Ekonomi
( 40512 )Menanti Peserta Perdagangan Karbon Langsung
Otorita Ibu Kota Negara Leluasa Mencari Utang
Suntikan Dana GOTO Untuk Modal Kerja
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan diguyur dana jumbo US$ 150 juta dari International Finance Corporation (IFC) dan firma investasi privat Franke & Company Inc. Nilai tersebut setara Rp 2,3 triliun dengan menggunakan kurs Rp 15.341 per dolar Amerika. Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo menjelaskan GOTO akan menerima investasi dari private placement serta penerbitan surat utang terstruktur kepada Bhinneka Holdings (22) Limited. Ini merupakan upaya GOTO untuk mengeksekusi aksi private placement. Aksi ini sudah mendapat restu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Juni 2023. GOTO mematok harga private placement sebesar Rp 90 per saham. Dari gelaran ini, Bhinneka Holdings (22) Limited harus menggelontorkan dana US$ 100 juta. "Notes Subscription Agreement akan diterbitkan oleh entitas usaha, GoTo International Finance (22) Limited kepada Bhinneka Holdings (22) Limited senilai US$ 50 juta," jelas Patrick, Selasa (3/10). Nah, secara bersamaan Bhinneka Holdings (22) Limited akan menerbitkan obligasi bersifat ekuitas alias equity-linked bond sebesar US$ 150 juta. Kemudian IFC akan mengambil bagian dari surat utang tersebut sebesar US$ 125 juta. Sementara Franke & Company Inc. akan berkontribusi US$ 25 juta. Adapun obligasi bersifat ekuitas tersebut memiliki tingkat kupon sebesar 5% per tahun. Kupon ini akan dibayarkan dua kali setahun dan akan jatuh tempo pada bulan Oktober 2028. Kemudian PT Tokopedia, PT Swift Logistic Solutions, PT Multifinance Anak Bangsa dan PT GoTo Solusi Niaga masing-masing akan memperoleh 15% atau sekitar Rp 345,17 miliar. Paulus Jimmy, Deputy Head of Research Sucor Sekuritas menilai, tambahan modal ini akan menjadi sentimen positif untuk kinerja operasional GOTO.
Terangkat Kenaikan Harga Minyak
Kinerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berpotensi membaik di akhir tahun ini. Sentimen positif itu datang dari kenaikan harga minyak. Sebagai gambaran, pada semester I-2023, emiten yang bergerak di sektor tambang minyak dan gas (migas) ini membukukan laba bersih senilai US$ 119,46 juta. Realisasi ini turun 60,58% dari laba bersih di periode yang sama tahun lalu yang mencapai sebesar US$ 303,05 juta. Turunnya harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) komoditas andalan MEDC, yakni minyak dan gas menjadi salah satu pemicu turunnya kinerja emiten ini. Meski begitu, Hilmi Panigoro, Direktur Utama MEDC dalam keterangan Selasa (3/10), optimistis terhadap kinerja MEDC ke depannya. Dia menambahkan, MEDC juga sudah menetapkan panduan kinerja operasional hingga akhir tahun ini. Lantas di segmen energi hijau, MEDC sudah mendapat persetujuan bersyarat dari Energy Market Authority (EMA) Singapura atas proyek pembangkit tenaga surya berkapasitas 600 MW. Persetujuan ini didapatkan MEDC melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yakni Medco Power Global beserta mitra konsorsiumnya Pacific Light Renewables Pte Ltd dan Gallant Venture Ltd. Per semester I-2023, belanja modal di segmen minyak dan gas telah mencapai US$ 99 juta terutama untuk pengembangan Blok Natuna dan Corridor. Sementara belanja modal ketenagalistrikan sebesar US$ 28 juta, terutama untuk pengembangan proyek geotermal Ijen. Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan menilai, kinerja MEDC di paruh kedua 2023 berpeluang membaik. Ini seiring dengan kenaikan harga minyak yang cukup masif karena pengetatan produksi minyak dari OPEC+. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Hasan Barakwan sependapatn kinerja MEDC akan membaik di kuartal III-2023. Sebab, AMMN telah menerima perpanjangan izin ekspor sebanyak 900.000 ton, sehingga AMMN bisa melanjutkan aktivitas ekspor konsentratnya.
MAGNET LEASING PIKAT ASING
Industri pembiayaan di Tanah Air sedang bersiap lepas landas. Saat kinerja pembiayaan bangkit dari kontraksi selama pandemi Covid-19, investor asing terus menunjukkan minat pada perusahaan multifinance di dalam negeri. Terbaru, PT Home Credit Indonesia (Home Credit) resmi diakuisisi oleh konsorsium yang terafiliasi dengan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) asal Jepang, setelah proses berjalan sejak November 2022. Perkiraan nilai akuisisi yang disepakati sekitar 209 juta euro atau Rp3,4 triliun. Bank of Ayudhya Public Company Limited (Krungsri) asal Thailand--anggota strategis MUFG— PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance), dan mitra lokal menjadi pemegang saham baru dengan komposisi masing-masing 75%, 10%, dan 15%. Home Credit Indonesia sebelumnya merupakan perusahaan patungan antara grup Home Credit B.V asal Republik Ceko dengan PT SL TRIO. Berdiri di Indonesia sejak 2013, perusahaan melayani pembiayaan belanja online dan offline, termasuk untuk peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, dan furnitur. Direktur Strategi Aliansi Bisnis Adira Finance Jin Yoshida mengatakakan akuisisi itu dapat memperkuat franchise Grup MUFG di Indonesia dan membangun sinergi antara Home Credit, Bank Danamon, dan Adira Finance. Bahkan, menurut dokumen Roadmap Perusahaan Pembiayaan Indonesia 2023-2027 yang disusun Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masih terdapat peluang 18 grup perusahaan pembiayaan yang memiliki pemegang saham sama, untuk dapat melakukan aksi korporasi berupa merger, akuisisi, dan konsolidasi. KB Kookmin Card Corp, perusahaan kartu kredit asal Korea Selatan, mengakuisisi 80% saham PT Finansia Multi Finance senilai 94,9 miliar won atau Rp1,1 triliun pada November 2019. Finansia Finance kemudian berubah nama menjadi KreditPlus. Ketua APPI Suwandi Wiratno melihat investor asing, baik yang sudah maupun akan mengakuisisi, mengincar bisnis pembiayaan ritel atau multiguna, seperti pembiayaan sepeda motor dan mobil, serta barang elekronik. Alasannya adalah pembiayaan ritel memiliki peluang lebar mengingat Indonesia akan memasuki bonus demografi pada 2030. Saat itu, akan ada lebih banyak penduduk usia produktif yang membutuhkan kendaraan. Saat ini pasar multifinance dipimpin oleh tiga pemain besar, yakni Astra Group (termasuk FIF, Astra Sedaya Finance, Toyota Astra Financial Service), Adira Finance, dan Mandiri Tunas Finance, berdasarkan data Sucor Sekuritas dan OJK. Pangsa pasar ketiganya masing-masing 25,8%, 6,5%, dan 5,9% pada semester I/2023. Analis Sukor Sekuritas Yoga Ahmad Gifari mengatakan penetrasi pembiayaan multifinance yang lebih rendah dan prospek besar penjualan otomotif telah menarik minat investor asing mengakuisisi multifinance di Indonesia.
Memperkuat Ekuitas Industri Pembiayaan
Pertumbuhan industri perusahaan pembiayaan kian menunjukkan tren pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 meskipun masih dihadapkan pada tantangan peningkatan risiko kredit yang dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global. Kondisi pemulihan ini diperlihatkan dari jumlah pendanaan perusahaan pembiayaan yang perlahan tapi pasti meningkat sejak pandemi berakhir. Untuk memanfaatkan momentum ini, Otoritas Jasa Keuangan telah menekankan arah pengembangan jangka pendek perusahaan pembiayaan pascapandemi untuk mengoptimalkan peran multifinance dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi. Adapun arah pengembangan struktural ditujukan untuk memperkuat industri perusahaan pembiayaan agar memiliki daya tahan lebih baik, berdaya saing lebih tinggi, dan memiliki kontribusi lebih optimal terhadap perekonomian. Peningkatan daya saing ini mencakup program memperkuat permodalan dan akselerasi konsolidasi industri yang ditargetkan dilaksanakan pada 2025. Salah satu peluang penguatan ketahanan industri perusahaan pembiayaan adalah dengan melakukan sinergi melalui strategi penggabungan usaha, pengambilalihan, dan melakukan konsolidasi. Upaya penguatan industri pembiayaan terkini kali ini datang dari proses akuisisi perusahaan pembiayaan PT Home Credit Indonesia yang telah rampung oleh Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), Selasa (3/10). MUFG melalui Bank of Ayudhya Public Company Limited (Krungsri) dan Adira Finance sepakat mengakuisisi Home Credit dengan nilai akuisisi sebesar EUR209 juta atau setara Rp3,4 triliun. Perusahaan berharap transaksi ini dapat membuka kunci sinergi yang signifikan dalam ekosistem Home Credit dan MUFG, menggerakkan bisnis Home Credit, dan memfasilitasi akses pembiayaan yang lebih luas bagi konsumen. Selain itu, pandemi Covid-19 juga seakan telah menuntut perusahaan pembiayaan untuk sadar IT dan segera mereset ulang strategi yang telah ditetapkan sebelumnya. Adanya pembatasan kegiatan masyarakat telah menyebabkan akselerasi transformasi proses penyaluran dan penagihan pembiayaan yang menghendaki pemanfaatan teknologi informasi. Perubahan proses bisnis ini, tentu saja menggaris bawahi kebutuhan investasi yang besar.
TEMUAN CADANGAN GAS : JALAN MULUS UNTUK ENI
Otoritas minyak dan gas bumi nasional memberikan ‘karpet merah’ terhadap rencana yang diajukan oleh perusahaan asal Italia, Eni setelah menemukan cadangan gas bumi sebanyak 5 triliun kaki kubik ndi Blok North Ganal, Kalimantan Timur. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bakal memberikan dukungan penuh terhadap rencana yang diajukan oleh Eni untuk mengembangkan cadangan gas bumi di North Ganal, termasuk memasukkan sebagian wilayah Indonesia Deepwater Development agar bisa dikembangkan secara bersamaan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, penggabungan sebagian wilayah kerja Indonesia Deepwater Development (IDD) bakal berdampak positif terhadap pengembangan hulu migas nasional. Pasalnya, potensi yang ada di wilayah tersebut bisa langsung dimanfaatkan oleh fasilitas yang telah tersedia. Eni memang berencana mengajukan revisi plan of development (PoD) IDD dengan membagi pengembangan blok migas tersebut menjadi dua konsentrasi, yakni sisi utara dan selatan. Rencananya, IDD bagian selatan terhubung dengan floating production unit (FPU) Jangkrik, sedangkan bagian utara yang berdekatan dengan lokasi temuan gas dalam jumlah besar saat ini bakal terhubung dengan blok pengembangan North Ganal. Sementara itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan Eni bakal membangun fasilitas FPU baru di sisi utara portofolio migas mereka, yakni di hamparan Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. “FPU Jangkrik itu untuk yang Selatan, nanti sepertinya akan bangun hub baru. Jadi akan ada baru, karena Jangkrik sudah penuh oleh Merakes dan Muara Bakau,” kata Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo saat ditemui, Selasa (3/10). Berdasarkan keterangan resmi Eni, perkiraan awal menunjukkan total struktur yang ditemukan sebesar 5 Tcf gas dengan kandungan kondensat sekitar 400 Mbbls. Data yang diperoleh perusahaan pun memungkinkan untuk kajian pengembangan yang lebih cepat nantinya. Sumur Geng North-1 dibor dengan kedalaman 5.025 meter pada kedalaman air 1.947 meter, melewati kolom gas setebal sekitar 50 meter di reservoir batu pasir miocene dengan sifat petrofisika yang baik.
PENGENDALIAN INFLASI : HUB KRUSIAL BUMI CENDRAWASIH
Terminal Peti Kemas Jayapura yang berada di Kota Jayapura, Provinsi Papua, masih memainkan peran sentralnya sebagai hublogistik barang dan jasa untuk Pulau Papua, terutama komoditas pangan guna mengendalikan laju inflasi Bumi Cendrawasih.
Bahkan, keberadaan Terminal Peti Kemas (TPK) Jayapura dinilai sangat penting bagi kelangsungan distribusi barang dan jasa untuk memasok kebutuhan Provinsi Papua secara menyeluruh.Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua Juli Budi Winantya.Dia mengungkapkan bahwa sekitar 51% dari kabupaten/kota di wilayah Papua merupakan landlocked area yang mengandalkan angkutan udara. Sementara itu, 49% lainnya mengandalkan distribusi yang menggunakan angkutan laut.“Pelabuhan Jayapura ini menjadi hub krusial perdagangan komoditas strategis dalam mendukung pemenuhan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi, sehingga laju inflasi pun dapat terkendali,” katanya saat ditemui Bisnis di Jayapura, Selasa (3/10).Data BI Papua menunjukkan bahwa tingkat inflasi Papua pada kuartal II/2023 sebesar 4,13% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Angka ini cenderung turun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Setidaknya terdapat 14 kabupaten dan 1 kota di Papua yang mengandalkan pasokan bahan pangan maupun material yang dikirim melalui TPK Jayapura.
Bahkan, sebanyak 99% barang logistik yang berlabuh di TPK Jayapura masih harus dikirim ke belasan kota/kabupaten itu dengan menggunakan pesawat.
Manager Operasi TPK Jayapura Jems Yeffry Fonataba memandang bahwa penurunan arus peti kemas tersebut disebabkan oleh melemahnya konsumsi dan daya beli masyarakat di Papua. Pasalnya, selama ini logistik yang masuk melalui TPK Jayapura kebanyakan adalah bahan pangan dan material bangunan.
Kendati demikian, Pengamat kepelabuhanan sekaligus Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi menilai bahwa sejauh ini Pelindo telah berupaya menunjukkan eksistensinya dalam memberikan pelayanan pengguna.
Di sisi lain, Walikota Jayapura Frans Pekey mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura telah memberikan kebijakan pelonggaran jam operasional untuk pelabuhan selama 24 jam dari sebelumnya dibatasi, terutama pada hari Minggu lantaran banyak masyarakat yang beribadah.
70 Persen Dana Pensiun BUMN Bermasalah
Sebanyak 34 dana pensiun yang dikelola BUMN terindikasi
bermasalah. Penyertaan portofolio investasi yang tidak sesuai dengan prinsip
kehati-hatian kerap menjadi momok sehingga memicu kegagalan
pengelolaan dana pensiun. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, 70 % dari 48 dana pensiun di bawah payung BUMN berstatus tidak sehat. Selain
penyimpangan investasi, minimnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana
telah meningkatkan potensi masalah di tubuh dana pensiun BUMN.
”Ini amat sangat mengecewakan pegawai (BUMN) yang telah
bekerja puluhan tahun. Masa tuanya dirampok oleh pengelola yang biadab,” kata Erick dalam
konferensi pers perkara dana pensiun BUMN di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (3/10). Indikasi masalah
yang menjangkiti
34 dana pensiun BUMN ditemukan setelah terbongkarnya penyelewengan pengelolaan dana oleh
PT Asuransi
Jiwasraya (Persero) dan PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Erick mengaku
curiga akan kemungkinan penyelewengan dana serupa yang menjangkiti tubuh dana pensiun BUMN. Oleh sebab itu,
Kementerian BUMN menggandeng Kejaksaan Agung serta Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit dengan tujuan payung BUMN berstatus tidak sehat. (Yoga)
RI Perlu Setahap Lebih Maju dari Hilirisasi
Indonesia perlu setahap lebih maju dari program
hilirisasi mineral tambang di dalam negeri, yaitu industrialisasi. Hanya
dengan industrialisasi, semua produk hilirisasi mineral bisa terserap dan terjadi
peningkatan nilai tambah yang lebih optimal. Sejumlah pekerjaan rumah perlu diselesaikan
untuk menuju tahap industrialisasi tersebut. Demikian benang merah
diskusi ”Kesiapan Industri Pendukung dalam Menyerap Produk Hilirisasi”, Selasa (3/10) di
Jakarta, yang diselenggarakan harian Kompas dan Indonesian Mining Association
(IMA). Narasumber diskusi adalah Staf Ahli Menteri ESDM Irwandy Arif, Wakil
Ketua IMA Ezra Sibarani, Ketua Komite Tetap Mineral dan Batubara Kadin Indonesia A Rizqi
Darsono, dan CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus.
Irwandy menyampaikan, dalam mendukung
hilirisasi, Kementerian ESDM terus melakukan optimalisasi
peningkatan mineral dan batubara di Indonesia. Setelah itu, agar sampai ke tahap
industrialisasi, ada pekerjaan rumah bersama Kementerian ESDM dengan Kemenperin. ”Harus ada
kebijakan bersama (terpadu) agar industri hilir di bawah Kementerian ESDM dan smelter-smelter
independen berjalan baik. Pengawasannya harus dilakukan bersama. Di Kementerian ESDM, setiap
komoditas sudah memiliki pohon industri sampai ke hilir,” kata Irwandy. Ezra menambahkan,
menghubungkan hilirisasi mineral dengan industrialisasi jadi pekerjaan rumah bersama
antar seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, harus ada keselarasan
antara pemerintah dan pelaku usaha dalam hal kebijakan, grand strategy, pembukaan pintu
investasi, dan komunikasi yang terjalin baik. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









