Teknologi
( 1193 )2021, Kemenkominfo Menetapkan 6 Fokus untuk Transformasi Digital
Kementerian Komunikasi dan
Informatika (Kemkominfo) menetapkan enam
fokus utama untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia. Keenamnya terdiri atas
komunikasi publik, pembangunan infrastruktur
TIK, tersedianya bandwith berkualitas, pembangunan pusat data nasional, digitalisasi penyiaran, serta ekonomi digital.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G
Plate mengatakan, keenam fokus
tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk
mendorong seluruh pihak terkait
(stakeholder) Kemkominfo untuk
lebih produktif dan efektif dalam
menjalankan tugasnya
Terkait komunikasi publik yang
lebih proaktif, Menkominfo meminta agar bisa menghasilkan narasi-narasi yang menciptakan rasa
aman dan nyaman bagi masyarakat
di Tanah Air.
Fokus kedua, upaya penyelesaian
pembangunan infrastruktur TIK,
khususnya untuk menghasilkan
tersedianya sinyal 4G LTE, atau
berkemampuan internet baik yang
menjadi tempat permukiman warga
dan layanan publik di seluruh wilayah Indonesia.
Fokus ketiga, pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) yang akan
mendukung Satu Data Indonesia
serta layanan pemerintah yang
terdigitilisasi (electronic government/e-government)
Fokus keempat, Kemkominifo
akan menyediakan dan mendorong
tersedianya kapasitas jaringan
layanan telekomunikasi internet
(bandwidth) yang memadai dan
berkualitas. Karena itu, tata kelola
bandwith dibutuh
Fokus kelima, berkaitan dengan
digitaliasi penyiaran. Menurut
Menkominfo, saat ini, di Indonesia
masih berlangsung penyiaraan
bersamaan antara digital dan
analog (simultaneous broadcast/
simulcast). Peralihan dari penyiaran analog ke digital (analog
switch off/ASO) ditargetkan pada
2 November 2022, jam 24.00 WIB.
Sementara itu, fokus keenam
terkait pembangunan ekonomi
digital. Menurut Menkominfo,
potensi ekonomi digital Indonesia
sangat besar. Mengutip data Badan
Pusat Statistik (BPS), 60% produk
domestik bruto (PDB) nasional
disumbang oleh usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM).
Karena itu, Kemkominfo harus
membantu para pelaku UMKM
dan ultra mikro untuk mengalihkan
pemasarannya ke ranah digital (go
digital). Secara khusus, pemerintahan Presiden Jokowi menyebutnya
sebagai istilah on boarding UMKM/
ultra mikro digital.
Johny pun mengharapkan semua
jajaran di Kemkominfo dalam menjalankan tugasnya tetap mengedepankan akuntabilitas. Selama ini,
akuntabilitas Kemkominfo telah
berjalan dengan baik.
Salah satunya dengan membawa
Kemkominfo mendapatkan opini
wajar tanpa pengecualian (WTP)
dari Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK). Opini dari BPK itu telah diraih Kemkominfo berulang hingga
sudah empat kalinya
Trafik Data XL Melonjak 70%
PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mencatat peningkatan trafik data hingga 70 persen saat masa libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Secara rinci, kenaikan terjadi selama periode 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021, secara nasional, rata-rata trafik pemakaian layanan data XL Axiata meningkat hingga 15 persen, dengan kenaikan tertinggi melonjak hingga 70 persen.
Direktur Teknologi XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, hal ini membuktikan bahwa pandemi tidak serta-merta menghentikan masyarakat untuk merayakan Hari Natal dan Tahun Baru.
Sementara itu, untuk trafik Tahun Baru, antara 31 Desember hingga 1 Januari 2021, kenaikan rata-rata trafik data mencapai 10 persen dibandingkan hari normal. Kenaikan tertinggi mencapai sekitar 70%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelum nya, terjadi kenaikan trafik data hingga 40 persen.
QRIS Kalsel Capai 53.716 Merchant
Quick Respons Indonesian Standard (QRIS) terus alami pertumbuhan seiring digitalisasi transaksi terlebih di masa pandemi.
Di pengujung 2020, jumlah merchant QRIS secara nasional sebanyak 5.459.644 merchant dan di Kalimantan sebanyak 240.418 merchant atau 4,4 persen dari jumlah nasional. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 8.48 persen dari Oktober 2020 yang tercatat sebesar 49.517 merchant.
Sementara, Transaksi Real-Time Gross Settlement (RTGS) di Kalsel pada November 2020 secara nominal mengalami kontraksi sebesar 7,50 persen, lebih rendah dibandingkan Oktober 2020 yang tumbuh sebesar 6.09 persen.
Selanjutnya transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) pada November 2020 secara nominal dan volume mengalami kenaikan sebesar 21,15 persen dan 21,70 persen apabila dibandingkan Oktober 2020. Hal ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi LNPRT menjelang Pilkada 2020.
Transaksi ATM Debet di Kalsel pada Oktober 2020 secara nominal dan volume mengalami kenaikan sebesar 20,91 persen dan 14,77 persen, transaksi kartu kredit secara nominal maupun volume pada Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 18,3 persen dan 32,7 persen bila dibandingkan dengan September 2020.
2022, Cartenz Group Targetkan 300 Klien Pemerintah Daerah
Cartenz Group, perusahaan
start-up lokal yang bergerak di bidang jasa
solusi IT e-government, menargetkan 300
pemerintah daerah (pemda) untuk menjadi
klien dari saat ini sekitar 100 pemda di Indonesia. Perusahaan ini juga memproyeksikan
sudah meraup untung tahun 2021 dan melaksanakan initial public offering (IPO) pada
2023.
Selain telah memiliki 100 klien
pemda, Cartenz Group saat ini
telah menggarap lebih dari 20
e-government software, punya lebih
dari 30 mitra IT (IT partners),
mitra klien lebih dari 10 bank, dan
lebih dari 6.000 electronic fiscal
devices (EFD) unit terinstal.
Klien untuk pemda antara lain
Pemprov DKI Jakarta, Kabupaten Aceh Tamiang di Aceh,
hingga Kabupaten Mimika di Papua Barat. Cartenz Group juga
memiliki mitra klien Kementerian Keuangan, BKPM, BUMN
Pertamina dan Telkomsel, serta
Bank DKI dan Bank Sulutgo.
CEO Car tenz Group Gito
Wahyudi mengatakan, Cartenz
Group yang berdiri pada November 2014 memulai bisnis dengan
jumlah lima karyawan saja. Saat
ini, jumlah karyawan sudah bertambah menjadi 200-an orang
dan telah memiliki sekitar 100
klien pemda.
Gito menjelaskan, sebagai
perusahaan penyedia jasa IT
e-govenment dengan jargon #AdvancingIndonesia, Cartez Group
terus berupaya untuk membantu semua tingkat lembaga
dan industri dalam pemanfaatan
sistem informasi yang andal dan
terintegrasi bagi pemerintah dan
masyarakat Indonesia dengan
berbagai solusi yang dihadirkan.
Salah satunya, produk untuk
perpajakan daerah yang terdiri
atas jasa konsultansi, peningkatan
sumber daya manusia (SDM),
administrasi pajak daerah, dan
pengawasan pajak daring (online
tax monitoring/OTM).
Jasa konsultasi mencakup diagnostik pendapatan asli daerah
(PAD) serta pemutakhiran data,
antara lain dengan pemetaan dan
pendataan wilayah. Peningkatan
SDM merupakan upaya peningkatan keahlian aparatur sipil negara (ASN) berbasis pengembangan
profesi.
Administrasi pajak daerah dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna, terintegrasi,
efisien, dan mendukung keterbukaan publik. Sedangkan OTM
dengan implementasi EFD yang
diarahkan untuk tapping devices,
cash register online, dan client
reader apps.
Dari penggunaan jasa konsultansi dan penggunaan SmartGov
dari Cartenz, pemda pun telah
menyampaikan testimoni dampak positif terhadap peningkatan
pendapatan dan pengelolaan pajak
yang lebih akuntabel, sehingga di
antaranya memperoleh predikat
wajar tanpa pengecualian (WTP)
dalam audit dari BPK.
Dampak postif lainnya, setelah
menggunakan solusi Cartenz
sejak tahun 2014, pendapatan
pajak Kabupaten Badung, Bali,
meningkat hingga 80,3% menjadi
Rp 4,22 triliun pada 2019.
Januari-November, Serangan Kejahatan Siber Capai 423 Juta
Badan Siber dan
Sandi Negara (BSSN) mencatat,
jumlah serangan kejahatan siber
yang menargetkan Indonesia sekitar 423 juta kali selama periode
Januari-November 2020. Jumlah
tersebut bertambah hampir 100
kasus jika dibandingkan dengan
catatan hingga per Oktober lalu.
Kepala BSSN Hinsa Siburian
mengatakan, ancaman kejahatan
siber yang ditujukan ke Indonesia
terdapat dua jenis, yaitu menyerang infrastruktur dan masyarakat.
Sementara itu, sasaran siber
yang menyerang masyarakat di
antaranya dengan menyebarkan
informasi/kabar bohong/hoaks
secara masif. Target serangan
adalah hati dan pikiran masyarakat
agar berubah secara ide, pilihan,
pendapat, emosi, sikap, motivasi,
dan tingkah laku.
Sementara itu, Kaspersky, perusahaan sekuriti siber global,
mengungkapkan hasil temuannya
bahwa data pribadi sudah banyak
diperjualbelikan di pasar laman
ilegal (darkweb/darknet) dengan
tarif bervariasi. Data pribadi tersebut didapatkan karena pemiliknya membaginya secara sukarela
maupun hasil dari pembobolan
serangan siber.
Kaspersky menganalisis penawaran aktif di 10 forum dan pasar
darknet/darkweb internasional
untuk mendapatkan pemahaman
lebih jauh tentang bagaimana
informasi pribadi pengguna dapat
dimanfaatkan di tangan yang salah.
Data dijual, atau bisa diakses dari
harga US$ 0,5 hingga US$ 60.
Penelitian menunjukkan bahwa
akses ke data pribadi di darkweb
dapat dimulai dari US$ 0,50 sen untuk sebuah ID (identitas pribadi).
Beberapa informasi pribadi masih
tetap diminati hampir satu dekade
terakhir, terutama untuk data kartu kredit, akses perbankan, dan
layanan pembayaran elektronik
dengan harga tidak berubah dalam
beberapa tahun terakhir
Usaha Rintisan, Pemodal Rajin Guyur Tekfin
Hadirnya bisnis teknologi finansial (tekfin) telah menawarkan cakrawala baru di industri keuangan Indonesia. Perusahaan rintisan (startup) financial technology atau fintech menjadi salah satu sektor yang dilirik investor, terlebih saat pandemi corona atau Covid-19. Meski persaingan di bisnis tersebut ketat, potensi konsolidasi hingga merger dengan sektor tersebut masih terbuka. Laporan Google, Temasek, Bain and Company dalam e-Conomy 2020 menunjukkan pendanaan untuk startup fintech di kawasan Asia Tenggara meningkat pada 2019 mencapai US$ 1,7 miliar.
Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) juga mencatatkan data serupa. Amvesindo mencatat sebanyak 25% dari 32 perusahaan rintisan yang meraih pendanaan per kuartal II/2020 merupakan fintech. Managing Partner Kejora Ventures Eri Reksoprodjo mengatakan startup keuangan menjadi alternatif investasi yang menarik, termasuk dalam bentuk equity investment atau menjadi pemegang saham. Potensi ini seiring investor masih melihat financial gap di Indonesia.
Untuk itu, salah satu strategi yang terpenting agar fintech sektor keuangan dapat sukses adalah menerapkan strategi kolaborasi partnership atau masuk ke dalam ekosistem bisnis tersebut. Kendati begitu, investor juga akan lebih berhati-hati dalam memberikan suntikan modal. Namun, potensi startup, khususnya di Indonesia dinilai masih sangat besar.
CEO Mandiri Capital Indonesia (MCI) Eddi Danusaputro menilai bahwa sektor fintech masih diminati. MCI saat ini telah memberikan suntikan modal kepada 13 perusahaan rintisan yang seluruhnya di sektor fintech. Adapun, beberapa portofolio fintech yang telah menerima pendanaan dari MCI meliputi Amartha, Investree, Moka, Mekari, Privy ID dan Cashlez. Nama-nama tersebut merupakan nama yang sudah terbukti valuasi naik terus tiap tahun. Paling tidak 1 tahun ada tiga fintech yang diincar.
Pintek Raih Pendanaan US$ 5 Juta
Penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending PT Pinduit Teknologi Indonesia (Pintek) meraih pendanaan sebesar US$ 5 juta. Dana investasi tersebut untuk kebutuhan pengembangan produk dan teknologi perseroan. Pintek mengalami pertumbuhan yang kuat, dengan pendapatan yang meningkat 12 kali dari Januari hingga September 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan signifikan tersebut memvalidasi proposisi nilai perusahaan untuk menjadi pendorong seluruh ekosistem pendidikan, membiayai siswa, lembaga pendidikan dan pemasok kebutuhan pendidikan.
Managing Partner of Finch Capital Hans De Back mengatakan sangat senang menjadi investor utama dalam pendanaan kali ini. Termasuk turut serta menjalani komitmen serupa dengan visi Pintek untuk sektor pendidikan yang prospeknya menjanjikan. Pintek ingin ikut membantu meningkatkan kualitas dan keterjangkauan pendidikan di Indonesia melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan formal dan nonformal, perusahaan teknologi pendidikan, vendor pendidikan, pemerintah dan yayasan.
Pendapatan Zoom Diproyeksikan Melesat 330% di Kuartal IV - 2020
Salah satu penyedia layanan konferensi video yang meraup untung besar di kala pandemi adalah Zoom Video Communications Inc. Perusahaan ini memproyeksikan pendapatan pada kuartal IV yang akan berakhir pada Januari 2021 akan mencapai US$ 811 juta. Sedangkan rata-rata prediksi analisis hanya US$ 719 juta.
Proyeksi perusahaan itu meningkat 330% year on year (yoy), turun tipis dibanding pertumbuhan dua kuartal sebelumnya. Proyeksi penurunan pertumbuhan pendapatan itu dibanding dengan kuartal-kuartal sebelumnya memicu kekhawatiran investor, ledakan pengguna Zoom akibat pandemi mungkin akan segera berakhir. Walhasil harga saham perusahaan itu anjlok 5% pada perdagangan saham Senin (30/11).
Sepanjang tahun ini, saham Zoom telah melonjak tujuh kali lipat. Ini membuat sejumlah analis menilai harga saham Zoom sudah kemahalan. Perusahaan ini melaporkan margin kotor sebesar 68% pada kuartal III tahun fiskal 2019/2020, turun dari 72,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan margin disebabkan biaya layanan cloud publik untuk mendukung pengguna gratis.
Insentif Bikin Setoran Pajak Telekomunikasi Mini
Kementerian Keungan mendeteksi adanya kejanggalan penerimaan pajak di sektor informasi dan komunikasi atau telekomunikasi. Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat realisasi penerimaan pajak sektor telekomunikasi sepanjang Januari hingga Oktober 2020 minus 4,4% year on year (yoy).
Sementara, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata pertumbuhan ekonomi sektor ini tumbuh positif 10,42% secara tahunan yoy. Bahkan dalam tiga kuartal berturut-turut laju pertumbuhannya positif masing-masing 9,24% yoy, 10,83% yoy, dan 10,61% yoy.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengindikasikan salah satu penyebab kejanggalan tersebut yakni akibat pemanfaatan insentif perpajakan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020. Khususnya untuk jenis insentif diskon angsuran sebesar 50% pajak penghasilan PPh (PPh) Pasal 25.
Per 9 November 2020 penyerapan insentif PPh Pasal 25 secara keseluruhan mencapai Rp 13,73 triliun, setara dengan 14,4% dari pagu sejumlah Rp 95,35 triliun. “Sektor informatika kontraksi 4,4% yoy ini yang mungkin akan kami cocokkan lagi, karena di sektor informasi dan komunikasi itu secara ekonomi mengalami growth cukup tinggi,” katanya saat Konferensi Pers Realisasi APBN Oktober, (23/11).
Integrasi Data Disiapkan di Program Vaksin Korona
Pemerintah memastikan upaya penyediaan vaksin virus korona atau Covid-19 akan transparan. Salah satu upaya dengan menyiapkan big data yang terintegrasi atas produksi, pengiriman, pendistribusian sampai ke penyuntikan. Lewat Kementerian Badan Usaha Milik Negara, pemerintah tengah mengebut persiapan big data ini.
Salah satunya dengan meminta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bio Farma sebagai agregatornya. “Data ini merupakan milik pemerintah, bukan Telkom. Telkom dan Bio Farma sebagai agregator menjaga data ini terekam dengan baik,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Selasa (24/11).
Muhamad Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business Telkom Indonesia menjelaskan, Telkom memang melebarkan bisnis digital termasuk di dalamnya mengembangkan big data analytics sebagai basis data vaksinasi Covid-19 untuk membantu KPC-PEN. Menurutnya, sistem informasi ini dibuat Telkom mencakup beberapa tujuan. Salah satunya adalah mengintegrasikan data dari berbagai sumber kementerian dan lembaga seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Kesehatan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









