Januari-November, Serangan Kejahatan Siber Capai 423 Juta
Badan Siber dan
Sandi Negara (BSSN) mencatat,
jumlah serangan kejahatan siber
yang menargetkan Indonesia sekitar 423 juta kali selama periode
Januari-November 2020. Jumlah
tersebut bertambah hampir 100
kasus jika dibandingkan dengan
catatan hingga per Oktober lalu.
Kepala BSSN Hinsa Siburian
mengatakan, ancaman kejahatan
siber yang ditujukan ke Indonesia
terdapat dua jenis, yaitu menyerang infrastruktur dan masyarakat.
Sementara itu, sasaran siber
yang menyerang masyarakat di
antaranya dengan menyebarkan
informasi/kabar bohong/hoaks
secara masif. Target serangan
adalah hati dan pikiran masyarakat
agar berubah secara ide, pilihan,
pendapat, emosi, sikap, motivasi,
dan tingkah laku.
Sementara itu, Kaspersky, perusahaan sekuriti siber global,
mengungkapkan hasil temuannya
bahwa data pribadi sudah banyak
diperjualbelikan di pasar laman
ilegal (darkweb/darknet) dengan
tarif bervariasi. Data pribadi tersebut didapatkan karena pemiliknya membaginya secara sukarela
maupun hasil dari pembobolan
serangan siber.
Kaspersky menganalisis penawaran aktif di 10 forum dan pasar
darknet/darkweb internasional
untuk mendapatkan pemahaman
lebih jauh tentang bagaimana
informasi pribadi pengguna dapat
dimanfaatkan di tangan yang salah.
Data dijual, atau bisa diakses dari
harga US$ 0,5 hingga US$ 60.
Penelitian menunjukkan bahwa
akses ke data pribadi di darkweb
dapat dimulai dari US$ 0,50 sen untuk sebuah ID (identitas pribadi).
Beberapa informasi pribadi masih
tetap diminati hampir satu dekade
terakhir, terutama untuk data kartu kredit, akses perbankan, dan
layanan pembayaran elektronik
dengan harga tidak berubah dalam
beberapa tahun terakhir
Tags :
#Teknologi InformasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023