Ekonomi
( 40707 )ASDP Raih Rp 669 M dari Layanan Kendaraan Logistik
JAKARTA,ID-PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp699 miliar dari produksi layanan kendaraan logistik sebanyak 1,065 juta unit. Angka pendapatan tersebut meningkat 31% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp534 miliar. "Sementara dari barang curah yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton barang dengan total pendapatan sekitar Rp7,6 miliar," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia ferry, Ira Puspadewi dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (21/07/2023). Menurut Ira, ASDP melayani 1,065 juta kendaraan logistik pada semester I-2023, terdiri atas kendaraan golongan IVB,VB, VII,VIII dan IX. Sedangkan untuk barang, ASDP berhasil mengangkut hingga 1,01 juta unit atau 179% dari target sebanyak 565 ribu ton barang. Untuk tahun ini, ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp 5,6 triliun dengan capaian laba bersih Rp 700 miliar. Adapun produksi penyebrangan, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 9,9 juta orang, kendaraan roda 2&3 sebanyak 6,5 juta unit, kendaraan roda 4 sebanyak 6,6 juta unit, dan total barang yang diangkut sebanyak 1,9 juta ton. (Yetede)
Polemik Anjloknya Performa Logistik
JAKARTA — Para pengusaha logistik meminta pemerintah tak mempersoalkan anjloknya peringkat Indonesia dalam Indeks Performa Logistik (LPI) yang diterbitkan Bank Dunia. Alih-alih memprotes, laporan hasil survei persepsi pengguna jasa logistik tersebut dapat menjadi acuan pemerintah untuk berbenah. Pengusaha logistik yang juga bekas Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Masita, mengatakan, walaupun metode LPI adalah survei ke pengguna jasa logistik dari seluruh dunia, hasilnya sangat valid dan kredibel. "Sangat aneh kalau hanya Indonesia yang komplain karena ranking-nya turun drastis. Kok negara lain bisa menerima," kata dia kemarin, 21 Juli 2023. Dalam LPI yang dilansir Bank Dunia pada April lalu, ranking kinerja logistik Indonesia anjlok 15 peringkat dari posisi ke-46 pada 2018 menjadi peringkat ke-61 pada 2023. Skornya pun turun dari 3,2 menjadi 3. Dari enam komponen penilaian LPI, hanya dua yang skornya naik, yaitu kepabeanan dan infrastruktur. Turunnya peringkat Indonesia tersebut lantas menuai sorotan karena dipersoalkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam sebuah diskusi di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa lalu, dia mengatakan akan mengundang Bank Dunia—lembaga yang menerbitkan laporan LPI tersebut—guna menanyakan kelemahan sektor logistik Indonesia. “Jangan bilang saja tiba-tiba turun 17 peringkat. Tell me, kita harus transparan semua, we have done this, this, this, kau cari di mana?” ujar Luhut, kala itu. (Yetede)
PR Memoles Kinerja Logistik
JAKARTA – Turunnya peringkat Indeks Performa Logistik (LPI) Indonesia menambah pekerjaan rumah pemerintah untuk membenahi sektor logistik di Tanah Air. Musababnya, empat dari enam komponen penilaian dalam LPI yang dirilis Bank Dunia tersebut mengalami penurunan skor. CEO Supply Chain Indonesia (lembaga penelitian logistik dan rantai pasok), Setijadi, mengatakan LPI bisa menjadi pintu masuk untuk menelaah berbagai persoalan di sektor logistik, meski tidak menggambarkan kinerja keseluruhan atau biaya logistik secara spesifik. "LPI bisa merupakan fenomena gunung es yang mengindikasikan keberadaan berbagai persoalan dalam sektor logistik," ujarnya pada Kamis, 20 Juli lalu. Pada April lalu, peringkat Indonesia turun dari posisi ke-46 pada 2018 ke peringkat ke-61 dari 139 negara dalam LPI yang dirilis Bank Dunia. Dari enam komponen yang dihitung Bank Dunia, empat parameter mengalami penurunan nilai. Keempatnya adalah pengiriman internasional, kompetensi logistik, pelacakan dan penelusuran, serta ketepatan waktu. Adapun dua komponen yang nilainya naik adalah kepabeanan dan infrastruktur. Indonesia membukukan skor LPI 3 atau kalah oleh Malaysia di peringkat ke-26 yang mengantongi skor 3,6. (Yetede)
Kemiskinan Meningkat di Sentra Nikel
Kendati berstatus wilayah pusat pengolahan nikel dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, persentase penduduk miskin di Sulawesi dan Maluku justru naik ketika angka kemiskinan turun di wilayah lain di Indonesia. Hilirisasi tambang yang gencar dijalankan selama tiga tahun terakhir belum berhasil mengerek kesejahteraan warga setempat. Efek ganda hilirisasi ini masih perlu dioptimalkan. Data Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2023 yang dirilis BPS awal pekan ini menunjukkan, persentase penduduk miskin di Sulawesi mencapai 10,08 % total populasinya atau 2,04 juta orang. Sulawesi mencatat tingkat kemiskinan tertinggi ketiga nasional setelah Maluku dan Papua (19,68 %) serta Bali dan Nusa Tenggara (13,29 %). Berdasarkan kelompok pulau, Sulawesi adalah satu-satunya wilayah yang mengalami peningkatan kemiskinan per Maret 2023, naik 0,02 % poin dari 10,06 % pada September 2022.
Padahal persentase penduduk miskin secara nasional turun dari 9,57 % menjadi 9,36 %, kemiskinan tercatat naik paling tinggi di sentra penghasil dan pengolah nikel terbesar di Sulawesi, yaitu Sultra, yang kemiskinannya naik dari 11,27 % pada September 2022 jadi 11,43 % pada Maret 2023. Peningkatan persentase kemiskinan tertinggi kedua ada di Sulteng, yang juga sentra pengolahan nikel, kemiskinan naik dari 12,30 % menjadi 12,41 %. Di Sulsel, wilayah penghasil nikel lainnya, kemiskinan juga naik dari 8,66 % menjadi 8,70 %. Persentase penduduk miskin pun terpantau naik di wilayah penghasil dan pengolah nikel lainnya, seperti Maluku dan Maluku Utara. Per Maret 2023, kemiskinan di Maluku naik dari 16,23 % pada September 2022 menjadi 16,42 %.
Kemiskinan di Maluku Utara naik dari 6,37 % menjadi 6,46 %. Naiknya angka kemiskinan itu kontras dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang dicapai wilayah-wilayah itu setelah gencarnya hilirisasi nikel. Kepala Center of Trade Investment and Industry Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, Kamis (20/7) menilai, angka kemiskinan yang tinggi di sentra-sentra pengolahan nikel itu berkaitan dengan dampak penciptaan lapangan kerja dari hilirisasi tambang yang kurang inklusif. Hal itu membuat efek pengganda (multiplier) dari hilirisasi belum terlalu terasa bagi masyarakat sekitar meskipun berdampak signifikan secara makro bagi pertumbuhan produk domestik regional bruto dan pertumbuhan ekonomi nasional. Akibatnya, angka pengangguran di wilayah-wilayah sentra nikel masih tinggi dan kemiskinan meningkat. (Yoga)
Digitalisasi Dorong Perbaikan Logistik
Peringkat dan nilai indeks kinerja logistik Indonesia yang dirilis Bank Dunia pada 2023 merosot dibandingkan sebelumnya. Pelaku industri menilai, Indonesia perlu memperbaiki tata kelola logistik melalui digitalisasi sehingga dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global. Berdasarkan laporan yang dirilis Bank Dunia tahun 2023, indeks kinerja logistik (logistics performance index/LPI) Indonesia sebesar 3 dan menduduki peringkat ke-63 dari 139 negara, merosot dari laporan sebelumnya yang dirilis tahun 2018, dengan angka LPI mencapai 3,15 dan peringkat ke-46 dari 167 negara.
Nilai LPI terbentuk dari enam indikator, yakni bea cukai (customs), infrastruktur, kualitas pelayanan, ketepatan waktu (timeliness), pengiriman internasional (international shipments), serta kemampuan melacak dan menelusur (tracking and tracing). Angka LPI Indonesia merosot lantaran terdapat empat indikator yang nilainya melorot, yakni pengiriman internasional yang turun 7,12 % dibandingkan 2018, kualitas layanan (turun 6,45 %), ketepatan waktu (turun 10,08 %), serta kemampuan melacak dan menelusur (turun 9,09 %). Penurunan LPI Indonesia tersebut menjadi sorotan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam diskusi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, secara hibrida, Selasa (18/7/2023).
Untuk mendorong kinerja logistik, Kepala Lembaga National Single Window Agus Rofiudin, Kamis (20/7), mengatakan, pemerintah tengah menggencarkan implementasi pelantar digital ekosistem logistik nasional (national logistics ecosystem/NLE). Pelantar NLE mencakup layanan logistik dari hulu ke hilir atau dari kedatangan kapal hingga muatan sampai di pabrik. Dia optimistis, kolaborasi dengan pelaku usaha dalam penerapan NLE dapat memperkuat akurasi kemampuan lacak dan telusur serta ketepatan waktu. Saat ini, terdapat 14 pelabuhan yang menerapkan NLE dan 6 bandara yang dalam masa uji coba. Targetnya, pada akhir tahun, ada 32 pelabuhan yang sudah menerapkan NLE. (Yoga)
Pemerintah Atur Ulang E-dagang
Kemendag tengah merevisi Permendag No 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Esensi perbaikan tersebut adalah peningkatan daya saing produk UMKM serta mencegah praktik perdagangan tidak sehat di pasar e-dagang. ”Saat ini, draf revisi sedang diajukan ke Kemenkumham untuk dilakukan harmonisasi sesuai ketentuan berlaku,” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim, saat dihubungi, Kamis (20/7) di Jakarta. Menurut Isy Karim, ada beberapa prinsip pengaturan dalam penyempurnaan Permendag No 50/2020. Prinsip pertama yaitu mengantisipasi tantangan persaingan tidak sehat seiring dengan perkembangan pasar e-dagang. Prinsip kedua adalah meningkatkan daya saing produk UMKM yang selama ini cenderung masih lemah.
Prinsip ketiga yaitu menciptakan kesetaraan persaingan berusaha yang sehat di pasar e-dagang. Ekosistem lokapasar yang ada harus didorong semakin sehat. Prinsip keempat, mengatur peredaran barang, termasuk di lokapasar, agar memenuhi standar yang ditetapkan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Misalnya, Standar Nasional Indonesia. Revisi regulasi tersebut terkait fenomena praktik jual-beli barang melalui media social atau social commerce yang menjadi fenomena baru di Indonesia. Apalagi, sampai ada media sosial yang bisa langsung dipakai bertransaksi e-dagang dalam platform yang sama atau tidak keluar ke platform lain. Kemenkominfo tengah berkoordinasi dengan Kemendag untuk mengatur lebih jauh mengenai maraknya social commerce, termasuk melalui media sosial Tiktok. Tujuan utama koordinasi ini adalah menjaga dan melindungi produk UMKM dalam negeri. (Yoga)
Kredit Diperkirakan Tumbuh 10,9 Persen
Survei perbankan Bank Indonesia pada triwulan II-2023 menunjukkan pertumbuhan kredit sepanjang 2023 bisa mencapai 10,9 persen. Optimisme tersebut didorong prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan serta relatif terjaganya risiko penyaluran kredit. Demikian disampaikan Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Kamis (20/7/2023). (Yoga)
Pedagang Keliling Bisa Ikut Asuransi
Usaha mikro dan ultramikro, seperti pedagang keliling dengan gerobak, rawan terhadap risiko kerusakan dan bencana. BRI Insurance menyediakan program asuransi untuk kalangan ini. ”Proteksi tempat usaha hanya butuh biaya premi Rp 40.000 per tahun. Ketika mengalami musibah dapat diklaim sebesar Rp 5 juta,” ujar Direktur Utama BRI Insurance Rahmat Budi Legowo, Kamis (20/7). (Yoga)
Tanggap Darurat Kelaparan di Papua Tengah
Warga di dua kecamatan atau distrik, yaitu Agandugume dan Lambewi, di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, kesulitan pangan. Bupati Puncak Willem Wandik dalam siaran pers, Kamis (20/7/2023), mengatakan, sekitar 3.000 warga di Distrik Agandugume dan 4.000 warga di Distrik Lambewi terdampak. Cuaca ekstrem dengan suhu udara sangat dingin dan tanpa hujan melanda dua distrik itu sejak Mei. Akibatnya tanaman warga, seperti ubi dan keladi, rusak. Pemkab Puncak telah menetapkan status tanggap darurat dua bulan. Namun, pengiriman bantuan makanan ke dua distrik ini terkendala faktor keamanan. (Yoga)
Kinerja Cemerlang Amunisi Saham Perbankan
Musim kinerja keuangan perbankan kuartal II 2023 bakal dimulai pada pekan depan. Para analis menilai pertumbuhan kinerja perbankan kuartal II bakal lebih bergizi dibanding kuartal sebelumnya.
Proyeksi ini diperkuat dengan survei Bank Indonesia (BI). Survei mencatat penyaluran kredit perbankan pada periode April hingga Juni, lebih tinggi dari tiga bulan pertama 2023. Ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan II 2023 yang sebesar 94,0%, jauh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya di level 63,7%.
Berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit baru terjadi pada hampir seluruh jenis kredit. Hanya kredit investasi yang terindikasi tumbuh sedikit lebih rendah bila dibandingkan dari triwulan sebelumnya.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus berpendapat, potensi peningkatan kinerja perbankan terbuka lebar. Meski pertumbuhan kredit masih lambat, namun daya beli dan konsumsi masyarakat masih berjalan stabil.
Nico melihat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan kembali mencatat kinerja cemerlang pada kuartal II tahun ini. Proyeksi dia, kedua bank ini akan mengulang kinerja cemerlang pada kuartal I 2023 lalu.
EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn berharap, pertumbuhan kredit BCA ada di kisaran 10%-12% pada tahun ini.
Senior Investment Information Mirae Asset Nafan Aji Gusta bilang, ke depan pertumbuhan kredit bank secara keseluruhan bakal membaik. Sebab, BI terlihat tidak akan lagi menaikkan suku bunga acuan. Harapannya, ini bisa menjadi pendorong kredit.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









