Ekonomi
( 40707 )Menanti Objek Cukai Baru Hingga Gaji ASN Naik
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menyampaikan pidato Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2024, Rabu (15/8). Ini akan menjadi pidato Nota Keuangan terakhir masa pemerintahan Presiden Jokowi.
APBN 2024 didesain sesuai arahan Presiden untuk mencapai empat tujuan besar pada tahun depan. Keempatnya adalah penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, peningkatan investasi dan pengendalian inflasi.
Pada pendahuluan RAPBN tahun depan yang disepakati pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR sebelumnya, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,1-5,7%
year-on-year
(yoy), inflasi di kisaran 1,5%-3,5% yoy, dan nilai tukar di rentang Rp 14.700-Rp 15.200 per dolar AS.
Kebijakan pendapatan negara ditempuh dengan menjaga efektivitas pelaksanaan reformasi perpajakan berupa Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) melalui perbaikan sistem perpajakan yang lebih sehat dan adil, perluasan basis pajak, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Adapun optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dengan memacu inovasi layanan publik dan mendorong reformasi pengelolaan aset negara. Sementara belanja negara ditargetkan 14,03%-15,01% PDB.
"Sejalan dengan tujuan tersebut, pemerintah terus mendorong agar kualitas belanja makin baik di tingkat pusat maupun daerah," terang Menteri Keuangan Sri Mulyani di DPR, pertengahan Mei lalu.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar Misbakhun berharap Nota Keuangan 2024 yang akan dibacakan Presiden salah satunya mengenai pemberlakukan cukai plastik dan minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK). Terlebih lagi, DPR RI sudah memberikan restu ke pemerintah untuk segera menerapkan ekstensfikasi kedua cukai itu.
Potensi Cuan di Bulan Kemerdekaan
Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang bulan Agustus positif, kendati masih cenderung bergerak di area 6.800-6.900. Sentimen utama penggerak indeks di bulan ini ialah rilis kinerja emiten yang rata-rata masih sesuai ekspektasi.
Pergerakan IHSG ditengarai bisa lebih agresif pada sisa tahun ini.
Head of Research Team & Strategist
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Robertus Hardy mengatakan, sejak awal tahun ini pergerakan IHSG banyak tersendat oleh koreksi saham-saham komoditas. Di sisi lain, sektor perbankan yang melaju masih mampu menopang indeks.
Nah, di sisa tahun ini, Mirae Asset Sekuritas memprediksi tiga sektor bakal jadi pendorong IHSG. Di antaranya, sektor semen, otomotif, dan telekomunikasi.
Dia mengatakan, ketiga sektor beserta mayoritas perusahaan yang menjadi anggotanya diuntungkan dari naiknya tingkat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pasca-pandemi tahun lalu. "Ketiga sektor ini memiliki potensi return yang lebih tinggi dari IHSG, yang saat ini langkahnya masih terbebani sektor komoditas. Mobilitas masyarakat utamanya akan mendorong pembelian mobil dan motor," ujar Robertus, Selasa (15/8).
Head of Research
Investasiku-Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengatakan, IHSG bulan ini akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral AS The Fed dan perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Menurutnya, IHSG di Agustus ini berpotensi konsolidasi melemah mengingat secara harga sudah jenuh beli, dengan
support
6.750. Tapi hingga akhir tahun, Cheril masih optimistis IHSG bisa mencapai 7.500.
GOTO Geber Perbaikan Kinerja
Harga saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada perdagangan kemarin (15/8) rebound. Saham GOTO melejit 6,59% ke Rp 97 per saham.
Kenaikan harga GOTO tak lepas dari sentimen positif dari rilis kinerja keuangan semester I-2023. GOTO memang masih merugi Rp 7,16 triliun, tapi angka menyusut hingga 47,52% secara tahunan atau
year-on-year
(yoy).
Penyusutan rugi bersih sejalan dengan pengurangan insentif dan program pemasaran produk yang tidak produktif. Selain itu, GOTO berhasil mendongkrak pendapatan bersih 102,46% secara tahunan menjadi Rp 6,88 triliun. "Pendapatan naik dari meningkatnya monetisasi di seluruh lini bisnis dengan take rate 4,1%," kata Direktur Keuangan GOTO Jacky Lo, Selasa (15/8).
Strategi pengurangan beban akan jadi salah salah satu fokus GOTO di separuh kedua 2023. Ini sejalan dengan target EBITDA (
earning before interest, taxes, depreciation, and amortization)
atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi positif pada kuartal IV-2023.
Per 30 Juni 2023 GOTO mencatatkan EBITDA yang disesuaikan minus Rp 2,8 triliun, membaik dibanding minus Rp 9,18 triliun hingga akhir Juni tahun lalu. Target EBITDA ini akan dikejar di bawah tangan Patrick Walujo, pendiri Northstar Group yang turun gunung dan kini menjadi Direktur Utama GOTO. Ia menggantikan Andre Soelistyo berdasar putusan RUPST 30 Juni 2023.
Ekonomi Jepang Tumbuh Sebesar 6%
Ekonomi Jepang tumbuh lebih kencang dari dugaan. Di kuartal dua tahun ini, ekonomi Jepang tumbuh 6,0% secara tahunan. Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 1,5%, lebih tinggi ketimbang median estimasi analis yang disurvei
Reuters, yakni 0,8%.
Realisasi pertumbuhan ekonomi Jepang di kuartal dua ini juga merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak kuartal akhir 2020. Info saja, di kuartal satu tahun ini, ekonomi Jepang cuma mencetak pertumbuhan 3,7%.
Pertumbuhan ekonomi ini ditopang oleh ekspor. Realisasi ekspor Jepang di kuartal dua naik 3,2%, didorong oleh ekspor mobil serta masuknya turis asing. Belanja modal tercatat stagnan.
Di sisi lain, impor Jepang juga turun tiga kuartal berturut-turut. "Faktor terbesar yang mendorong ekonomi adalah penurunan impor," kata Takumi Tsunoda, Ekonom Senior Shinkin Central Bank Research Institute, seperti dilaporkan
Reuters, kemarin.
Selain itu, konsumsi pribadi, yang berkontribusi lebih dari 50% terhadap ekonomi Jepang, turun 0,5% secara kuartalan. Ini terjadi seiring kenaikan harga makanan dan alat rumahtangga.
Selain itu, analis juga melihat pertumbuhan di kuartal dua ini sulit berlanjut. "Meski ekspor barang modal kembali naik di Juni, kami tidak mengharapkan pemulihan yang dahsyat," kata Marcel Thieliant, Kepala Ekonom Asia Pasifik Capital Economics.
Sementara pemerintah Jepang menyikapi data ini dengan optimistis. Menteri Ekonomi Shigeyuki Goto menyebut, upah pekerja naik untuk pertama kalinya dalam tujuh kuartal terakhir. "Minat korporasi berinvestasi juga solid," papar Goto.
Kemarin, Menteri Keuangan Shunichi Suzuki menginggatkan pemerintah Jepang akan menyikapi volatilitas yang terlalu tinggi di pergerakan kurs yen. "Pergerakan yang sangat cepat tidak diinginkan, pemerintah akan merespons sepantasnya," ujar Suzuki.
Kredit Bank ke Sektor Batubara Naik
Pemerintah semakin fokus menggenjot proyek hilirisasi di industri tambang. Bank-bank lokal pun ikut mendukung proyek-proyek pembangkit listrik tenaga uap batubara (PLTU) yang ditujukan untuk menopang industri hilirisasi.
Maklum saja, pembangunan smelter yang tengah digalakkan pemerintah saat ini belum bisa mengandalkan listrik dari PLN. Alhasil, pembangunan PLTU tak bisa dielakkan.
Sementara bank-bank asing tidak bersedia mendanai proyek-proyek hilirisasi di Indonesia jika masih berbau batubara. Oleh karena itu, pembiayaan smelter di Tanah Air akan mengandalkan dukungan bank lokal.
Proyek smelter aluminium di Kalimantan milik PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADRO) misalnya, dikabarkan hanya akan mengandalkan dukungan bank lokal. Menurut laporan
Financial Times
Maret lalu, sejumlah bank asing yang sebelumnya memberikan komitmen mendanai proyek tersebut memutuskan keluar lantaran disebut pasokan listriknya masih akan bersumber dari batubara.
Bank Negara Indonesia (BNI) misalnya mencatat kredit ke sektor batubara setara 3,1% dari total kredit bank only sebesar Rp 644,9 triliun per Juni 2023, dikutip dari materi paparan kinerja semester I-2023. Angka ini naik dari Juni 2022 yang baru mencapai 2% dari total kredit bank only.
Serupa, kredit Bank Mandiri di sektor batubara juga meningkat jadi 2,9% dari Rp 984,7 triliun total kredit bank only per Juni 2023. Pada Juni tahun lalu porsinya baru Rp 17,8 triliun, 2% dari kredit bank only.
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, sebelumnya mengatakan, BCA pada prinsipnya mendukung penerapan ESG. Bank ini mendukung pembiayaaan pembangunan smelter berbasis PLTU. Cuma, investasi yang dibutuhkan sangat besar.
EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyebut pembiayaan BCA ke sektor pertambangan masih kecil. Per Juni 2023, kredit ke sektor batubara hanya 0,4% dari Rp 736 triliun total kredit.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya untuk menurunkan pembiayaan di sektor tak ramah lingkungan. Namun, langkah ini tidak bisa dilakukan begitu saja karena Bank Mandiri juga harus mendukung program pemerintah dalam penyediaan listrik.
PENANAMAN MODAL : MELAWAN MUSIM SURUT INVESTASI
Pencapaian target investasi pada tahun ini bisa dibilang cukup menantang. Akar penyebabnya, ketidakpastian global yang dipicu perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan politik Amerika Serikat-China, serta belum tuntasnya penanganan infl asi di banyak negara mendorong investor lebih wait and see.
Belum lagi, faktor internal yang sejak tahun ini mulai disibukkan dengan rangkaian agenda politik 5 tahunan alias Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Tentu ini akan memengaruhi pola bisnis pelaku usaha.Akan tetapi, pemerintah berusaha untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka mengamankan pencapaian target investasi yang pada tahun ini disasar Rp1.400 triliun.Dari aksi yang dilakukan pemangku kebijakan, faktanya minat investasi di dalam negeri terbilang masih cukup tinggi meski investor dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.Faktor pemanis yang menjadi daya tarik investor terutama asing adalah realisasi pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup solid pada tahun ini, diiringi dengan langkah cepat pemerintah dalam menormalisasi inl asi.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, realisasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada dua kuartal terakhir terbukti moncer, yakni 5,03% pada kuartal I/2023 dan 5,17% pada kuartal II/2023 secara tahunan (year-on-year/YoY).
Realisasi investasi yang dicatat oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun cukup memuaskan, yakni Rp678,7 triliun pada semester I/2023, naik sebesar 16,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Tak pelak, indeks daya saing investasi di Indonesia pun menanjak hingga 10 peringkat yakni dari posisi 44 pada 2022 menjadi 34 pada 2023, menurut laporan World Competitiveness Ranking International Institute for Management Development.Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah akan terus melakukan perbaikan iklim investasi guna meningkatkan daya tarik Indonesia di hadapan investor, terutama penanaman modal asing (PMA).
Marita Alisjahbana, Chief Risk Ofi cer Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI), mengatakan minat pemodal asing terhadap ekonomi nasional sangat tinggi.
Kemudian investasi Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) senilai Rp33,4 triliun selama 2021—2023, dan penanaman modal dari Konsorsium LG dan Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp142 triliun.Direktur Program Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, memandang secara teori tahun politik akan mendorong pengusaha untuk menahan ekspansi.
Mewujudkan Ekonomi dan Investasi Berkualitas
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam delapan hingga sembilan tahun terakhir rata-rata berada pada kisaran 5%. Hal tersebut bisa dikatakan relatif tinggi dibandingkan dengan negara-negara peers, terutama pascapandemi Covid-19. Pemerintah di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, yakni pertumbuhan ekonomi yang mampu menghasilkan pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan, dan membuka kesempatan kerja pada kuartal II-2023, ekonomi Indonesia yang tercatat mampu tumbuh 5,17% adalah sesuatu yang luar biasa, karena diatas konsensus perkiraan para ekonom. Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut menunjukkan resiliansi di tengah terjadinya perlambatan ekonomi global. Sebab, pada saat bersamaan, banyak negara sedang struggling dengan pertumbuhan ekonomi di bawah 5%, bahkan yang dibawah 3%. bandingkan dengan negara-negara seperti Singapura, Vietnam, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Pada periode yang sama, ekonomi negara tersebut tumbuh masing-masing sebesar 0,1%, 4,1%, 0,6%, 2,6%, dan 0,9%. (Yetede)
Saatnya Investor Lokal Jadi Motor Penggerak IHSG
JAKARTA,ID-Investor lokal sejatinya dapat kembali menjadi penggerak indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023, ditengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Apalagi, jumlah investor lokal terus melesat dan merajai di bursa saham. Per 8 Agustus 2023, jumlah investor pasar modal Indonesia naik 1,15 juta menjadi 11,47 juta, berdasarkan data single investor identification (SID). Adapun jumlah investor saham naik 467 ribu menjadi 4,91 juta. Sementara itu, berdasarkan data BEI, sepanjang 2023, investor lokal menguasai transaksi di bursa, yakni sebesar 63%, sedangkan asing hanya 37%. Kemarin, dari total transaksi saham Rp 10,6 triliun, lokal menyumbangkan 71%, sedangkan sisanya asing. Imbasnya, indeks masih bisa naik tipis 0,01% ke level 6.915 di tengah gempuran net sell asing Rp 5,2 triliun dengan market cap Rp 10.017 triliun. Adapun sepanjang tahun ini, asing masih net buy Rp 5,2 triliun, merosot drastis dari posisi Juni yang sempat menembus Rp 20 triliun. (Yetede)
Untuk Apa Ekonomi Indonesia Adidaya
Ketika Jokowi pertama kali mencalonkan diri sebagai presiden, salah satu janjinya adalah menegakkan hak asasi manusia dan mengusut tuntas pelanggaran hak asasi manusia masa lalu. Ternyata, setelah Jokowi menjadi presiden, janji itu seolah-olah dilupakan atau dirancukan. Dalam beberapa hal yang menyangkut penuntasan kasus hak asasi, Jokowi bahkan kehilangan suara. Misalnya waktu menanggapi Pengadilan Rakyat Internasional untuk peristiwa 1965 (IPT’65). Yang terdengar adalah suara Luhut Binsar Pandjaitan dan terkadang juga Kivlan Zen. Keduanya mengecam keras IPT’65.
Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesatlah yang terus dibanggakan Jokowi. Memang, beberapa prediksi menyatakan Indonesia akan menjadi salah satu negara adidaya di dunia karena kekuatan ekonominya. Menurut Standard Chartered, pada 2030, ekonomi Indonesia akan menjadi yang terkuat keempat di dunia. Hal ini membuat berbagai pejabat Indonesia bangga. Apa yang dimaksudkan dengan adidaya ini? Ini menyangkut ekonomi dan yang dimaksudkan dengan ekonomi adalah yang produk domestik bruto (PDB)-nya tertinggi. (Yetede)
Devisa Ekspor Masih Mini, Janji Insentif Baru Ditebar
Eksportir hasil alam masih minim menyimpan duit hasil ekspor di dalam negeri. Pemerintah pun kembali menawarkan pemanis kepada para eksportir yang memarkir devisa hasil ekspor (DHE) di Tanah Air agar lebih banyak devisa yang parkir di dalam negeri.
Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan, akan ada insentif dalam bentuk tarif pajak penghasilan (PPh) atas bunga deposito valas penempatan DHE. Insentif itu sedang digodok dan difinalisasi di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu).
"Bocorannya, insentifnya akan lebih menarik lagi. Pun terkait besaran insentif akan difinalisasi dan akan lebih kompetitif," terang Susiwijono, Senin (14/8). Namun, pihaknya belum mau membocorkan lebih jauh terkait rencana kebijakan tersebut.
"Karena instrumen pilihan banyak, bukan hanya deposito valas. Nanti akan dipecah-pecah, sesuai dengan judulnya (kategorinya)," tambah dia.
Untuk bunga deposito dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS), dikenakan tarif PPh sebesar 10% untuk tenor satu bulan, 7,5% untuk tenor tiga bulan, 2,5% untuk tenor enam bulan, dan 0% untuk tenor lebih dari enam bulan.
Sementara untuk bunga deposito dalam mata uang rupiah, dikenakan tarif PPh sebesar 7,5% untuk tenor satu bulan, 5% untuk tenor tiga bulan, dan 0% untuk tenor enam bulan atau lebih. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro menilai, insentif yang ditawarkan belum terlalu menarik. "Karena yang lebih eksportir butuhkan adalah kebijakan mengenai kurs," kata dia kepada KONTAN.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









