Ekonomi
( 40707 )7 Dampak El Nino di Bidang Pertanian yang Perlu Diwaspadai
ANOMALI cuaca yang disebabkan El Nino diperkirakan masih berlangsung di Indonesia. Ancaman El Nino diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2023. El Nino sendiri memiliki dampak yang beragam di tingkat global. Pertanian merupakan salah satu sektor utama ekonomi yang dapat terkena dampak parah dari fenomena El Nino. Kekeringan yang disebabkan El Nino menjadi ancaman utama terhadap produksi pangan. Lalu, apa yang dimaksud dengan El Nino? Apa saja dampaknya di bidang pertanian yang perlu diwaspadai? Lebih jelasnya simak infomasi berikut ini. El Nino adalah fenomena alam berupa pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal di Samudra Pasifik bagian tengah. Pemanasan ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan di wilayah tersebut dan mengurangi curah hujan di Indonesia.El Nino menimbulkan dampak beragam di seluruh belahan dunia. Saat terjadi El Nino, beberapa negara di kawasan Amerika Latin, seperti Peru, akan mengalami peningkatan curah hujan. Sedangkan dampak El Nino di Indonesia secara umum adalah berkurangnya curah hujan. Dengan kata lain, El Nino menyebabkan kekeringan di wilayah Indonesia secara umum. (Yetede)
Hitung Ulang Proyek Jalan Tol Bocimi
JAKARTA – Pengalihan proyek seksi III jalan tol Bocimi atau Bogor-Ciawi-Sukabumi milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk kepada PT Hutama Karya (Persero) hanya tinggal menunggu penyusunan ulang perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT). Juru bicara sekaligus Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Endra Saleh Atmawidjaja, memastikan ruas tersebut masih masuk daftar proyek strategis nasional (PSN) yang diprioritaskan pemerintah.
Meski begitu, tenggat penyelesaian proyek harus dikaji ulang oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). “Masih ada review sebelum PPJT Waskita di proyek itu ditutup dan diganti ke Hutama,” tutur Endra kepada Tempo, kemarin. Menurut dia, pengkajian itu bisa berisi pembaruan beberapa aspek krusial, seperti desain, target penyelesaian, dan perkiraan tarif saat beroperasi. Endra tak menutup kemungkinan adanya evaluasi ihwal nilai investasi proyek.
Proyek jalan tol Bocimi kini masih dikelola oleh Grup Waskita melalui anak usahanya, PT Trans Jabar Tol. Rancangan jalur bebas hambatan sepanjang total 54 kilometer itu sempat diperkirakan menelan biaya Rp 7,7 triliun. Bagian pertama proyek tersebut, yaitu seksi I Ciawi-Cigombong sepanjang 15,3 kilometer, sudah rampung dan beroperasi sejak Desember 2018. (Yetede)
Ironi Ketimpangan Ekonomi
Peningkatan tajam angka ketimpangan ekonomi menjadi sebuah ironi di tengah kinerja impresif pertumbuhan ekonomi dan menurunnya angka kemiskinan nasional. Ketimpangan, juga pengangguran dan kemiskinan, sudah lama menjadi momok dalam pembangunan ekonomi kita. Periode pertumbuhan ekonomi yang relative tinggi selama beberapa dekade ternyata belum mampu mengatasi problem utama pembangunan, seperti pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan ini. Bahkan, pemulihan pertumbuhan dan angka kemiskinan ke level sebelum pandemi atau mendekati level sebelum pandemi, seperti dilaporkan BPS, tak serta-merta menurunkan angka ketimpangan. Yang terjadi justru sebaliknya: kian melebarnya jurang kaya dan miskin sebagaimana tecermin dari rasio gini. Ketimpangan ekonomi dari sisi pengeluaran per Maret 2023 disebut yang terburuk dalam lima tahun terakhir. Hal ini membuktikan pemulihan ekonomi belum dirasakan secara merata sampai lapisan terbawah masyarakat.
Tren lonjakan kemiskinan dan memburuknya ketimpangan menjadi fenomena global pasca-pandemi Covid-19. Kelompok miskin dan rentan, terutama di perkotaan, paling terpukul oleh dampak pandemi dan paling sulit bangkit lebih cepat pasca-pandemi. Pendapatan mereka turun seiring gelombang PHK sektor padat karya, dan hal ini menekan tingkat konsumsi mereka. Sebaliknya, kelompok kaya, karena penguasaan akses, justru banyak diuntungkan dan semakin kaya karena pandemi. Pukulan yang dirasakan kelompok miskin dan rentan kian berat dengan perlambatan ekonomi nasional di tengah ancaman resesi ekonomi global dan dampak perang Rusia-Ukraina. Kondisi ini memunculkan desakan kepada pemerintah negara-negara agar mengambil pendekatan yang ekstrem dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dan kesenjangan kaya-miskin global. Pertumbuhan ekonomi tak cukup hanya tinggi, stabil, dan berkelanjutan, tetapi juga harus berkeadilan. (Yoga)
Optimalkan Realisasi Belanja Pemerintah
Kinerja APBN selama semester I-2023 mencatat surplus Rp 152,3 triliun. Namun, surplus tersebut justru menggambarkan realisasi belanja pemerintah yang kurang optimal dan perlu diakselerasi di paruh kedua tahun ini. Sepanjang Januari-Juni 2023, realisasi belanja negara tercatat Rp 1.255,7 triliun atau 41 % dari target di APBN 2023 sebesar Rp 3.061,2 triliun, terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 891,6 triliun (39,7 % dari target APBN) dan transfer ke daerah Rp 364,1 triliun (44,7 % dari target APBN). Adapun pendapatan negara pada periode yang sama sebesar Rp 1.407,7 triliun atau 57,2 % dari target, terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1.105,6 triliun (54,7 % daritarget) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 302,1 triliun (68,5 % dari target). Dengan realisasi pendapatan yang lebih besar dari belanja, kinerja APBN sampai semester I-2023 masih surplus Rp 152,3 triliun.
Adapun keseimbangan primer mencapai surplus Rp 368,2 triliun. Keseimbangan primer adalah selisih dari total pendapatan dikurangi belanja di luar pembayaran bunga utang. Wakil Direktur Institute for Development ofEconomics and Finance (Indef) Eko Listiyanto, Selasa (18/7) mengingatkan, surplus tidak perlu terlalu dibanggakan. Meski di satu sisi menunjukkan pendapatan terjaga, surplus mencerminkan bahwa uang negara belum dibelanjakan secara optimal hingga pertengahan tahun dan berpotensi dikebut di akhir tahun. ”APBN dihasilkan dari pungutan pajak dan non-pajak yang masuk ke kantong pemerintah. Harapannya, APBN tidak disimpan dan mengendap menjadi surplus, tetapi harus segera dibelanjakan, baik di pusat maupun daerah,” kata Eko dalam diskusi daring yang diselenggarakan Indef di Jakarta. Eko menilai, jika kas negara disimpan menjadi surplus hingga berbulan-bulan, kontribusi belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi akan semakin kecil dari seharusnya dan membuat perekonomian tumbuh lebih lambat dari perkiraan. (Yoga)
NERACA PERDAGANGAN, Perbaikan Bergantung pada Daya Saing Produk dan Kebijakan Menjelang Pemilu
Setelah merosot sepanjang semester I-2023, Indonesia diyakini dapat memperbaiki kinerja neraca perdagangan pada paruh kedua tahun ini asalkan produk ekspornya berdaya saing. Selain itu, kinerja ekspor-impor yang berkaitan dengan produksi bergantung pada kebijakan pemerintah bagi pelaku industri. BPS merilis, Senin (17/7) surplus neraca perdagangan sepanjang semester I-2023 senilai 19,93 miliar USD atau terkontraksi 20,24 % dari posisi pada periode sama tahun sebelumnya. Nilai total ekspor merosot 8,86 % jadi 128,66 miliar USD. Adapun nilai total impor turun 6,42 % jadi 108,73 miliar USD. Berdasarkan sektornya, ekspor industri pengolahan pada semester I-2023 senilai 91,47 miliar USD, merosot 10,19 % secara tahunan.
Menurut penggunaan barang, impor bahan baku/penolong anjlok 11,14 % menjadi 80,06 miliar USD. Pengajar Ekonomi Internasional Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip, Esther Sri Astuti, berpendapat, kinerja semester I-2023 menunjukkan ”wajah” asli kinerja neraca perdagangan Indonesia. ”Pada semester I tahun lalu, ekspor Indonesia terbantu oleh fenomena commodity windfall yang membuat harga sejumlah komoditas di pasar global tergolong tinggi,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (19/7). Kinerja perdagangan pada semester II-2023, bergantung pada daya saing produk ekspor Tanah Air. Jika Indonesia dapat memproduksi barang-barang dengan mutu tinggi dan harga bersaing, permintaan pasar global akan naik. Realisasi hilirisasi juga perlu diperkuat agar Indonesia dapat mengekspor produk bernilai tambah, bukan barang mentah. (Yoga)
Harga Rumah Merangkak Naik
Harga rumah di sejumlah kota besar di Indonesia merangkak naik didorong pertumbuhan permintaan hunian, baik rumah milik maupun rumah sewa. Berdasarkan Flash Report Rumah123.com dan Indeks Harga Rumah Seken 99.co Indonesia, harga rumah selama Juni 2022 hingga Juni 2023 naik 2,2 %. Selama Januari-Juni 2023, harga rumah naik 1,5 %. Sebanyak 11 dari 13 kota dalam indeks mengalami kenaikan harga tahunan, yakni Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Surakarta, Medan, Denpasar, dan Makassar.
Kenaikan harga rumah tertinggi secara tahunan tercatat di Makassar, yakni 8,8 %, diikuti kenaikan di Denpasar 7,0 %, Bogor 4,5 %, dan Medan 3,5 %. Di Jawa, kenaikan harga tahunan dicatatkan oleh tiga kota besar, yaitu Semarang (3,9 %), Surabaya (3,7 %), dan Surakarta (1,2 %). Associate Vice President Marketing 99 Group Indonesia Firman Pamungkas Putra, dalam keterangan pers, Selasa (18/7) mengatakan, kenaikan harga rumah berlangsung seiring pertumbuhan permintaan hunian sewa dan jual. Dari sisi suplai, volume pasokan rumah per Juni 2023 juga naik, yakni 24,9 % secara tahunan. (Yoga)
Investor dan Emiten Cermati Proses Pemilu
Selain faktor eksternal, emiten dan investor di pasar modal mencermati situasi politik Tanah Air. Mereka mengamati kontestan dan program calon presiden-wakil presiden RI pada Pemilu 2024. ”Ini memengaruhi penerbitan surat utang tahun ini,” kata Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indirasih di Jakarta, Selasa (18/7/2023). (Yoga)
Tarif LRT Jabodebek Rp 5.000 di 1 Km Pertama
Sebulan jelang operasi penuh, akhirnya tarif LRT Jabodebek ditetapkan. Untuk tarif dasar 1 kilometer pertama, ditetapkan Rp 5.000 lalu untuk setiap kilometer berikutnya Rp 700. Public Relations Divisi LRT Jabodebek Kuswardojo, Rabu (19/7/2023), mengatakan, besaran tarif itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 67/2023 tentang tarif angkutan orang dengan KA api ringan terintegrasi di Jabodebek untuk melayani publik. (Yoga)
Proyek Smelter Tertahan, Bea Ekspor Lebih Mahal
Pemerintah maju terus mengawal hilirisasi mineral. Tak sekadar mengharuskan pembangunan smelter, kini pemerintah menetapkan tarif bea keluar atas ekspor konsentrat berdasarkan kemajuan fisik proyek fasilitas pemurnian alias smelter empat komoditas mineral.
Lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2023 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar, beleid yang diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tersebut berlaku mulai 17 Juli 2023.
Ada empat jenis logam mineral yang besaran tarif bea keluarnya diatur dalam beleid anyar ini yakni tembaga, besi laterit, timbal serta seng.
Berdasarkan Pasal 11 PMK tersebut, pemerintah menetapkan besaran tarif bea keluar dari produk hasil pengolahan mineral logam berdasarkan tingkat kemajuan proyek smelter, yakni minimal mencapai 50%. Ada tiga tahap progres proyek smelter yang dikenakan tarif. Pertama, tingkat kemajuan fisik kurang dari 50% sampai kurang dari 70% dari total pembangunan. Tahap kedua, progres lebih dari 70% hingga kurang dari 90% proyek. Adapun tahap ketiga dengan tingkat kemajuan fisik lebih dari 90% hingga 100%.
Selain lebih tinggi dari aturan sebelumnya, besaran tarif bea keluar juga beragam. Untuk produk ekspor hasil pengolahan konsentrat tembaga periode 17 Juli hingga 31 Desember 2023, pada smelter tahap pertama dikenakan tarif bea keluar 10%, tahap kedua 7,5% dan tahap ketiga 5%. Di aturan lama, tarif untuk tahap pertama sebesar 5%. Industry and Regional Analyst
Bank Mandiri, Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma menilai, aturan ini bakal menambah kantong penerimaan negara. Sebab, produksi dan ekspor akan tetap berjalan meski proses pembangunan smelter belum mencapai 100%.
Kucuran Rezeki dari Proyek Baru
Pendapatan pra penjualan alias marketing sales PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencapai Rp 1,6 triliun pada semester I-2023. Perolehan tersebut setara 32% dari target SMRA tahun 2023 sebesar Rp 5 triliun.
Pencapaian ini terdiri dari penjualan produk rumah 58%, ruko 28%, kaveling 7%, serta apartemen dan komersial 7%. Analis Indo Premier Sekuritas, Michelle Nugroho dalam riset 10 Juli 2023 mengatakan, realisasi marketing sales SMRA pada semester I-2023 turun 30% dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Perolehan tersebut setara 33% dari perkiraan marketing sales yang ditetapkan Indo Premier Sekuritas sebesar Rp 4,8 triliun.
Di tengah terbatasnya peluncuran produk baru pada semester I-2023, marketing sales SMRA sebagian besar didorong recurring income "Produk baru hanya mencapai Rp 468 miliar atau 29% dari marketing sales paruh pertama 2023," tulis dia.
Di Serpong, marketing sales SMRA ditopang dari klaster Strozzi, Flamingo dan Heron. Sementara itu, penjualan Bekasi berasal dari penjualan Magenta Residence yang semua unitnya dihargai di kisaran Rp 2 miliar-Rp 8 miliar.
Pada semester II tahun 2023, SMRA masih meluncurkan beberapa produk rumah dan komersial. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Jono Syafei mengatakan, peluncuran proyek baru SMRA di separuh kedua akan menjadi katalis utama dari marketing sales di tahun ini. Hingga akhir 2023, target marketing sales SMRA sebesar Rp 5 triliun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









