;
Kategori

Teknologi

( 1200 )

Kurangnya SDM yang Berkualitas

02 Dec 2024
Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dinilai salah satu kendala utama yang menyebabkan rendahnya minat investasi teknologi tinggi di Indonesia, selain masalah perizinan, kepastian hukum, serta ekosistem dan infratrstuktur pendukung. Akibanya, meski banyak investor berteknologi tinggi awalnya melirik Indonesia sebagai tujuan investasi mereka, namun negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam justri akhirnya mereka pilih. Menyadari kondisi tersebut, pemerintah mengaku sudah menyiapkan sejumlah langkah guna menyelesaikan 'pekerjaan rumah' (PR) itu, salah satunya dengan menggencarkan pendidikan vokasi. Bahkan, hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja termasuk sokongan insentif dari pemerintah. Tak hanya melibatkan kesesuaian lulusan dengan kebutuhan dunia usaha, pendidikan vokasi juga didorong menerapkan standar yang baik dan benar. "Betul, SDM ini menjadi salah satu kendala kita dan kita harus melakukan upskiling terhadap SDM kita melalui pendidikan vokasi," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Reoslani. (Yetede)

Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Apple

26 Nov 2024

Kementerian Perindustrian Indonesia, yang dipimpin oleh Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita, akan segera mengundang Apple Inc. untuk membahas realisasi investasi mereka di Indonesia, setelah proposal investasi senilai US$100 juta yang diajukan oleh Apple ditolak. Alasan penolakan tersebut adalah karena proposal investasi Apple dinilai belum memenuhi asas keadilan bagi Indonesia.

Menteri Agus menjelaskan bahwa asas keadilan yang dimaksud berkaitan dengan perbandingan investasi Apple di Indonesia dengan investasi yang dilakukan oleh perusahaan yang sama di negara-negara lain seperti Vietnam dan Thailand. Di Vietnam, Apple berinvestasi sebesar Rp255 triliun untuk membangun pabrik, sementara di Indonesia, Apple baru berinvestasi sekitar Rp1,4 triliun, meskipun penjualan produk Apple di Indonesia mencapai 2,5 juta unit. Hal ini menunjukkan ketidakseimbangan dalam investasi yang dianggap tidak adil oleh pemerintah Indonesia.

Selain itu, Agus juga menyoroti bahwa investasi dari produsen perangkat elektronik lainnya, seperti handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT), di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan Apple. Kriteria lain yang menjadi perhatian adalah terkait dengan penciptaan nilai tambah, impor, dan seberapa besar Apple dan produsen HKT lainnya dapat menyerap tenaga kerja di Indonesia.

Agus menegaskan bahwa pemerintah sudah memiliki angka investasi ideal yang diharapkan dari Apple, dan negosiasi selanjutnya juga akan mencakup pembahasan mengenai proposal investasi Apple pada periode 2020-2023 yang belum terealisasi. Pemerintah berencana untuk meminta Apple untuk melunasi "utang investasi" yang terkait dengan proposal investasi periode sebelumnya, sebelum melanjutkan ke proposal investasi baru yang diajukan untuk periode 2024-2026.

Dengan demikian, pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap keadilan investasi dan kontribusi perusahaan asing, seperti Apple, dalam mendukung perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah bagi industri lokal.



Investasi Apple dikaji pemerintah

22 Nov 2024

Kemenperin masih mempertimbangkan banyak hal terkait proposal investasi baru dari PT Apple Indonesia. Pemerintah menagih komitmen investasi awal produsen iPhone itu dan berencana merevisi aturan terkait komponen dalam negeri bagi manufaktur produk gawai. Jubir Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/11) menyampaikan, Kemenperin baru membahas proposal dari PT Apple Indonesia yang mereka terima pada Selasa (19/11). Proposal itu terkait dengan pabrik pembuatan mesh untuk komponen pendukung aksesori Air Pods Max, dengan nilai 100 juta USD atau sekitar Rp 1,58 triliun selama dua tahun.

Nilai investasi itu 10 kali lipat dari rencana awalApple yang ingin membangun pabrik serupa di Bandung, Jabar. Kemenperin, kata Febri, tengah mempertimbangkan keadilan nilai investasi pabrik tersebut bagi pasar domestik dibanding pasar di negara lain, serta keadilan dengan produsen handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) lainnya di dalam negeri. Indonesia menjadi lokasi penjualan ponsel milik Apple terbesar di Asia Tenggara hingga 2,61 juta unit pada tahun 2023. Nilai pendapatan penjualan Apple di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 30 triliun, jauh lebih besar daripada nilai investasi yang diajukan.

”Kami berharap investasi Apple juga bisa menyerap tenaga kerja yang banyak. Lalu, seandainya mereka investasi, bisa menjadikan beberapa industri dalam negeri di Indonesia bisa digunakan sebagai bagian dari rantai pasok dunia,” tuturnya. Pemerintah, masih menagih janji Apple yang sebelumnya meneken investasi senilai Rp 300 miliar untuk memenuhi aturan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada periode 2020-2023. Investasi itu berupa pembangunanApple Academy di tiga lokasi, yakni BSD di Tangerang (Banten), Batam (Kepri), dan Surabaya (Jatim). ”Itu menyisakan Rp 271 miliar yang belum direalisasikan. Itu yang membuat kami belum mengeluarkan sertifikasi TKDN dan izin TPP (tanda pendaftaran produk) impor untuk iPhone 16 series,” katanya. (Yoga)


Kompetisi Panas Pasca Merger di Sektor Bisnis

22 Nov 2024
PT XL Axiata Tbk (EXCL) berpotensi memperkuat posisinya di industri telekomunikasi melalui merger dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan akuisisi pelanggan Link Net (LINK). Merger ini diharapkan menciptakan perusahaan dengan basis pelanggan hingga 100 juta dan spektrum 152 MHz, mendekati Telkomsel, menurut Gani, analis Ciptadana Sekuritas. Langkah tersebut akan meningkatkan daya saing EXCL terhadap Telkom Indonesia (TLKM) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT).

Akuisisi 750.000 pelanggan Link Net pada September 2024 memperkuat penetrasi layanan fixed broadband (FBB) XL, mendukung pertumbuhan internet fiber. Selain itu, EXCL menaikkan tarif data pada Agustus–September sebesar 5%, yang mulai mencerminkan peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) di Oktober. Meski ARPU kuartal ketiga menurun ke Rp 41.000 per bulan, ARPU gabungan sepanjang tahun meningkat ke Rp 43.000, menunjukkan prospek yang positif.

Menurut Nicolas Santoso, analis Verdhana Sekuritas, layanan seluler tetap menjadi kontributor utama pendapatan EXCL, mencapai Rp 24,1 triliun selama Januari–September 2024. Namun, daya beli yang lemah, persaingan ketat, dan isu ISP ilegal seperti RT/RW Net menekan kinerja EXCL di kuartal ketiga. Etta Rusdiana dari Maybank Sekuritas optimistis laba bersih EXCL akan membaik pada kuartal IV-2024, terutama dari pelanggan FBB.

Etta memproyeksikan pendapatan EXCL sebesar Rp 34,3 triliun dan laba bersih Rp 2,28 triliun pada 2024, dengan target harga saham Rp 3.200. Nicolas menargetkan Rp 2.600, sementara Gani menurunkan target menjadi Rp 3.000. Dengan langkah strategis seperti merger dan akuisisi, EXCL diharapkan mampu meningkatkan profitabilitas dan daya saing di pasar telekomunikasi.

Segera Melakukan Peresmian

19 Nov 2024
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BP Danantara telah melakukan pertemuan dengan jajaran direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. untuk membahas pembentukan badan baru itu. Kepala BP Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, mengatakan pertemuannya dengan Telkom Indonesia hanya untuk memperkenalkan diri, tidak ada hal khusus yang dibahas. "Enggak ada hal-hal khusus, komunikasi pendahuluan saja dan kami sepakat untuk mem-follow up proses ini sesegera mungkin," tutur Muliaman saat ditemui di kantornya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa, 19 November 2024.

Dia berharap, pertemuan awal Danantara dengan jajaran direksi Telkom Indonesia dapat menghasilkan kesepakatan yang baik. Sehingga, lanjut Muliaman, perkenalan dengan para direksi perusahaan BUMN itu bisa lebih efektif terhadap pembentukan Danantara. "Mudah-mudahan dengan perkenalan itu bisa lebih efektif aja, saya kira tidak ada hal-hal lain," kata dia. Prabowo Minta Peluncuran Danantara Jangan Buru-buru, Apa itu BPI Danantara? Menurut Muliaman, setelah ini, Danantara akan segera memanggil tujuh perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun menurut mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu, tak akan ada banyak agenda pada pertemuan awal. "Tentu saja dengan semuanya yang tujuh (BUMN) yang akan diserahkan ke Danantara lebih banyak perkenalan," ucap dia.

Selain bertemu dengan direksi Telkom Indonesia, Danantara juga memanggil PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di hari yang sama untuk membahas rencana peluncuran Danantara. Wakil Kepala BP Danantara, Kaharuddin Djenod Daeng, mengatakan pertemuannya itu direspons secara baik dari para jajaran direksi BRI untuk pembentukan badan pengelolaan investasi itu. "Sangat positif, sangat positif setelah mengetahui kami akan bergerak seperti apa dan kita semuanya, Danantara, BRI sangat-sangat mendukung visi presiden untuk membangun Indonesia yang kuat," ucap Kaharuddin. (Yetede)

Platform Media Sosial dihukum penggunanya

19 Nov 2024

Orang beramai-ramai menghukum platform media sosial begitu mereka menilai tata kelolanya tidak benar. Situs media sosial Bluesky telah menggaet 1 juta pengguna baru dalam sepekan sejak pemilu AS, seiring makin banyaknya pengguna yang meninggalkan X, media sosial milik Elon Musk, yang dulu bernama Twitter. Sejumlah pengguna X meninggalkan platform tersebut karena menilai media sosial itu terlalu banyak berisi ujaran kebencian, disinformasi, dan misinformasi. Pelantar X juga dikhawatirkan rentan bias politik sebab Musk kini bergabung di kabinet presiden terpilih AS Donald Trump. Pada Rabu (13/11). Bluesky mengumumkan total penggunanya melonjak menjadi 15 juta akun, naik dari 13 juta akun pada akhir Oktober 2024 (Kompas.id, 17/11/2024).

Trump yang kalah tahun 2020 juga melakukan langkah serupa. Karena Twitter (yang kemudian menjadi X) menggembok akun Trump karena berkali-kali mengeluarkan ujaran kebencian, Trump kemudian mengajak pendukungnya pindah ke media sosial bernama Truth Social. Sikap emosional para pendukung sosok atau partai politik tertentu hanya karena calonnya kalah atau diperlakukan tidak pas oleh perusahaan media sosial ternyata tidak cukup menewaskan platform. Sikap mereka itu hanya sementara. Dalam kasus terakhir, masalahnya berbeda. Para pengkritik X menyatakan menutup akun mereka dan pindah ke Bluesky karena ada alasan etis dan mereka juga mempertanyakan tata kelola media sosial tersebut. Mereka melakukan langkah itu dengan alasan kuat, bukan karena sikap emosional semata. Sejumlah media melakukan penutupan dengan alasan X telah berpihak dan tak berusaha menekan ujaran kebencian.

Sementara itu, Bluesky mengatakan mendapat tambahan pengguna sebanyak 1 juta di tengah keriuhan pilpres AS. Pengguna media sosial ini juga bertambah karena kasus di Brasil. Pengguna aktif X juga mengalami penurunan sekitar 5 juta. Meski demikian, semua kehebohan ini belum tentu mematikan X dan kemudian memunculkan Bluesky sebagai pemenang. Perkiraan bahwa mereka akan terdampak signifikan masih terlalu jauh. Masalah pokok mereka adalah aspek bisnis di kedua platform. Sejauh ini bisnis keduanya belum menunjukkan keuntungan. Ketika masih bernama Twitter dan kemudian dibeli Elon Musk, platform tersebut masih merugi. Kini, X juga masih sulit meyakinkan pengiklan karena banyak merek yang tidak lagi beriklan di X karena alasan etis. Merek mereka tidak mau berada di ruang siber yang tidak aman. Di sisi lain, Bluesky masih jauh dari laba karena sibuk menaikkan jumlah pengguna. (Yoga)


Indonesia Diminta Mandiri dalam Teknologi AI

15 Nov 2024

Indonesia harus mulai mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara mandiri, dan tidak hanya bergantung pada impor dari luar negeri. Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA, mengingatkan bahwa saatnya Indonesia memiliki AI sendiri yang dapat membantu berbagai sektor, terutama pertanian, untuk lebih produktif dan menguntungkan petani. Huang juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi AI oleh generasi muda Indonesia untuk mengembangkan kemampuan mereka, sambil tidak bergantung sepenuhnya pada AI.

Selain itu, Indonesia juga sedang bergerak ke arah pengembangan ekosistem AI dengan dukungan dari berbagai pihak. Contohnya, Indosat bersama GoTo meluncurkan Sahabat-AI, sebuah model AI besar (LLM) dalam bahasa Indonesia, yang dapat digunakan untuk membantu dalam berbagai aplikasi sehari-hari, seperti asisten suara Dira pada aplikasi Gojek dan Gopay. Vikram Sinha, CEO Indosat, menyatakan rencana untuk membangun AI Center di beberapa kota Indonesia, termasuk Jakarta, Solo, dan Jayapura, yang akan mendukung pengembangan teknologi AI di seluruh tanah air.

Komitmen pemerintah Indonesia juga terlihat, dengan Meutya Hapid, Menteri Komunikasi dan Informatika, mendukung pembangunan pusat AI di Indonesia Timur, khususnya di Jayapura, untuk memastikan pemerataan akses terhadap teknologi AI. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri BUMN Erick Thohir juga mendukung inisiatif ini, dengan Erick menyoroti potensi energi hijau Indonesia yang dapat mendukung pertumbuhan AI, mengingat kebutuhan AI terhadap listrik untuk pusat data.

Secara keseluruhan, perkembangan AI di Indonesia mendapat dukungan kuat dari sektor pemerintah dan swasta, dan hal ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital Indonesia serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.



Pakar Siber Sebut AI dan Big Data Mampu bantu tanggulangi Judi Online.

14 Nov 2024
Pakar keamanan siber Pratama Persadha mengatakan implementasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan analisis data besar (big data) dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan dalam memantau dan menanggulangi praktik judi online. “Kedua teknologi ini dapat bekerja bersama untuk menyediakan alat yang lebih canggih dan efektif dalam mendeteksi, menganalisis, dan merespons aktivitas perjudian ilegal di Internet,” kata Pratama yang juga Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC di Semarang pada Kamis, 14 November 2024.

Pratama menjelaskan AI dapat memantau lalu lintas Internet dan mengenali pola perilaku yang mencurigakan. Hal ini mengingat, melalui machine learning, AI dapat dilatih mengidentifikasi tanda-tanda spesifik dari aktivitas perjudian daring. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) PTIK ini menyebutkan analisis data besar memungkinkan pengumpulan dan analisis volume data yang sangat besar dari berbagai sumber. Dalam konteks perjudian daring, kata dia, data besar dapat mencakup riwayat transaksi keuangan, catatan akses Internet, interaksi media sosial, dan banyak lagi. Sebab, dengan menggunakan algoritma analisis yang canggih, data ini dapat diproses untuk mengidentifikasi pola yang menunjukkan aktivitas perjudian ilegal.

Menurut dosen pascasarjana pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini, kombinasi AI dan data besar juga dapat mengembangkan model prediktif yang bisa mengidentifikasi situs perjudian ilegal sebelum mereka menjadi aktif secara penuh. Dengan menganalisis data historis dan tren saat ini, kata Pratama, model ini dapat memprediksi kapan dan di mana situs perjudian ilegal baru mungkin muncul sehingga memungkinkan pihak berwenang bertindak proaktif dalam mencegah aktivitas ilegal. Dia menambahkan teknologi AI juga dapat digunakan dalam analisis sentimen di media sosial dan forum diskusi, tempat banyak operator perjudian ilegal memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan layanan mereka. (Yetede)

Tantangan Teknologi dan Disinformasi membayangi Media

14 Nov 2024

Dampak teknologi terhadap media dan jurnalistik merupakan tantangan yang mesti dihadapi. Di sisi lain, media, bersama masyarakat, bertanggung jawab untuk mengatasi disinformasi dan misinformasi. Hal itu terungkap dalam diskusi ASEAN-Korea Media Forum bertema ”The Impact of Technology on Journalism, Response to Disinformation” yang diselenggarakan Korea Press Foundation (KPF) dalam rangkaian KPF Journalism Conference 2024 di Seoul, Korselea Selatan, Rabu (13/11). Diskusi yang dimoderatori Jaemin Jung, pengajar di College of Liberal Arts and Convergence Science, itu menghadirkan jurnalis di ASEAN dan Korsel sebagai panelis.

Wan Muhammad Aslah Wan Razali, wartawan agensi Berita Nasional Malaysia (Bernama), mengatakan, salah satu kesulitan yang ditimbulkan teknologi adalah kemampuan media untuk tetap terhubung dengan pembaca muda. ”Pembaca muda cenderung tak peduli dengan berita. Maka, kami berusaha menyampaikan berita secepat mungkin melalui media sosial. Bentuknya bisa artikel atau video,” ujarnya. Menurut Ng Soon Kiat, Associate News Editor SPH Media, dampak teknologi bagi media di SPH Media Singapura ditandai dengan transformasi dari cetak ke mobile first audience. Distribusi dari cetak menjadi orientasi platform media sosial. ”Kami membagi konten kami ke platform berbeda, misalnya di Tiktok, Facebook, dan Instagram. konten lebih singkat sehingga lebih mudah dimengerti,” katanya.

Transformasi tersebut, diakuinya, membuat koran terlihat ”tua”. Maka, perusahaan melakukan sejumlah langkah, di antaranya rebranding agar selaras dengan transformasi. Keoxomphou Sakdavong, Deputy Head of Business News Section, Vientiane Times, Laos, menyampaikan, perubahan akibat teknologi yang bergerak cepat membuat media berubah dari berorientasi cetak ke digital. Namun, hal itu memicu isu baru, yakni pendapatan iklan digital yang tidak setinggi iklan cetak. ”Masalah yang juga muncul, newsroom jadi sepi. Kami rapat di kantor satu kali dalam seminggu. Padahal, saat masih berorientasi cetak, kami rapat setiap hari,” ujarnya. Menurut Laporan Risiko Global 2024 yang dirilis Forum Ekonomi Dunia pada Januari 2024, misinformasi dan dis- informasi menempati posisi pertama dalam daftar risiko global. (Yoga)


Raksasa Teknologi AS dan Rusia Investasi Teknologi AI di Indonesia

11 Nov 2024
Menteri Komukasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap, perusahaan raksasa teknologi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), yaitu Microsoft, dan Yandex Group, perusahaan teknologi yang berbasis di Rusia, berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Keduanya  tertarik untuk mengembangkan ekosistem kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di Indonesia. Meutya mengaku banyak perusahaan teknologi informasi global yang berminat investasi mengembangkan ekosistem AI di Indonesia Menurut Meutya, keterikan kedua perusahaan tersebut, karena melihat potensi pengembangan teknologi AI sangat besar dan stratgeis untuk mendukung kemajuan digital di Indonesia. "AI berkembang sangat cepat di dunia. Peran AI bagi manusia pun terus meningkat di berbagai sektor. Kami mengapresiasi  minat yandex Group dan Microsoft untuk menanamkan investasi di Indonesia," ungkap Meutya.