Kredit Bank ke Sektor Batubara Naik
Pemerintah semakin fokus menggenjot proyek hilirisasi di industri tambang. Bank-bank lokal pun ikut mendukung proyek-proyek pembangkit listrik tenaga uap batubara (PLTU) yang ditujukan untuk menopang industri hilirisasi.
Maklum saja, pembangunan smelter yang tengah digalakkan pemerintah saat ini belum bisa mengandalkan listrik dari PLN. Alhasil, pembangunan PLTU tak bisa dielakkan.
Sementara bank-bank asing tidak bersedia mendanai proyek-proyek hilirisasi di Indonesia jika masih berbau batubara. Oleh karena itu, pembiayaan smelter di Tanah Air akan mengandalkan dukungan bank lokal.
Proyek smelter aluminium di Kalimantan milik PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADRO) misalnya, dikabarkan hanya akan mengandalkan dukungan bank lokal. Menurut laporan
Financial Times
Maret lalu, sejumlah bank asing yang sebelumnya memberikan komitmen mendanai proyek tersebut memutuskan keluar lantaran disebut pasokan listriknya masih akan bersumber dari batubara.
Bank Negara Indonesia (BNI) misalnya mencatat kredit ke sektor batubara setara 3,1% dari total kredit bank only sebesar Rp 644,9 triliun per Juni 2023, dikutip dari materi paparan kinerja semester I-2023. Angka ini naik dari Juni 2022 yang baru mencapai 2% dari total kredit bank only.
Serupa, kredit Bank Mandiri di sektor batubara juga meningkat jadi 2,9% dari Rp 984,7 triliun total kredit bank only per Juni 2023. Pada Juni tahun lalu porsinya baru Rp 17,8 triliun, 2% dari kredit bank only.
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, sebelumnya mengatakan, BCA pada prinsipnya mendukung penerapan ESG. Bank ini mendukung pembiayaaan pembangunan smelter berbasis PLTU. Cuma, investasi yang dibutuhkan sangat besar.
EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyebut pembiayaan BCA ke sektor pertambangan masih kecil. Per Juni 2023, kredit ke sektor batubara hanya 0,4% dari Rp 736 triliun total kredit.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya untuk menurunkan pembiayaan di sektor tak ramah lingkungan. Namun, langkah ini tidak bisa dilakukan begitu saja karena Bank Mandiri juga harus mendukung program pemerintah dalam penyediaan listrik.
Postingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023