Harga Komoditas Setir Harga Saham
Anomali terjadi pada indeks saham IDX Value30 (IDXV30). Lihat saja, di tengah tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), gerak indeks saham IDXV30 justru merosot. Kemarin, Selasa (25/7), indeks saham Value30 turun 0,76% dibanding hari sebelumnya.
Jika diakumulasi sejak awal tahun 2023, kinerja indeks saham IDXV30 sudah longsor 5,99% di posisi 139,84. Pelemahan IDXV30 hanya kalah dari Jakarta Islamic Index yang ambles 6,33% secara year to date (YTD). Meski begitu, IDXV30 sempat melonjak paling tinggi di antara indeks lain, dengan kenaikan 1,28% pada awal pekan ini, Senin (24/7). Sejumlah faktor menjadi pemicu jebloknya kinerja indeks yang dihuni 30 saham emiten ini.
Head of Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina mengamati, dengan porsi dominan dalam pembobotan indeks, laju saham emiten energi dan komoditas menyetir arah kinerja saham IDXV30.
Tapi, ada juga saham yang punya kinerja ciamik dan menempati jajaran top gainer IDXV30, yakni DOID, ELSA, dan MEDC. Sedangkan saham jawara di IDXV30 adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM), yang mengalami lonjakan harga 57,78% di sepanjang tahun berjalan ini. Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menilai, saham emiten energi mendominasi IDXV30. Sebab, secara valuasi masih terbilang murah dengan
price to earnings ratio
(PER) dan
price to book value
(PBV) yang cukup rendah.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menambahkan, secara teknikal pergerakan IDXV30 sedang berada di fase uptrend dalam jangka menengah. Hanya saja, secara jangka pendek akan rawan terkoreksi terlebih dulu.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023