Perusahaan
( 1082 )Wahana Inti Selaraskan Tawarkan Obligasi 3 T untuk Modal Kerja Anak Usaha
JAKARTA,ID-Unit Usaha Indomobil Group, PT Wahana Inti Selaras (Wisel), berencana menerbitkan obligasi II Wahana Inti Selaras Tahun 2023 dengan target maksimal Rp 3 triliun. Aksi ini dilakukan guna mendanai modal kerja lima anak usaha Wisel. Menurut Direktur Utama Wisel, Bambang Prijono, penerbitan obligasi dilakukan sejalan dengan perbaikan ekonomi pascapandemi, khusunya di sektor usaha pertambangan, konstruksi, dan perkebunan. Para pelaku usaha menilai sektor-sektor tersebut hingga semester I-2023 berkinerja positif. Fenomena ini, kata Bambang dapat dilihat dari maraknya pembangunan proyek infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah dan perluasan fasilitas produksi di berbagai sektor. Hal itu juga tercermin pada peningkatan anggaran belanja (budget) alat berat ketiga sektor tersebut. Prospek yang cerah itu, menurut dia, memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis alat berat yang menurut perkiraan Himpunan Industri Alat berat Indonesia (Hinabi) bakal tumbuh 30-40% tahun ini. "Dengan prosperk pertumbuhan yang psotif ini terutama pada segmen proyek konstruksi pemerintah, pelaku usaha terus melakukan evaluasi untuk mencanangkan belanja modal yang lebih besar di tahun mendatang," tutur dia. (Yetede)
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
Kinerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berjalan positif di semester II tahun 2023. Harga jual semen yang kompetitif dan potensi permintaan yang lebih tinggi dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan mendukung kinerja SMGR.
Research Analyst Panin Sekuritas Aqil Triyadi menjelaskan, permintaan semen akan membaik terutama pada segmen semen curah (bulk) karena pembangunan di beberapa daerah khususnya IKN.
"Ke depan, kinerja SMGR bakal terus meningkat didukung posisinya sebagai pemimpin pasar dan potensi permintaan dari proyek pembangunan strategis nasional yang kembali berjalan setelah pelonggaran PPKM," kata Aqil, Rabu (12/7).
Analis Sucor Sekuritas Clara Nathania dalam riset 10 Juli 2023 menjelaskan, pemulihan volume penjualan terlihat dari penjualan hingga Mei 2023 yang naik 30,2% secara year on year (yoy) menjadi 2,6 juta ton. "Pembangunan Ibu Kota Baru (IKN) diperkirakan menyerap tambahan penjualan semen curah sebesar 1 juta ton per tahun," terang dia. Sementara volume ekspor berkontribusi 15% dari total penjualan, tumbuh 21,1% yoy.
Karena itu, Clara memperkirakan, total volume penjualan SMGR akan tumbuh 4,6% di 2023 dan 5% di 2024. Dia menambahkan, para pemain tier 2 secara bertahap telah meningkatkan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) menanggapi strategi SMGR menaikkan harga.
Tapi analis Samuel Sekuritas Indonesia Daniel A. Widjaja menyebut, hingga awal Juni 2023, harga jual semen SMGR di Jakarta dengan merek Semen Gresik masih lebih mahal 17%-26% dibandingkan pemain tingkat 2 seperti merek Conch (Garuda Conch) dan Grobogan. Untungnya, SMGR membuat Semen Padang sebagai fighting brand yang harganya tidak jauh berbeda dengan kompetitornya. "Maka, SMGR mampu meraih pangsa pasar lebih tinggi didukung merek yang kuat," ujar Daniel dalam riset 19 Juni 2023.
Akuisisi 14 % Saham Vale Tak Menambah Nilai Strategis MIND.ID
JAKARTA,ID-MIND ID belum memiliki hak pengendali dengan mengakuisisi 14% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk. Berdasarkan Investor Rights Agreement (IRA), dengan menambah kepemilikan 14% maka MIND ID akan menambah kuota perwakilan pada dewan komisaris Vale Indonesia. Keputusan strategis seperti penentuan proyek hilirisasi, struktur pendanaan dividen kepada pemegang saham, diluar kendali MIND ID. "Akuisisi penambah kepemilikan 14% di PT Vale Indonesia tanpa adanya perubahan struktur tata kelola, tidak menambah nilai strategis bagi MIND ID," kata Kadiv Institusional Relation MIND ID selly Adriatika kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (11/07/2023). Sellly mengatakan akuisisi 14% tidak sebanding antara nilai yang dibayarkan dengan manfaatnya. Menurutnya porsi 14% itu tidak akan menambah kendali MIND ID atas keputusan strategis sehingga dari investasi akuisisi 14% saham Vale Indonesia. Pelepasan saham 14% Vale diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, akhir pekan lalu. Arifin menuturkan kewajiban divestasi Vale sebenarnya hanya 11% guna memenuhi ketentuan kepemilikan nasional 51%. (Yetede)
Berkat Transformasi Perusahaan, Rating Kredit API Naik Jadi AA dengan Outlook Positif
JAKARTA,ID-Fitch Ratings menaikkan peringkat kredit PT Angkasa Pura/AP I (Persero) dari AA dengan outlook stabil menjadi AA dengan outlook stabil menjadi AA dengan outlook positif. Peringkat ini menunjuukan tingkat resiko gagal bayar perusahaan berada di posisi sangat rendah dan pemulihan kinerja perusahaan akan berlanjut seiring aktivitas ekonomi yang semakin normal dan aktivitas pariwisaa lebih tinggi. Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan, naiknya peringkat kredit AP1 dari Ficth Ratings AP1 dari Fitch Ratings didukung transformasi perusahaan. Keberhasilan AP1 dalam meningkatkan kinerja perusahaan merupakan hasil dari perusahaan merupakan hasil dari implementasi inisiatif transformasi perusahaan yang telah digaungkan sejak tahun lalu. "Fitch Ratings merupakan proses tersebut sehingga posisi peringkat kredit AP I ang bergerak ke poin AA yang berarti profil finansial perusahaan menjadi lebih kuat kedepannya. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran seluruh Insan AP I dalam menggenjot kinerja lebih baik setelah masa pandemi," uja Fahmi Faik dalam keterangannnya, Jumat (07/07/2023). (Yetede)
MIND ID Minat Jadi Pengendali Vale Indonesia
PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID masih berminat jadi pemegang saham pengendali PT Vale Indonesia Tbk. ”Dengan jadi pemegang saham pengendali, kami yakin dapat berkontribusi lebih besar bagi pembangunan industri pertambangan dan mineral di Indonesia, terutama di nikel,” kata Kepala Divisi Relasi Institusional MIND ID Selly Adriatika, Kamis (6/7/2023). (Yoga)
JAMINAN SOSIAL, Regulasi Baru demi Dorong Cakupan
Pemerintah menerbitkan Perpres No 36 Tahun 2023 tentang Peta Jalan Jaminan Sosial 2023–2024 yang diharapkan dapat meningkatkan cakupan kepesertaan jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan. Namun, selain sinergi kementerian/lembaga, kesadaran mengakses jaminan sosial dinilai masih jadi tantangan. Pada 2019, menurut lampiran peraturan itu, cakupan kepesertaan pekerja formal pada program jaminan sosial ketenegakerjaan mencapai 67,1 %. Sementara pekerja informal baru tercakup 3,7 %. Tujuan kepesertaan diarahkan untuk mencapai kepesertaan semesta pada 2030 sesuai amanat UU No 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional sebagaimana telah diubah dengan UU No 6/2023 tentang Penetapan PP Pengganti UU No 2/2022 tentang Cipta Kerja. Total pekerja yang jadi peserta aktif jaminan sosial ketenagakerjaan saat ini baru 36 juta orang, sementara pekerja informal 6,5 juta orang.
Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS pada Februari 2023, total angkatan kerja mencapai 146,62 juta orang dan penduduk yang bekerja sebanyak 138,63 juta orang. Sebanyak 83,34 juta orang (60,12 %) di antara penduduk bekerja itu bekerja pada kegiatan informal. National Project Officer for Social Protection Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Indonesia dan Timor Leste Christianus Pandjaitan, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/7) berpendapat, sesuai Konvensi ILO 102, semua program jaminan social harus mencakup minimal 50 % total pekerja. Di beberapa negara lain, pemerintahnya telah menciptakan sistem yang membuat cakupan kepesertaan aktif meluas, jika Indonesia ingin ada peningkatan cakupan kepesertaan aktif jaminan sosial ketenagakerjaan, kebijakan perlu diubah, terutama menyangkut kualifikasi. Contohnya, program jaminan pensiun sejauh ini hanya wajib bagi perusahaan menengah dan besar. (Yoga)
Telkom Akan Fokus Garap Segmen B2B
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan sepenuhnya menggarap segmen bisnis ke bisnis (B2B). Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia FM Venusiana R menyampaikan, Kamis (6/7/2023), keputusan korporasi itu dilakukan setelah lini usahanya di bidang layanan jaringan tetap telekomunikasi, IndiHome, diintegrasikan ke bisnis Telkomsel selaku anak usaha. (Yoga)
Belanja Modal dan Investasi Astra Rp 40 Triliun
PT Astra International Tbk menganggarkan belanja modal dan investasi sepanjang 2023 berkisar Rp 40 triliun. Pada triwulan I-2023 telah terealisasi Rp 6,7 triliun, meningkat secara tahunan. Menurut Head of Corporate Investor Relations Astra International Tira Ardianti, Rabu (5/7/2023), korporasi mengarahkannya untuk proyek yang memenuhi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. (Yoga)
MyRepublic Pinjam Untuk Ekspansi Rp 2 Triliun
Anak Usaha Dian Swastatika Teken Kredit Sindikasi Rp 3 Triliun
JAKARTA,ID-Anak Usaha Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Eka Mas Republik (EMR), menandatangani perjanjian kredit sindikasi sekitar Rp 3 triliun. Pinjaman didapat dari kreditur sindikasi, yaitu PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank mandiri (Persero), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Fasilitas yang berjangka tujuh tahun dengan plafon sampai Rp 2 triliun dan opsi akordeon sebesar Rp 1 triliun ini dijamin antara lain dari Dian Swastatika dan aset entitas anak. "Fasilitas ini rencananya akan digunakan untuk pembiayaan belanja modal EMR," tutur Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa, Susan Chandra dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Selasa (4/7/2023) Sejalan dengan fasilitas pemberian tersebut. menurut Susan, rasio utang terhadap ekuitas perusahaan dapat meningkat hingga sebesar 6%. Sebelumnya, Dian Swastatika Sentosa mengalami perpindahan papan pencatatan, dari papan utama ke papan pemantauan khusus. Ini mengacu kepada surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) No Kep-00081/BEI/05-2023 tanggal 5 Juni 2023 perihal Peraturan No1-X tentang Penempatan Pencatatan Efek pada papan pemantauan khusus. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Iwan Sunito Bangun Properti di AS
23 Apr 2020 -
Ekspor Besi dan Baja Melonjak Selama Pandemi
20 Apr 2020 -
Fokus ke Sektor Domestik
19 Apr 2020 -
Tambahan Insentif Pajak ke 11 Sektor Usaha
16 Apr 2020









