;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

Persaingan Ketat di Segmen Premium

03 Feb 2025

Meskipun ada peningkatan penjualan retail mobil premium di Indonesia yang mencerminkan kuatnya kepercayaan konsumen terhadap segmen ini, penurunan tajam dalam setahun terakhir memberikan sinyal peringatan bagi para produsen yang bersaing di pasar kendaraan mewah. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah peralihan konsumen dari mobil premium ke kendaraan listrik, yang semakin populer dan menjadi kebutuhan pasar di masa depan.

Menurut beberapa tokoh industri otomotif, pabrikan mobil premium harus berinovasi dan menghadirkan kendaraan listrik premium untuk tetap bersaing di pasar nasional. Kehadiran merek-merek baru turut memberi tekanan, namun juga membuka peluang bagi pabrikan lama untuk meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan diri dengan ekspektasi konsumen Indonesia. Pemerintah, di sisi lain, perlu meninjau regulasi pajak, terutama PPN dan pajak daerah, yang berpotensi menghambat daya beli konsumen, termasuk di segmen mobil premium.

Komisi XIII apresiasi Menteri Imipas tindak tegas pungli di Soetta

02 Feb 2025
Komisi XIII DPR RI memberikan apresiasi kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto atas tindakan tegasnya dalam menindak kasus pungutan liar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Almuzzammil Yusuf dari Komisi XIII menyatakan bahwa penegakan hukum yang jelas sangat penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme aparat negara, terutama di bandara sebagai pintu gerbang udara terbesar di Indonesia. Dia juga menekankan perlunya perbaikan sistem keimigrasian agar transparan, bersih, dan profesional untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan melindungi negara dari ancaman masuk melalui jalur udara.

Paus Biru Pemantik Keresahan Amerika

01 Feb 2025
Kejutan besar datang dari timur. Perusahaan rintisan teknologi asal Cina, Hangzhou DeepSeek Artificial Intelligence Co Ltd, mengguncang industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) global dengan capaian yang disebut-sebut luar biasa. Aplikasi AI mereka, DeepSeek, merangsek ke puncak toko aplikasi berbasis iOS dan Android, menyalip dominasi ChatGPT milik OpenAI. Merujuk pada data firma penyedia analisis aplikasi berbasis di New York, Amerika Serikat, Appfigures, DeepSeek telah menempati peringkat pertama kategori aplikasi gratis di 52 negara per 27 Januari 2025. Aplikasi berlogo paus biru itu juga menjadi yang teratas di Amerika Serikat, rumah bagi OpenAI dan Google yang selama ini berlomba mengembangkan teknologi AI.

“Aplikasi ini sekarang berada dalam daftar top 10 aplikasi gratis di 111 negara di App Store dan di 18 negara di GooglePlay,” demikian yang tertulis dalam laporan Appfigures dikutip dari TechCrunch. DeepSeek memiliki dua model AI utama. Perusahaan yang bermarkas di Kota Hangzhou, Cina, ini lebih dulu merilis DeepSeek V3 pada Desember 2024, hasil pengembangan AI model interaksi teks (chatbot) mereka sebelumnya. Teranyar, DeepSeek R1 diluncurkan pada 20 Januari 2025. Sebagai model simulasi proses logika manusia (reasoning model), R1 melengkapi infrastruktur DeepSeek yang sekarang dianggap setara dengan pengembang teknologi AI asal AS, seperti OpenAI, Meta, dan Google. 

Peluncuran itu mencuri perhatian karena DeepSeek mengklaim mengembangkan R1 hanya dalam kurun waktu dua bulan. Biaya yang dihabiskan juga kurang dari US$ 6 juta—sekitar Rp 98 miliar dengan kurs rupiah saat ini 16.347 per dolar AS. Angka ini jauh lebih murah ketimbang investasi yang digelontorkan pemain utama AI di Silicon Valley. Sebagai perbandingan, OpenAI membutuhkan waktu satu dekade untuk mencapai posisinya saat ini. Nilai pendanaan yang dihabiskan perusahaan milik Sam Altman ini ditaksir telah menembus Rp 105,6 triliun. OpenAI juga mempekerjakan 4.500 karyawan, sekitar 22 kali lebih banyak daripada DeepSeek. (Yetede)


Fenomena Paylater: Antara Kemudahan dan Risiko

01 Feb 2025

 Pengelolaan keuangan yang berbeda antara karakter Kaluna dalam film Home Sweet Loan dan Tika dalam Paylater. Kaluna berhasil mengumpulkan uang Rp300 juta untuk membeli rumah dengan cara berhemat dan mengelola keuangannya dengan bijak. Sebaliknya, Tika mengalami kesulitan finansial akibat kebiasaan berbelanja dengan menggunakan fasilitas Pay Later (BNPL), yang akhirnya menyebabkan dirinya terjerat utang dan mengganggu rencananya untuk memiliki aset dan masa depan yang lebih baik.

Paylater, yang mempermudah konsumen membeli barang secara cicilan tanpa pemeriksaan kredit tradisional, menjadi populer di kalangan generasi muda yang akrab dengan teknologi. Meskipun memiliki manfaat sebagai alternatif pembiayaan, penggunaannya yang tidak bijak bisa menjerumuskan konsumen dalam utang, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan guna memanfaatkan fasilitas seperti Paylater secara bertanggung jawab.


Laba Industri Pakaian Anak

01 Feb 2025

Prospek cerah industri pakaian anak, yang semakin diminati seiring meningkatnya kesadaran orang tua terhadap kualitas, kenyamanan, dan desain pakaian anak yang stylish. Brand-brand pakaian anak lokal Indonesia, seperti TNQ Kids yang didirikan oleh Devina Alviola, semakin berkembang dan mulai menembus pasar internasional. Devina memulai TNQ Kids pada 2019, dengan fokus pada pakaian anak yang nyaman, sederhana, dan unisex. Dalam perjalanan bisnisnya, ia menghadapi tantangan dalam memastikan kenyamanan bahan dan desain, tetapi berhasil mencapai kesuksesan melalui pemasaran kreatif di media sosial.

Selain TNQ Kids, brand lain yang sukses menembus pasar ekspor adalah Boho Panna, yang didirikan oleh Devy Natali dan Irene Kristi. Boho Panna berhasil menarik perhatian konsumen baik di pasar lokal maupun internasional dengan produk pakaian anak yang mengusung desain minimalis dan menggunakan kain premium yang nyaman untuk kulit anak.

Kedua brand ini menunjukkan bahwa industri pakaian anak di Indonesia memiliki potensi besar, baik di pasar domestik maupun internasional, terutama dengan adanya fokus pada inovasi dan kualitas produk. Keberhasilan mereka juga dipengaruhi oleh penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif serta komitmen untuk memberikan produk yang nyaman dan aman bagi anak-anak.

Asuransi Gaya Hidup, Pasar Baru yang Kian Menjanjikan

01 Feb 2025
PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) akan fokus mengembangkan produk asuransi berbasis gaya hidup dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Direktur Keuangan YOII, Randy Tandra, menyebutkan bahwa asuransi perjalanan menjadi pilar utama bisnis perusahaan dengan kontribusi 60% terhadap total premi. Ke depan, YOII juga akan mengembangkan produk asuransi kendaraan bermotor dan asuransi mikro lainnya.

Selain itu, YOII menghentikan pemasaran asuransi kredit pada tahun 2025 dan akan mengandalkan asuransi aneka sebagai sumber utama pendapatan. Perusahaan juga tengah mengembangkan aplikasi insurance wallet, sebuah dompet asuransi digital yang mempermudah pelanggan dalam penyimpanan polis, klaim, pembayaran premi otomatis, serta rekomendasi produk berbasis artificial intelligence (AI).

Direktur Utama YOII, Adi Wibowo Adisaputro, menegaskan bahwa inovasi digital ini bertujuan untuk menjadikan asuransi lebih inklusif dan efisien. Dana hasil initial public offering (IPO) sebesar Rp 41,2 miliar akan digunakan untuk pengembangan aplikasi digital, pemasaran, dan infrastruktur teknologi.

Dengan strategi ini, YOII menargetkan pertumbuhan pendapatan premi Rp 420–430 miliar di tahun 2025, meningkat 30% dari tahun sebelumnya. Perusahaan berharap transformasi digital ini akan mempercepat layanan, mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik, serta meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia.

Indeks Tekno Perkasa Kala Deepsek Gebuk Raksasa Global

31 Jan 2025
Gelembung bubble platform kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) asal China, Deepseek, menggebuk beberapa indeks saham global. Indeks sektor teknologi atau IDX Techno justru perkasa. Raksasa teknologi dalam negeri bersiap melanjutkan investasi di bidang AI untuk mempertebal keuntungan. Indeks saham global yang terpapar turbulensi Deepssek semisal Nasdaq S&P 500, dan Dow Jones Industrial Average. Terakhir kali dilihat, kinerja ketiganya longsor ke teritori merah. Nasdaq ambles 96,21 poin (0,49%), S&P 500 jeblok 29,09 poin (0,32%). Merahnya indeks tersebut akibat ambruknya kinerja saham-saham produsen chipset & teknologi seperti Nvidia, Raecle, Dell, Microdoft, dan Alphabet. Di sisi lai, IDX Techno pada perdagangan Kamis (30/1/2025), malah menunjukkan penguatan sebesar 1,06% ke posisi 4.335. 01 atau tumbuh 8,43% secara year-to-date (ytd). Penguatan indeks  yanga dihuni emiten itu terjadi setelah saham-saham berbasis teknologi seperti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge berkinerja hijau hingga masuk barisan top gainers dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 35% dan 25%. Begitupun dengan saham DCII dan EMTK yang outperform dengan penguatan harga masing-masing 3,44% dan 6,48%. (Yetede)

DeepSeek Bisa Menggeser Dominasi AS di Industri Kripto

31 Jan 2025
Perusahaan kecerdasan buatan atau AI bernama DeepSeek asal China tidak hanya mengganggu bisnis produk AI global, tetapi juga pasar investasi kripto. Keunggulan produk ini dapat menggeser dominasi Amerika Serikat sebagai katalis pertumbuhan industri kripto di dunia. DeepSeek model R1 besutan Liang Wenfeng pada pekan terakhir Januari 2025 menyalip deretan aplikasi AI teratas buatan Amerika Serikat, seperti ChatGPT milik perusahaan OpenAI, Gemini milik Google,termasuk Llama milik Meta. DeepSeek disebut-sebut berhasil membuktikan keandalan dan efisiensi te nologi dapat hadir dari modal terbatas. Dobrakan inovasi DeepSeek pun mendadak menjatuhkan harga saham perusahaan teknologi terkait di dunia. Saham perusahaan semikonduktor atau cip, dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di dunia, Nvidia, pun ikut rontok hingga 18 persen dalam satu hari perdagangan pada Senin (27/1/2025).

Kondisi ini terburuk setelah Nvidia sendiri sulit menjual perangkat keras pendukung teknologi AI ke China karena kebijakan perdagang  Pemerintah AS belakangan ini. Hambatan itu disebut membuat DeepSeek semakin mengoptimalkan penggunaan cip lama dan perangkat lunaknya. Tidak hanya di pasar saham, kehadiran DeepSeek ikut mengguncang industri kripto. Panji Yudha, analis perusahaan perdagangan kripto Indonesia, Ajaib, mengatakan, aplikasi China ini mendisrupsi pemanfaatan application programming interface (API) kripto. Maret  2020. API adalah komponen penting yang menghubungkan berbagai aplikasi dan jaringan token kripto, untuk mengambil data pasar, memfasilitasi transaksi, hingga menyediakan informasi tentang mata uang kripto. Pemanfaatan DeepSeek, kata Panji, menghemat biaya operasional API kripto yang umumnya senilai 4,4 dollar AS (Rp 715.220) per satu juta token.

”Biaya pengoperasian API DeepSeek hanya 10 sen per satu juta token. Seorang pengembang bahkan melaporkan dapat memproses 200.000 permintaan API hanya dengan biaya sekitar 50 sen,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/1/2025). Fenomena ini, Panji melanjutkan, membuat token berbasis AI dan teknologi blockchain untuk menambang kripto terdampak.Muncul banyak token palsu yang mengklaim terkait DeepSeek. Situs Crypto.news mencatat, Senin (27/1), perusahaan penambangan kripto menanggung efek tersebut. Koin Riot Platforms (RIOT), penambang Bitcoin terkemuka, menurunkan harga token sebesar 15,5 persen. Sementara Cipher Mining (CIFR), pemain kunci lainnya di sektor tersebut, turun lebih dalam sebesar 25 persen. Turbulensi tidak terbatas pada perusahaan pertambangan kripto. Token kripto yang fokus AI, segmen pasar yang khusus, tetapi berkembang, juga mengalami aksi jual signifikan. (Yoga)

Teknologi China Ancam Dominasi AS di Sektor Digital

30 Jan 2025
China semakin menantang dominasi teknologi AS, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI), dengan peluncuran DeepSeek, chatbot AI canggih yang diklaim lebih unggul dibandingkan model buatan OpenAI seperti GPT-4.

Menurut laporan Reuters dan ScienceAlert, model terbaru DeepSeek V3 memiliki kemampuan dalam penalaran, pemecahan masalah, dan pemrograman yang melampaui rata-rata manusia. Keunggulan utama DeepSeek terletak pada efisiensi pengembangannya, dengan biaya hanya US$ 5,58 juta, jauh lebih rendah dibandingkan GPT-4 yang menelan biaya lebih dari US$ 100 juta. Selain itu, DeepSeek hanya menggunakan 2.000 chip H800, sementara OpenAI memanfaatkan hingga 16.000 chip H100.

Keberhasilan DeepSeek langsung mengguncang pasar. Saham Nvidia—raksasa cip asal AS—mengalami penurunan 17% dalam sehari, sementara indeks semikonduktor AS turun 9,2%.

Di sisi lain, muncul kecurigaan dari Microsoft dan OpenAI terkait kemungkinan pencurian data. Bloomberg melaporkan bahwa Microsoft tengah menyelidiki dugaan bahwa individu terkait DeepSeek pernah mengekstraksi data dari sistem OpenAI. Jika terbukti, ini bisa menjadi konflik besar dalam persaingan AI antara China dan AS.

Kualitas Jaringan Internet Jadi Faktor Penghambat UMKM

28 Jan 2025
Pemerintah berusaha keras agar usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM Indonesia bisa naik kelas, baik dari skala usaha maupun pemasarannya. Salah satu upaya itu ialah dengan mengembangkan platform digital PaDi UMKM. Sayangnya, kualitas jaringan internet di Indonesia yang tak merata dinilai menjadi faktor penghambat pertumbuhan UMKM dalam negeri. Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero saat dihubungi di Jakarta mengatakan, pengembangan platform digital itu memang bisa menjadi salah satu cara memperbaiki kondisi UMKM di Indonesia. Dengan platform digital tersebut, produk UMKM tidak hanya harus kuat di pasar lokal, tetapi juga di pasar global. ”Kita tentu ingin produk UMKM Indonesia semakin banyak dilirik dan diserap di pasar lokal. Produk-produk ini jangan kalah dengan produk luar (impor).

Lalu melindungi produk lokal dari produk impor. Produk UMKM diekspor penting, tetapi sangat penting dan perlu pula kita memperkuat pasar lokal,” kata Edy, Minggu (26/1/2025). Menurut Edy, keberadaan platform digital seperti PaDi UMKM atau platform lainnya akan berdampak positif jika kecepatan dan jangkauan jaringan internet merata di seluruh Indonesia. PaDi UMKM merupakan platform digital yang menawarkan beragam produk buatan UMKM kepada badan usaha milik negara (BUMN), pemerintah pusat dan daerah, kementerian dan lembaga, ataupun korporasi swasta. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia tercatat sebanyak 221,56 juta orang atau 79,5 persen dari total penduduk nasional yang sekitar 282 juta orang. Pada periode 2023, jumlah pengguna internet sebanyak 215,63 juta.

Dari data tersebut, kendati jumlah pengguna internet meningkat, masih terdapat celah besar bagi para pelaku UMKM yang tidak bisa mengakses internet. Tak hanya itu, meski terjangkau internet, para pelaku UMKM mengalami kendala jaringan dan koneksi yang lambat. ”Kondisi ini tentu menghambat perkembangan UMKM untuk menjual produknya ke pasar lokal dan luar negeri. Masih banyak wilayah Indonesia yang belum terjangkau internet. Banyak produk UMKM di wilayah yang bagus dan berpotensi besar, tetapi terkendala pada pemasarannya karena tidak didukung teknologi,” ujar Edy. Oleh karena itu, lanjut Edy, upaya pemerintah dalam mengembangkan platform digital untuk pengembangan UMKM harus diikuti dengan membangun infrastruktur serta akses pendukung lainnya secara luas dan merata. (Yoga)