Potensi Bullish IHSG di Bulan Juni
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih banyak bergerak di zona merah sepanjang perdagangan bulan Mei 2023. IHSG turun 4,08% dan ditutup di 6.633,26 per akhir bulan lalu. IHSG banyak tertekan oleh saham-saham komoditas energi.
Namun, IHSG berpeluang kembali menguat pada bulan ini.
Chief Executive Officer
Edivisor Profina Visindo Praska Putrantyo mengatakan, pergerakan IHSG bulan Juni akan didominasi oleh berbagai sentimen eksternal. Salah satunya dari Amerika Serikat (AS).
Data
nonfarm payrolls
AS meningkat menjadi 339.000 pada Mei 2023. Angka ini tumbuh mengalahkan harapan pelaku pasar di kisaran 190.000. Sebaliknya, tingkat pengangguran di Negeri Paman Sam ini naik menjadi 3,7% pada Mei 2023.
Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee menimpali, pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi dari China yang diproyeksikan melambat."Perlambatan ekonomi China jadi tekanan. Tetapi hal ini juga membawa potensi perpindahan dana dari bursa China ke bursa Indonesia," ujar Hans.
Sementara dari dalam negeri, investor akan menghadapi pemberlakuanv
auto rejectionv
bawah (ARB) sebesar 15% yang dimulai hari ini. Namun ketetapan ini dinilai tak berdampak signifikan.
Direktur Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus menilai, batas ARB 15% diprediksi hanya akan mempengaruhi IHSG saat pemberlakuan di hari pertama, Senin (5/6).
Tags :
#BursaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023