;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

BSI Siap Rebut Pasar Syariah Global

28 Apr 2025
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan melebarkan sayapnya di kancah internasional usai memperoleh izin lisensi pembukaan kantor cabang di Arab Saudi. Langkah strategis ini membuka peluang besar bagi BSI untuk menggarap potensi pasar syariah global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta keuangan syariah dunia. Meski demikian, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengaku masih menunggu surat resmi  dari Saudi Arabian Monatary Agency (SAMA) atas informasi yang beredar terkait perizinan lisensi kantor cabang di Arab Saudi. Diharapkan surat resmi segera diterima, sehingga BSI siap melayani jemaah umrah dan haji tahun ini. Kabar bahagia tersebut juga diamini oleh Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen BSI Adiwarman Karim. "Insya Allah ini peluang yang sangat bagus, karena banyaknya jamaah haji dan umrah, bisnis yang menyertainya, juga diaspora Indonesia di Saudi," kata Adiwarman.   Kehadiran BSI di Arab Saudi diharapkan bisa mengakselerasi bisnis remitansinya, pembiayaan haji dan umrah, serta jasa  layanan keuangan bagi diaspora dan pebisnis Indonesia. Setip tahunnya, jutaan warga negara Indonesia melakukan perjalanan ibadah ke Arab Saudi, dengan kebutuhan transaksi keuangan yang besar dan beragam. (Yetede)

Emiten Minerba Gencar Mengencangkan Ikat Pinggang

28 Apr 2025
Emiten mineral dan batu bara (minerba) gencar mengencangkan ikat pinggang meski amandemen tarif royalti sedikit memberikan ruang bagi mereka yang memegang izin usaha  penambangan khusus (IUPK). Namun, dengan atau tanpa amandemen tarif,  emiten minerba sebetulnya tengah megap-megap. Tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas yang masih kencang, menandai ketidakpastian di sektor pertambangan masih cukup tinggi. Menilik pergerakan harga komoditas di Tranding Economics pada Minggu (27/4/2025), harga komoditas mineral seperti emas, nikel, perak, dan tembaga, kompak drop. Koreksi terbesar menimpa emas yang minus US$ 28,8 (0,86%) ke posisi US$ 3.319 per troy ounce setelah sempat menyentuh US$ 3.500 per troy ounce. Nikel juga masih belum bangkit dengan kontraksi sebesar US$ 390 (2,46%) sampai menuju level US$ 15.490 per ton. Begitupun perak dan tembaga yang masing-masing melemah US$ 055 (-1,63%) dan US$ 0,04 (0,73%). Bahkan, harga batu bara yang kini teraspirasi 0,63% sejatinya belum kembali pada performa terbaiknya. Pasalnya, sejak awal tahun atau year-to-date, harga batu bara telah terkoreksi 23% ke posisi US$ 95 per ton. (Yetede)

ESG jadi Poin Utama bagi Investor

28 Apr 2025
Penerapan Environmental, Social  and Governance (ESG) sangat penting bagi perusahaan untuk kelangsungan bisnisnya dalam jangka panjang. Saat ini investor lebih melihat perusahaan yang menerapkan ESG. SVP Pengembangan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) Propan Weber mengatakan, ESG sdah menjadi paradigma baru dalam membangun korporasi yang bertanggung jawab, berkelanjutan serta mampu memberi dampak  positif bagi lingkungan hingga masyarakat dengan tata kelola yang baik. Terlebih, saat ini investor lebih melihat perusahaan yang menerapkan ESG. Oleh karena itu, Pupuk Kalimantan melakukannya sejak 2021. "Karena investor itu akan melototin ESG, akhirnya terpaksa lah kita cemplung ke ESG. Alhamdulillah ya mungkin PKT itu termasuk perusahaan yang pioneer diantara industri pupuk di Indonesia," kata dia. Berkat ketidaksengajaannya, Pupuk Kaltim kini memiliki pengalaman dan pemahaman yang lebih terkait ESG. Kerja keras PKT ini membuahkan hasil yang baik. Berdasarkan Sustainalytics, lembaga pemeringkat ESG berdasarkan katagori resiko memerikan rating 21.9 untuk pupuk Kaltim berhasil menyaingi perusahaan global dengan lingkup atau sektor yang sama. (Yetede)

Kenaikan Tarif Tol Bebani Biaya Logistik

28 Apr 2025
Rencana pemerintah menaikkan tarif jalan tol dikeluhkan oleh pengusaha karena dinilai menambah biaya logistik nasional. Terkait hal tersebut DPR RI meminta pemerintah melibatkan pengguna jalan dalam variabel penghitungan tarif. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berencana menyesuaikan sejumah tarif jalan tol mulai mei 2025 hingga penghujung tahun ini, BPJT mencatat terdapat 22 ruas jalan tol yang tarifnya  akan disesuaikan pada tahun ini. Kenaikan tarif tol memang telah   diatur dalam Undang-Undang  Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol. Penyesuaian tarif dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi dan evaluasi pemenuhan Standars Pelayanan Minimum (SPM) jalan tol. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan bahwa rencana kenaikan tarif tol di tol di 22 ruas harus dievaluasi secara menyeluruh dan melibatkan pengguna jalan. Ia menekankan pentingnya transparansi dan audit independen sebelum keputusan tersebut diambil. (Yetede)

Proyek Pipa Transmisi Chisem Tahap II Ditargetkan Rampung Awal 2026

28 Apr 2025
Proyek pembangunan infrastruktur pipa trasmisi gas ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II ditargetkan rampung pada awal tahun depan. Pipa sepanjang 245 kilometer itu membentang dari Batang menuju Cirebon dan Kandang Haur Timur. Berdasarkan pemantauan Investor Daily, pipa berukuran besar berwarna hitam sudah berada di sisi jalan tol yang mengarah dari Cirebon ke Batang. Masyarakat yang melintas pada ruas jalan ini pun bisa secara  langsung  melihat  pipa-pipa yang berada di sisi kiri badan jalan. Proyek ini memang memanfatakkan ruang jalan tol dari Palimanan-Kanci hingga tol Batang-Semarang. Proses pembangunan proyek ini dimonitor oleh Komisi XII DPR pada kamis (24/4/2025). Sejumlah wakil rakyat dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melihat lebih dekat proses pembangunan pipa Cisem Tahap II. Wakil Ketua Komisi XII DPR Sugeng Suparwoto mengatakan pipa transmisi gas Cisem Tahap II ini membuat pasokan gas dari Jawa Timur bisa dilalirkan ke Jawa Barat. Nantinya, pipa transmisi ini pun tersambung ke Sumatera. "Tadi, kita menyaksikan progres pembangunan pipa Cisem tahap II, yang dibangun dipinggir Jalan Tol Batang. Bukan hanya pipa transmisi saja, tetapi juga distribusi akan dibangun di kawasan industri. Hal ini penting, karena pipa ini sebagai bentuk urat nadi pemanfaatam energi yang akan terkoneksi dari Jawa Timur hingga Sumatera. (Yetede)

RI Diperkirakan Bukan Lagi Pasar Bagi Eksportir Beras Dunia

28 Apr 2025
Indonesia saat ini diperkirakan bukan lagi negara tujan ekspor beras dunia, sebaliknya malah berpeluang menjadi pemasok global. Usaha luar biasa (extraordinary effort) Indonesia yang dibarengi cuaca kondusif telah memacu produksi beras nasional tahun ini, Pemerintah RI menargetkan produksi beras 2025 mencapai 32 juta ton, namun perkiraan Departeman Pertanian Amerika Serikat (United State Departemen of Agriculture/USDA) justru sebesar 34,6 juta ton. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memunjukkan impor beras Indonesia di 2024 mencapai 4,52 juta ton, dengan 1,36 juta ton, dengan 1,36 juta ton (30,19%) di antaranya dipasok dari Thailand, lalu Vietnam 1,25 juta ton (27,62%), Myanmar 831.380 ton (18,4%), Pakistan 803.840 ton (17,79%), India 246.590 ton (5,46%), dan lainnya 23.130 (0,56%). Artinya, Indonesia pada 2024 masih menjadi tujuan ekspor  bagi negara produsen beras dunia. Bahkan, USDA dalan Rice Outlook; January 2025  memasukkan Indonesia sebagai salah satu negara importir beras di 2025 itu berkurang karena penumpukan stok dari 2023/2024 akibat rekor pengadaan luar negeri. (Yetede)

Menyusun Jurus Cegah Kerugian di Pasar

28 Apr 2025
Kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menurun sepanjang awal 2025, bahkan sempat ke bawah 6.000, membuat sejumlah sekuritas merevisi target mereka. Proyeksi IHSG yang sebelumnya diprediksi menuju kisaran 7.800 - 8.000, kini menjadi konservatif atau hanya rebound terbatas ke area 6.900 - 7.300. Asa peningkatan IHSG ke depan ditopang sejumlah faktor sebagai meredanya ketidakpastian perang dagang, potensi pemangkasan suku bunga acuan, hingga pertumbuhan kinerja emiten. Indeks Bisnis-27, sebagai indeks saham kerjasama Bisnis Indonesia dan Bursa Efek Indonesia (BEI), turut berbenah dengan mengenalkan anggota dan pembobotan baru untuk periode perdagangan Mei-Oktober 2025

Pemulihan Pasar Modal Masih Bayang-Bayang

28 Apr 2025
Pasar modal Indonesia pada kuartal II/2025 berada dalam kondisi paradoks antara harapan pemulihan dan tekanan realitas. Meskipun terdapat optimisme terhadap rebound IHSG dan langkah seleksi saham resilient seperti masuknya DSNG, SCMA, dan SIDO ke Indeks Bisnis-27, kinerja indeks yang sudah turun 6,59% sepanjang tahun mencerminkan lemahnya fundamental secara umum.

Para analis pasar menilai valuasi murah pasar tidak cukup menjadi katalis tanpa dukungan perbaikan fundamental ekonomi, sementara risiko tinggi tetap mengintai dari ketergantungan pada sektor perbankan dan konsumer. Komitmen dividen dan buyback dari bank-bank besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI memang memberi sedikit sentimen positif, namun sektor keuangan sangat rentan terhadap tekanan suku bunga dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Harian ini juga menyoroti bahwa sektor konsumer pun tak lepas dari tantangan, seperti daya beli yang melemah dan tekanan inflasi. Oleh karena itu, strategi seperti dollar cost averaging (DCA) hanya akan efektif jika dibarengi evaluasi sektor dan disiplin portofolio, bukan sekadar bertahan dalam sektor lama.

Penegasan datang pada pentingnya reformasi struktural dan kejelasan kebijakan makro. Tanpa itu, seperti disampaikan dalam analisis artikel ini, optimisme pemulihan IHSG hanya akan menjadi fatamorgana, dan pasar akan terjebak dalam siklus reli palsu dan koreksi dalam. Pemerintah dan otoritas keuangan perlu segera memperbaiki komunikasi serta memperkuat arah kebijakan fiskal dan politik agar kepercayaan investor bisa pulih.

Perundingan Tarif antara RI-AS Masuki Fase Negosiasi Teknis

26 Apr 2025

Delegasi Indonesia telah menandatangani kerangka kerja sama perundingan teknis dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) sebagai fase awal negosiasi terkait tambahan tarif bea masuk impor sebesar 32 % terhadap produk Indonesia, yang direncanakan mulai diberlakukan Gedung Putih pada Juli 2025. Pembahasan substansi teknis akan dilakukan antara delegasi Indonesia dan USTR dalam dua pekan ke depan, dengan target penyelesaian negosiasi 60 hari.

Hal itu disampaikan Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara daring pada Jumat (25/4) waktu Jakarta. ”Dengan ditandatanganinya dokumen tersebut, secara resmi proses negosiasi tingkat teknis antara  Indonesia dan AS untuk membahas isu tarif impor dimulai. Targetnya, dalam 60 hari, Indonesia dengan AS akan menyelesaikan pembahasan,” ujar Airlangga.

USTR merupakan lembaga yang ditunjuk Pemerintah AS sebagai juru runding untuk melanjutkan negosiasi atau pembahasan mengenai tarif dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Selain menggelar pertemuan intensif dengan USTR, delegasi Indonesia telah mengadakan pertemuan dan pembicaraan organisasi bilateral nonpemerintah United States-Indonesia Society (USINDO) dan Kamar Dagang AS (US Chamber of Commerce). ”Indonesia aktif dalam negosiasi ini dengan tujuan solusi yang saling menguntungkan dan reformasi sistem perdagangan global,” kata Airlangga. (Yoga)


Arab Saudi Membeli Senjata 100 Miliar USD dari AS

26 Apr 2025

AS selangkah lagi menjual paket persenjataan senilai 100 miliar USD kepada Arab Saudi. AS juga menawarkan pengembangan teknologi nuklir dengan syarat pengakuan Arab Saudi terhadap Israel. Dalam laporan Reuters, Kamis (24/4) Presiden AS Donald Trump menjelang kunjungannya ke Arab Saudi, yang diagendakan awal Mei, menawarkan penjualan senjata ke negara kaya minyak tersebut, yang ditengarai demi menghentikan kerja sama Arab Saudi dengan China dan Rusia. Sebelumnya, dalam laporan Newsweek, Selasa (15/4), disebutkan, proses negosiasi kerja sama pembangunan reaktor nuklir AS di Arab Saudi dan dibukanya investasi Arab Saudi di AS untuk sektor nuklir tengah dibahas pejabat kedua negara.

Sejumlah industri yang mendapat pesanan senjata dan perlengkapan pendukung di antaranya Lockheed Martin yang memasok pesawat angkut C–130 varian terbaru, termasuk rudal, dan radar. Seorang sumber mengatakan, pemasok lainnya adalah Perusahaan RTX (dulu Raytheon Technologies), Boeing Co, Northrop Grumman Corp, dan General Atomics. Tiga orang sumber yang dikutip Kantor Berita Reuters mengatakan, para eksekutif perusahaan senjata tersebut juga dikatakan ikut dalam delegasi Trump saat mengunjungi Arab Saudi. Sebagian dari kesepakatan tersebut diketahui merupakan kelanjutan dari proyek yang sudah berjalan, menurut dua orang sumber. (Yoga)