;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Keterampilan Kerja yang Diperlukan Dunia Industri Terus Mengalami Perubahan

24 Jan 2025
Keterampilan kerja yang diperlukan dunia industri terus mengalami perubahan. Pandemi Covid-19, yang disertai kemajuan pesat teknologi digital, telah menyebabkan gangguan signifikan pada dunia kerja dan kebutuhan akan keterampilan. Ketidakstabilan permintaan keterampilan kerja semacam ini diperkirakan akan makin meningkat dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan laporan Pekerjaan Masa Depan 2025 (Future of Jobs Report 2025) yang dirilis oleh Forum Ekonomi Dunia pada 8 Januari 2025, penerapan alat bekerja digital, solusi kerja jarak jauh, dan teknologi canggih, seperti pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan generatif yang dipercepat, sejak pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan di dunia lebih memahami keterampilan kerja yang penting dan paling dibutuhkan untuk menavigasi perubahan.

Tingkat gangguan permintaan keterampilan kerja tidak seragam di seluruh negara dan sektor industri. Negara dengan pendapatan rendah hingga menengah dan negara terdampak konflik cenderung mengalami gangguan permintaan keterampilan kerja lebih besar. Sementara itu, negara berpendapatan tinggi memperkirakan lebih sedikit perubahan permintaan keterampilan kerja. Secara umum, para pengusaha yang disurvei dalam laporan itu memperkirakan 39 persen keterampilan inti rata-rata pekerja di dunia akan berubah pada 2030. Adapun untuk Indonesia, khususnya, diprediksi 36 persen keterampilan inti rata-rata pekerjanya akan berubah dalam kurun waktu 2025-2030. Laporan Pekerjaan Masa Depan 2025 menegaskan, pemikiran analitis tetap menjadi keterampilan kerja inti utama hingga 2030.

Keterampilan kerja inti lainnya adalah ketahanan, fleksibel, dan ketangkasan; kepemimpinan dan pengaruh sosial; pemikiran kreatif dan motivasi; kesadaran diri; literasi teknologi; empati dan aktif mendengarkan; keingintahuan dan mau terus belajar; manajemen talenta; orientasi pelayanan dan layanan pelanggan; serta kecerdasan buatan dan mahadata. ”Keterampilan inti yang berupa ketangkasan, inovatif, kolaboratif itu sama krusialnya dengan kemampuan memecahkan masalah dan ketahanan pribadi untuk meraih kesuksesan dalam bekerja pada masa depan,” tulis Forum Ekonomi Dunia dalam laporan Pekerjaan Masa Depan 2025. Keterampilan inti berupa kepemimpinan dan pengaruh sosial; ketahanan, fleksibilitas, dan ketangkasan; serta kecerdasan buatan dan mahadatkan mengalami peningkatan relevansi yang nyata. Sebaliknya, keterampilan inti seperti ketergantungan, perhatian terhadap detail, dan kontrol kualitas telah menurun. (Yoga)

Peluang Emas di Industri Data Center

23 Jan 2025

Dua pengembang kawasan industri besar, BEST dan DMAS, mencatatkan pendapatan yang signifikan pada tahun 2024 berkat tingginya permintaan lahan dari sektor data center. BEST berhasil mencapai marketing sales sebesar Rp404 miliar pada September 2024, didorong oleh sektor data center yang menjadi pendorong utama, sementara DMAS membukukan pendapatan operasional sebesar Rp1,7 triliun, dengan sektor data center berkontribusi 64,5% dari penjualan lahan industri mereka. Kinerja positif ini juga mencerminkan peningkatan margin laba kotor dan laba usaha yang signifikan.

Tondy Suwanto, Direktur DMAS, mengungkapkan bahwa data center terus menjadi sektor primadona dalam permintaan lahan industri. Di sisi lain, sektor data center global diperkirakan akan terus berkembang pada 2025, dengan sejumlah pemain besar seperti Edge Digital dan Microsoft mengumumkan investasi besar-besaran dalam pengembangan data center. Hal ini memberikan prospek yang baik bagi pengembang kawasan industri di Indonesia, dengan sektor ini diperkirakan akan tetap menjadi magnet investasi seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas digital di tanah air.



KPPU Denda Google yang Melakukan Praktek Monopoli Sebesar Rp 202,5 Miliar

23 Jan 2025
Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU menyatakan bahwa Google LLC terbukti melakukan praktik monopoli dan menyalahgunakan posisi dominan untuk membatasi pasar serta menghambat pengembangan teknologi. Menanggapi keputusan tersebut, Google dalam keterangan tertulis kepada media di Indonesia menyatakan ketidaksetujuannya dan menegaskan kesiapan untuk mengajukan banding. Atas pelanggaran melakukan praktik monopoli dan menggunakan posisi dominan untuk membatasi pasar dan pengembangan teknologi yang dilakukan GoogleLLC,Majelis Komisi KPPU menjatuhkan denda Rp 202,5 miliar dan memerintahkan perusahaan untuk menghentikan kewajiban penggunaan Google Play Billing dalam layanan toko aplikasi Google Play Store. Majelis Komisi KPPU juga memerintahkan Google LLC sebagai pihak terlapor untuk mengumumkan pemberian kesempatan kepada seluruh pengembang aplikasi untuk mengikuti sistem penagihan sesuai pilihan pengguna (user choice billing) dengan memberikan insentif berupa pengurangan service fee minimal 5 persen selama kurun 1 tahun.

Keputusan KPPU tersebut dibacakan Ketua Majelis Komisi KPPU Hilman Pujana dalam sidang pembacaan putusan Perkara Nomor 03/KPPU-I/2024 tentang Dugaan Pelanggaran Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 terkait Penerapan Google Play Billing System yang berlangsung di Gedung KPPU, Jakarta, Selasa (21/1/2024) sekitar pukul 22.00 WIB. ”Pembayaran denda di atas wajib dibayarkan selambat-lambatnya 30 hari sejak pembacaan putusan. Putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht),” kata Hilman. Google LLC bisa mengajukan keberatan ke pengadilan niaga dalam jangka selambat-lambatnya 14 hari setelah pembacaan putusan KPPU tersebut. Manajemen Google LLC beserta kuasa hukumnya, yakni firma pengacara Assegaf '& Partners dan Ginting & Reksodiputro yang berafiliasi dengan A&O Shearman, mangkir dalam sidang itu. Dalam putusan, Majelis Komisi KPPU menjelaskan bahwa pasar bersangkutan dalam perkara yang melibatkan Google LLC ini menggunakan analisis pasar multisisi, di mana Google Play Store merupakan platform toko digital yang menghubungkan antara pengembang dan pengguna aplikasi dengan menyediakan Google Play Billing System sebagai sistem penagihan dalam transaksi pembayaran untuk pembelian produk dan layanan digital dalam aplikasi (in-app purchase). (Yoga)


Media Negara dan Kedaulatan Komunikasi

22 Jan 2025
Dalam sebuah talkshow Menyongsong Indonesia Maju di TVRI Sumatera Selatan belum lama ini, anggota DPR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyampaikan gagasan soal penggabungan RRI, TVRI, dan Antara jadi sebuah institusi media negara yang komunikatif, efisien, dan efektif. Media Negara dan Kedaulatan Komunikasi Ia menyebut BBC (British Broadcasting Corporation) di Inggris sebagai rujukan satu sumber tepercaya dalam pencarian informasi. Sebenarnya wacana penggabungan RRI dan TVRI sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang Radio Televisi Republik Indonesia (RTRI) yang menjadi usul inisiatif DPR sejak 2012, dan pada 2015 masuk daftar Prioritas Program Legislasi Nasional DPR periode 2014-2019. Namun, sampai hari ini pembahasan masih berjalan di tempat. Indonesia sudah ketinggalan dari negara-negara lain. Kita masih memaknai penyiaran sebagai metode penyiaran terestrial melalui pemancar televisi(TV) atau radio saja. Sementara jika kita melihat di luar, broadcasting menjadi salah satu elemen multiplatform yang ter integrasi dalam konvergensi media.

Semua ini menyatukan 3 C—computing, communication, dan content-aspek informasi komputer, jejaring telekomunikasi, dan penyedia konten (termasuk televisi, penerbit berita, radio, musik, film, dan hiburan). Penggabungan TV, radio, dan internet sekaligus merupakan sebuah keniscayaan seperti di banyak negara lain yang memiliki public service media (PSM). Beberapa dari PSM ini sekaligus menjadi media negara, seperti BBC Inggris, DW (Deutsche Well) Jerman, TRT (Türkiye Radyo ve Televizyon Kurumu) Turki, atau RTTL (Radio-Televisão Timor Leste) Timor Leste. Dengan adanya perluasan definisi penyiaran, media apa pun, baik itu TV, radio, maupun media digital, memiliki tugas utama untuk inform, educate, entertain (menginformasi, mendidik, dan menghibur) yang menjadi rangkaian prinsip BBC yang didirikan tahun 1922. Karena itu, PSM merupakan organisasi media multiplatform milik publik yang menyediakan berita, hiburan, dan pendidikan yang relevan dan tak memihak kepada audiensnya.

Dalam konteks inilah, TV publik harus menjadi ajang percakapan semua lapisan masyarakat sehingga semua pihak tergerak untuk memecahkan persoalan sehari-hari. Jika kita mengacu pada BBC, mereka setiap pagi memiliki program BBC Breakfast yang selain berita rutin, juga membahas kebijakan pelayanan publik dan mitigasi problem sosial. Yang menarik, dalam jurnal yang dirilis Statista, 29 Juli 2024, di Amerika, ternyata BBC masih menguasai 33 persen dari seluruh khalayak pemirsa TV di Inggris. PSM harus bisa menciptakan inovasi yang membedakan dengan media komersial lain, misalnya dalam mengedukasi publik melalui program pendidikan di mana TV swasta enggan melakukan hal ini karena kurang menguntungkan secara komersial. Sebagai contoh, inovasi oleh VRT (Vlaamse Radio-en Televisieomroepor- ganisati), TV publik di Belgia yang meluncurkan EDUbox, konsep pendididkan inovatif pelajar kelas menengah. (Yoga)


XLSmart: Harapan Baru untuk Pertumbuhan Bisnis

21 Jan 2025
Merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dan akuisisi Link Net (LINK) memperkuat posisi EXCL dalam industri telekomunikasi, menciptakan entitas baru bernama XLSmart Telecom Sejahtera. Menurut Gani, analis Ciptadana Sekuritas, merger ini menciptakan potensi sinergi tahunan senilai USD 300 juta–400 juta selama tiga hingga empat tahun ke depan, dengan fokus pada optimalisasi jaringan, efisiensi operasional, dan memanfaatkan ekosistem grup seperti pusat data dan analitik.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Daniel Widjaja, menilai merger ini memberikan dampak positif jangka panjang melalui penambahan pelanggan, variasi paket layanan, serta peluang integrasi dengan ekosistem digital Grup Sinar Mas, seperti DANA dan pusat data. EXCL juga telah meningkatkan harga paket tanpa memengaruhi permintaan, menunjukkan stabilitas pasar.

Selain itu, Aditya Prayoga, analis Phintraco Sekuritas, menyebut EXCL menjadi pemain fixed broadband (FBB) terbesar kedua setelah IndiHome berkat akuisisi Link Net, dengan basis pelanggan mencapai 289.000 per September 2024 (pertumbuhan 40% YoY). Adopsi teknologi memperkuat posisinya, dengan aplikasi digital EXCL telah digunakan oleh 32,2 juta pengguna.

Ketiga analis (Gani, Daniel, dan Aditya) memberikan rekomendasi beli saham EXCL dengan target harga Rp 2.900–3.000, meskipun pada penutupan Senin (20/1), harga saham EXCL turun 0,88% menjadi Rp 2.250 per saham.

Sorotan terhadap Coretax System: Harapan dan Tantangan

20 Jan 2025
Peluncuran sistem Coretax DJP senilai Rp 1,2 triliun yang dirancang oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada awal 2025 untuk mendukung pelaporan pajak elektronik menuai banyak kritik akibat berbagai masalah teknis. Banyak wajib pajak melaporkan kendala seperti faktur pajak yang tidak dapat diproses, pesan error saat pengisian data, dan keterlambatan operasional. Di media sosial, sejumlah pengguna mengungkapkan pengalaman mereka, meskipun sebagian mencatat adanya perbaikan.

Ekonom Celios, Nailul Huda, mengkritik pemerintah karena dinilai terlalu tergesa-gesa meluncurkan Coretax tanpa pengujian sistem yang memadai. Ia bahkan menyarankan agar Dirjen Pajak mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegagalan sistem yang menggunakan dana publik besar. Selain itu, ia menyoroti perlunya evaluasi terhadap kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani di 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.

Meski demikian, Pino Siddharta, Ketua Departemen Penelitian dan Pengkajian Kebijakan Fiskal IKPI, mengakui adanya perbaikan signifikan sejak awal penerapan Coretax. Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, meminta publik untuk bersabar dan memberi waktu tiga hingga empat bulan agar sistem dapat berfungsi optimal.

Permasalahan Coretax menunjukkan tantangan dalam implementasi sistem teknologi besar dan menggarisbawahi pentingnya pengujian dan kesiapan yang matang sebelum peluncuran layanan berbasis digital.

Presiden Dukung Proyeksi Pembatasan Akses Media Sosial

16 Jan 2025

Presiden Prabowo Subianto mendukung rencana pembatasan penggunaan media sosial untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun. Pembatasan ini meliputi larangan akses terhadap platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa kebijakan ini mendapat sinyal positif dari Presiden, yang sangat peduli dengan menciptakan ruang digital yang sehat untuk pendidikan anak-anak.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang mengkaji penerapan kebijakan tersebut, dengan mempertimbangkan baik sisi positif maupun negatif media sosial bagi anak-anak. Nezar mengimbau agar orang tua aktif mengawasi penggunaan media sosial anak-anak mereka. Saat ini, pemerintah sedang berdiskusi dengan berbagai pihak terkait untuk merumuskan kebijakan yang melibatkan perlindungan perempuan dan anak.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, juga mengungkapkan bahwa pembatasan media sosial sesuai usia seperti yang diterapkan di Australia sedang dipertimbangkan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk melindungi anak-anak di era digital, sambil terus memperkuat kajian perlindungan anak dan melibatkan DPR dalam pembuatan aturan yang lebih ajeg.



Rencana Hentikan Cek Fakta Meta Picu Kekhawatiran Banyak Pihak

14 Jan 2025
Sejumlah pihak mengkhawatirkan rencana Meta, perusahaan induk berbagai platform media sosial, untuk menghentikan program cek fakta. Rencana ini berpotensi memperluas penyebaran misinformasi di ruang digital. Meta yang membawahkan Facebook, Instagram, Whatsapp, dan Threads berencana mengganti cek fakta dengan sistem catatan komunitas, seperti yang diterapkan di media sosial X. Meta menyebut pihaknya ingin kembali ke komitmen dasar dalam mendukung kebebasan berekspresi. Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) menyebut, penghentian program cek fakta tersebut dapat mengancam kebenaran. Platform yang tidak mengutamakan kebenaran dikhawatirkan memperluas penyebaran misinformasi dan ujaran kebencian. Hal ini berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap media sosial dan media berita sebagai sumber informasi. IFJ juga menyinggung Piagam Etika Global untuk Jurnalis yang menyebutkan ”Menghormati fakta dan hak publik atas kebenaran adalah tugas pertama jurnalis. 

Sekretaris Jenderal IFJ Anthony Bellanger mengatakan, kebenaran merupakan landasan jurnalisme. ”Pengumuman (rencana Meta menghentikan cek fakta)ini merupakan pukulan telak bagi ekosistem informasi global. Betapa pun tidak sempurnanya pengecekan fakta, hal itu didasarkan pada prinsip bahwa ada fakta yang dapat diperiksa,” ujarnya, dilansir dari laman IFJ, Senin (13/1/2025). Rencana menghentikan program cek fakta juga akan semakin menyulitkan upaya melawan penyebaran informasi secara daring yang menyesatkan. Selama ini, artikel dan unggahan yang dianggap salah oleh pemeriksa fakta akan ditandai dengan peringatan. Tanda tersebut dapat menjadi catatan bagi pengguna media sosial untuk mewaspadai konten yang tidak sesuai dengan fakta. Namun, jika cek fakta dihapuskan, pengguna media sosial dikhawatirkan akan semakin mudah terpapar informasi yang menyesatkan. Psikolog sosial di Cambridge University, Inggris, Sander van der Linden, mengatakan, pemeriksaan fakta di media sosial telah membantu meyakinkan orang tentang informasi yang benar dan dapat dipercaya. (Yoga)

Pada Tahun 2025 Menjadi Ajang Perlombaan Meta, Apple, Google, dan OpenAI

28 Dec 2024

Pada 2024, perusahaan teknologi global terus berlomba merilis pembaruan kecerdasan buatan dan perangkat keras terbaru. Namun, sejumlah inovasi berbasis kecerdasan buatan yang lebih personal masih belum diungkapkan. Lantas, apa saja rencana mereka untuk tahun 2025? The Financial Times, Senin (23/12/2024), melaporkan, Meta akan menambahkan layar dalam produk kacamata pintarnya, Ray-Ban, pada semester II-2025. Layar itu dapat menampilkan pemberitahuan dan respons dari robot percakapan atau chat bot Meta. Kepala Teknologi Meta Andrew Bosworth mengatakan, pengguna akan menikmati asisten kecerdasan buatan yang dipersonalisasi pada 2025. Asisten ini tidak hanya menanggapi perintah, tetapi juga membantu pengguna sepanjang hari. ”Salah satu hal yang paling saya nantikan tahun 2025 adalah evolusi asisten kecerdasan buatan,” katanya. Perusahaan raksasa teknologi lainnya, yakni Apple, bakal meluncurkan asisten kecerdasan buatan Siri yang juga lebih personal. Waktu peluncuran belum jelas, apakah tahun 2025 atau 2026.

Hanya saja, Business Insider baru-baru ini menuliskan bahwa Apple akan mengumumkan model bahasa besar (large language model/LLM) Siri pada 2025. Hal itu sejalan dengan pemberitaan Bloomberg pada November 2024 yang menuliskan, Apple mengumumkan peluncuran perangkat rumah pintar pada Maret 2025. Perangkat itu diperkirakan menyerupai sabak yang dipasang di dinding dan dapat mengontrol peralatan, mengelola panggilan video, dan menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mengakses aplikasi. Selain itu, Apple dikabarkan bakal mengumumkan model Iphone Air yang ramping serta versi baru iPhone SE dengan harga lebih terjangkau dan mendukung Apple Intelligence. Dari sisi Google, Business Insider menuliskan, Google telah bermitra dengan Samsung dan Qualcomm. Kemitraan ini untuk mengembangkan proyek teknologi realitas campuran (mixed reality) yang akan dirilis pada platform komputasi spasial Android XR. Proyek yang bakal dirilis pada 2025 itu menawarkan pengalaman pemakaian teknologi mixed reality dan asisten kecerdasan buatan milik Google, yaitu Gemini, secara terintegrasi. (Yoga)

Ketatnya Persaingan Jadi Ujian Baru

18 Dec 2024
PT Telkom Indonesia (TLKM) berencana menaikkan harga seluler secara bertahap untuk meningkatkan pendapatan dan average revenue per user (ARPU) yang mengalami penurunan. Aditya Prayoga, Analis Phitraco Sekuritas, menyebut langkah ini dapat memperbaiki margin keuntungan dan rasio profitabilitas TLKM, serta mengurangi risiko perang harga antar-operator. Namun, potensi penurunan jumlah pelanggan tetap menjadi risiko, terutama bagi pelanggan dengan pendapatan rendah yang sensitif terhadap kenaikan harga.

Sukarno Alatas, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai kebijakan kenaikan harga ini strategis untuk mengurangi tekanan persaingan harga dan memperbaiki struktur biaya. Meski pangsa pasar mungkin menyusut, pelanggan yang mengutamakan kualitas layanan bisa tetap setia, sehingga kebijakan ini berpotensi meningkatkan kinerja TLKM jika diterapkan secara tepat.

Di sisi lain, Kevin Jonathan Panjaitan, Analis Bahana Sekuritas, menurunkan rating TLKM dari "buy" menjadi "hold" dengan target harga Rp 3.100 per saham, akibat penurunan harga saham TLKM sebesar 34,34% sejak awal tahun. Penurunan ini dipengaruhi oleh kinerja keuangan yang stagnan dan keluarnya investor asing, yang memegang 77% saham TLKM yang diperdagangkan secara publik.

Hingga September 2024, pendapatan TLKM hanya tumbuh 0,9% YoY, dengan penurunan pendapatan SMS, telepon tetap, dan seluler sebesar 27% YoY. ARPU turun dari Rp 47.800 menjadi Rp 44.500, dan laba bersih anjlok 9,4% YoY akibat peningkatan biaya, termasuk program pensiun dini.

Meski demikian, Aditya menargetkan harga TLKM mencapai Rp 3.440 per saham, sementara Sukarno memproyeksikan Rp 3.200 per saham. Hal ini menunjukkan potensi perbaikan jika kebijakan kenaikan harga berhasil diimplementasikan tanpa kehilangan terlalu banyak pelanggan.