;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Pemerintah dan Pelaku Perlu Duduk Bersama Secara Intensif

KT1 14 May 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah perlu menjalin komunikasi secara intens dengan para pelaku industri media massa guna mencari solusi bersama dalam mengatasi gelombang PHK yang menerpa industri tersebut di belakangan ini. Langkah ini diyakini bisa menjadi jalan untuk mengidentifikasikan masalah yang dihadapi industri media massa, untuk kemudian dicarikan solusinya. Ketua Divisi Ketenagakerjaan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Caesar Akbar menilai, pemerintah  harus melihat lagi sebenarnya apa lagi sih. Harus ada komunikasi dengan pelaku industri media sebenarnya apa yang dibutuhkan oleh industri media," ujar Caesar. Dewan pers mencatat, pemutusan hubungan kerja di industri ,media massa Tanah Air melonjak signifikan sejak 2023 hingga 2024. Dorongan ke pasar saham bertambah kuat, menyusul potensi The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) pada Juli 2025. Apalagi tekanan inflasi AS ditaksir berkurang, setelah kesepakatan negara itu dengan China. Seiring dengan itu, dana asing diprediksi kembali masuk pasar negara berkembang (emerging market), seperti Indonesia. Ini akan melambungkan IHSG ke level 7.000. (Yetede)

Laba 14 Emiten Multifinance Menurun

KT1 14 May 2025 Investor Daily
Sebanyak 14 emiten perusahaan pembiayaan (multifinance) pada kuartal 1-2025 membukukan laba bersih  Rp942,62 miliar. Nilai ini merosot 15,36% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal 1-2024 yang senilai Rp 1,11 triliun. Salah satu emiten yang mengalami penurunan laba bersih adalah PT Adora Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana, pada Maret 2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp278,52 miliar, ambles 35,54% dibandingkan dengan maret 2024 yang sebesar Rp432,11 miliar. Mengintip laporan keuangannya, ADMF mencatatkan pendapatan dari pembiayaan konsumen senilai Rp1,47 triliun, susut 5,77% secara yoy. Jika dirinci lebih lanjut, pendapatan pembiayaan dari sepeda motor pada kuartal 1-2025 sebesar Rp722,59 miliar, menurun dari tahun sebelumnya Rp 777,92 miliar. Selain itu, pendapatan pembiayaan dari mobil juga menurun dari Maret 2024 yang senilai Rp443,61 miliar menjadi Rp 366,87 miliar. Namun, pendapatan pembiayaan durable goods dan lainnya meningkat dari 339,84 miliar menjadi Rp377,23 miliar pada kuartal 1-2025. Penurunan pendapatan ini disebabkan karena pembiayaan ADMF yang juga menyusut, lantaran industri otomotif yang juga masih lesu di kuartal 1 tahun ini akibat daya beli yang melemah. (Yetede)

Laba 14 Emiten Multifinance Menurun

KT1 14 May 2025 Investor Daily
Sebanyak 14 emiten perusahaan pembiayaan (multifinance) pada kuartal 1-2025 membukukan laba bersih  Rp942,62 miliar. Nilai ini merosot 15,36% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal 1-2024 yang senilai Rp 1,11 triliun. Salah satu emiten yang mengalami penurunan laba bersih adalah PT Adora Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana, pada Maret 2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp278,52 miliar, ambles 35,54% dibandingkan dengan maret 2024 yang sebesar Rp432,11 miliar. Mengintip laporan keuangannya, ADMF mencatatkan pendapatan dari pembiayaan konsumen senilai Rp1,47 triliun, susut 5,77% secara yoy. Jika dirinci lebih lanjut, pendapatan pembiayaan dari sepeda motor pada kuartal 1-2025 sebesar Rp722,59 miliar, menurun dari tahun sebelumnya Rp 777,92 miliar. Selain itu, pendapatan pembiayaan dari mobil juga menurun dari Maret 2024 yang senilai Rp443,61 miliar menjadi Rp 366,87 miliar. Namun, pendapatan pembiayaan durable goods dan lainnya meningkat dari 339,84 miliar menjadi Rp377,23 miliar pada kuartal 1-2025. Penurunan pendapatan ini disebabkan karena pembiayaan ADMF yang juga menyusut, lantaran industri otomotif yang juga masih lesu di kuartal 1 tahun ini akibat daya beli yang melemah. (Yetede)

Merekrut Karyawan dengan Cara Baru

KT3 13 May 2025 Kompas

George Smith adalah salah satu yang berhasil menguak catatan tertulis di Mesopotamia. Anak berumur 14 tahun kelahiran 1840 menghabiskan waktu makan siang juga malam di British Museum. Dari minatnya pada timur tengah, dia kemudian bisa membaca dan menerjemahkan tablet berhuruf paku yang dikenal dengan Epic of Gilgamesh. Ia merupakan contoh orang yang tanpa pendidikan memadai berhasil berbuat sesuatu. Fenomena ini menjadi aktual ketika perusahaan frustrasi dengan kapasitas karyawannya sementara pengangguran merajalela di berbagai tempat. Kini perusahaan memilih untuk mengumumkan keterampilan yang dibutuhkan dibandingkan pengalaman dan pendidikan yang dibutuhkan.

SkillsFirst Workforce Initiative muncul sebagai uji coba menangkap fenomena itu. Inisiatif itu dipimpin lembaga nirlaba Burning Glass Institute yang berpusat di Philadelphia, AS, dengan dukungan 500.000 USD dari Walmart. Mereka meluncurkan laman karier yang menguraikan keterampilan yang dibutuhkan untuk beberapa pekerjaan yang paling diminati di pasar. Situs SkillsFirst merinci keterampilan yang dibutuhkan untuk sembilan jabatan, yaitu tenaga penjualan eceran; supervisor lini pertama pekerja penjualan eceran; manajer penjualan; perwakilan layanan pelanggan; manajer layanan pelanggan; analis keuangan; manajer produk; dan pengembang perangkat lunak.

Menurut Burning Glass, peran-peran ini mencakup lebih dari 11 juta pekerja. Menurut laman Forbes, selain Walmart, sejumlah per- usahaan juga bergabung de- ngan lembaga nirlaba dalam inisiatif baru ini. Mereka adalah 10 perusahaan terbesar di AS, termasuk Accenture, Bank of America, Blackstone, Home Depot, Johnson & Johnson, Microsoft, Nordstrom, PepsiCo, Walmart, dan Verizon. Dalam lamannya, SkillsFirst mengatakan, upaya itu dilakukan karena semakin banyak pengusaha yang menggunakan pendekatan berbeda. Alih-alih berfokus pada hal-hal yang bersifat sementara, seperti gelar sarjana, banyak perusahaan yang lebih mengutamakan keterampilan dan menghargai pengalaman kerja. (Yoga)


Panasonic, Mengumukan Rencana PHK Terhadap 10.000 Karyawan Global

KT1 13 May 2025 Investor Daily (H)
Raksasa elektronik asal jepang, Panasonic, mengumukan rencana PHK terhadap 10.000 karyawan global. Menanggapi itu, Juru Bicara Kementerian perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief menerangkan, bahwa PHK tersebut tidak terjadi di Indonesia. "PHK yang terjadi di Panasonic Holsings tidak berdampak pada operasi Panasonic di Indonesia. Pabrik di Indonesia justru menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara yang mencerminkan daya saing industri elektronik nasional yang sangat kuat," ujar dia. Febri mengakui bahwa utilitass industri elektronik saat ini sedang berada pada level yang rendah, yakni 50,64% pada kuartal 1-2025. Sedangkan, sebelum masa pandemi Covid-19, utilitas  sektor ini mencapai 75,6%. Kondisi ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri dan para karyawan untuk terus beradaptasi dan melakukan transformasi agar tetap kompeititif. "Persaingan global di sektor elektronok semakin ketat. Ini adalah peringatan bahwa transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional adalah kunci untuk bertahan hidup," ucap dia. Lebih lanjut, Febri menegaskan, Indonesia memiliki keunggulan besar sebagai pasar domestik yang kuat. Pasar dalam negeri Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, dan pemerintah mendukung penuh penguatan industri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri. (Yetede)

BTN Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lingkungan Kerja

KT1 13 May 2025 Investor Daily
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan komitmennya dalam, mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja dengan mendukung pemberdayaan Srikandi BTN. Upaya tersebut sejalan dengan Asta CIta Presiden Prabowo Subianto yakni keseteraan gender. Direktur Utama BTN Nixon Napitupul menyampaikan, keterwakilan perempuan dalam jajaran top management juga menjadi bagian transformasi perseroan agar lebih produktif dan adaptif terhadap perubahan zaman. "Industri perbankan sejatinya merupakan industri dengan pendekatan feminim karena berkaitan dengan hospitality, jasa, dan relasi. Dengan keterwakilan perempuan di level pemimpin akan membawa perubahan besar dalam menghadirkan layanan yang lebih ramah bagi para nasabah," ujar Nixon. Nixon melanjutkan, keterwakilam perempuan dalam level pimpinan akan menciptakan lingkungan persaingan sehat. BTN sendiri telah mencatat kemajuan signifikan, dengan dua perempuan yang kini menjabat sebagai direksi dan keterwakilan perempuan di level BOD-1 telah mencapai 20%. Per Desember 2024, jumlah pegawai perempuan di BTN juga mencapai 48,9%. (Yetede)

BTN Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lingkungan Kerja

KT1 13 May 2025 Investor Daily
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan komitmennya dalam, mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja dengan mendukung pemberdayaan Srikandi BTN. Upaya tersebut sejalan dengan Asta CIta Presiden Prabowo Subianto yakni keseteraan gender. Direktur Utama BTN Nixon Napitupul menyampaikan, keterwakilan perempuan dalam jajaran top management juga menjadi bagian transformasi perseroan agar lebih produktif dan adaptif terhadap perubahan zaman. "Industri perbankan sejatinya merupakan industri dengan pendekatan feminim karena berkaitan dengan hospitality, jasa, dan relasi. Dengan keterwakilan perempuan di level pemimpin akan membawa perubahan besar dalam menghadirkan layanan yang lebih ramah bagi para nasabah," ujar Nixon. Nixon melanjutkan, keterwakilam perempuan dalam level pimpinan akan menciptakan lingkungan persaingan sehat. BTN sendiri telah mencatat kemajuan signifikan, dengan dua perempuan yang kini menjabat sebagai direksi dan keterwakilan perempuan di level BOD-1 telah mencapai 20%. Per Desember 2024, jumlah pegawai perempuan di BTN juga mencapai 48,9%. (Yetede)

Industri Media Kian Terpuruk

KT1 13 May 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah didesak untuk segera turun tangan menyelamatkan masa depan industri media nasional yang belakangan makin terpuruk, dengan melahirkan regulasi yang tepat. Itu perlu dilakukan antara lain melakukan revisi UU penyiaran yang memberikan level playing field antara industri pers dengan pelaku media sosial atau kreator konten secara adil. Dewan pers mencatat PHK di industri media melonjak sejak 2023 hingga 2024. Setidaknya 1.200 jurnalis dan karyawan media terdampak kebijakan itu. Angka tersebut bisa saja lebih besar karena tidak semua perusahaan media melaporkan secara resmi PHK terhadap karyawannya. Dalam laporan terbaru World Press Freedom Index 2025, Reportes Without Borders (Reporters Sans Frontieres/RSF menempatkan Indonesia pada peringkat ke-127 dari 180 negara dalam hal kekebasan pers. Peringkat itu turun dari posisi ke-111 yang diduduki Indonesia pada tahun sebelumnya. Skors kebebasan pers Indonesia juga merosot menjadi 44,13 dari sebelumnya 51,15. Disrupsi digital disebut sebagai biang kerok dari runtuhnya industri media konvesional, seperti koran, majalah, online, televisi dan radio. Hal ini menyebabkan terjadinya transformasi pola konsumsi informasi masyarakat  lebih memilih platform digital sebagai sumber informasi ketimbang media arus utama. (Yetede)

Prospek Cerah tapi Penuh Tantangan untuk Telkom Group

HR1 13 May 2025 Kontan

Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada kuartal I 2025 menunjukkan pertumbuhan yang moderat, bahkan mengalami penurunan pendapatan sebesar 2,1% year-on-year akibat melemahnya segmen layanan data. Meskipun IndiHome mencatat pertumbuhan pelanggan, kontribusinya belum mampu mengimbangi penurunan tersebut. EBITDA juga turun 6,1% yoy, namun perbaikan terjadi secara kuartalan.

Steven Gunawan, analis dari KB Valbury Sekuritas, menyatakan bahwa pencapaian TLKM masih berada di bawah ekspektasi pasar, dengan laba bersih yang juga menurun, meski margin laba bersih membaik berkat penurunan beban bunga.

Ranjan Sharma, analis J.P. Morgan, menilai awal tahun yang lemah bisa menjadi katalis negatif bagi TLKM sepanjang 2025. Namun, ia tetap optimistis terhadap potensi perbaikan melalui efisiensi biaya dan restrukturisasi IndiHome, terutama dengan dukungan infrastruktur jaringan TLKM yang kuat.

Di sisi lain, Hans Kwee, Co-Founder Pasar Dana, menyoroti bahwa layanan fixed broadband (FBB) seperti IndiHome bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan TLKM, seiring meningkatnya permintaan di sektor tersebut.

Namun, TLKM juga menghadapi tantangan non-operasional, seperti kasus hukum yang melibatkan anak dan cucu usaha, termasuk investasi kontroversial melalui MDI Ventures di TaniHub. Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah, mengakui adanya masalah substansi dan menegaskan komitmen perusahaan untuk memperbaiki tata kelola ke depan.

Rumor terkait divestasi saham Telkomsel di GOTO juga menambah ketidakpastian. Namun, Oky Prakarsa, VP Investor Relation TLKM, membantah adanya rencana perubahan kepemilikan dalam waktu dekat.

Meskipun kinerja keuangan TLKM pada awal 2025 melemah dan dibayangi berbagai isu hukum serta persaingan di sektor mobile dan fixed broadband, para analis seperti Steven, Ranjan, dan Hans masih melihat potensi positif, terutama dari lini IndiHome. Perlu adanya efisiensi dan restrukturisasi agar TLKM tetap kompetitif di tengah dinamika industri dan tekanan eksternal.

UMKM didorong Naik Kelas oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra

KT3 10 May 2025 Kompas

Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus berkomitmen mendorong pelaku UMKM naik kelas. Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-45, YDBA telah membina 13.633 UMKM yang menyerap 75.541 tenaga kerja. Salah satunya, para pelaku usaha dibimbing untuk mengubah dari sentra industri tradisional menjadi sentra industri modern. YDBA merupakan salah satu pelaksana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) PT Astra International Tbk yang memberikan pelatihan, pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan kepada UMKM. YDBA menggelar seremoni kolaborasi dengan Kemperin serta Kementerian UMKM di YDBA Gallery, Sunter, Jakut, Jumat (9/5). Dalam acara tersebut, yayasanjuga memberikan penghargaan bagi UMKM binaan Astra.

Ketua Pembina YDBA yang juga Direktur PT Astra International, Gita Tiffany Boer menegaskan, YDBA terus fokus untuk menjalin kolaborasi dalam pemberdayaan UMKM. Untuk itu YDBA menerapkan filosofi untuk memberi bantuan berupa kail, bukan ikan, sehingga bisa mendorong UMKM naik kelas, mandiri, dan memiliki bisnis berkelanjutan. Selama ini, YDBA telah memfasilitasi 1.425 UMKM untuk naik kelas dan 384 UMKM untuk mandiri dari berbagai sektor, antara lain manufaktur, bengkel, kerajinan, dan kuliner. ”Perjalanan 45 tahun adalah perjalanan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Gita. Menurut Gita, YDBA memiliki misi, visi, dan tujuan yang sejalan dengan pemerintah, yaitu membangun kemandirian UMKM. Berkolaborasi dengan Kementerian UMKM, YDBA juga menyelenggarakan program training of trainers (ToT) bagi para pendamping di lembaga inkubator bisnis. (Yoga)