;

Konversi Kompor Listrik Masih Uji Coba, Target 5 Juta pada 2023

20 Sep 2022 CNN Indonesia
Konversi Kompor Listrik Masih Uji Coba, Target 5 Juta pada 2023

Pemerintah berencana melakukan konversi gas LPG 3 kg ke kompor listrik. PT PLN (Persero) tengah melakukan uji coba di Solo dan Denpasar, dengan membagikan 1.000 paket kompor listrik di masing-masing kota. Tahun depan, pemerintah akan membagikan paket kompor listrik kepada 300 ibu rumah tangga yang menjadi sasaran tahun ini. Rumah tangga penerima paket kompor listrik ini adalah yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Paket tersebut terdiri dari satu kompor listrik, satu alat masak dan satu MCB atau penambah daya khusus untuk kompor listrik.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan harga paket kompor listrik tersebut sekitar Rp 1,8 juta, sehingga jika sasarannya 300 ribu rumah tangga, maka anggaran yang dibutuhkan tahun ini sekitar Rp 540 miliar. "Perencanaan awal, sama-sama dua tungku, awalnya 800 watt, sekarang mau dinaikkan lagi salah satunya 1.000 MW. Jadi biar masaknya lebih kencang (cepat)," kata Rida saat ditemui usai rapat dengan Banggar DPR, Selasa (20/9). Jika perubahan daya dilakukan, maka kata Rida akan ada tambahan anggaran untuk satu paket kompor listrik. Misalnya, saat ini dengan daya 800 watt itu Rp 1,8 juta, maka dengan daya 1.000 watt bisa mencapai Rp 2 juta per paket.

Jero Kusumawati (63), pemilik warung di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, mengaku lebih hemat dengan alat masak bertenaga setrum tersebut. Dalam sebulan, Kusumawati menghabiskan dua tabung elpiji 3 kilogram dengan harga Rp18 ribu per tabung atau total Rp 36 ribu. Namun, saat memakai kompor listrik, ia mengaku hanya menghabiskan Rp 60 per jam. Sementara itu, Kemenperin memastikan produksi kompor listrik dalam negeri mencapai 5 juta unit pada 2023. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :