Ekonomi
( 40707 )Indeks Saham Kembali Menuju Jalur 7.000
Sesuai ekspektasi pasar, Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Keputusan itu ditetapkan bank sentral dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar pada Senin (24/7) hingga Selasa (25/7) kemarin.
Kini, para pelaku pasar masih tinggal menanti arah suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS). Pada hari ini hingga besok, bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) bakal menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Pelaku pasar memperkirakan, The Fed masih menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,25%-5,5%.
Head of Research
Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan menilai, The Fed masih menaikkan
federal fund rate
(FFR) satu kali lagi sebesar 25 bps di September 2023. Pasalnya, The Fed masih mengejar target inflasi di level 2%. Bank sentral Eropa alias European Central Bank (ECB) juga berpeluang mengambil sikap serupa The Fed.
Analis Saham Rakyat by Samuel Sekuritas, Billy Halomoan menganalis, jika The Fed jadi mengerek suku bunga ke level 5,5%, maka selisih dengan suku bunga BI hanya tersisa 0,25% atau 25 bps. Dus, BI perlu menjaga arus
capital outflow
agar tidak deras mengalir keluar.
Head of Research Center
Mirae Asset Sekuritas, Roger MM, mengingatkan arah suku bunga acuan BI dan The Fed akan menentukan pergerakan pasar. Arah IHSG dan rupiah.
Head of Business Development Division
Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi melihat, jika The Fed masih menaikkan suku bunga, maka imbal hasil alias yield US Treasury masih bergerak sideways dalam rentang yang terbatas.
Kemendag Ubah Regulasi Pasir Laut
Kemendag diam-diam telah mengubah regulasi ekspor pasir laut dari barang yang dilarang diekspor menjadi barang yang dapat diekspor. Perubahan regulasi itu melengkapi PP No 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi Laut yang memperbolehkan kembali ekspor pasir laut. Semula larangan ekspor pasir laut itu tertuang dalam Permendag No 18 Tahun 2021 tentang Barang yang Dilarang Ekspor dan Dilarang Impor. Dalam lampiran regulasi itu tertera pasir alam lainnya, termasuk pasir laut, berkode klasifikasi barang (HS) 25059000 merupakan salah satu barang yang dilarang diekspor. Dalam lampiran regulasi penggantinya, Permendag No 22 Tahun 2023 tentang Barang yang Dilarang Diekspor, pasir alam lainnya sudah tidak tertera lagi.
Komoditas itu justru tercantum dalam lampiran Permendag No 23/2023 tentang Kebijakan Pengaturan Ekspor. Pasir alam lainnya masuk dalam daftar barang pertambangan untuk keperluan penelitian dan pengembangan, keperluan ekspor kembali, serta keperluan ekspor produk industri. Untuk mengekspor pasir alam lainnya, termasuk pasir laut, wajib mendapatkan persetujuan ekspor (PE) dan penelusuran teknis (LS). Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Muhammad Suaib Sulaiman sudah dihubungi, Selasa (25/7) terkait hal itu, namun, Suaib tidak memberikan keterangan. Meskipun PP No 26/2023 sudah berlaku sejak 15 Mei 2023, BPS menyebutkan belum ada ekspor pasir laut pada Mei 2023. (Yoga)
Harga Komoditas Setir Harga Saham
Anomali terjadi pada indeks saham IDX Value30 (IDXV30). Lihat saja, di tengah tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), gerak indeks saham IDXV30 justru merosot. Kemarin, Selasa (25/7), indeks saham Value30 turun 0,76% dibanding hari sebelumnya.
Jika diakumulasi sejak awal tahun 2023, kinerja indeks saham IDXV30 sudah longsor 5,99% di posisi 139,84. Pelemahan IDXV30 hanya kalah dari Jakarta Islamic Index yang ambles 6,33% secara year to date (YTD). Meski begitu, IDXV30 sempat melonjak paling tinggi di antara indeks lain, dengan kenaikan 1,28% pada awal pekan ini, Senin (24/7). Sejumlah faktor menjadi pemicu jebloknya kinerja indeks yang dihuni 30 saham emiten ini.
Head of Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina mengamati, dengan porsi dominan dalam pembobotan indeks, laju saham emiten energi dan komoditas menyetir arah kinerja saham IDXV30.
Tapi, ada juga saham yang punya kinerja ciamik dan menempati jajaran top gainer IDXV30, yakni DOID, ELSA, dan MEDC. Sedangkan saham jawara di IDXV30 adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), yang mengalami lonjakan harga 57,78% di sepanjang tahun berjalan ini. Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menilai, saham emiten energi mendominasi IDXV30. Sebab, secara valuasi masih terbilang murah dengan
price to earnings ratio
(PER) dan
price to book value
(PBV) yang cukup rendah.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menambahkan, secara teknikal pergerakan IDXV30 sedang berada di fase uptrend dalam jangka menengah. Hanya saja, secara jangka pendek akan rawan terkoreksi terlebih dulu.
Penurunan Biaya Provisi Mengatrol Laba Bank
Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masih berhasil melanjutkan pertumbuhan kinerja positif. Sepanjang semester pertama 2023, bank ini mengantongi laba bersih Rp 10,3 triliun atau tumbuh 17% secara tahunan.
Perolehan laba BNI ditopang penurunan biaya provisi atau pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai aset yang cukup signifikan. Nilainya turun 29,5% secara tahunan jadi Rp 4,5 triliun.
Sementara total pendapatan bank pelat merah ini hanya mencapai Rp 27,5 triliun, naik 1,34% secara tahunan. Pendapatan bunga bersihnya memang masih tumbuh 5,1% jadi Rp 20,6 triliun, tetapi pendapatan non bunga terkontraksi 8,3% jadi Rp 6,92 triliun.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, pihaknya akan berupaya mengakselerasi pertumbuhan kinerja pada paruh kedua tahun ini. BNI yakin, masih ada ruang untuk tumbuh lebih baik. "Masih ada ruang untuk tumbuh lebih baik lagi yang akan kami akselerasi di semester dua,” ujar Royke, Selasa (25/7).
Direktur International Banking BNI Silvano Rumantir menyebut, dalam lima tahun terakhir BNI mencetak pertumbuhan kredit rata-rata 9,5%, melalui jaringan bank di luar negeri. "Kinerja international banking masih jadi salah satu sumber utama di BNI dalam menjawab tantangan pertumbuhan global," kata dia.
Bunga Obligasi Multifinance Terus Naik
Multifinance masih gencar menerbitkan obligasi. Bunga obligasi yang ditawarkan perusahaan pembiayaan pun mengalami kenaikan seiring tren kenaikan suku bunga acuan.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, rata-rata kupon surat utang yang ditawarkan multifinance di tahun ini mengalami kenaikan. Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin menjelaskan, kenaikan terjadi terutama untuk obligasi yang memiliki tenor satu tahun dan tiga tahun.
"Obligasi korporasi multifinance berperingkat AAA dengan tenor 3 tahun rata-rata menawarkan kupon 6,40%," ujar Nasrudin kepada KONTAN, kemarin. Tentu saja, semakin rendah peringkat utang dari perusahaan multifinance, maka bunga yang ditawarkan ke investor juga akan lebih tinggi lagi.
Artinya, biaya dana yang harus dibayar perusahaan multifinance akan tetap tinggi. Toh, multifinance tetap gencar menerbitkan obligasi. Penerbitan obligasi multifinance per semester I-2023 mencapai Rp 15,11 triliun.
Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa menyampaikan, obligasi masih menarik karena sampai saat ini tingkat bunga pinjaman yang dikenakan perbankan masih lebih tinggni. "Akan tetapi melihat kondisi ekonomi saat ini, kami berharap bunga pinjaman bank akan turun menyamai bunga obligasi," kata dia, kemarin.
Direktur Utama Mandiri Utama Finance Stanley Setia Atmadja menyebut, bunga obligasi masih tak terlalu jauh dari bunga bank. Ia mencontohkan obligasi tenor tiga tahun bunganya bisa mencapai 7,3% per tahun.
PROSPEK INVESTASI SAHAM : MAGNET KUAT EMITEN JUMBO
Pasar modal sedang punya pijakan kuat untuk melompat lebih tinggi, yang salah satunya bakal terlihat dari kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG).
Faktor kuat pendorong fase bullish IHSG adalah kinerja saham emiten-emiten berkapitalisasi pasar jumbo, di atas Rp100 triliun, yang kembali unjuk gigi, di tengah musim pelaporan kinerja keuangan semester I/2023. Adapun, emiten big caps di sektor perbankan, telekomunikasi, dan teknologi dinilai atraktif bagi investor pada paruh kedua tahun ini.Saat ini sebanyak 14 emiten tercatat memiliki kapitalisasi pasar lebih dari Rp100 triliun. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tak tergoyahkan di posisi puncak dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1.117 triliun.Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi pendatang baru dengan market capitalization yang menyentuh Rp165 triliun. Menggemuknya kapitalisasi pasar AMMN sejalan dengan apresiasi harga sahamnya yang melesat 35,69% dari harga IPO ke level Rp2.300 per saham pada Selasa (25/7).Alhasil, perusahaan afi liasi PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang baru melantai di BEI pada 7 Juli 2023 itu menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-9 di Bursa Efek Indonesia menyalip PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).
Di sisi performa finansial, sebanyak tiga emiten big caps sudah melaporkan kinerja keuangan semester I/2023. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas BBCA dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) kompak meningkat sepanjang paruh pertama 2023.BBCA mengantongi pertumbuhan laba bersih 34,02% year-on-year (YoY) dari Rp18,05 triliun menjadi Rp24,19 triliun. Sementara itu, laba bersih BBNI naik 17,02% secara tahunan menjadi Rp10,3 triliun dari Rp8,8 triliun pada semester I/2022.Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menuturkan realisasi laba bersih itu sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) 5,1% YoY menjadi Rp20,6 triliun pada 6 bulan pertama tahun ini.
Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pertumbuhan laba bank didorong oleh kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
Ira Noviarti, Presiden Direktur Unilever Indonesia, mengatakan penurunan laba bersih dipicu oleh sejumlah tantangan, yakni kenaikan infl asi dan peningkatan biaya hidup masyarakat yang menyebabkan tren perlambatan konsumsi rumah tangga.Meski begitu, dia menyebut margin kotor UNVR per Juni 2023 mencapai 50,5% lebih tinggi dari level 49,3% per Maret 2023.
Perihal emiten jumbo, Head of Research InvestasiKu Cheril Tanuwijaya menilai emiten perbankan masih memiliki prospek positif. Hal itu sejalan dengan tingkat suku bunga saat ini masih berada dalam level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir tetapi sudah mencapai puncak, pemulihan ekonomi, dan berlanjutnya pertumbuhan kredit.
KEBIJAKAN DEVISA HASIL EKSPOR : Ganjalan Baru Pengusaha Batu Bara
Kewajiban menempatkan minimal 30% devisa hasil ekspor atau DHE sumber daya alam ke sistem keuangan Indonesia setidaknya untuk 3 bulan dalam Peraturan Pemerintah No. 36/2023 menambah beban pelaku usaha batu bara di tengah penurunan harga komoditas itu. Pandu Sjahrir, Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), mengatakan kebijakan tersebut akan mengganggu arus kas eksportir batu bara yang marginnya tidak sampai 30%. “Aturan itu akan menyulitkan eksportir dalam mengelola arus kas, terlebih margin yang didapatkan tidak mencapai 30%. Dengan begitu, modal kerja yang sudah dikeluarkan eksportir pun akan tertahan di tengah tren penurunan harga, serta makin meningkatnya beban biaya operasional,” katanya, Selasa (25/7). Dia menjelaskan, pelaku usaha batu bara sedang menghadapi kondisi yang menantang, karena tren harga emas hitam mengalami penurunan tajam. Di sisi lain, biaya operasional pada tahun ini diperkirakan meningkat hingga 25% akibat kenaikan biaya bahan bakar. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, penerapan PP No. 36/2023 bisa mendorong cadangan devisa di dalam negeri, sehingga berujung kepada penguatan fundamental ekonomi Indonesia. Meski demikian, Faisal menilai ada konsekuensi yang kurang mengenakan bagi pelaku usaha terkait aturan baru DHE, yakni terkait dengan penggunaan valuta asing, karena harus diparkir dalam waktu tertentu.
BI Kian Pede Merespons Ketidakpastian Ekonomi
JAKARTA,BI-Bank Indonesia (BI) makin pede atau percaya diri dalam menghadapi sejumlah perkembangan ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. terakhir bank sentral menegaskan tidak akan merespon penaikan Fed Funds Rate (FFR) yang kemungkinan diputuskan pekan ini dengan mendongkrak BI-7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), Respon kebijakan nonbunga lebih dipilih BI karena sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. Diantara respon kebijakan nonbunga yang ditujukan untuk menjaga stabilitas kurs rupiah melalui triple intervention dan twists operation serta memperkuat stimulus kebijakan makroprudensial. Lainnya adalah menerbitkan ketentuan terkait instrumen penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) dan mempertajam strategi digitalisasi sistem pembayaran. "Jamunya Bank Indonesia 'kan bukan (hanya) suku bunga. makanya ya pake jamu stabilisasi nilai tukar rupiah, intervensi kan? Baik twist operation maupun triple intervention. Itu yang terus kami lakukan," ujar Gubernur BI Pery Warjiyo dalam konferensi pers Pengumuman hasil rapat Dewan Gubernur Bulanan Periode Juli 2023 di jakarta, Selasa (25/07/2023). (Yetede)
Menko PMK Ajak MPK Dukung Percepatan Pendidikan Wilayah Timur Indonesia
JAKARTA,ID-Menteri koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy mengajak majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia untuk berkolaborasi mengatasi ketertinggalan kualitas pendidikan dan berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan di wilayah timur Indonesia. Kualitas pendidikan di beberapa wilayah timur Indonesia dinilai masih tertinggal dibandingkan dengan wilayah lainnya sehingga membutuhkan kerja keras dan dukungan semua pihak untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Hal ini ditegaskan menko PMK Muhadjir Effendi dalam kegiatan koordinasi nasional gereja dan pendidikan lanjutan konferensi nasional (Konfernas) gereja dan pendidikan 2023 di Gedung BPK Penabur International School, Kelapa Gading, jakarta Utara, jakarta, Selasa (25/7.2023). "Saya mohon kerja sama dari Gereja dari pihak untuk pendidikan di wilayah timur," ujarnya. Sebagai informasi, kegiatan konfernas ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang pembangunan Manusia dan kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia Muhadjir Effendi beserta jajaran Kemenko PMK, didampingi oleh Ketua Alumni Penabur sekaligus Komisaris Utama B-Universe Enggar Tiasto Lukita. (Yetede)
Saham Siklikal Bakal Berkibar di Semester II
JAKARTA,ID-Sejumlah analis percaya, saat ini adalah saat yang tepat untuk membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), seiring kondusifnya ekonomi global dan domestik. Sejalan dengan itu, saham siklikal, yang pergerakannya ditentukan kondisi ekonomi bakal berkibar di semester II-2023. Bedasarkan riset RHB sekuritas, dikutip Selasa (25/07/2023), saham siklikal yang layak dicermati adalah bank-bank besar, otomotif, semen, dan pertambangan mineral, RHB tak segan menetapkan rekomondasi positif untuk saham-saham di empat sektor tersebut. Indikasi menggeliatnya saham bank besar terlihat sejak pekan lalu, di mana pemodal asing mulai agresif memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT bank Central AsiaTbk (BBCA), dan PT bank Mandiri Tbk (BMRI) pekan lalu, net buy asing di tiga saham bank besar itu mencapai Rp 1,3 triliun. Tren ini berlanjut pada pekan ini. Buktinya, dari total net buy asing, kemarin, Rp636,03 miliar, BBCA menarik Rp 358,4 miliar. BBRI Rp 194,29 miliar, dan BMRI p 97 miliar. Alhasil, saham BBRI mencetak all time high kemarin, setelah menyentuh level Rp 5.700 sebelum ditutup di level Rp5.650. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









