;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Implementasi UU PDP: Perlindungan Data Bergerak Lambat

28 Oct 2024

Implementasi UU No. 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP) di Indonesia kurang optimal. Meskipun urgensi UU ini sangat tinggi, pemangku kebijakan tampak lamban dalam merilis aturan turunan dan membentuk Lembaga Penyelenggaraan Pelindungan Data Pribadi (LPPDP) sebagai pengawas. Hal ini mengakibatkan ketidakmampuan dalam menegakkan sanksi terhadap pelanggar dan memunculkan risiko kebocoran data yang terus berlanjut, di mana sebagian besar kasus melibatkan administrasi pemerintahan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika, Nezar Patria, mengindikasikan bahwa LPPDP masih memerlukan waktu untuk dibentuk, sementara para ahli, seperti Pratama Persadha dari CISSReC, menegaskan bahwa tanpa keberadaan LPPDP, efektivitas UU PDP akan terhambat. Direktur Eksekutif Elsam, Wahyudi Jafar, dan Ketua Umum IDIEC, M. Tesar Sandikapura, juga menekankan perlunya kejelasan dan kecepatan dalam implementasi untuk melindungi data masyarakat. Dalam konteks ini, sosialisasi mengenai pentingnya UU PDP juga dianggap masih kurang, sehingga perlu ada kolaborasi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran dan efektivitas perlindungan data pribadi.


Perlindungan Data Masih Belum Maksimal

28 Oct 2024

Masa transisi selama dua tahun tidak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempersiapkan instrumen pendukung yang diperlukan untuk implementasi UU No. 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Akibatnya, kebijakan yang mulai berlaku pada 17 Oktober 2024 menjadi tidak efektif, karena regulasi teknis yang diperlukan belum dirilis dan Lembaga Penyelenggaraan Pelindungan Data Pribadi sebagai pengawas belum terbentuk. Hal ini menyebabkan fungsi pengawasan dan penegakan sanksi terhadap pelanggar menjadi lumpuh. Pelaku industri mendesak pemerintah untuk lebih responsif dan memastikan adanya dukungan yang memadai untuk melindungi data pribadi masyarakat.

AWS Perusahaan Penyedia Cloud Computing Global Luncurkan Inkubator Pendidikan Pertama di RI dan Asean

28 Oct 2024

Amazon Web Services (AWS), perusahaan penyedia cloud computing global, mengumumkan peluncuran lab edukasi baru, yang berfungsi sebagai inkubator pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Karawang, Indonesia. Lab edukasi ini menjadi think bag space pertama di Indonesia dan Asia Tenggara (Asean). Lab edukasi ini menyediakan ruang khusus bagi siswa, pendidik, dan anggota komunitas untuk mengeksplorasi ide dan proyek terkait sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika (STEAM) melalui pendidikan teknis dan pelatihan cloud computing yang interaktif. "AWS Think Bag Space diharapkan memilik dampak positif bagi masyarakat dengan menyediakan lingkungan belajar yang menstimulasi bagi siswa dan pelajar untuk mengekplorasi teknologi futuristik seperti artificial intelegence (AI) dan robotika," kata Manajer, Operasi Pusat Data, AWS Indonesia Winu Adiarto dalam keterangan persnya. Winu menambahakan, AWS akan membantu mengembangkan pimpinan IT masa depan Indonesia melalui komitmennya untuk mengembangkan ketrampilan digital. AWS berkomitmen untuk memberdayakan ratusan ribu orang Indonesia dari semua latar belakang dengan kemahiran cloud pada tahun 2025 untuk mendukung inisiatif nasional Merdeka Belajar. (Yetede)

BTS Internet 4G Telah Jangkau 95% Desa di Seluruh Indonesia

23 Oct 2024

Akses internet melalui jaringan menara penguat sinyal seluler (base transciever station/BTS) 4G/LTE telah menjangkau 79,426 (95,44%) desa/kelurahan di seluruh wilayah Indonesia dari total 83.218 yang ditargetkan. Itu artinya, Indonesia masih menyisakan 3.792 (4,55%) desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang harus dibangun BTS 4G untuk dilanjutkan oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabumung Raka pada periode 2024-2029. Pencapaian itu dengan asumsi, hingga akhir 2023 akses jaringan dan layanan internet BTS 4G telah dibangun dan menjangkau 70.093 (95,04%) desa/kelurahan di Tanah Air.

Sementara itu, tahun 2024  hingga Jumat (18/10/2024) pekan lalu, ada tambahan 333 desa/kelurahan dibangun BTS 4G. Karena, terdapat total 79.426 (95,44%) desa/kelurahan sudah dibangun BTS 4G hingga Jumat pekan lalu. Direktur Utama Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Fadhilah Mathar pun memberikan apresiasi atas rekomendasi dan dukungan Satuan Tugas (Satgas) Bakti Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemekomdigi) yang dibentuk pada 12 Oktober 2023. Satgas terebut berperan besar dalam mengawal penyelesaian proyek teknologi informasi dan komunikasi di wilayah 3T, terutama BTS 4G. (Yetede)

Analisis Mahadata Tanpa Etika

22 Oct 2024

Pada tahun 2012, seorang ayah marah dan mengirim surat pengaduan kepada Target, suatu jaringan department store di AS, karena putrinya yang masih remaja mulai menerima kupon dan brosur yang berisi produk kehamilan, seperti pakaian hamil dan tempat tidur bayi. Ayah tersebut mengira Target mendorong putrinya untuk hamil. Namun, beberapa hari kemudian, ayah tersebut menghubungi Target dengan nada berbeda. Ternyata, setelah berbicara dengan putrinya, putrinya memang sedang hamil, yang sebelumnya tak diketahuinya. Target bisa tahu lebih dahulu daripada seorang ayah menggunakan analisis big data (mahadata) untuk memprediksi kebutuhan konsumen. Melalui analisis pola pembelian, Target dapat mengetahui perubahan kebiasaan belanja yang menandakan kehamilan, bahkan pada tahap awal.

Produk seperti suplemen vitamin, losion bebas pewangi, dan barang tertentu lainnya menjadi indikator bagi algoritma bahwa konsumen sedang hamil. Dengan teknik ini, Target dapat memprediksi kehamilan, bahkan memperkirakan waktu kelahiran, sehingga memungkinkan mereka mengirimkan iklan produk yang relevan, tanpa konfirmasi pelanggan. Meski efektif dalam meningkatkan penjualan, kasus ini mengungkapkan sisi gelap dari kemampuan teknologi dalam memprediksi informasi yang sangat pribadi. Dalam sektor keuangan, analisis mahadata sudah banyak digunakan untuk melakukan analisis kredit dengan algoritma tertentu untuk mendapatkan hasil yang optimal, yaitu keuntungan yang sebesar mungkin dengan risiko yang seminimal mungkin. Pengaturan etis terkait analisis data oleh regulator terkait seyogianya berfokus menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan privasi serta hak individu.

Prinsip utamanya adalah persetujuan eksplisit pengguna sebelum data mereka dikumpulkan dan digunakan. UU Pelindungan Data Pribadi yang kita miliki mengharuskan perusahaan transparan bagaimana data dikumpulkan, untuk tujuan apa, dan siapa yang memiliki akses. Regulator juga perlu menekankan pentingnya minimization of data di mana perusahaan hanya boleh mengumpulkan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Etika algoritma dalam analisis data sangat penting untuk mencegah bias diskriminatif dan ketidakadilan. Regulator harus memastikan keterbukaan dan akuntabilitas perusahaan dalam menggunakan algoritma secara etis. Perusahaan yang mengelola data jutaan orang wajib bertanggung jawab agar data tidak merugikan konsumen atau memperburuk ketidakadilan. Jika tidak dikelola dengan hati-hati, data dapat menimbulkan risiko privasi, bias, dan eksploitasi. (Yoga)


Kebebasan Internet Global Terus Menurun dalam 14 tahun Terakhir

21 Oct 2024
Kebebasan internet global terus menurun dalam 14 tahun. Temuan Freedom on The Net ini merugikan publik, menggerus demokrasi, dan menghambat pembangunan negara. Penelitian Freedom on the Net (FOTN) 2024 dilakukan 1 Juni 2023 hingga 31 Mei 2024. Ada tiga indikator yang diteliti. Pertama, hambatan akses dengan rincian hambatan infrastruktur, ekonomi, dan politik guna mengakses internet. Indikator kedua adalah pembatasan konten. Adapun indikator ketiga ialah kekerasan terhadap hak pengguna internet. Dari laporan Freedom on the Net 2024: The Struggle for Trust Online itu, Indonesia menduduki urutan ke-49 dari 72 negara. Naik tipis dari tahun lalu di angka 47 dari 100. Situasi ini menunjukkan, Indonesia baru mencapai tahap sebagai negara yang bebas berinternet secara parsial. Capaian itu secara lugas menggambarkan fakta bahwa meski penetrasi akses internet terus meningkat, para kritikus pemerintah, jurnalis, dan warganet secara umum terus menghadapi risiko tuntutan pidana, serangan kekerasan, serta pelecehan di dunia maya.

Secara global, kondisi kebebasan berinternet ternyata tidak lebih baik dari Indonesia. Ada lima temuan kunci, yaitu pertama, kebebasan internet global menurun selama 14 tahun berturut-turut. Kedua, kebebasan berekspresi secara daring terancam oleh hukuman penjara yang berat dan meningkatnya kekerasan. Temuan ketiga, sensor dan manipulasi konten digabungkan untuk memengaruhi pemilu, melemahkan kemampuan pemilih dalam membuat keputusan tepat, berpartisipasi penuh dalam proses pemilu, dan membuat suara mereka didengar. Keempat, di lebih dari separuh dari empat negara yang mengadakan atau mempersiapkan pemilu, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi integritas informasi dengan hasil yang beragam terhadap hak asasi manusia secara daring. Adapun kelima, membangun lingkungan daring yang dapat dipercaya memerlukan komitmen tinggi dan berkelanjutan terhadap kebebasan internet.

Tahun ini, indikatorFOTN menilai batasan konten turun keskor rata-rata terendah dalam lebih dari satu dekade, yang mengindikasikan bahwa sensor dan manipulasi daring semakin ekstrem. Kurangnya akses terhadap ruang informasi yang berkualitas, dapat diandalkan, dan beragam menghambat kemampuan masyarakat untuk membentuk dan mengekspresikan pandangan mereka, terlibat secara produktif dalam komunitas mereka, serta mengadvokasi akuntabilitas pemerintah dan kebijakan publik terkait. Agar tidak terus terbelenggu dalam kebebasan internet semu, perlu ada intervensi kebijakan untuk melindungi integritas informasi demi membangun kepercayaan di lingkungan daring yang didasari pada kebebasan berekspresi dan hak-hak dasar lainnya. Jika kita tidak mengusahakan intervensi kebijakan itu, sama artinya berkontribusi terhadap percepatan penurunan kebebasan internet dan degradasi kualitas demokrasi secara luas. (Yoga)

Tantangan Pengembangan Industri Kecerdasan Buatan

18 Oct 2024
Indonesia saat ini belum menerapkan teknologi 5G secara menyeluruh dan kerap kali disebut belum membutuhkannya. Namun, seiring perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), 5G akan menjadi kebutuhan. Di sisi lain, pengembangan AI juga berkaitan dengan keamanan siber, baik ancaman maupun dalam rangka menangkalnya. Vice President Head of Security  trategy and Artchitecture Indosat Ooredoo Hutchison Raditio Ghifiardi di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (17/10/2024), mengatakan, saat teknologi 5G sudah benar-benar diterapkan di Indonesia, industri teknologi informasi dan komunikasi akan bergabung. Adapun saat ini relatif masih ada dualisme di antara dua industri tersebut. Apabila sudah bergabung, pengembangan teknologi akan lebih luas, koneksi dengan berbagai teknologi, seperti mobil tanpa pengemudi (autonomous car), internet of things, dan kota cerdas, akan lebih mudah.

”Semua akan lebih cepat. Namun, di sisi lain, serangannya juga akan lebih mudah karena ibaratnya ’rumahnya’, kan, menjadi lebih besar,” kata Raditio yang menjadi pembicara pada salah satu sesi diskusi dalam pameran teknologi dan start up Gitex Global 2024 di Dubai. Keamanan siber menjadi salah satu tema dalam Gitex Global 2024. Acara yang diselenggarakan Dubai World Trade Center dan telah memasukitahun ke-44 itu diikuti 6.500 perusahaan peserta, 1.800 start up, dan 1.200 investor dari 180 negara di dunia. Acara berlangsung pada 14-18 Oktober 2024. Raditio menambahkan, dua hal krusial terkait keamanan siber di Indonesia ialah terkait kesadaran (awareness) dan sumber daya manusia. Kerap kali kebocoran data (data breach) berasal dari kelalaian pengguna. Di sisi lain, pemahaman mengenai keamanan data, seperti kata sandi yang dipakai ramai-ramai, perlu ditingkatkan. Teknologi ke depan, katanya, akan berkembang teknologitanpa kata sandi, yang sejatinya akan lebih sulit dibobol.

Namun, implementasinya masih membutuhkan waktu. Bagaimanapun, teknologi 5G krusial untuk pengembangan teknologi ke depan. ”Sekarang berkembang cloud (komputasi awan) dan semua membutuhkan cloud. Juga butuh koneksi yang terintegrasi. Itu semua enggak bisa di-cover oleh 4G,” katanya. Indosat, tambah Raditio, berencana bermigrasi dari perusahaan telekomunikasi ke perusahaan teknologi, yang nantinya memiliki berbagai produk AI yang bisa dikaitkan dengan keamanan siber. Pihaknya juga berharap akan memberi solusi terkait 5G dan mendukung tumbuhnya industri-industri baru di Indonesia, termasuk autonomous car. Sebelumnya, Telkom Group melalui Telkomsel berkolaborasi dengan Singtel dan Bridge Alliance untuk memperkenalkan layanan GPU-as-a-Service/unit pemrosesan grafis di Indonesia. Itu bertujuan mendorong adopsi AI di berbagai industri dengan memanfaatkan jaringan 5G Telkomsel. Layanan itu memungkinkan perusahaan untuk menerapkan AI dalam skala besar, mengurangi biaya, dan mempercepat pertumbuhan bisnis serta inovasi. (Yoga)

Indonesia Bergabung dalam Tim Teknis Siber ASEAN

17 Oct 2024

Indonesia berperan aktif dalam pembentukan ASEAN Regional Computer Emergency Response Team (CERT) untuk mengatasi meningkatnya serangan siber dan mendukung pengembangan ekonomi digital di Asia Tenggara. Wakil Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), A Rachmad Wibowo, menekankan pentingnya kerja sama antarnegara ASEAN dalam berbagi informasi, meningkatkan kapasitas digital, dan mitigasi insiden siber. Dengan adanya CERT, negara-negara anggota diharapkan dapat merespons serangan siber dengan lebih cepat dan efektif.

Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, juga menegaskan bahwa CERT akan memfasilitasi lokakarya dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kolektif menghadapi ancaman siber. Keseluruhan inisiatif ini diatur oleh gugus tugas yang dipimpin secara bergilir oleh negara-negara anggota, sehingga menciptakan kerangka kerja yang terkoordinasi dalam menangani tantangan siber di kawasan.



Industri Kecerdasan Buatan untuk Memenuhi Kebutuhan Manusia

15 Oct 2024
Kecerdasan buatan atau AI berkembang sangat cepat di dunia, tidak terkecuali di Uni Emirat Arab, salah satu negara dengan perekonomian kuat di Asia. Peran AI bagi manusia terus berkembang, mulai dari berperan sebagai asisten hingga membantu dalam pengambilan keputusan. Perannya pun masif di sejumlah sektor. Semarak pengembangan dan antusiasme akan AI terlihat pada hari pertama event teknologi dan startup (usaha rintisan) Gitex Global di Dubai World Trade Center (DWTC), UEA, Senin (14/10/2024). Gitex Global edisi ke-44 tersebut berlangsung pada 14-18 Oktober 2024 dan diikuti 6.500 perusahaan peserta, 1.800 startup, dan 1.200 investor dari 180 negara di dunia. Dari pantauan, sejumlah perusahaan, baik skala kecil maupun besar, ambil bagian dalam salah satu event teknologi terbesar di dunia tersebut.

Hampir semua zona atau area pada pameran tersebut terkait dengan AI. Baik terkait dengan big data, komputasi awan (cloud computing), internet of things (IoT), intelligent connectivity, maupun 5G. Ribuan orang tumpah ruah untuk mengunjungi sejumlah gerai di Gitex Global 2024, baik sekadar mencari informasi maupun keperluan bisnis. Hampir semua pertanyaan pengunjung kepada petugas gerai berkaitan dengan AI. Vice President Strategy Scalone AI, generative AI, Bhavnita Singh mengatakan, aktivitas manusia bisa terbantu dengan kehadiran AI. Salah satunya untuk mendapatkan informasi-informasi yang spesifik dan sesuai kebutuhan untuk bisnis. Hal tersebut yang coba ditawarkan Scalone AI sehingga para pelaku bisnis bisa mengambil keputusan dari informasi-informasi yang didapat secara cepat.

”Aktivitas orang yang berulang bisa terbantu denganAI. Saya pikir, dalam dua tahun terakhir, AI berkembang pesat, begitu juga tahun-tahun berikutnya, karena banyak nilai yang didapat penggunanya,” kata Bhavnita. Sementara Marketing Manager Navsoft Siddharta Chatterjee menuturkan, AI membuat asistensi teknologi terhadap manusia semakin optimal. Pengembangannya pun dapat diterapkan di beberapa bidang, baik itu kesehatan, pendidikan, maupun hal-hal lain, yang berkaitan dengan keseharian manusia. Menurut dia, perkembangan cepat AI bakal meningkatkan efisiensi pekerjaan oleh manusia. Sebagai asisten Sekretaris Jenderal Advanced Technology Research Council, di bawah Pemerintah UEA, HE Faisal Abdulaziz Al Bannai, mengatakan, AI bukanlah topik baru.Namun, dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan persepsi akan AI pesat. (Yoga)

Laporan UEA: Potensi Pertumbuhan Pesat di Sektor AI

14 Oct 2024

mengungkap proyeksi pertumbuhan pasar kecerdasan buatan (AI) global yang akan meningkat secara signifikan dari US$621 miliar pada 2024 menjadi US$2,7 triliun pada 2032, menurut laporan Fortune Business Insights. Dengan kemajuan pesat dalam teknologi AI, sektor-sektor seperti kesehatan, keuangan, pendidikan, dan manufaktur diharapkan akan terdampak secara besar-besaran. Momentum ini menjadi sorotan utama dalam GITEX Global 2024, sebuah acara teknologi dan startup terbesar di dunia yang berlangsung di Dubai World Trade Centre (DWTC) pada 14-18 Oktober 2024.

Trixie Loh Mirmand, Wakil Presiden Eksekutif DWTC, menekankan bahwa ambisi besar global untuk ekonomi AI akan terlihat melalui kolaborasi intensif selama GITEX, yang mencatat kenaikan 40% dalam partisipasi internasional dibandingkan tahun sebelumnya. GITEX juga berbarengan dengan acara Expand North Star, yang berfokus pada startup dan investasi dengan partisipasi lebih dari 6.500 perusahaan dan 1.800 startup dari 180 negara. Kedua acara ini diharapkan menjadi landasan penting dalam mendorong perkembangan ekonomi AI global dan memperkuat posisi Dubai sebagai pusat teknologi dan AI dunia.