;
Kategori

Ekonomi

( 40707 )

Lima Emiten Ritel Kantongi Pendapatan Rp 85 Triliun

20 Jul 2023

JAKARTA,ID-Sebanyak lima emiten ritel diproyeksikan mengantongi  pendapatan Rp 85 triliun semester 1-2023, naik 13% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 75 triliun. Sejalan dengan itu, laba bersih lima emiten itu tumbuh 9% menjadi Rp3,7 triliun dari Rp 3,4 triliun. Kelima emiten ritel itu  adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP/MAPI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pemilik jaringan minimarket Alfamart. Berdasarkan riset Indo Premier Sekuritas, dikutip Rabu (19/7/2023), MAP diproyeksikan mencetak pertumbuhan pendapatan tertinggi per Juni 2023, yakni 25%, menjadi Rp 16,8 triliun  dari Rp13,4 triliun, diikuti Alfamart sebesar 12,8% menjadi Rp 54 triliun, Matahari 10,2% menjadi Rp7,8 triliun, Ace Hardware 8,7% menjadi 7,8 triliun, dan Ramayana 0,4% menjadi Rp3,03 triliun. Sementara itu, Ace Hardware diestimasi mencetak pertumbuhan laba bersih tertinggi di semester I tahun ini, sebesar 27% menjadi 308 miliar, diikuti MAP sebesar 19,7% menjadi Rp 949 miliar, Alfamart 11,9% menjadi Rp 1,4 triliun, Ramayana 0,1% menjadi Rp286 miliar. Adapun laba bersih Matahari ditaksir turun 11,6% menjadi Rp 812 miliar. (Yetede)

Ketar-ketir Menjelang Musim Kering

20 Jul 2023

PREDIKSI puncak musim kering akibat El Nino pada Agustus hingga September mendatang membuat Sutikno ketar-ketir. Petani di Desa Ngampel, Madiun, itu khawatir padi yang akan ia tanam pada musim kemarau kedua tahun ini tidak berbuah maksimal. Padahal, tanpa adanya El Nino pun, ia mesti merogoh kocek lebih dalam untuk biaya produksi pada masa tanam musim kemarau kedua ketimbang pada masa tanam di musim hujan dan musim kemarau pertama setiap tahun. Ongkos mahal tersebut dikeluarkan Sutikno dan para petani lainnya untuk biaya irigasi dengan sistem bergilir dari sumur pompa yang berada di kawasan lahan sawahnya. Berdasarkan hitung-hitungannya, modal yang diperlukan untuk menggarap sepetak lahan pada musim kemarau kedua mencapai Rp 13 juta. Nominal itu lebih tinggi Rp 4 juta dibandingkan dengan masa tanam musim kemarau pertama pada Mei lalu. “Karena airnya harus beli dan butuh beberapa kali irigasi,” ujar dia kepada Tempo, kemarin, 19 Juli 2023. Ongkos itu belum termasuk biaya untuk pupuk. Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Madiun, Suharno, menyatakan, mayoritas petani di daerahnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemarau panjang. Mereka berencana mengajukan surat keterangan pembelian solar bersubsidi lewat pemerintah desa masing-masing. Solar itu digunakan untuk mengoperasikan mesin pompa pada sumur dangkal yang masih ada di kawasan persawahan mereka. Mereka tak bisa mengandalkan mesin pompa sumur dalam yang menggunakan listrik karena jumlahnya terbatas. "Se-Kabupaten Madiun jumlah (pompa listrik) hanya 200-300 unit. Idealnya ada ribuan. "Tak hanya di Madiun, para petani di sentra produksi padi lainnya juga bersiap menghadapi musim kering dalam beberapa bulan ke depan. Abdul Somad, petani di Kecamatan Patampanua, Pinrang, mengatakan bahwa para petani di kampungnya telah menyiapkan pompa air untuk mengairi lahan atau sawah, apalagi saat ini tanaman padi di sana sudah berumur sebulan lebih. “Saya sudah siapkan pompa air,” ujar Comat—sapaan akrab Abdul. (Yetede)

Bersih-bersih Kredit Macet UMKM

20 Jul 2023

JAKARTA – Perbankan nasional bersiap menghapusbukukan kredit macet segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebagaimana yang direncanakan pemerintah serta tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK). PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, selaku bank penyalur kredit UMKM terbesar di Tanah Air, menyatakan dukungan terhadap rencana itu. Menurut Direktur Utama Bank BRI Sunarso, sejak 2021, perseroan telah mengusulkan kepada regulator untuk meninjau kembali ketentuan ihwal hapus buku dan hapus tagih (write off) kredit UMKM. Ia berujar potensi penyaluran kredit dan pembiayaan UMKM sangat besar, tapi terhambat aturan peminjaman dan adanya kredit yang tidak terbayar. "Kami sebagai bank pemberdaya UMKM sekaligus perusahaan milik negara tidak berani menghapuskan kredit macet karena dapat masuk sebagai aset negara," ucapnya kepada Tempo, kemarin. Guna memuluskan penghapusbukuan kredit macet UMKM, Sunarso mengimbuhkan, dibutuhkan skenario write off sebagaimana rencana pemerintah. "Untuk menambah kelincahan dan menumbuhkan kredit UMKM, masalah-masalah seperti kredit bermasalah itu harus kami selesaikan," kata Sunarso. (Yetede)

Pelita Air Buka Rute Jakarta-Pontianak

20 Jul 2023

Pelita Air membuka rute baru Jakarta menuju Pontianak. Tujuan terbaru ini menjadi rute ke-8 maskapai yang terbang perdana pada 2022. Rute ini memiliki frekuensi terbang 7 kali dalam sepekan atau 1 kali setiap hari. Penerbangan Pelita Air Jakarta–Pontianak menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi. Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan berharap kehadiran Pelita Air di Pontianak dapat menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan bisnis maupun wisata. Pelita Air berterima kasih atas dukungan pemerintah kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat, serta seluruh stakeholder yang terlibat sehingga pembukaan rute baru ini berlangsung lancar. Pelita Air berkomitmen terus memperluas jaringan rute dalam rangka pemenuhan permintaan masyarakat akan layanan penerbangan berjadwal. Rute Jakarta-Pontianak ini juga mencerminkan komitmen Pelita Air sebagai anak perusahaan Pertamina dalam menjadi backbone transportasi udara dalam meningkatkan konektivitas di berbagai wilayah Indonesia. (Yetede)

Emiten Properti Masih Bertaji

18 Jul 2023

Meski tak ada lagi sokongan insentif pajak seperti tahun lalu, sektor properti diramal masih bisa tumbuh. Daya beli masyarakat masih kuat, dan berbagai hajatan politik berpeluang mendorong sektor ini. Beberapa emiten properti juga berhasil meraih separuh dari target pra-penjualannya. Misalnya PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang mencetak marketing sales Rp 5,1 triliun hingga akhir Juni 2023. Capaian ini memenuhi 57% dari target di tahun 2023 sebesar Rp 8,9 triliun. Head of Investor Relation CTRA, Aditya Ciputra Sastrawinata mengatakan, angka tersebut naik 27% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. "Didorong oleh penjualan pada segmen produk perumahan dan dibantu oleh kondisi suku bunga KPR yang kondusif," ujarnya kepada KONTAN, Senin (17/7). Di semester pertama, CTRA memang getol meluncurkan beberapa produk perumahan dan ruko. Ada satu proyek baru CitraGarden Serpong, serta tujuh klaster baru kota lainnya. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) juga masih optimistis bisa mengantongi marketing sales tahun 2023 sebesar Rp 1,8 triliun. Hingga Juni 2023, MTLA telah membukukan marketing sales Rp 756 miliar atau 42% dari target yang ditetapkan. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei menilai, tahun politik Jono menilai, tahun ini mungkin penjualan properti tak akan sekencang tahun lalu. Tapi, emiten yang punya recurring income bakal mendapat angin segar dari mobilitas masyarakat yang kembali normal. Sedangkan Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, tahun politik berpotensi mendongkrak belanja masyarakat, terutama pada bidang rekreasi dan pusat perbelanjaan. "Sehingga, dapat meningkatkan penjualan pada segmen komersial dan rental, ujarnya

Harga Emas Berkilau Laba Emiten Bersinar

18 Jul 2023

Harga emas bergerak fluktuatif. Senin (17/7), harga emas untuk perdagangan kontrak Agustus 2023 mencapai US$ 1.961,50 per ons troi. Harga ini turun 0,15% dibandingkan akhir pekan lalu (14/7) yang masih ada di level US$ 1.964,40 per ons troi. Meski begitu, jika dihitung secara mingguan, harga emas dunia masih menguat 1,65%. Ini sekaligus menjadi kenaikan terbesar harga emas dalam tiga bulan terakhir. Pada pekan pertama April 2023 (7/4), harga emas sempat menyentuh 2.044 per ons troi atau menguat sebesar 2,01%. Kenaikan harga logam mulia, tak pelak, akan jadi sentimen positif bagi emiten emas di dalam negeri. Salah satunya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Thomas Radityo menilai, kenaikan harga emas akan mendorong harga rata-rata atau average selling price (ASP) emas MDKA. Thomas mengatrol estimasi harga rata-rata emas MDKA tahun ini jadi US$ 1,982 per oz, naik 11,1% dari estimasi US$ 1.784 per ons troi. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga bakal kecipratan berkah dari kenaikan harga emas. Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario, menilai, emas masih akan jadi kontributor terbesar bagi emiten tambang pelat merah itu. Alif merekomendasi beli saham ANTM dan HRTA dengan target masing-masing Rp 2.400 dan Rp 560. Thomas juga merekomendasi MDKA dengan target harga Rp 4.300.

Aturan Devisa Ekspor Bisa Kerek Likuiditas Valas

18 Jul 2023

Likuiditas valuta asing (valas) perbankan berpotensi semakin longgar. Ini seiring dengan aturan baru yang dirilis pemerintah untuk memperketat pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE). Lewat aturan baru yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023, pemerintah mewajibkan eksportir menempatkan DHE sumber daya alam (SDA) ke dalam rekening khusus perbankan Indonesia paling sedikit 30% dengan jangka waktu minimal tiga bulan. Menurut SVP Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan, kewajiban eksportir menyimpan 30% DHE di dalam negeri minimal tiga bulan akan meningkatkan likuiditas valas perbankan. Ini akan berdampak positif terutama bagi bank yang punya paparan pada kredit ekspor impor. "Dengan likuiditas yang meningkat, manfaat bagi bank adalah mereka bisa lebih aktif dalam memberikan kredit valas untuk sektor produktif, terutama yang berorientasi ekspor," kata dia pada KONTAN, Minggu (17/7). Sekadar info, likuiditas valas perbankan tahun ini tercatat mulai longgar setelah mengetat akhir tahun lalu. Pelonggaran ini karena kredit valas mulai melambat. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit valas perbankan per April 2023 hanya naik 0,52% secara tahunan. Bahkan, di empat bulan awal tahun ini penyaluran kredit valas mengalami kontraksi 6,17%. Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) valas per April tercatat masih tumbuh 20,78% secara tahunan. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian juga melihat ruang perbankan menyalurkan kredit valas akan kian lebar seiring hadirnya aturan baru ini. Bank devisa akan paling diuntungkan dari beleid ini. Ia juga menilai, bunga kredit valas akan kian kompetitif untuk menarik para eksportir.

MENJAGA DERU MESIN EKONOMI

18 Jul 2023

Kinerja dagang yang menjadi salah satu mesin ekonomi Indonesia masih melaju di tengah ragam tantangan global yang membayangi. Namun, semua patut waspada lantaran lajunya mulai masuk di jalur lambat. Setidaknya, kondisi itu tergambar dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat surplus US$3,45 miliar pada Juni 2023 atau surplus ke-38 bulan secara berturut-turut. Surplus itu dipicu oleh nilai ekspor yang lebih tinggi pada Juni 2023 sebesar US$20,61 miliar, dibandingkan dengan nilai impor yang mencapai US$17,15 miliar. Dengan pencapaian itu, kinerja dagang selama Semester I/2023 tetap membukukan akumulasi surplus hingga US$19,93 miliar. Sayangnya, surplus itu mulai masuk di jalur lambat karena turun 20,24% secara tahunan (year-on-year/YoY). Tren surplus yang terus menciut selama 6 bulan pertama 2023, juga selaras dengan penurunan total nilai impor pada periode yang sama tahun ini. Sepanjang Semester I/2023, BPS mencatat impor mengalami kontraksi hingga 6,42% menjadi US$108,72 miliar. Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menyampaikan bahwa penurunan nilai impor terbesar, baik secara tahunan maupun bulanan, terjadi pada kelompok bahan baku atau penolong yang menopang aktivitas produksi domestik. Selama Juni 2023, nilai impor bahan baku atau penolong sebesar US$12,36 miliar atau turun 19,24% secara bulanan (month-to-month/MtM).

“Kontraksi ULN swasta ini dikontribusikan oleh semakin turunnya ULN perusahaan bukan lembaga keuangan dan lembaga keuangan yang masing-masing mengalami kontraksi 5,3% YoY dan 7,6% YoY,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono. Data BI mencatat ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, industri pengolahan, hingga pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 78,0% dari total ULN swasta. ULN swasta juga tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 74,8% terhadap total ULN swasta. Merespons indikator kinerja dunia usaha teranyar, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memprediksi impor bahan baku untuk manufaktur bakal ter­ungkit pada Semester II/2023, seiring dengan ramainya permintaan pada periode kampanye terkait dengan Pemilu 2024. Dia memperkirakan kenaikan nilai impor bahan baku kemungkinan sekitar 10%.

Menghangatkan Mesin Produksi

18 Jul 2023

Sinyal perlambatan ekonomi mulai terlihat jelas di depan mata. Impor bahan baku/penolong mencatatkan penurunan sepanjang paruh pertama tahun ini. Pertanda mesin-mesin produksi mulai mendingin seiring dengan penurunan harga komoditas dunia. Secara kumulatif neraca perdagangan masih membukukan surplus besar, meskipun dalam tren menyusut bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun data bulanan menyebutkan kenaikan surplus dagang. Badan Pusat Statistik melaporkan, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$3,45 miliar pada Juni 2023. Surplus ini merupakan torehan positif selama 38 bulan berturut-turut sejak April 2020. Angka tersebut sekaligus mematahkan proyeksi ekonom yang memperkirakan surplus perdagangan pada Juni 2023 sekitar US$1,3 miliar. Pun membalikkan keadaan dari bulan sebelumnya yang ‘hanya’ sur­plus US$440 juta. Namun, secara semesteran, cuan dagang menyusut. Sepanjang paruh pertama tahun ini Indonesia membukukan surplus US$19,93 miliar. Angka itu lebih rendah US$5,06 miliar atau 20,24% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penyusutan surplus sejalan dengan penurunan nilai ekspor. Koreksi nilai ekspor dapat dimaklumi karena harga komoditas turun, dan perlambatan ekonomi yang mengguncang penjuru dunia. Akan tetapi, menurut harian ini, yang patut diwaspadai adalah penurunan impor bahan baku yang cukup signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini. Selain itu, pemerintah diharapkan dapat menambah produk pembiayaan perdagangan, terutama yang berpihak kepada usaha kecil yang ingin melakukan ekspor. Model pembiayaan di Indonesia masih sangat terbatas, apalagi bagi pebisnis yang minim underlying asset. Stimulus lain yang dapat diberikan kepada dunia usaha adalah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Saat ini, harga minyak mentah dunia menyusut di level US$70-an per barel.

INVESTASI MIGAS : MENCARI TUAN DI BLOK ANDAMAN

18 Jul 2023

Keputusan Repsol Andaman B.V. yang memilih mengembalikan keseluruhan hak pengelolaan Blok Andaman III kepada negara, membuat blok yang berlokasi di Aceh itu berstatus open area. Dengan demikian, blok tersebut saat ini tak bertuan. Pemerintah siap untuk membuka lelang bagi investor yang berminat mengelola blok yang memiliki wilayah kerja hingga 8.517 km tersebut dengan kandungan minyak diperkirakan 1.893 juta barel oil (MMBO). “Kalau prosesnya sudah dikembalikan, termasuk data-datanya, maka statusnya menjadi open area dan pemerintah berhak melelangnya kepada investor lainnya,” kata Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf kepada Bisnis, Senin (17/7). Nanang menuturkan raksasa minyak dan gas (migas) asal Spanyol itu enggan mengajukan tambahan waktu eksplorasi (TWE) yang berakhir pada 29 Juni 2023. Sikap Repsol itu lantas membuat kontrak pengelolaan lapangan otomatis dikembalikan ke negara atau terminasi. Kendati terbuka untuk dilakukan lelang, pendekatan berbeda akan dilakukan oleh Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Menurut Kepala BPMA Teuku Mohamad Faisal, Petronas Andaman B.V tertarik untuk mengakuisisi saham mayoritas Blok Andaman III yang belakangan dilepas Repsol. “Karena partner-nya kan Petronas perusahaan internasional, dia kan masih ada share di situ 49%, bisa saja Petronas mau akuisisi tapi ini kan perlu proses,” kata Faisal kepada Bisnis. Repsol yang bertindak sebagai operator memegang hak partisipasi mayoritas mencapai 51%, sisanya hak partisipasi dipegang Petronas Andaman B.V setelah akuisisi pada 2019. Sebelumnya, Stakeholders Relations Manager Repsol Indonesia Amir Faisal Jindan menyatakan keputusan mundur dari hak pengelolaan lapangan Andaman III dengan pertimbangan pengeboran Sumur Rencong-1X yang tidak memuaskan atau dry hole pada akhir tahun lalu. Sumur eksplorasi lepas pantai itu terletak dengan kedalaman air laut sekitar 1.100 meter dengan mengambil jarak sekitar 42 kilometer dari garis pantai Aceh Utara.