;

Mengawal Keberlanjutan Koperasi Lokal

Ekonomi Hairul Rizal 02 May 2025 Bisnis Indonesia
Mengawal Keberlanjutan Koperasi Lokal
Program Koperasi Desa Merah Putih yang ditargetkan membentuk 80.000 koperasi sebelum 12 Juli 2025 mencerminkan strategi big push pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi pedesaan. Dengan total anggaran hingga Rp400 triliun, inisiatif ini menyimpan potensi besar untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat kemandirian desa. Namun, tokoh-tokoh dan institusi seperti Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan bahwa kesenjangan kapasitas SDM dan lemahnya pengawasan bisa menjadikan program ini “ladang korupsi baru”.

Pelajaran dari kegagalan Koperasi Unit Desa (KUD) di masa lalu memperlihatkan bahwa pendekatan top-down tanpa penguatan kelembagaan berbasis komunitas rentan gagal. Risiko lain adalah meningkatnya Non-Performing Loan (NPL) di sektor perbankan jika koperasi tidak dikelola secara berkelanjutan dan profesional.

Pembangunan koperasi harus dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan sosial dan kelembagaan desa, penguatan SDM, analisis kelayakan usaha, serta sistem pengawasan multi-level berbasis teknologi. Tanpa fondasi yang kokoh dan strategi mitigasi yang menyeluruh, program ini bisa berujung pada kegagalan struktural dan pemborosan anggaran.
Download Aplikasi Labirin :