Teknologi
( 1206 )Gaji Tinggi Talenta Digital
Pesatnya perkembangan perusahaan rintisan (startup) di Asia Tenggara turut mendongkrak harga pasar pekerja di sektor digital. Hal ini tercermin dari riset Monk’s Hill Venture dan Glints.
Dalam laporan berjudul “The Southeast Asia Tech Talent Compensation Report 2020/2021”, gaji para pekerja startup Indonesia, Singapura, dan Vietnam berbeda-beda. Pendapatan bulanan seorang fullstack developer di level junior misalnya, median gajinya sekitar US$ 1.050 hingga US$ 4.900 per bulan, bergantung negara karyawan bekerja.
Menurut riset tersebut, permintaan talenta di Asia Tenggara masih didominasi oleh tenaga di bidang teknik. Hal ini didorong oleh sumber daya manusia yang tersedia lebih kecil dari total startup. Meski demikian, beban kerja yang lebih tinggi serta cenderung lebih berisiko dari perusahaan konvensional turut menambah harga jual keahlian yang dimiliki talenta digital.
(Oleh - HR1)
Tencent Bangun Pusat Data di Indonesia, Susul Google hingga Alibaba
Perusahaan teknologi asal Tiongkok Tencent meluncurkan pusat data atau Internet Data Center (IDC) Tencent Cloud pertama di Indonesia hari ini. Langkah konglomerasi yang didirikan Ma Huateng ini mengikuti jejak perusahaan teknologi dunia lain seperti Google, Microsoft, hingga Alibaba. Dengan mendirikan pusat data, Tencent menambah jaringan infrastruktur bisnis komputasi awan (cloud) perusahaan yakni Tencent Cloud secara global. Saat ini Tencent membangun pusat data menyebar di 27 wilayah dan 61 zona di dunia. Di Indonesia, pusat data milik Tencent itu terletak di DKI Jakarta. Pusat data ini akan melengkapi akses backbone dan jaringan dari semua penyedia layanan internet utama di Indonesia dan global.
Senior Vice President, Tencent Cloud International, Poshu Yeung, mengatakan pusat data itu didirikan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Apalagi, pengembang gim PlayerUnkown's Battlegrounds atau PUBG itu menilai bahwa pasar cloud di Indonesia besar. "Indonesia mempunyai 270 juta penduduk. Indonesia juga merupakan negara terpadat keempat di dunia dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara," katanya dalam siaran pers, Senin (11/4). Menurutnya, pasar cloud publik Indonesia tumbuh paling cepat di Asia Pasifik. Rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) industri cloud di Indonesia sebesar 25%. Sedangkan pasarnya diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 0,8 miliar pada 2023.
(Oleh - HR1)
Pemerintah Kembangkan 4 Sektor Strategis Berbasis Digital
JAKARTA – Pemerintah tengah membangun dan
mengembangkan empat sektor strategis berbasis
digital guna meningkatkan internet link ratio dan
memperkecil disparitas antarwilayah.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate
menyebutkan, empat sektor pendorong akselerasi transformasi digital
tersebut, yakni infrastruktur digital,
pemerintahan digital, masyarakat
digital, dan ekonomi digital.
“Melalui akselerasi transformasi
digital, keempat sektor prioritas tersebut diharapkan semakin siap dalam
menyambut peluang era teknologi
digital dengan mendorong produktivitas dan kualitas kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas
hidup masyarakat,” ujar Johnny, dalam
Munas Ke-10 Masyarakat Telematika
Indonesia (Mastel) secara virtual,
dari Kantor Kementerian Kominfo
(Kemkominfo), Jakarta, Kamis (8/4)
Selain menjamin aktivitas ruang digital yang sehat dan terhindar dari konten
negatif, Menkominfo menegaskan,
transformasi digital diarahkan untuk
meningkatkan kualitas pelayanan yang
baik, efisien, dan lebih profesional.
Pada kesempatan tersebut, Johnny juga
menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan salah satunya dengan dukungan
dan upaya bersama antara Kemkominfo
dan Komisi I DPR RI yang saat ini tengah
membahas Rancangan Undang-Undang
Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).
Secara khusus, Menkominfo pun
berharap RUU tersebut dapat diselesaikan sesegera mungkin dan disahkan
menjadi UU. “Proses politik sedang berlangsung di DPR RI. Pelindungan data
pribadi sangat penting sekaligus untuk
menjamin keamanan dan kedaulatan
data kita secara nasional,” ungkapnya.
(Oleh - HR1)
Tarik Makin Banyak Penonton, GoPlay Fokus Kembangkan Live Streaming
Platform video on-demand (VoD) GoPlay pada tahun ini memprioritaskan pengembangan platform layanan live streaming, GoPlay Live, agar lebih banyak meraup pengguna. Platform besutan Gojek mencatat jumlah live show mengalami peningkatan hingga 10 kali lipat sepanjang kuartal pertama tahun ini. CEO GoPlay Edy Sulistyo mengatakan pertumbuhan live show ini didukung oleh jumlah konten kreator yang tumbuh signifikan 100% pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu. Beberapa konten bisa meraup hingga ribuan penonton. Misalnya, konten terbaru JKT48 Live Show yang mempunyai tiga program acara berbeda berhasil mendapatkan jumlah penonton tertinggi pada penayangan perdananya hingga lebih dari 4.000 penonton.
GoPlay menawarkan pengalaman berinteraksi sehingga pengguna tidak hanya menonton pertunjukan atau event dari konten kreator saja. "Ada game show, ada trivia, bisa tanya privat, atau lainnya," kata Eddy. Konten kreator pun bisa memonetisasi kontennya melalui GoPlay. Sebab, pengguna layanan GoPlay Live bisa memberikan dukungan dan apresiasi terhadap konten kreator melalui fitur virtual gift selama pertunjukan berlangsung. "Kami juga melihat tren pendapatan para konten kreator terus meningkat seiring antusiasme pengguna," katanya.
(Oleh - HR1)
BI Dorong Ekonomi Digital Via FEKDI
Bank Indonesia akan menggelar Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) di Upper Hills Convention Hall, Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar pada Jumat (9/4) besok.
Direktur BI Sulsel, Iwan Setiawan mengatakan, kegiatan itu digelar sebagai perwujudan dari upaya digitalisasi sistem pembayaran di wilayah Sulawesi Selatan. Ia optimistis, festival ini dapat mengembangkan digitalisasi pembayaran ke seluruh wilayah kabupaten/kota di Sulsel.
Pada kesempatan sama, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Ali Afthan menjelaskan secara teknis acara FEKDI nantinya. Kegiatan itu akan dihadiri Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, dan kepala daerah di 25 kabupaten/kota di Sulsel.
Selain kepala daerah, pihaknya juga akan mengundang Pentahelix atau yang memiliki peran diantaranya Akademi, Bisnis, komunitas, pemerintah dan media. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Ovo hingga Tokopedia.
Strategi Mahaka Radio di Tengah Penguatan Digitalisasi
JAKARTA, investor.id - PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) tengah menjalankan berbagai strategi, salah satunya peluncuran aplikasi streaming radio Noice generasi kedua di tengah penguatan digitalisasi. Strategi ini diharapkan menjadi faktor utama penopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang. Noice merupakan aplikasi multiplatform bagi radio digital, musik digital, hingga podcast digital yang dioperasikan oleh PT Mahaka Radio Digital. Noice adalah hasil bentukan Mahaka Radio Integra dan PT Quatro Kreasi Indonesia. Analis Trimegah Sekuritas Richardson Raymond dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, peluncuran aplikasi Noice generasi kedua tergolong sukses. Hal itu dibuktikanoleh keberhasilan aplikasi ini meraih peringkat bintang 4,3 di Google Store. Jumlah pengunduh juga menunjukkan peningkatan pesat melampaui 500 ribu dengan MAU sekitar180 ribu. Padahal, upaya masif promosi aplikasi generasi kedua tersebut belum dilakukan kepada masyarakat luas. “Noice ditujukan untuk menangkappasar dari berbagai komunikasi. Tidak seperti aplikasi Spotify yang kontennya 70% musik.
Mahaka Radio Integra telah membentuk perusahaan patungan (joint venture/ JV) dengan PT Nusantara Teknologi Terdepan (NTT) bernama PT Cepat Untung Agar Nikmat. Cepat Untung Agar Nikmat dibentuk untuk menggarap usaha di bidang pengembangan konser virtual atau e-concert. Menurut Adrian, perseroan telah menggandeng TMC (The Music Company) yang akan membawa musisi lokal dan internasional. Untuk musisi lokal, perseroan akan fokus pada musisi indie. Sedangkan, untuk internasional menampilkan musisi dunia papan atas, seperti Maroon 5 dan Billie Eilish yang sudah di pipeline. E-Concert ini tak hanya menargetkan penonton dari dalam negeri, melainkan juga lintas negara. ”Yang lokal sudah mulai menggelar konser virtualnya. Yang internasional, saya belum bisa announce sampai kontraknya sudah didapatkan,” kata dia kepada Investor Daily.
(Oleh - HR1)
Juni, BI Terbitkan Ketentuan Standar Open API Pembayaran
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus
mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan
keuangan nasional. Untuk itu, pada Juni
2021, BI akan menerbitkan pedoman teknis,
developer site, dan ketentuan Standar Open
Application Programming Interfaces (Open
API) Pembayaran bagi para pelaku industri.
Asisten Gubernur BI Juda
Agung mengungkapkan, inisiatif standardisasi Open API
sudah dilakukan sejak satu
tahun lalu, di mana terdapat
dalam visi blueprint sistem pembayaran Indonesia 2025 yang
mendorong interlink antara
perbankan dengan nonbank. BI
juga mendukung digitalisasi perbankan menggunakan teknologi
dalam bisnis keuangannya.
Dari visi tersebut direalisasikan
standardisasi Open API. Dengan
dibuat standar, Open API akan
membuka banyak kesempatan,
inovasi antara bank dengan fintech baik fintech payment, fintech
lending, dan juga e-commerce.
Pada akhirnya, memberikan
layanan bagi pengguna karena
kebutuhan masyarakat saat ini
menginginkan pelayanan yang
cepat, mudah, murah. Open API
ini akan mendorong digitalisasi
ekonomi dan keuangan serta
meningkatkan efisiensi.
Berdasarkan milestone inisiatif
Standar Open API Pembayaran,
consultative paper sudah dimulai
sejak Maret 2020 dilanjutkan
dengan kick off working group
nasional pada Juni 2020. Kemudian pada April 2021 dilakukan
penyusunan pedoman teknis dan
pengembangan developer site,
lalu ada tahap pengujian.
Selanjutnya, pada Juni 2021
akan diterbitkan pedoman teknis,
developer site, dan ketentuan
Standar Open API Pembayaran.
Pada semester II-2021, pengembangan API sesuai standar, piloting, dan fase transisi. Kuartal
I-2022 dimulai implementasi penuh bagi first mover yang terdiri
atas sejumlah penyelenggara jasa
sistem pembayaran. Lalu, kuartal
II-2022 mulai diimplementasikan
penuh bagi pihak lainnya.
Adapun cakupan Standar Open
API Pembayaran meliputi standar
teknis, standar data, dan standar
tata kelola. Untuk standar teknis
dan keamanan, terdapat lebih dari
50 standar yang sudah dan akan
diimplementasikan nantinya.
“Seperti standar registrasi, balance enquiry, histori transaksi,
transfer kredit, transfer debit.
Ini ada 50 standar dari turunan
kelompok ini,” papar Juda
(Oleh - HR1)
Internet Indonesia Bakal Lebih Kencang
Facebook dan Google mempersiapkan proyek jaringan kabel laut langsung antara Amerika Serikat dan Indonesia; kurangi ketergantungan akses internet melalui jaringan Singapura dan Hong Kong.
JAKARTA, KOMPAS — Untuk pertama kalinya Indonesia akan memiliki jaringan internet laut yang langsung terhubung dengan kawasan Amerika Utara. Proyek yang direncanakan selesai pada 2023-2024 ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan internet Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jaringan Singapura dan Hong Kong.
Dua jaringan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) yang diberi nama Echo dan Bifrost ini adalah hasil inisiatif dari raksasa media sosial Facebook. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas koneksi internet antara Asia Tenggara dan Amerika Utara. Echo direncanakan akan mulai dapat digunakan pada 2023, sedangkan Bifrost pada 2024.
Investasi Facebook untuk jaringan Bifrost akan ditanggung bersama dengan Telin, lengan bisnis internasional dari Telkom, dan perusahaan konglomerat Singapura, Keppel. Sementara Echo akan menjadi investasi bersama Facebook dengan Google dan XL Axiata.
VP Network Investments Facebook Kevin Salvadori mengatakan, Echo dan Bifrost akan menjadi proyek pertama yang menghubungkan Amerika Utara langsung ke kawasan Indonesia. Hal ini dapat meningkatkan kapasitas komunikasi data secara signifikan antara kawasan Asia Tenggara dan Amerika.
VP Global Networking Google Cloud Bikash Koley mengatakan, koneksi Echo langsung antara AS dengan Jakarta dan Singapura ini akan mempersingkat kecepatan akses atau latency pengguna terhadap layanan yang menggunakan platform komputasi awan milik Google, yakni Google Cloud Platform (GCP).
Berdasarkan data dari firma riset pasar telekomunikasi TeleGeography, selama ini kebanyakan jalur telekomunikasi bawah laut dari AS ke Asia cenderung melalui sisi utara, dengan landing point di pantai timur Jepang, Taiwan, maupun Hong Kong.
(Oleh - HR1)
Indosat Jual Menara Telekomunikasi US$ 750 Juta, Terbesar di Asia
Jakarta - PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) sepakat menjual lebih dari 4.200 menara telekomunikasi senilai US$ 750 juta kepada PT EPID Menara AssetCo (Edge Point Indonesia). Transaksi penjualan menara ini ditargetkan selesai pada kuartal II-2021 dan berpotensi menjadi salah satu penjualan menara terbesar di Asia. EPID Menara AssetCo dinyatakan sebagai pemenang melalui proses tender. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Edgepoint Infrastructure Singapura. Sementara, Edgepoint Infrastructure sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan investasi infrastruktur yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS), DIgital Colony.
Penjualan menara telekomunikasi ini bagian dari strategi perseroan memonetisasi aset, sehingga menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Selain itu, transaksi juga akan meningkatkan kemampuan permodalan perseroan, yangg akhirnya bisa melayani pelanggan dengan semakin baik. Edgepoint Infrastructure merupakan hasi kemitraan strategis yang dibentuk baru-baru ini antara Digital Colony dengan mantan CEO Edotco Group Sdn. Perusahaan fokus berinvestasi, baik lewat jalan akuisisi maupun organik, di sektor menara telekomunikasi wilayah Asia Pasifik.
Digital Colony dikendalikan oleh para eksekutif yang berpengalaman di industri menara global. Perseroan didirikan pada 2017 oleh Digital Bridge Holdings dan Colony Capital. Adapun Digital Bridge dibentuk pada 2013. Digital Colony fokus pada empat strategi bisnis, yakni menara telekomunikasi, data center, jaringan kabel optik, dan menara small cell. Perseroan memiliki portofolio pada 15 perusahaan yang bergerak di empat bisnis tersebut dan lokasinya menyebar, mulai dari Amerika Utara hingga Eropa.
(Oleh - IDS)
Tower Bersama Segera Akuisisi Menara Telekomunikasi Rp 3,97 Triliun
Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) segera mengeksekusi akuisisi 3.000 menara telekomunikasi milik PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun pada April 2021. Hal ini akan membuat portofolio Tower Bersama bertambah menjadi 19.215 menara telekomunikasi. Perseroan telah meraih persetujuan pemegang saham atas rencana akuisisi menara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB Tower Bersama turut menyetujui pembagian dividen tunai yang berasal dari saldo laba yang belum ditentunkan penggunaanya per 31 Desember 2021. Perseroan memiliki saham treasuri sebanyak 1,02 miliar saham. Setelah menyesuaikan jumlah saham treasuri ini, dividen tunai akan sebesar Rp 32 per saham. Tower Bersama juga bersiap menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap IV senilai RP 970 miliar. Perseroan akan menyerap emisi obligasi untuk kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) utang anak usaha.
Peringkat Tower Bersama juga merefleksikan ruang pendanaan yang cukup bagi perusahaan untuk menyelesaikan akuisisi 3.000 menara telekomunikasi mili PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun. Profil bisnis tower Bersama cukup tangguh lantaran didukung visibilitas arus kas yang kuat pada kontrak jangka panjang. Kontrak ini tidak dapat dibatalkan dengan klausul eskalasi.Profil bisnis perseroan juga terus membaik, akibat penambahan tower secara organik dan tingkat penyewaan. Hal ini didorong oleh belanja modal besar para operator telekomunikasi demi memperkuat jaringan 4G.
(Oleh - IDS)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









