Teknologi
( 1200 )Permasalahkan Peternakan Ponsel dan Klik
Penjualan Mobil yang Tinggi Picu Pertumbuhan Emiten Komponen
Penjualan mobil nasional di sepanjang Agustus 2024 melonjak. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil nasional mencapai 76.304 unit, tumbuh 2,8% secara bulanan dari 74.229 unit.
Begitu pula penjualan retail atau dari diler ke konsumen mobil nasional yang naik 1,6% secara bulanan menjadi 76.808 unit pada Agustus 2024. Pertumbuhan penjualan mobil bisa jadi sentimen positif bagi emiten komponen otomotif.
Wakil Direktur Utama PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), Ang Andri Pribadi melihat, naiknya penjualan mobil nasional akan mendongkrak populasi kendaraan di pasar domestik. Seiring itu, emiten komponen otomotif bisa memperbesar pasarnya.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Reza Priyambada menilai, meningkatnya penjualan mobil nasional dapat meningkatkan permintaan komponen otomotif. Terutama untuk komponen kendaraan yang dirakit di Indonesia bukan kendaraan impor.
Sentimen prospek emiten komponen otomotif juga datang dari pertumbuhan industri kendaraan listrik di dalam negeri. Reza bilang, kendaraan listrik butuh komponen berbeda dari jenis konvensional. Ini buka peluang emiten komponen untuk mengembangkan produk baru. "Daya beli masyarakat juga memengaruhi sentimen tersebut. Belum lagi dari permintaan akan kendaraan listrik," terangnya.
Personalisasi Ritel ”Offline”
Strategi personalisasi iklan di luar jaringan (offline) terus dikembangkan. Dulu para pemasar menambang berbagai data dari masyarakat untuk beriklan, kini pekerjaan itu dilakukan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Umur, jender, ciri wajah, bentuk tubuh, pakaian yang dipakai, gaya berpakaian, kebiasaan berbelanja, dan lainnya bisa disimpan di bank data. Seluruh data itu kemudian diolah untuk menentukan iklan dan promosi, yang umumnya disebarkan untuk orang banyak, tetapi kini hanya unik untuk setiap individu. Teknologi ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi sudah mulai dikembangkan. Salah satunya oleh PT Digital Mediatama Maxima Tbk. Perusahaan yang tercatat di bursa efek dengan kode DMMX ini menciptakan berbagai platform ritel pintar berbasis AI, platform konten cloud (penyimpanan data di internet), serta solusi teknologi lain yang bertujuan meningkatkan interaksi dan pengalaman konsumen.
Menurut Dirut DMMX Budiasto Kusuma, perilaku konsumen saat ini sudah banyak dipengaruhi informasi dari berbagai sumber media. Karena itu, digitalisasi ritel menjadi kewajiban di era kemajuan teknologi dan informasi. ”Peritel dituntut bisa memberi informasi yang lebih atraktif dan tertarget ke konsumen yang lebih spesifik. Ini hanya bisa dilakukan apabila mereka menerapkan digitalisasi pada tempat mereka berbisnis,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/9). Pemanfaatan AI untuk solusi pemasaran pun menjadi peluang besar. Sejauh ini, Budiasto mengakui, adaptasi teknologi tersebut masih lebih banyak diinisiasi kanal pemasaran daring yang dapat diakses konsumen menggunakan ponsel pintar atau komputer. ”Saya rasa, ke depan, tren seperti ini juga akan merambah ke sektor offline di mana teknologi ritel pintar akan disajikan juga di level outlet,” ujarnya. (Yoga)
Teknologi Terbaru Membuka Peluang Kerja di Berbagai Sektor
Tren peningkatan permintaan tenaga kerja di beberapa sektor, meskipun banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor-sektor lain. Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Nia Kurnia Sholihah, menyatakan bahwa permintaan tenaga kerja di sektor teknologi informasi meningkat sebesar 15% pada 2023, seiring dengan percepatan transformasi digital. Selain itu, sektor kesehatan, terutama layanan telemedicine, juga mengalami peningkatan permintaan sebesar 12%, sementara sektor logistik mencatat kenaikan 18%, didorong oleh lonjakan aktivitas e-commerce dan distribusi barang.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia, dari 6,49% pada 2021 menjadi 5,35% pada Agustus 2024, yang menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja. Namun, Nia menyoroti bahwa dampak PHK masih terasa, terutama di sektor-sektor yang bergantung pada ekspor dan daerah industri utama seperti Jawa Barat, Jakarta, dan Banten, yang mengalami angka PHK tinggi. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 237.080 tenaga kerja terkena PHK dari Januari hingga Oktober 2023, menunjukkan peningkatan konsisten selama periode tersebut.
Industri Mesin Butuh Inovasi Teknologi untuk Bertahan
Inovasi teknologi permesinan nasional terus didorong untuk mendukung penanggulangan bencana alam dan memperkuat ketahanan industri dalam negeri. Menurut Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi Industri dan Kebijakan Jasa (BSKJI) Kementerian Perindustrian, industri dalam negeri telah menjadi pelopor dalam mengembangkan teknologi inovatif yang berperan penting dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami.
Peran teknologi dalam ketahanan bencana dibagi menjadi dua fase: kesiapsiagaan dan mitigasi prabencana serta pemulihan pascabencana. Kesiapsiagaan melibatkan penggunaan teknologi seperti pesawat nirawak (drone) untuk memetakan rute darurat dan membangun jaringan telekomunikasi di daerah yang sinyalnya terganggu. Dalam fase pemulihan, alat-alat mekanik canggih seperti rural multipurpose mechanical tools (AMMDes), domus, dan drone digunakan untuk memulihkan wilayah terdampak.
AMMDes, misalnya, adalah alat serbaguna yang mendukung penanggulangan bencana di daerah terpencil dengan menyediakan pemurnian air dan stasiun pengisian ulang air minum. Domus, di sisi lain, memungkinkan pembangunan perumahan cepat dalam waktu 5 hari setelah bencana. Teknologi drone juga memainkan peran penting dalam mempercepat upaya pemulihan dan mengurangi kerugian akibat bencana.
Kementerian Perindustrian mengapresiasi penyelenggaraan pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2024 di JIExpo, Kemayoran, sebagai ajang penting untuk menampilkan inovasi-inovasi teknologi tersebut.
Permintaan Layanan TI yang Dipicu Transformasi Digital
Tren transformasi digital terus terjadi di berbagai perusahaan dengan beragam sektor industri. Tren ini memicu permintaan layanan teknologi informasi atau information technology services, seperti, konsultasi aplikasi, manajemen aplikasi, dan alih daya infrastruktur digital. Menurut CEO SM+, Herson Suindah, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor industri yang bertransformasi bisnis ke arah digital biasanya membutuhkan layanan teknologi informasi beserta infrastruktur digital yang andal. Tantangan mereka terletak pada mencari mitra strategis yang bisa membantu menyediakan kebutuhan tersebut.
”Jika suatu perusahaan memutuskan mentransformasikan operasional dan pemasaran ke arah digital, biasanya mereka menargetkan skala bisnis yang lebih besar.Bagi perusahaan besar, meningkatkan skala bisnis akan sangat kompleks. Tidak hanya masif ongkos, juga harus mempertimbangkan high value yang diperoleh,” ujar Herson saat konferensi pers peresmian perusahaan patungan LG Sinarmas, Selasa (10/9) di Jakarta. Berdasarkan data Mordor Intelligence, ukuran pasar layanan teknologi informasi di Indonesia diperkirakan mencapai 5,07 miliar USD tahun 2024 dan tembus 9,07 miliar USD pada 2027. Selama 2024–2029, pertumbuhan tahunan pasar layanan teknologi informasi di Indonesia mencapai 12,35 %. (Yoga)
Empat Sektor Ekonomi Diuntungkan Oleh Kecerdasan Buatan
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melihat penerapan kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong besar bagi empat sektor utama di Indonesia, yaitu keuangan, kesehatan, pendidikan, dan pertanian. Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kemenkominfo, Wijaya Kusumawardhana, menyebut bahwa sektor keuangan akan mendapatkan manfaat terbesar dari AI, terutama dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia seiring pertumbuhan ekonomi digital.
Selain itu, sektor kesehatan dan pendidikan juga diharapkan menerima dampak positif dari AI. Kemenkominfo bahkan mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengembangkan teknologi pendidikan (edutech) yang berbasis AI, mengingat potensi besar di bidang ini. Di sektor pertanian, AI bisa digunakan melalui teknologi drone dan sensor untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan pertanian.
Wijaya Kusumawardhana menekankan bahwa AI adalah alat yang dapat membantu Indonesia mengejar ketertinggalan dari negara lain, terutama dengan memanfaatkan potensi generasi muda yang mencapai sekitar 105 juta orang. Berdasarkan data McKinsey & Company (2022), sekitar 35% perusahaan global telah menggunakan AI, dan 79% masyarakat telah terekspos teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.
UGM Siap Produksi Pesawat Nirawak Multiguna
Pesawat nirawak multiguna yang dikembangkan tim peneliti UGM selama tiga tahun akhirnya siap diproduksi. Pesawat tersebut dapat dimanfaatkan untuk sejumlah keperluan, baik sipil maupun militer. Pesawat yang dinamakan Palapa S-1 tersebut diluncurkan di Kampus Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta, Selasa (3/9). Pesawat nirawak atau yang biasa disebut drone tersebut dikembangkan tim Fakultas Teknik UGM yang dipimpin oleh ketua tim Prof Gesang Nugroho. Dalam pemaparannya, Gesang menjelaskan, Palapa S-1 mengombinasikan mesin bensin sebagai tenaga pendorong dan mesin listrik untuk mengudara dan mendarat.
Pesawat memiliki kemampuan mengudara (take-off) dan mendarat (landing) secara vertikal sehingga tak memerlukan landasan pacu. Dia mengatakan, pesawat didesain dengan struktur ringan, tetapi memiliki kekuatan tinggi. Drone tersebut memiliki kemampuan terbang selama enam jam nonstop dengan jarak tempuh maksimal 500 km. ”Dengan kemampuan itu, sekali terbang pesawat bisa melakukan pemetaan lahan seluas 3.500 hektar,” kata Gesang. Tim juga mendesain pesawat nirawak agar dapat membawa muatan seperti kamera pemetaan atau pemantauan.
Jangkauan pengiriman data foto dan video sejauh 50 km. Selain pemetaan dan pemantauan, pesawat ini bisa dimanfaatkan untuk mitigasi bencana, misi pencarian dan pertolongan (SAR), dan patrol wilayah. Bahkan, pesawat ini juga bisa dikembangkan lebih lanjut untuk keperluan militer, termasuk sebagai peralatan tempur. Sejumlah instansi sudah menyatakan ketertarikan pada Palapa S-1 ini, termasuk KLHK yang disebutnya sudah melakukan pemesanan. ”Kapasitas produksi dalam tiga bulan bisa membuat 7-10 unit,” ujar Gesang. (Yoga)
Emiten Grup Djarum Jajaki Penambahan Modal
Operasi Jarak Jauh Pertama dengan Robot, Sukses
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RS Profesor IGNG Ngoerah berhasil melakukan operasi bedah menggunakan robot yang dikendalikan dokter dari Bali terhadap pasien di Jakarta, Jumat (30/8). Ini merupakan operasi telerobotic pertama di Indonesia yang mendukung momentum transformasi kesehatan. Operasi telerobotic merupakan metode bedah jarak jauh, memanfaatkan teknologi robotik dan jaringan nirkabel yang memungkinkan dokter bedah melakukan tindakan operasi terhadap pasien secara jarak jauh dan real-time. Metode ini tidak hanya digunakan untuk urologi,tetapi juga bisa untuk bedah digestif dan lain-lain. Operasi ini dioperatori dokter spesialis urologi RS Prof Ngoerah, Ponco Birowo, bersama tiga dokter lainnya dari Bali terhadap pasien berusia 70 tahun yang mengidap kista di ginjalnya di RSCM.
Di RSCM, pasien didampingi dua dokter spesialis anestesi untuk memastikan bius dan robot yang dikendalikan dari Bali berfungsi normal. Selama operasi, dua tangan Ponco mengendalikan konsol yang terhubung dengan lengan instrumen manipulatif robot di RSCM, sementara satu kaki mengendalikan endoskopi/kamera dan kaki lain mengendalikan gripper yang digerakkan. Antara kendali Ponco dan robot di RSCM terhubung melalui jaringan seluler 5G. Jeda waktu kontrol dan robot hanya 0,1 detik, membuat gerakan presisi karena minim delay. Proses pengangkatan kista dari ginjal pasien ini berjalan lancar selama 30 menit sejak pukul 09.00 WIB. ”Kami sebelumnya sudah melakukan dua operasi dengan teknologi robotik di RSCM Kencana dan hari ini kami berhasil melakukan operasi jarak jauh yang pertama, di mana operator berada di RS Ngoerah terhadap pasien yang berada di RSCM,” kata Ponco dari Bali, kemarin.
Syarat utama operasi telerobotic adalah latensi jaringan kurang dari 150 millisecond (mS), kecepatan internet di atas 50 mbps, dan jitter (waktu tunda antara saat sinyal dikirim dan diterima melalui jaringan) di bawah 10 mS. Maka, diperlukan jaringan seluler 5G yang kuat dan stabil. Untuk mendukung operasi ini, provider Telkomsel memasang jaringan 5G langsung di gedung RSCM dan RS Ngoerah. Sehingga, latensi jaringan selama operasi berjalan antara 15 dan 20 mS walau jarak RSCM dan RS Ngoerah terpisah 1.200 km. ”Ini merupakan lompatan bagi Indonesia dan kami mendukung teknologi medis yang dikombinasikan dengan teknologi informasi,” kata Direktur Human Capital Management Telkomsel Indrawan Ditapradana di RSCM. Sejak 2021, Telkomsel telah menggelar jaringan 5G secara signifikan, mencakup 1.000 titik di 56 kota Indonesia secara bertahap. Dengan begitu, telerobotic bisa dilakukan di kota-kota tersebut. (Yoga)Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









