;

Januari-November, Serangan Kejahatan Siber Capai 423 Juta

Teknologi R Hayuningtyas Putinda 08 Dec 2020 Investor Daily, 8 Desember 2020
Januari-November, Serangan Kejahatan Siber Capai 423 Juta

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, jumlah serangan kejahatan siber yang menargetkan Indonesia sekitar 423 juta kali selama periode Januari-November 2020. Jumlah tersebut bertambah hampir 100 kasus jika dibandingkan dengan catatan hingga per Oktober lalu. Kepala BSSN Hinsa Siburian mengatakan, ancaman kejahatan siber yang ditujukan ke Indonesia terdapat dua jenis, yaitu menyerang infrastruktur dan masyarakat. 

Sementara itu, sasaran siber yang menyerang masyarakat di antaranya dengan menyebarkan informasi/kabar bohong/hoaks secara masif. Target serangan adalah hati dan pikiran masyarakat agar berubah secara ide, pilihan, pendapat, emosi, sikap, motivasi, dan tingkah laku.

Sementara itu, Kaspersky, perusahaan sekuriti siber global, mengungkapkan hasil temuannya bahwa data pribadi sudah banyak diperjualbelikan di pasar laman ilegal (darkweb/darknet) dengan tarif bervariasi. Data pribadi tersebut didapatkan karena pemiliknya membaginya secara sukarela maupun hasil dari pembobolan serangan siber.

Kaspersky menganalisis penawaran aktif di 10 forum dan pasar darknet/darkweb internasional untuk mendapatkan pemahaman lebih jauh tentang bagaimana informasi pribadi pengguna dapat dimanfaatkan di tangan yang salah. Data dijual, atau bisa diakses dari harga US$ 0,5 hingga US$ 60. Penelitian menunjukkan bahwa akses ke data pribadi di darkweb dapat dimulai dari US$ 0,50 sen untuk sebuah ID (identitas pribadi). Beberapa informasi pribadi masih tetap diminati hampir satu dekade terakhir, terutama untuk data kartu kredit, akses perbankan, dan layanan pembayaran elektronik dengan harga tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir

Download Aplikasi Labirin :