PENANAMAN MODAL : MELAWAN MUSIM SURUT INVESTASI
Pencapaian target investasi pada tahun ini bisa dibilang cukup menantang. Akar penyebabnya, ketidakpastian global yang dipicu perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan politik Amerika Serikat-China, serta belum tuntasnya penanganan infl asi di banyak negara mendorong investor lebih wait and see.
Belum lagi, faktor internal yang sejak tahun ini mulai disibukkan dengan rangkaian agenda politik 5 tahunan alias Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Tentu ini akan memengaruhi pola bisnis pelaku usaha.Akan tetapi, pemerintah berusaha untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka mengamankan pencapaian target investasi yang pada tahun ini disasar Rp1.400 triliun.Dari aksi yang dilakukan pemangku kebijakan, faktanya minat investasi di dalam negeri terbilang masih cukup tinggi meski investor dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.Faktor pemanis yang menjadi daya tarik investor terutama asing adalah realisasi pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup solid pada tahun ini, diiringi dengan langkah cepat pemerintah dalam menormalisasi inl asi.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, realisasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada dua kuartal terakhir terbukti moncer, yakni 5,03% pada kuartal I/2023 dan 5,17% pada kuartal II/2023 secara tahunan (year-on-year/YoY).
Realisasi investasi yang dicatat oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun cukup memuaskan, yakni Rp678,7 triliun pada semester I/2023, naik sebesar 16,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Tak pelak, indeks daya saing investasi di Indonesia pun menanjak hingga 10 peringkat yakni dari posisi 44 pada 2022 menjadi 34 pada 2023, menurut laporan World Competitiveness Ranking International Institute for Management Development.Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah akan terus melakukan perbaikan iklim investasi guna meningkatkan daya tarik Indonesia di hadapan investor, terutama penanaman modal asing (PMA).
Marita Alisjahbana, Chief Risk Ofi cer Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI), mengatakan minat pemodal asing terhadap ekonomi nasional sangat tinggi.
Kemudian investasi Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) senilai Rp33,4 triliun selama 2021—2023, dan penanaman modal dari Konsorsium LG dan Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp142 triliun.Direktur Program Institute of Development on Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, memandang secara teori tahun politik akan mendorong pengusaha untuk menahan ekspansi.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023