. Sementara itu, pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral di berbagai negara masih tinggi meski sudah mulai melambat. Dari dalam negeri, Felix bilang, daya beli masyarakat terhadap emas meningkat setelah sempat turun akibat pandemi Covid-19. Sementara Kepala Riset Sucor Sekuritas Edward Lowis memperkirakan, harga emas akan mencapai US$ 2.100 per ons troi di tahun ini. Hal tersebut menimbang resesi pasar dan potensi quantitative easing dari bank sentral utama. Prospek harga emas yang masih akan tinggi membuat Panin Sekuritas masih merekomendasikan overweight untuk saham sektor emas. Saham pilihan utama atau top pick di sektor ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Selain didorong solidnya harga komoditas, prospek ANTM juga ditopang tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi logam mulia.

Batas Baru ARB Tidak Pengaruhi Saham Bank

06 Jun 2023

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memberlakukan batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 15%, kemarin (5/6). Pada hari pertama pemberlakuan, saham-saham sektor keuangan masih menguat tipis 0,09%. Adapun pergerakan saham perbankan yang memiliki kapitalisasi besar, cukup bervariasi. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), kompak turun tipis.BBRI ditutup melemah 2,69% ke Rp 5.425 dan BBNI turun 0,55% ke Rp 9.000. Sementara saham big caps lain, seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 0,5% jadi Rp 5.075 dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,66% menjadi Rp 9.200. Salah satu emiten bank digital yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik cukup tinggi yakni 5,04% menjadi Rp 2.500. Saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) juga naik 3,56% jadi Rp 466 per saham. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan, penetapan ARB ini akan lebih berdampak pada pergerakan saham yang volatilitasnya tinggi. Meski, itu hanya akan bersifat lebih jangka pendek. Budi menuturkan, bank-bank yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar masih menjadi andalan karena mereka memiliki fundamental yang bagus. Sementara saham bank digital saat ini lebih sudah mahal, tidak sesuai dengan fundamentalnya. Apalagi, euforia saham bank digital di bursa semakin meredup. Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan, selama prospek fundamental dari emiten bank tersebut bagus, seharusnya tak perlu mencemaskan ketentuan batas baru ARB. Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, kecil kemungkinan bagi saham-saham emiten perbankan yang memiliki modal inti jumbo, untuk menyentuh batasan ARB. Situasi berbeda berlaku untuk saham emiten bank kelas menengah, apalagi bank berskala kecil.

ASAH DAYA BELI LEBIH BERTAJI

06 Jun 2023

Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter terbukti efektif merebut kendali inflasi, yang pada bulan lalu telah berada di kisaran target bank sentral, yakni 3% plus minus 1%. Penebalan bantalan sosial oleh otoritas fiskal dan keputusan mengetatkan suku bunga acuan lebih awal terbukti efektif menjaga gerak inflasi di angka 4% (year-on-year/YoY) pada bulan lalu, terendah sepanjang 2023. Akan tetapi, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) masih dihadapkan pada tekanan daya beli masyarakat. Hal itu tecermin dari data inflasi inti yang terus menurun menjadi 2,66% (YoY) pada bulan lalu. Tertekannya daya beli itu juga terefleksi dalam PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global yang terjun dari 52,7 pada April 2023 menjadi 50,3 pada Mei 2023, sekaligus merupakan angka terendah sejak November tahun lalu. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mengatakan terjadi penurunan permintaan dari konsumen sepanjang bulan lalu. Pudji menambahkan, secara historis inflasi inti akan kembali menggeliat pada pertengahan tahun yang bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru di Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memandang data inflasi terkini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga indeks harga konsumen (IHK) baik untuk barang bergejolak maupun barang yang diatur oleh pemerintah.

Kenaikan suku bunga acuan di AS dan negara maju lainnya akan melemahkan rupiah sehingga memengaruhi ongkos importasi barang yang masih menggunakan mata uang Paman Sam itu. Inilah yang kemudian mendorong inflasi impor menanjak. Sri Mulyani pun mengakui harga pangan dan energi masih menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mempertahankan stabilitas inflasi pada tahun ini. “Kita melihat dalam situasi dunia ini, harga-harga pangan dan harga energi masih dalam kondisi yang cukup volatile,” katanya. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memandang inflasi inti yang rendah merupakan efek dari pengendalian permintaan dengan menggunakan instrumen moneter terutama suku bunga acuan. Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W. Kamdani mengatakan stimulasi itu bisa dieksekusi melalui peningkatan insentif investasi, perluasan pinjaman usaha dengan bunga ringan, deregulasi dan simplifikasi prosedur ekspor. "Stimulasi konsumsi domestik yang lebih berguna bisa dilakukan dengan penurunan tarif pajak, distribusi subsidi, dan realisasi belanja negara yang lebih cepat," ujarnya.

Mengawal Nyala Mesin Produksi

06 Jun 2023

Lonjakan angka inflasi dapat menjadi momok bagi beban hidup masyarakat. Namun, penurunan inflasi terlalu cepat menjadi ancaman daya beli, yang berujung perlambatan mesin-mesin ekonomi. Tahun lalu, saat perang Rusia-Ukrai­na mulai berkecamuk, an­cam­­an inflasi dari kenaikan harga bahan bakar dan pangan membuat dunia kalang kabut. Berbagai ke­­bijakan dikeluarkan untuk me­­ne­­­kan lonjakan harga komoditas dunia. Cara paling praktis adalah dengan menaikkan suku bunga. Ibarat gula dengan semut. Ketika bunga simpanan naik, uang akan berkumpul mengikuti iming-iming imbal hasil yang ditawarkan perbankan dengan dikomandoi bank sentral. Bank sentral di penjuru dunia berlomba-lomba mengerek suku bunga acuan. Bank Indonesia (BI) pun mengikuti arus utama tersebut. Sejak Agustus 2022, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 225 basis poin menjadi 5,75% hingga saat ini. Jurus andalan BI itu mampu meredam kenaikan inflasi hingga menyentuh jangkauan target pemerintah di 3±1%. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa indeks harga konsumen Mei 2023 mengalami inflasi 0,09% secara bulanan (month-to-month). Capaian itu menjadi yang terendah dalam 5 bulan tahun ini. Tren penurunan yang berlanjut setelah Idulfitri tahun ini. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi Mei 2023, dengan andil 0,13%.

Mereka memperkirakan inflasi Mei 2023 berada di rentang 4%—4,34% (YoY). Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, konsensus ekonom memproyeksikan rata-rata inflasi Mei 2023 di 4,21% (YoY). Median dari proyeksi konsensus itu pun nilainya sama, 4,21% (YoY). Penurunan inflasi ini lebih ce­pat dari perkiraan. Dalam be­­berapa bulan terakhir ramalan eko­­nom selalu meleset, lebih rendah dari proyeksi. Angka inflasi men­capai puncak pada September 2022 sebesar 5,95%, selepas pe­­me­rintah menaikkan harga bahan ba­kar. Namun, kabar tidak sedapnya, penurunan inflasi yang begitu cepat, disertai dengan penyusutan indeks manufaktur (Purchasing Manager’s Index/PMI). Pada Mei 2023, angka PMI tercatat turun ke level 50,3 poin, mendekati zona kontraktif berada di bawah level 50 poin. Angka ini melemah bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang di atas 52,7 poin.

STRATEGI KORPORASI : PTPN V Lirik Penghiliran Kelapa Sawit

06 Jun 2023

Jatmiko K. Santosa, Direktur Utama Perkebunan Nusantara V, mengatakan bahwa hingga kini perusahaan masih mengandalkan kelapa sawit. Sebagian besar laba yang diperoleh perusahaan selama ini pun berasal dari komoditas tersebut. Untuk diketahui, pada tahun lalu perseroan berhasil meraih laba bersih sebesar Rp1,5 triliun, naik dari Rp1,3 triliun pada 2021, dan Rp416 miliar pada 2020. “Laba bersih saat ini sebagian besar berasal dari komoditas sawit. Sawit itu kami olah menjadi CPO [crude palm oil]. Tahun depan kami akan melakukan penghiliran dengan mengolahnya menjadi minyak goreng atau biodiesel,” katanya, Senin (5/6). Dia menjelaskan, penghiliran yang dilakukan pada tahun depan juga dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas kelapa sawit, sekaligus melaksanakan diversifikasi bisnis perusahaan. Dengan mengolah kelapa sawit menjadi produk bernilai tinggi seperti minyak goreng atau biodiesel, Perkebunan Nusantara V atau PTPN V diharapkan dapat memperluas pangsa pasar, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian Indonesia. Dari 56.000 hektare perkebunan sawit mitra, 9.000 hektare di antaranya telah melaksanakan program peremajaan sawit rakyat (PSR), dan 2.300 hektare lainnya telah memasuki masa panen.

ANGKUTAN UDARA : PROYEK TERMINAL 4 SOEKARNO-HATTA BERGULIR LAGI

06 Jun 2023

Kementerian Badan Usaha Milik Negara kembali mewacanakan proyek pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dan perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali setelah berakhirnya pandemi Covid-19. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa rencana pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Tangerang Banten kemungkinan diperlukan seiring dengan tren pemulihan penumpang pesawat pascapandemi virus Covid-19. Selain proyek di Cengkareng, Erick juga mengajukan rencana peningkatan kapasitas di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dia menjelaskan pembangunan Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta perlu dipertimbangkan seiring dengan tren kenaikan jumlah penumpang di bandara tersebut. “Kapasitas Soekarno-Hatta ini sudah melebihi dari target. Ini akan menjadi kendala ke depannya, apakah proyek Terminal 4 perlu dikembangkan,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin (5/6). Erick mengatakan bahwa kebutuhan peningkatan kapasitas juga akan diperlukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Erick memprediksi jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai akan melewati target yang dipatok dalam 4 bulan mendatang. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyatakan pergerakan penumpang pesawat di seluruh bandara AP II sepanjang Mei 2023 mencapai 7,14 juta penumpang. AP II telah memperkirakan pembangunan proyek Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menelan investasi hingga Rp14 triliun.

Total lahan yang sudah dipersiapkan untuk proyek Terminal 4 seluas 102 hektare. Lahan tersebut dipastikan sudah menjadi kewenangan AP II, sehingga tidak memerlukan upaya pembebasan. Rencananya, Terminal 4 menjadi gedung penampung penumpang pesawat udara yang terbesar di Indonesia. Total kapasitas mencapai 40 juta penumpang per tahun--45 juta penumpang per tahun. Terdapat tiga tahapan desain dalam pembangunan Terminal 4, yakni conceptual design, basic design, dan detail engineering design (DED). Ketiga jenis desain juga menjadi term of reference (TOR) yang ditetapkan operator bandara untuk menjadi panduan bagi konsultan peserta tender. Sementara itu, Direktur Utama AP I Faik Fahmi menyatakan pergerakan penumpang di bandara milik perseroan sepanjang April 2023 sebanyak 5,3 juta orang atau mengalami pertumbuhan 55% dibandingkan dengan April 2022 yang mencapai 3,4 juta orang.

Faktor Keamanan dan Destinasi akan Tingkatkan Jumlah Kunjungan Wisman

06 Jun 2023

JAKARTA, ID-Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2023 mencapai 865,81 ribu kunjungan, atau meningkat signifikan  276,31% secara year on year (yoy). Sementara itu, untuk menarik  kunjungan wisman memerlukan strategi jangka panjang. Wisman pun hanya akan datang apabila faktor seperti keamanan, destinasi dan atraksi terpenuhi. Direktur Eksekutif Segara Research Intitute Piter Abdulah menilai, kunjungan wisman untuk daerah seperti Bali memiliki peran yang sangat besar. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian Bali lebih dari 50%. Sementara  wisman berkontribusi terhadap pariwisata Bali juga lebih dari 50%. Itu sebabnya Bali menjadi daerah yang paling terdampak oleh pandemi dan sulit bangkit kembali. Daerah yang juga memiliki kontribusi besar adalah Yogyakarta. Tapi Yogyakarta tidak terlalu bergantung pada wisman. "Semua harus direncanakan dan diimplementasikan dalam satu paket yang utuh. Indonesia punya banyak destinasi, tapi yang punya atraksi menarik tidak banyak. Ada yang punya destinasi dan atraksi, namun tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai. Ini semua harus diperbaiki. Saya kira strategi dan program pemerintah  menciptakan destinasi baru yang diluar Bali sudah cukup baik. Tapi harus dilengkapi dengan upaya-upaya yang lebih terintegrasi," jelas dia. (Yetede)

Inflasi Reda, tapi Risiko El Nino Perlu Diwaspadai

06 Jun 2023

JAKARTA,ID-Tekanan inflasi kian mereda dalam tiga bulan terakhir, dengan laju inflasi terus menurun dari 5,47% pada Februari 2023 secara year on year (yoy) menjadi 4% pada Mei lalu. Namun resiko fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan perlu diwaspadai, karena bisa mendorong harga pangan naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi secara bulanan atau month to month pada Mei 2023 sekedar 0,09%. Sedangkan inflasi year to date (ytd) pada bulan lalu sebesar 1,10%. "Jika dilihat secara series, inflasi Mei 2023 secara bulan ke bulan lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang 0,33% dan dari Mei 2022 yang sebesar 0,40%. Komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar antara lain adalah bawang merah (0,03%), daging ayam ras (0,03%),ikan segar (0,02%), telur ayam ras (0,02%), rokok kretek filter (0,02%), dan bawang putih (0,02%)," ucap Deputi Bidang Statistik Disribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida  di kantor BPS Jakarta, Senin (5/6/2023). Pudji menjelaskan, bila dilihat secara kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,48% dan memberikan andil 0,13% yang pada Mei 2023. Sedangkan kelompok pengeluaran yang sedang mengalami deflasi adalah kelompok pakaian dan alas kaki dengan deflasi sebesar 0,46% dan memberikan andil deflasi 0,02% pada Mei 2023. (Yetede)