2022, Cartenz Group Targetkan 300 Klien Pemerintah Daerah
Cartenz Group, perusahaan
start-up lokal yang bergerak di bidang jasa
solusi IT e-government, menargetkan 300
pemerintah daerah (pemda) untuk menjadi
klien dari saat ini sekitar 100 pemda di Indonesia. Perusahaan ini juga memproyeksikan
sudah meraup untung tahun 2021 dan melaksanakan initial public offering (IPO) pada
2023.
Selain telah memiliki 100 klien
pemda, Cartenz Group saat ini
telah menggarap lebih dari 20
e-government software, punya lebih
dari 30 mitra IT (IT partners),
mitra klien lebih dari 10 bank, dan
lebih dari 6.000 electronic fiscal
devices (EFD) unit terinstal.
Klien untuk pemda antara lain
Pemprov DKI Jakarta, Kabupaten Aceh Tamiang di Aceh,
hingga Kabupaten Mimika di Papua Barat. Cartenz Group juga
memiliki mitra klien Kementerian Keuangan, BKPM, BUMN
Pertamina dan Telkomsel, serta
Bank DKI dan Bank Sulutgo.
CEO Car tenz Group Gito
Wahyudi mengatakan, Cartenz
Group yang berdiri pada November 2014 memulai bisnis dengan
jumlah lima karyawan saja. Saat
ini, jumlah karyawan sudah bertambah menjadi 200-an orang
dan telah memiliki sekitar 100
klien pemda.
Gito menjelaskan, sebagai
perusahaan penyedia jasa IT
e-govenment dengan jargon #AdvancingIndonesia, Cartez Group
terus berupaya untuk membantu semua tingkat lembaga
dan industri dalam pemanfaatan
sistem informasi yang andal dan
terintegrasi bagi pemerintah dan
masyarakat Indonesia dengan
berbagai solusi yang dihadirkan.
Salah satunya, produk untuk
perpajakan daerah yang terdiri
atas jasa konsultansi, peningkatan
sumber daya manusia (SDM),
administrasi pajak daerah, dan
pengawasan pajak daring (online
tax monitoring/OTM).
Jasa konsultasi mencakup diagnostik pendapatan asli daerah
(PAD) serta pemutakhiran data,
antara lain dengan pemetaan dan
pendataan wilayah. Peningkatan
SDM merupakan upaya peningkatan keahlian aparatur sipil negara (ASN) berbasis pengembangan
profesi.
Administrasi pajak daerah dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna, terintegrasi,
efisien, dan mendukung keterbukaan publik. Sedangkan OTM
dengan implementasi EFD yang
diarahkan untuk tapping devices,
cash register online, dan client
reader apps.
Dari penggunaan jasa konsultansi dan penggunaan SmartGov
dari Cartenz, pemda pun telah
menyampaikan testimoni dampak positif terhadap peningkatan
pendapatan dan pengelolaan pajak
yang lebih akuntabel, sehingga di
antaranya memperoleh predikat
wajar tanpa pengecualian (WTP)
dalam audit dari BPK.
Dampak postif lainnya, setelah
menggunakan solusi Cartenz
sejak tahun 2014, pendapatan
pajak Kabupaten Badung, Bali,
meningkat hingga 80,3% menjadi
Rp 4,22 triliun pada 2019.
Tags :
#Teknologi InformasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023