;

Ketatnya Persaingan Jadi Ujian Baru

Ekonomi Hairul Rizal 18 Dec 2024 Kontan
Ketatnya Persaingan Jadi Ujian Baru
PT Telkom Indonesia (TLKM) berencana menaikkan harga seluler secara bertahap untuk meningkatkan pendapatan dan average revenue per user (ARPU) yang mengalami penurunan. Aditya Prayoga, Analis Phitraco Sekuritas, menyebut langkah ini dapat memperbaiki margin keuntungan dan rasio profitabilitas TLKM, serta mengurangi risiko perang harga antar-operator. Namun, potensi penurunan jumlah pelanggan tetap menjadi risiko, terutama bagi pelanggan dengan pendapatan rendah yang sensitif terhadap kenaikan harga.

Sukarno Alatas, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai kebijakan kenaikan harga ini strategis untuk mengurangi tekanan persaingan harga dan memperbaiki struktur biaya. Meski pangsa pasar mungkin menyusut, pelanggan yang mengutamakan kualitas layanan bisa tetap setia, sehingga kebijakan ini berpotensi meningkatkan kinerja TLKM jika diterapkan secara tepat.

Di sisi lain, Kevin Jonathan Panjaitan, Analis Bahana Sekuritas, menurunkan rating TLKM dari "buy" menjadi "hold" dengan target harga Rp 3.100 per saham, akibat penurunan harga saham TLKM sebesar 34,34% sejak awal tahun. Penurunan ini dipengaruhi oleh kinerja keuangan yang stagnan dan keluarnya investor asing, yang memegang 77% saham TLKM yang diperdagangkan secara publik.

Hingga September 2024, pendapatan TLKM hanya tumbuh 0,9% YoY, dengan penurunan pendapatan SMS, telepon tetap, dan seluler sebesar 27% YoY. ARPU turun dari Rp 47.800 menjadi Rp 44.500, dan laba bersih anjlok 9,4% YoY akibat peningkatan biaya, termasuk program pensiun dini.

Meski demikian, Aditya menargetkan harga TLKM mencapai Rp 3.440 per saham, sementara Sukarno memproyeksikan Rp 3.200 per saham. Hal ini menunjukkan potensi perbaikan jika kebijakan kenaikan harga berhasil diimplementasikan tanpa kehilangan terlalu banyak pelanggan.
Download Aplikasi Labirin :