Melonjaknya Jumlah Korban PHK 2024
Jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau PHK sepanjang Januari-Desember 2024, sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan, lebih kurang 80.000 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan total pekerja ter-PHK sepanjang tahun 2023 yang sekitar 60.000 orang. Hal tersebut disampaikan Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) C Heru Widianto dalam konferensi pers, Senin (23/12/2024), di Jakarta. Sebanyak 80.000 pekerja yang terdampak PHK tersebut berasal dari berbagai sektor industri. Di luar data 80.000 pekerja terkena PHK, Kemenaker menemukan ada 60 perusahaan, diantaranya berasal dari sektor tekstil dan garmen, yang berpotensi akan melakukan PHK. Heru mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian jumlah pekerja yang bakal terkena PHK di perusahaan-perusahaan itu dari mediator ketenagakerjaan di tingkat provinsi. ”Masih belum terkumpul kompilasi data jumlah berapa banyak lagi pekerja yang akan ter-PHK, terutama dari 60 perusahaan itu. Perkiraan kami, jumlahnya tidak akan mencapai 10.000 orang. Insya Allah, kita (pasar tenaga kerja) masih baik-baik saja,” ucapnya. Lebih jauh, Heru melanjutkan, data yang dimiliki Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, angka kesempatan kerja sebenarnya masih banyak. (Yoga)
Postingan Terkait
Mencontoh Negara Lain Melindungi Pekerja Gig
30 Jun 2025
PHK Massal Bisa Jadi Efek Domino Perang
26 Jun 2025
Perllindungan terhadap Semua Pekerja
24 Jun 2025
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
24 Jun 2025
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023