;

Prediksi Membaiknya Perdagangan di Tahun 2025

Ekonomi Yoga 12 Oct 2024 Kompas
Prediksi Membaiknya Perdagangan di Tahun 2025
Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan perdagangan barang dunia 2024. Pertumbuhan tersebut ditopang kawasan Asia yang berperan sebagai penghubung ekonomi ditengah konflik geopolitik dan fragmentasi perdagangan dunia. Dalam Global Trade Outlook and Statistic yang dirilis pada Kamis (10/10/2024), WTO memperkirakan volume perdagangan barang global pada 2024 tumbuh 2,7 persen secara tahunan. Proyeksi itu naik tipis dari perkiraan pada April 2024 sebesar 2,6 persen. Kemudian, pada 2025, volume perdagangan dunia diperkirakan tumbuh 3 persen. Perkiraan itu justru lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi WTO pada April 2024 yang sebesar 3,3 persen. WTO juga meramal ekonomi dunia pada 2024 dan 2025 bakal tumbuh sama sebesar 2,7 persen.

Dibandingkan dengan ramalan sebelumnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini naik tipis 0,1 persen dan pada tahun depan tetap sama. Kawasan Asia menjadi pengungkit pertumbuhan perdagangan dunia. Volume ekspor kawasan tersebut akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan kawasan lain, yakni naik 7,4 persen pada 2024. Ekspor Asia meningkat kuat pada paruh pertama tahun ini berkat peningkatan ekspor China, Singapura, dan Korea Selatan. Adapun impor Asia menunjukkan tren yang berbeda. Pertumbuhan impor China tetap moderat, sedangkan negara lain, seperti Singapura, Malaysia, India, dan Vietnam justru melonjak. Hal itu menunjukkan banyak negara di Asia yang berperan sebagai negara penghubung ekonomi. Mereka mampu memanfaatkan peluang perdagangan lintas blok geopolitik sehingga berpotensi mengurangi risiko fragmentasi.

Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan, perdagangan barang dunia berada di jalur pemulihan bertahap meskipun masih ada risiko penurunan. Ada harapan perdagangan tersebut terus tumbuh hingga akhir tahun ini. ”Namun, kami tetap waspada terhadap potensi kemunduran, khususnya potensi eskalasi konflik regional seperti yang terjadi di Timur Tengah,” ujarnya melalui siaran pers. Risiko tetap ada Menurut Okonjo, dampak konflik geopolitik itu bisa sangat parah bagi negara-negara yang terlibat langsung. Dampaknya juga dapat secara tidak langsung memengaruhi biaya energi dan rute pengiriman barang dunia. Untuk itu, WTO
berharap setiap negara perlu terus bekerja sama untuk memastikan stabilitas ekonomi global dan pertumbuhan berkelanjutan. Hal itu sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia. Dalam laporan itu, WTO juga waswas dengan kondisi industri manufaktur global yang tengah melambat. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Global pada September 2024 sebesar 48,8. Hal itu mengindikasikan industri manufaktu dunia  tengah terkontraksi karena PMI berada di bawah ambang batas 50.  (Yoga)
Tags :
#Perdagangan
Download Aplikasi Labirin :