;
Tags

Perdagangan

( 594 )

Pemerintah Pertahankan Surplus Perdagangan

HR1 16 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Kinerja perdagangan Indonesia pada September 2024 mencatat surplus sebesar US$3,26 miliar, yang merupakan surplus ke-53 secara berturut-turut. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pentingnya mempertahankan surplus ini, dengan menekankan bahwa ekspor harus dijaga dan impor disesuaikan untuk mendukung kegiatan produksi.

Amalia Adininggar Widyasanti, Plt. Kepala BPS, mengungkapkan bahwa surplus ini didorong oleh ekspor yang mencapai US$22,08 miliar, sementara impor turun menjadi US$18,82 miliar. Komoditas utama yang menyumbang surplus antara lain bahan bakar mineral, lemak, dan minyak hewan nabati, dengan Amerika Serikat, India, dan Filipina sebagai tiga negara penyumbang surplus terbesar.

Meskipun surplus meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, angka ini lebih rendah dibandingkan September 2023. Di sisi lain, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan China, Australia, dan Thailand. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa pemerintah perlu terus berupaya menjaga dan meningkatkan kinerja perdagangan untuk mencapai target ekonomi yang lebih baik.



Melemahnya Kinerja Ekspor Nonmigas

KT3 16 Oct 2024 Kompas
Kinerja ekspor nonmigas Indonesia pada September 2024 turun di tengah pelemahan kinerja industri manufaktur di sejumlah negara mitra dagang utama. Penurunan itu disebabkan penurunan ekspor sektor industri manufaktur dan pertambangan. Namun, penurunan ekspor nonmigas itu tertopang kenaikan ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (15/10/2024), merilis, total ekspor nonmigas Indonesia pada September 2024 senilai 20,91 miliar dollar AS atau sekitar Rp 326,21 triliun. Nilai ekspor tersebut turun 5,96 persen secara bulanan. Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, penurunan nilai ekspor nonmigas itu disebabkan penurunan ekspor sektor industri manufaktur dan pertambangan. Pada September 2024, nilai ekspor industri manufaktur dan pertambangan turun masing-masing 6,38 persen dan 5,36 persen secara bulanan.

Komoditas di kedua sektor tersebut yang mengalami penurunan nilai ekspor adalah minyak sawit, logam dasar mulia, pakaian jadi, dan bijih tembaga. Ekspor minyak sawit dan produk turunannya, misalnya, nilainya turun 21,46 persen dari 1,77 miliar dollar AS pada Agustus 2024 menjadi 1,38 miliar dollar AS pada September 2024. Di tengah penurunan ekspor kedua sektor itu, lanjut Amalia, nilai ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru naik 2,95 persen. Sejumlah komoditas yang berkontribusi besar terhadap kenaikan ekspor sektor tersebut adalah lada hitam, pisang, kelapa, manggis, udang tangkap, dan mutiara budidaya. ”Bahkan, sepanjang Januari-September 2024, nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh paling tinggi, yakni 38,76 persen secara tahunan. Sementara ekspor sektor industri pengolahan dan pertambangan turun masing-masing 7,11 persen dan 9,03 persen,” ujarnya.

Menurut Amalia, penurunan ekspor nonmigas itu tidak terlepas dari pengaruh pelemahan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia. Pada September 2024, (PMII) manufaktur Kinerja tur China, Amerika Serikat, dan Jepang berada di zona kontraksi, yakni masing-masing 49,3, 47,3, dan 49,7. Meskipun demikian, BPS mencatat, neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada September 2024 masih surplus 4,61 miliar dollar AS. Indonesia telah membukukan surplus neraca perdagangan nonmigas secara berturut-turut selama 53 bulan sejak Mei 2020. Neraca perdagangan nonmigas Indonesia pada Januari-September 2024 juga surplus 37,02 miliar dollar AS. Dalam Forum Pangan Dunia yang digelar Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di Roma, Italia, 14 Oktober 2024 WTO menyeruan peran penting perdagangan di sektor pertanian  dan ketahanan pangan. (Yoga)

Trade Expo Indonesia 2024 Mencapai US$ 22 Miliar

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily

Total transaksi sementara pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 mencapai US$ 22,73 miliar atau sekitar 353,88 triliun. Jumlah ini melampaui  target yang ditetapkan sebesar US$ 15 miliar. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menerangkan, unutuk rincian dari total transaksi sementara tersebut yakni untuk rincian barang jasa senilai US$ 3,4 miliar. "Adapun capaian total transaksi sementara tercatat sebesar US$ 22,73 miliar," ujar dia. Pria yang akrab dipanggil Zulhas ini mengungkapkan, TEI ke-39 diikuti sebanyak 1.460 pelaku bisnis dengan jumlah  buyer mancanegara sebanyak 8.042 buyer.

Sementara negara dengan transaksi terbesar selama TEI-ke 39 adalah India dengan catatan transaksi besar US$ 7,46 miliar dengan presentase 37,9%, Vietnam US$ 3,67 miliar (18,64%); Belanda US$ 2,76 miiar (14,03%); Filipina US$ 2,25 miliar (11,46%); serta Mesir US$ 623,40 juta (3,17%). Adapun produk paling diminati selama TEI tahun ini diantaranya batu bara dengan capaian transaksi  senilai US$ 7,34 miliar dengan persentase 37,29%; baja US$ 2,72 miliar (13,85%); minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya US$ 1,76 miliar (8,94%); serta kertas US$ 1,05 miliar (5,34%). (Yetede)

Prediksi Membaiknya Perdagangan di Tahun 2025

KT3 12 Oct 2024 Kompas
Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan perdagangan barang dunia 2024. Pertumbuhan tersebut ditopang kawasan Asia yang berperan sebagai penghubung ekonomi ditengah konflik geopolitik dan fragmentasi perdagangan dunia. Dalam Global Trade Outlook and Statistic yang dirilis pada Kamis (10/10/2024), WTO memperkirakan volume perdagangan barang global pada 2024 tumbuh 2,7 persen secara tahunan. Proyeksi itu naik tipis dari perkiraan pada April 2024 sebesar 2,6 persen. Kemudian, pada 2025, volume perdagangan dunia diperkirakan tumbuh 3 persen. Perkiraan itu justru lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi WTO pada April 2024 yang sebesar 3,3 persen. WTO juga meramal ekonomi dunia pada 2024 dan 2025 bakal tumbuh sama sebesar 2,7 persen.

Dibandingkan dengan ramalan sebelumnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini naik tipis 0,1 persen dan pada tahun depan tetap sama. Kawasan Asia menjadi pengungkit pertumbuhan perdagangan dunia. Volume ekspor kawasan tersebut akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kawasan lain, yakni naik 7,4 persen pada 2024. Ekspor Asia meningkat kuat pada paruh pertama tahun ini berkat peningkatan ekspor China, Singapura, dan Korea Selatan. Adapun impor Asia menunjukkan tren yang berbeda. Pertumbuhan impor China tetap moderat, sedangkan negara lain, seperti Singapura, Malaysia, India, dan Vietnam justru melonjak. Hal itu menunjukkan banyak negara di Asia yang berperan sebagai negara penghubung ekonomi. Mereka mampu memanfaatkan peluang perdagangan lintas blok geopolitik sehingga berpotensi mengurangi risiko fragmentasi.

Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan, perdagangan barang dunia berada di jalur pemulihan bertahap meskipun masih ada risiko penurunan. Ada harapan perdagangan tersebut terus tumbuh hingga akhir tahun ini. ”Namun, kami tetap waspada terhadap potensi kemunduran, khususnya potensi eskalasi konflik regional seperti yang terjadi di Timur Tengah,” ujarnya melalui siaran pers. Risiko tetap ada Menurut Okonjo, dampak konflik geopolitik itu bisa sangat parah bagi negara-negara yang terlibat langsung. Dampaknya juga dapat secara tidak langsung memengaruhi biaya energi dan rute pengiriman barang dunia. Untuk itu, WTO
berharap setiap negara perlu terus bekerja sama untuk memastikan stabilitas ekonomi global dan pertumbuhan berkelanjutan. Hal itu sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia. Dalam laporan itu, WTO juga waswas dengan kondisi industri manufaktur global yang tengah melambat. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Global pada September 2024 sebesar 48,8. Hal itu mengindikasikan industri manufaktu dunia  tengah terkontraksi karena PMI berada di bawah ambang batas 50.  (Yoga)

Fluktuasi Harga Komoditas Masih Berlanjut

HR1 10 Oct 2024 Kontan
Harga komoditas global diprediksi masih akan berfluktuasi karena berbagai faktor ekonomi dan geopolitik. Harga minyak, batubara, CPO, dan emas baru-baru ini mengalami penurunan. Menurut Lukman Leong, pengamat komoditas, reli harga komoditas sebelumnya bukanlah sesuatu yang permanen, dan masih dapat berubah tergantung pada data ekonomi ke depan serta kebijakan stimulus dari pemerintah China. Faktor lain, seperti potensi gangguan produksi dan kondisi iklim yang ekstrem, juga mempengaruhi harga.

Lukman menilai bahwa harga minyak sangat bergantung pada eskalasi konflik Timur Tengah, yang dapat mendorongnya naik ke US$ 100 per barel jika ada gangguan pada fasilitas minyak. Untuk harga CPO, prospek penguatan masih terbuka menuju MYR 4.600 per ton, tetapi persaingan antara Indonesia dan Malaysia bisa menahan lonjakan harga. Sementara itu, batubara diprediksi akan stabil di kisaran US$ 150 per ton dengan adanya risiko cuaca La Nina di Australia, dan harga emas berpotensi mencapai US$ 2.800 per ons troi jika situasi geopolitik memanas.

Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, menambahkan bahwa prospek komoditas minyak dan gas masih positif, didukung oleh musim dingin dan ketegangan geopolitik. Namun, untuk emas, minat pasar bisa menurun karena tingginya biaya margin. Sutopo memperkirakan harga akhir tahun untuk minyak di US$ 75, batubara di US$ 153, CPO di MYR 4.500, dan emas di US$ 2.700 per ons troi.

Upaya Meningkatkan Perdagangan di Tengah Tantangan Global

HR1 10 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Kinerja perdagangan Indonesia menghadapi tantangan besar akibat perang dagang dan restriksi impor dari 19 negara, yang membuat volume perdagangan global menyusut. Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Mardyana Listyowati, menyatakan bahwa pemerintah berupaya memperluas pasar melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA) untuk menurunkan hambatan tarif dan nontarif serta meningkatkan daya saing produk Indonesia. Mardyana optimis kinerja ekspor Indonesia bisa tetap positif dengan upaya FTA dan pengakuan standar bersama (MRA).

Presiden Joko Widodo juga optimis bahwa meski banyak negara melakukan restriksi dan inflasi global tinggi, Indonesia tetap memiliki peluang meningkatkan ekspor. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendukung optimisme ini, mencatat bahwa ajang seperti Trade Expo Indonesia (TEI) telah berhasil meningkatkan transaksi perdagangan hingga USD 30,5 miliar pada 2023, dibandingkan dengan USD 1,42 miliar pada 2014.

Ajib Hamdani dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti pentingnya dua langkah utama: meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor melalui hilirisasi dan memperluas pasar melalui diplomasi ekonomi. Yusuf Rendy Manilet dari Center of Reform on Economic (Core) menyarankan pengembangan pasar di Afrika Utara dan Pakistan, mengingat potensi demografis dan prospek ekonomi di negara-negara ini. Namun, Yusuf juga mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam perjanjian perdagangan dengan China, yang tidak selalu memberikan keuntungan bagi Indonesia.

Tantangan Baru dalam Perdagangan Elektronik di Indonesia

HR1 10 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengambil langkah tegas dengan memblokir aplikasi e-commerce asal China, Temu, yang dimiliki oleh Pinduoduo Inc., untuk melindungi pasar lokal dan UMKM. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa pemblokiran dilakukan karena Temu tidak terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE). Tindakan ini adalah respons cepat terhadap keluhan pelaku UMKM yang khawatir akan terganggunya pasar oleh produk murah dari Temu yang langsung dijual dari pabrik ke konsumen tanpa perantara, yang bisa merusak rantai pasok lokal dan mengancam lapangan pekerjaan.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB), Nandi Herdiaman, dan Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyuarakan kekhawatiran bahwa skema bisnis Temu berpotensi merusak pasar lokal dan mengurangi daya saing UMKM. Mereka mendesak pemerintah memperketat aturan impor di platform e-commerce asing.

Selain itu, kehadiran Temu di Indonesia masih mungkin terjadi. Fiki Satari dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mengatakan bahwa Kemenkop UKM akan segera berkoordinasi dengan Kemendag dan Kemenkominfo untuk mengatasi dampak e-commerce asing terhadap UMKM. Peneliti dari Momentum Works, Sabrina Chong, juga memandang pasar Indonesia sebagai target potensial bagi Temu, terutama dengan dinamika politik terkait transisi ke pemerintahan baru di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang dapat berpengaruh pada kebijakan e-commerce.

Potensi Bergabungnya 100 Perusahaan di IDX Carbon

KT3 04 Oct 2024 Kompas

IDX Carbon mengintegrasikan platform mereka dengan sistem perdagangan sertifikat karbon PLTU di Kementerian ESDM. Bursa kar-bon Indonesia yang telah setahun berdiri membuka kesempatan pada lebih banyak perusahaan energi yang memiliki rencana menyeimbangkan emisi karbon. Strategi ini dilakukan dengan tujuan menambah kepesertaan dan perdagangan dalam bursa karbon yang bersifat wajib. Penyelenggara bursa karbon  Indonesia Carbon Exchange (IDX Carbon) di bawah Bursa Efek Indonesia (BEI), mengumumkan, sejak diresmikan pada 26 September 2023, mereka telah memperjualbelikan efek unit karbon yang setara dengan 614.000 ton CO2 ekuivalen (tCO2e) senilai Rp 37 miliar, sampai dengan awal Oktober ini. Direktur Utama BEI Iman Rachman mengungkap, transaksi itu didapat dari perdagangan efek unit karbon Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) terdaftar di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI). 

Perdagangan itu dilakukan berbagai sektor pelaku usaha secara sukarela. ”Pengguna jasa karbon naik, dari awal terdaftar sebanyak 16 pengguna jasa, saat ini sudah  ada 81,” kata Imam kepada wartawan di sela acara perayaan ”Satu Tahun Bursa Karbon Indonesia” di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (3/10/2024). Dari jumlah tersebut, saat ini, terdapat empat proyek yang berlaku sebagai penjual efek, antara lain proyek Pertamina Geothermal Lahendong, PLTGU Muara Karang milik PLN, dan PLTM Gunung Wugul milik grup PLN. Mereka telah menjual efek dari kegiatan mereka dalam mengurangi emisi karbon senilai 1.777.141 tCO2e pada 26 September 2024, dengan 1.357.112 tCO2e unit karbon yang masih tersedia setelah retirement. Karena itu, para pemangku kepentingan masih berupaya untuk meningkatkan volume transaksi dan jumlah kepesertaan di masa depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi, dalam sambutannya pada acara yang sama, menyampaikan, mereka telah mempersiapkan perdagangan efek Persetujuan Teknis Batas Atas Emisi bagi Pelaku Usaha (PTBAE- PU) yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berbeda dengan SPE-GRK. yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), transaksi PTBAE-PU bersifat mandatory atau wajib dijual oleh unit pembangkit listrik yang ditugaskan. Perdagangan sertifikat karbon itu berlangsung di platform Apple-Gatrik sejak awal 2023. (Yoga)

Permohonan Indonesia Gabung Blok Dagang Besar

KT3 28 Sep 2024 Kompas (H)
Indonesia mengajukan permohonan untuk bergabung dengan blok dagang besar, Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership. Permohonan bergabung ke dalam Comprehensive and Progressive AgreementforTrans-Pacific Partnership (CPTPP) itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (25/9/2024), di Jakarta. Menurut dia, presiden terpilih Prabowo Subianto juga ingin Indonesia segera bergabung dengan CPTPP. Jika nanti Indonesia resmi diterima di dalamnya, pertumbuhan ekonomi RI akan terdongkrak. 

Pada awalnya, CPTPP bernama Trans Pacific Partnership (TPP) yang digagas Amerika Serikat (AS). Dimotori Presiden Barack Obama, TPP dinilai merupakan instrumen bagi Washington guna berperan dalam dinamika Asia-Pasifik yang berkontribusi besar bagi perekonomian dunia. Sebagai ilustrasi, pada 2015-2021,Asia menyumbang 57 persen pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global. Selain itu, pada 2021, sebanyak 42 persen PDB global (berdasarkan purchasing power parity) disumbangkan oleh Asia. Akan tetapi, TPP menjadi bulan-bulanan dalam kampanye Pilpres AS tahun 2016. Upaya Obama menancapkan kuku AS di Asia melalui TPP akhirnya dikandaskan Presiden Donald Trump.

Tak lama setelah resmi menjadi presiden pada Januari 2017, Trump menyatakan AS mundur dari TPP. Tanpa AS, 11 negara lain anggota TPP tetap mempertahankan blok dagang ini. Dari 11 negara tersebut, empat diantaranya anggota ASEAN, yakni Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Tujuh negara lainnya adalah Australia, Selandia Baru, Kanada, Meksiko, Chile, Peru, dan Jepang. Nama blok dagang pun diubah dari TPP menjadi CPTPP pada 2018. China mengirim aplikasi bergabung dengan CPTPP beberapa tahun lalu. Langkah serupa dilakukan Taiwan. Inggris dijadwalkan resmi menjadi anggota CPTPP akhir 2024. Sejumlah syarat harus dipenuhi oleh negara yang hendak bergabung denganCPTPP. Jika sudahbergabung, perdagangan di antara anggota lebih menguntungkan karena ada pengurangan tarif barang/jasa. (Yoga)

Polemik Kadin Masih Berlanjut

KT1 18 Sep 2024 Tempo
SUDAH berkali-kali perebutan nakhoda Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia terjadi. Sesering itu pula kita melihat campur tangan politikus dan penguasa terhadap organisasi para pengusaha tersebut. Karena itu, siapa pun yang menang atau kalah dalam perseteruan tak bakal mengubah citra Kadin sebagai kartel pengusaha yang berkongsi dengan elite politik dalam memuluskan kepentingan masing-masing. Drama terbaru berlangsung pada 14 September 2024 ketika Anindya Bakrie yang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa. Hasil persamuhan menetapkan Anindya, putra sulung politikus Golkar sekaligus tokoh Kadin, Aburizal Bakrie, sebagai ketua umum. Anindya mendongkel Arsjad Rasjid, yang mengalahkannya dalam pemilihan Ketua Umum Kadin dalam Musyawarah Nasional VIII pada 30 Juni 2021 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kubu Anindya mengklaim musyawarah luar biasa digelar karena ada aspirasi dari pengurus daerah dan para anggota luar biasa yang menghendaki Kadin menjadi organisasi pengusaha yang "netral". Sebaliknya, kubu pendukung Arsjad menganggap musyawarah luar biasa tersebut sebagai kudeta karena tak sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Kadin. Perang klaim terus berlanjut hingga terjadi perebutan kantor Kadin oleh kedua kubu.

Pertikaian antara Arsjad dan Anindya menegaskan bahwa organisasi pengusaha di Indonesia tak pernah lepas dari konflik. Pada 1950-1960-an, ada dua organisasi yang masing-masing mengklaim sebagai wadah tunggal para pengusaha. Keduanya kemudian berkembang menjadi Kadin dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), meski pemerintah akhirnya hanya memberikan dasar hukum berupa undang-undang kepada Kadin. Di tubuh Kadin pun beberapa kali terjadi dualisme kepemimpinan, antara lain pada 2013 dan 2015, sebagai buntut perseteruan kandidat yang berlaga dalam pemilihan ketua umum. (Yetede)