Polemik Anjloknya Performa Logistik
JAKARTA — Para pengusaha logistik meminta pemerintah tak mempersoalkan anjloknya peringkat Indonesia dalam Indeks Performa Logistik (LPI) yang diterbitkan Bank Dunia. Alih-alih memprotes, laporan hasil survei persepsi pengguna jasa logistik tersebut dapat menjadi acuan pemerintah untuk berbenah. Pengusaha logistik yang juga bekas Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Zaldy Masita, mengatakan, walaupun metode LPI adalah survei ke pengguna jasa logistik dari seluruh dunia, hasilnya sangat valid dan kredibel. "Sangat aneh kalau hanya Indonesia yang komplain karena ranking-nya turun drastis. Kok negara lain bisa menerima," kata dia kemarin, 21 Juli 2023. Dalam LPI yang dilansir Bank Dunia pada April lalu, ranking kinerja logistik Indonesia anjlok 15 peringkat dari posisi ke-46 pada 2018 menjadi peringkat ke-61 pada 2023. Skornya pun turun dari 3,2 menjadi 3. Dari enam komponen penilaian LPI, hanya dua yang skornya naik, yaitu kepabeanan dan infrastruktur. Turunnya peringkat Indonesia tersebut lantas menuai sorotan karena dipersoalkan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam sebuah diskusi di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa lalu, dia mengatakan akan mengundang Bank Dunia—lembaga yang menerbitkan laporan LPI tersebut—guna menanyakan kelemahan sektor logistik Indonesia. “Jangan bilang saja tiba-tiba turun 17 peringkat. Tell me, kita harus transparan semua, we have done this, this, this, kau cari di mana?” ujar Luhut, kala itu. (Yetede)
Tags :
#Dalam NegeriPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023