;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Komisi XIII apresiasi Menteri Imipas tindak tegas pungli di Soetta

ajisao94 02 Feb 2025 antaranews
Komisi XIII DPR RI memberikan apresiasi kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto atas tindakan tegasnya dalam menindak kasus pungutan liar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Almuzzammil Yusuf dari Komisi XIII menyatakan bahwa penegakan hukum yang jelas sangat penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme aparat negara, terutama di bandara sebagai pintu gerbang udara terbesar di Indonesia. Dia juga menekankan perlunya perbaikan sistem keimigrasian agar transparan, bersih, dan profesional untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan melindungi negara dari ancaman masuk melalui jalur udara.

Kenaikan Konsumsi Jadi Harapan Pemulihan

HR1 30 Jan 2025 Kontan
Prospek PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di 2025 tetap positif, didukung oleh program pemerintah, peningkatan konsumsi masyarakat, dan ekspansi pasar internasional.

Menurut Equity Analyst OCBC Sekuritas, Jessica Leonardy, kinerja ICBP akan terdorong oleh Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan kenaikan Upah Minimum Nasional (UMN) sebesar 6,5%, yang menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, portofolio produk yang kuat, khususnya varian rasa bertema Korea seperti KRose dan Spicy Ramyeon, akan mempertahankan dominasi pasar ICBP. Penurunan harga gandum juga berpotensi meningkatkan margin keuntungan, mengimbangi pelemahan rupiah. Jessica memproyeksikan pendapatan ICBP tumbuh 7% di 2025, dengan segmen mi tetap menjadi penyumbang terbesar.

Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menilai momentum seperti Imlek, Ramadan, dan Lebaran akan meningkatkan konsumsi masyarakat, meski volatilitas rupiah masih menjadi tantangan.

Sementara itu, Analis Phillip Sekuritas, Helen, melihat urbanisasi dan perubahan gaya hidup akan semakin meningkatkan permintaan produk makanan instan, mendukung pertumbuhan jangka panjang ICBP.

Dalam rekomendasi investasi, Aziz menetapkan target harga Rp 14.900 per saham, sementara Jessica di Rp 14.600, dan Helen di Rp 13.900, dengan semuanya memberikan rekomendasi "buy" untuk ICBP.

Investor Asing Melirik Industri Tekstil di Indonesia

KT1 24 Jan 2025 Investor Daily
Kementerian Perindustrian (Kemeperin)  mengungkapkan ada empat perusahaan asing yang berminat untuk investasi di Indonesia. Mereka berencana  membangun pabrik Mono Etilen Glikol (MEG) di Kalimantan.  Pabrik tersebut akan memproduksi bahan baku tekstil, dalam hal benang polyster. Direktur jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKTF) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan, dengan hadirnya perusahaan-perusahaan tersebut, dapat mendorong optimisme dari sektor industri di tahun ini. Sayangnya, dia enggan menjelaskan secara mendetail perusahaan yang akan membangun MEG. "Kira-kira begitu, saya belum explore. Ada 3-4 perusahaan sudah berminat untuk investasi terutama di MEG, jadi recycle untuk scrap menjadi benang itu juga tertarik untuk memberikan paling tidak memperkuat dari pendalaman industri di Indonesia," ucap Taufiek. Saat ini, Kemeperin masih dalam tahap pembahasan atau pertemuan yang dilakukan secara intens. Sehingga belum ada penjabaran terkait rencana pendirian pabrik MEG tersebut, Taufiek meyakini hal tersebut dapat menciptakan efek berganda yang besar dan melengkapi pohon industri, khususnya dikimia hulu. Sebagaimana diketahui MEG merupakan bahan baku polyster yang selama ini kebutuhannya 90% diimpor. (Yetede)

BUMN Karya Dibawah Tekanan Berat

HR1 20 Jan 2025 Kontan
Kinerja emiten BUMN Karya pada 2025 menghadapi tantangan berat, terutama karena berkurangnya alokasi anggaran pemerintah untuk infrastruktur dan semakin ketatnya persaingan dengan perusahaan jasa konstruksi swasta. Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan memberikan sebagian besar proyek infrastruktur kepada swasta karena dinilai lebih efisien dan efektif.

Meski begitu, emiten BUMN Karya seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyatakan siap menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, menyatakan pihaknya akan tetap fokus pada proyek infrastruktur. Sementara Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, optimistis dapat memanfaatkan pengalaman mereka dalam proyek berbasis Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dengan target pertumbuhan kontrak baru sebesar 30%-40% pada 2025.

Namun, analis seperti Andhika Cipta Labora dari Kanaka Hita Solvera menilai bahwa keterlibatan swasta dalam proyek strategis dapat mengurangi kontrak BUMN Karya dan menekan laba mereka. Selain itu, menurut Sukarno Alatas, Head of Research Kiwoom Sekuritas, sentimen negatif terhadap emiten BUMN Karya masih dominan akibat restrukturisasi utang, proyek yang tertunda, dan proses hukum yang belum selesai.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi, kejelasan regulasi, efisiensi biaya, dan kelancaran restrukturisasi utang dapat menjadi katalis positif untuk emiten BUMN Karya. Meski demikian, Sukarno merekomendasikan pendekatan wait and see untuk saham BUMN Karya. Bagi investor yang sudah masuk, ia menyarankan untuk hold saham PTPP, ADHI, dan WIKA, dengan target harga masing-masing Rp 370, Rp 230, dan Rp 270 per saham.

PT Petrindo Jaya Kreasi Serap Dana IPO RP 245 Miliar

KT1 17 Jan 2025 Investor Daily (H)

PT Pentrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) telah  menyerap dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sejumlah Rp245,64 miliar, atau mencerminkan kurang lebih 68% dari jumlah dana hasil bersih IPO sebesar Rp363,93 miliar. Petrindo resmi mencatatkan (listing) saham perdananya pada 8 Maret 2023 dengan berhasil menghimpun dana sejumlah Rp317,8 miliar. Namun, setelah dikurangi  biaya penawaran umum sebesar Rp7,86 miliar, hasil bersih yang diraup Petrindo dari IPO menjadi Rp363,93 miliar. Dari hasil bersih ini, Petrindo kemudian merealisasikan penggunaan dana IPO tersebut sesuai dengan pengumuman dalam prospectus yaitu 39,95% untuk alokasi belanja modal (capital ekspenditure/capex) pembangunan stockpile (ISP) dan 60,05% setoran modal ke PT Tamtamma Perkasa (TP) selaku entitas anak perseroan. Sampai kini, emitan tambang milik konglomerat Prajogo Pangestu itu telah merealisasikan dana hasil IPO sebesar Rp27,1 miliar dari 39,95% atau setara Rp 145 miliar yang direncanakan. Sedangkan setoran modal  kerja untuk PT Tamtama Perkasa yang sebesar Rp 218 miliar, seluruhnya sudah terserap. (Yetede)

PT Petrindo Jaya Kreasi Serap Dana IPO RP 245 Miliar

KT1 17 Jan 2025 Investor Daily (H)

PT Pentrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) telah  menyerap dana hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sejumlah Rp245,64 miliar, atau mencerminkan kurang lebih 68% dari jumlah dana hasil bersih IPO sebesar Rp363,93 miliar. Petrindo resmi mencatatkan (listing) saham perdananya pada 8 Maret 2023 dengan berhasil menghimpun dana sejumlah Rp317,8 miliar. Namun, setelah dikurangi  biaya penawaran umum sebesar Rp7,86 miliar, hasil bersih yang diraup Petrindo dari IPO menjadi Rp363,93 miliar. Dari hasil bersih ini, Petrindo kemudian merealisasikan penggunaan dana IPO tersebut sesuai dengan pengumuman dalam prospectus yaitu 39,95% untuk alokasi belanja modal (capital ekspenditure/capex) pembangunan stockpile (ISP) dan 60,05% setoran modal ke PT Tamtamma Perkasa (TP) selaku entitas anak perseroan. Sampai kini, emitan tambang milik konglomerat Prajogo Pangestu itu telah merealisasikan dana hasil IPO sebesar Rp27,1 miliar dari 39,95% atau setara Rp 145 miliar yang direncanakan. Sedangkan setoran modal  kerja untuk PT Tamtama Perkasa yang sebesar Rp 218 miliar, seluruhnya sudah terserap. (Yetede)

Es Krim Tak Lagi Dijual PT Unilever Indonesia

KT3 15 Jan 2025 Kompas
Perusahaan produk konsumsi rumah tangga PT Unilever Indonesia Tbk resmi melepas bisnis es krimnya. Keputusan bisnis yang sebelumnya juga dilakukan Unilever Global ini diterapkan di Indonesia untuk penyehatan kinerja keuangan perseroan. Manajemen Unilever Indonesia mengumumkan aksi korporasi itu dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) danRUPS Independen di Jakarta, Selasa (14/1/2025). Acara itu beragendakan penyetujuan penjualan bisnis es krim perseroan dan pembaruan susunan direksi. Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap mengatakan, pemegang saham telah menyetujui divestasi bisnis es krim kepada perusahaan afiliasi mereka, yakni PT Magnum Ice Cream Indonesia. Keputusan tersebut, menurut dia, bertujuan untuk memperkuat posisi perseroan dan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

”Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham independen atas dukungan dan persetujuannya terhadap rencana perseroan untuk mendivestasikan bisnis es krim,” kata Benjie dalam siaran pers. Perseroan menjual unit bisnis es krim dengan nilai total Rp 7 triliun, di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Aset yang akan dialihkan ke pihak pembeli, antara lain, berupa pabrik dan peralatan, kabinet es krim, tanah dan bangunan pabrik di Indonesia, aset penelitian, dan pengembangan. Ini juga termasuk pelepasan hak kekayaan intelektual baik terdaftar maupun tidak terdaftar yang dimiliki perseroan. Dengan demikian, es krim berbagai merek, seperti Magnum, Walls, Cornetto, Feast, dan Paddle Pop, yang dikenal publik tidak lagi dimiliki Unilever. Benjie menyampaikan hasil dari penjualan unit bisnis itu akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen tunai. Selain itu, transaksi ini diharapkan dapat memperkuat posisi kas perseroan dan mengurangi ketergantungan terhadap pendanaan eksternal.

Fokus ke bisnis inti Kinerja penjualan Unilever pada semester I-2024 yang sebesar Rp 19,04 triliun tercatat lebih besar dikontribusi penjualan produk segmen rumah tangga dan perawatan tubuh yang sebesar Rp 12,28 triliun. Penjualan produk makanan minuman, termasuk es krim, sebesar Rp 6,76 triliun. ”Unilever Indonesia bermaksud merampingkan pengoperasian, meningkatkan efisiensi, dan mendorong inovasi dengan mengembalikan fokus pada area bisnis inti kami. Pendekatan strategis ini memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih baik, memperkuat posisi kami di pasar, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja keuangan,” ujarnya. Setelah transaksi ini selesai, Benjie melanjutkan, PT Unilever Indonesia akan berfokus pada bisnis inti, yaitu produk perawatan diri dan rumah tangga, serta produk nutrisi. Sementara itu, General Manager The Magnum Ice Cream Indonesia Amaryllis Esti Wijono menuturkan, aksi korporasi ini membuka babak baru bagi bisnis es krim mereka di Indonesia. (Yoga)

Perkuat Posisi Indonesia di Perdagangan Global dengan Bullion Bank

KT1 10 Jan 2025 Investor Daily (H)
Kehadiran ekosistem bank emas (bulion bank) di Tanah Air  akan berdampak positif dalam memperkuat posisi Indonesia di perdagangan logam mulia secara global. Apalagi,  Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia. "Bulion bank juga berperan dalam mendukung transaksi lintas negara, menjadikannya kunci untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagaangan logam mulia global," kata pengamat perbankan  yang juga praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo. Dia mengatakan, bahwa pendirian bullion bank sangat penting, mengingat Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia. Namun, lanjut dia, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk menopang stabilitas ekonomi nasional. Arianto menuturkan, bank emas memungkinkan aktivitas perdagangan emas dalam skala besar, kredit berbasis emas, layanan hedging (mengurangi) resiko harga, serta pengelolaan emas untuk investor institusional maupun pemerintah. Dengan begitu, ia menyatakan, bank emas lebih dapat berkontribusi terhadap pemanfaatan potensi komodutas emas yang banyak ditawarkan para pelaku jasa perbankan saat ini. (Yetede)

Siap Melantai 21 Perusahaan di Bursa RI

KT3 02 Jan 2025 Kompas
Sebanyak 21 perusahaan dalam daftar calon perusahaan tercatat baru di Bursa Efek Indonesia kemungkinan akan melantai tahun 2025 ini. Otoritas bursa menargetkan 66 perusahaan melaksanakan penawaran saham perdana di tahun baru ini setelah melalui tahun 2024 yang menantang. Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (31/12/2024), menyampaikan hingga akhir penutupan perdagangan BEI tahun 2024, Senin (30/12/2024), terdapat 21 perusahaan dalam daftar prospek penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). ”Dari jumlah itu, tiga perusahaan di antaranya merupakan lighthouse (perusahaan berkapital besar).

Adapun mayoritas berasal dari sektor-sektor prospektif tersebut, menandakan optimisme pemulihan minat IPO di tahun mendatang,” ujarnya. Secara rinci, ia menyebutkan, ada 18 perusahaan aset berskala besar atau di atas Rp 250 miliar. Kemudian, dua perusahaan aset skala menengah di antaraRp 50 miliar sampai Rp 250 miliar, dan satu perusahaan aset kecil di bawah Rp 50 miliar. Jumlah ini akan menyumbang sepertiga target IPO 2025 yang sebanyak 66 perusahaan. Target tersebut lebih besar dari pencapaian di 2024 yang hanya mencatatkan sebanyak 41 perusahaan baru dengan total dana yang dihimpun sebanyak Rp 14,3 triliun. Jumlah ini turun drastis dari 79 kegiatan IPO di 2023 yang berhasil menghimpun dana hingga Rp 54,1 triliun.

Sementara itu, tahun ini, otoritas pasar modal menilai prospek IPO pada tahun 2025 diharapkan tetap menarik, terutama untuk perusahaan di sektor konsumen dan energi yang tahun lalu melakukan banyak aksi IPO. Harapan itu juga diperkuat optimisme akan stabilitas ekonomi domestik dengan target pertumbuhan ekonomi dan proyeksi inflasi yang terkendali. Selain target IPO, BEI juga menetapkan peningkatan target jumlah penerbitan beragam efek, seperti saham, obligasi, sukuk, waran terstruktur, dana tukar dagang atau exchange traded fund (ETF), dana investasi real estat (DIRE), dana investasi infrastruktur (DINFRA), efek beragun aset (EBA) dari 340 penerbitan di 2024 menjadi sebanyak 407 penerbitan sepanjang 2025. (Yoga)

Alarm Suram Ekonomi Jateng, Pailitnya Sritex

KT3 26 Dec 2024 Kompas
Putusan pailit terhadap Sritex menjadi salah satu peristiwa yang menyadarkan banyak pihak tentang situasi krisis dalam industri tekstil nasional. Salah satu perusahaan raksasa tekstil nasional ternyata oleng. Sritex berbasis di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kompleks pabrik terintegrasinya berada di jantung kota penyangga kawasan Solo Raya itu. Putusan pailit terhadap Sritex terkait dengan gugatan PT Indo Bharat Rayon, salah satu kreditor Sritex. Penggugatmenilai, Sritex dan tiga anak usahanya lalai memenuhi kewajiban pembayaran utang, yang sebelumnya telah disepakati dalam perjanjian homologasi (perdamaian). Ketiga anak usaha Sritex yang juga dinyatakan pailit adalah PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya. PT Sinar Pantja Djaja dan PT Bitratex Industries beroperasi di Kota Semarang, sedangkan PT Primayudha Mandirijaya berlokasi di Kabupaten Boyolali. Artinya, keempat perusahaan itu berperan langsung dalam perputaran ekonomi Jateng.

Upaya Sritex untuk mengubah putusan pailit tersebut belum membuahkan hasil. Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi mereka pada 18 Desember 2024 sehingga putusan pailittetap berlaku. Sritex masih memiliki satu upaya hukum lagi, yakni peninjauan kembali (PK). Direktur Utama Sritex Iwan Kurniawan Lukminto, dalam konferensi pers di kantor Sritex di Sukoharjo, Jumat (20/12/2024), mengatakan, pihaknya segera mengajukan PK. ”Ini jadi satu kesempatan terakhir kami untuk bisa memperjuangkan keberlangsungan usaha,” ucapnya. Keempat perusahaan yang dipailitkan itu memiliki sekitar 20.000 karyawan dari total 50.000 karyawan grup Sritex. Sejak putusan pailit, Sritex beroperasi sambil menempuh langkah hukum lanjutan. Namun, putusan itu membuat operasionalisasi pabrik terhambat karena tak bisa mengimpor bahan baku. Sebanyak 3.000 karyawan dari keempat perusahaan tersebut dirumahkan sementara akibat sudah kehabisan bahan baku. (Yoga)