Investasi Asing
( 262 )Mobil Tiongkok Kian Merangsek Pasar Indonesia
Para pabrikan otomotif dari China terus berdatangan di Indonesia. Kabar terbaru, Chery Automobile Co Ltd siap kembali masuk Indonesia pada tahun ini. Chery menjanjikan produk yang lebih segar dan canggih. "Dalam dua tahun ke depan, kami akan menghadirkan lima model baru di Indonesia, yakni SUV konvensional dan kendaraan energi baru," kata Qin Gang, Marketing Director of RHD Region.
Chery membocorkan salah salu model kendaraan yang akan masuk Indonesia adalah EQ1, mobil berbasis energi baru. EQ1 yang pertama kali meluncur pada 2017 memang menjadi satu model unggulan Chery. Model teranyar, EQ1 2021, diklaim memiliki spesiflkasi lebih canggih, seperti mulai menggunakan baterai, keamanan, efisiensi, tampilan, hingga performa. Qin enggan menyebutkan harga terbaru EQ 1. Namun saat peluncuran di China tahun 2017 lain, harga EQ1 berkisar US$ 7.240 hingga US$ 14.516 per unit setara Rp 105 juta hingga Rp 210 juta. "Chery juga akan membenamkan investasinya di Indonesia secara langsung dan membangun pabrik fasilitas produksi," ungkap Qin, tanpa menyebutkan nilai investasi tersebut.
Selain Chery, dua brand mobil China yang kini mulai eksis di pasar Indonesia adalah Wuling dan DFSK. Bahkan penjualan Wuling, yang kini memiliki lebih dari 100 jaringan diler di Indonesia, terus menanjak melampaui sejumlah merek seperti Hyundai, Mazda dan Nissan. Selama Januari hingga Juni tahun ini, misalnya, Wuling mencatatkan penjualan wholesales 10.973 unit dengan pangsa pasar 2,8%. Wuling menempati posisi ketujuh merek mobil penumpang paling laris di Indonesia, melampaui Mazda, KIA, Hyundai dan Nissan. Automobile juga mencatatkan tren penjualan positif, meski tak sekencang laju Wuling.
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Jongkie D Sugiarto mengungkapkan, Chery mernang sudah berkomunikasi dengan Gaikindo. "Kami menyambut baik merek apapun untuk masuk ke Indonesia," kala dia.
Pengamat Otomotif, Bebin Djuana menilal, otomotif China tidak mudah menguasai pasar. Dalam hal reputasi, pemain Jepang sudah memenangi hati konsumen Indonesia. Contohnya, produk Korea yang sudah dua dasawarsa mengaspal belum mendapatkan porsi memadai di pasar Tanah Air. Di sisi lain, pabrikan China mulai belajar bahwa konsumen Indonesia membutuhkan kepastian layanan after sales yang mumpuni.
GIC Naikkan Kepemilikan Jadi 11% di Bukalapak
JAKARTA – GIC Private Limited membeli 1,6 miliar saham PT Bukalapak.com Tbk atau setara1,55% pada harga Rp 850 per unit, senilai sekitar Rp 1,4 triliun. Pasca transaksi, kepemilikan saham sovereign wealth fund (SWF) milik pemerintah Singapura di Bukalapak menjadi 11,33 miliar unit atau setara 11% dengan status kepemilikan langsung. GIC Private Limited adalah lembaga dana investasi pemerintah Singapura (GOS) dan Otoritas Keuangan Singapura (MAS), yang merupakan subsidiary Archipelago Investment Pte Ltd. "Aksi pembelian yang dilakukan Archipelago Investment untuk tujuan investasi," papar manajemen GIC Private Limited
Struktur pemegang saham Bukalapak terbaru setelah IPO akhir pekan lalu tercatat adalah PT Kreatif Media Karya (KMK Online) yang merupakan anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Ant Group’s API Investment Ltd, dan GIC, yang secara bersama-sama memegang 46% saham di Bukalapak. Adapun Microsoft dan Mirae Asset memegang saham minoritas 2,7% di startup teknologi unicorn tersebut.
Direktur Utama Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, seluruh dana IPO
akan menjadi
modal kerja perseroan dan entitas anak. Fokus pendanaan ke depan
adalah pengembangan
sektor usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi
misi Bukalapak
di masa depan. Berdasarkan
prospektus Bukalapak, seluruh dana yang diperoleh dari IPO
setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham akan dialokasikan untuk modal kerja
perseroan sebesar 66%. Sisanya untuk modal kerja entitas anak,
yaitu 15% untuk
PT Buka Mitra Indonesia (BMI) dan 15% untuk PT
Buka Usaha
Indonesia (BUI). Selebihnya, sekitar 1% untuk PT Buka Investasi Bersama
(BIB), 1% untuk
PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), 1% untuk Bukalapak Pte Ltd (BLSG), dan
sekitar 1%
untuk PT Five Jack
(Five Jack Indonesia).
Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan, secara teknikal, harga saham Bukalapak berpeluang besar untuk terus meningkat dalam waktu dekat, sejalan dengan tingginya minat investor pada saham teknologi dan digital. Di sisi lain, tingginya gain yang diberikan oleh saham Bukalapak sejak listing juga membuat para investor cenderung melakukan profit taking. “Tampaknya, para investor terutama trader saat ini tidak terlalu mempedulikan harga saham dari segi valuasi. Sehingga, tingginya minat para investor secara teknikal dapat mendorong harga saham Bukalapak ke level Rp 2.000,” tuturnya. Dengan begitu, kata Fendi, bukan hal yang sulit bagi Bukalapak untuk masuk 10 besar market cap. Apabila proyeksi ini tercapai, kapitalisasi pasar Bukalapak dapat melesat menjadi Rp 250 triliun. “Selain tingginya minat para investor, saham Bukalapak juga menjadi ikon pertama saham teknologi yang melantai di pasar modal Indonesia. Hal itu menjadi pengaruh yang besar bagi para investor. Market cap Bukalapak bisa ke posisi tujuh, dengan target harga saham Rp 2.000,”
Ancaman Ganda dari Ekonomi AS
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah harus mewaspadai ancaman ganda dari pemulihan ekonomi Amerika Serikat yang bisa mendorong Bank Sentral AS mengetatkan kebijakan moneter. Hal itu bisa memicu penurunan harga komoditas dan keluarnya dana asing.
Managing Director Political Economy and Policy Studies(PEPS) Anthony Budiawan Minggu , mengatakan, saat ini Indonesia sedang menikmati kenaikan penerimaan negara bukan pajak pada pos pendapatan sumber daya alam . Ini disebabkan lonjakan harga sejumlah komoditas ekspor Indonesia seiring tingginya permintaan dari negara-negara yang ekonominya telah pulih, seperti AS dan China. Badan Pusat Statistik mencatat, nilai ekspor Indonesia pada bulan Juni 2021 sebesar 18,55 miliar dollar AS, naik 54,46 persen secara tahunan. Crude Price yang naik 91,47 persen dan batubara yang naik 148,94 persen secara tahunan. Mengutip data Kementerian Keuangan, PNBP pos pendapatan SDA sampai dengan Juni sebesar Rp 59,73 triliun, tumbuh 9,58 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Saat ini APBN banyak ditunjang harga komoditas yang tengah naik. Namun, ia mengingatkan, keadaan itu tidak akan berlangsung lama. Sentral AS berencana memperketat kebijakan moneter dengan mengurangi gelontoran likuiditas ke pasar dan menaikkan suku bunga.
Langkah ini akan mengerem pertumbuhan ekonomi AS. Permintaan komoditas dari AS akan turun sehingga harga bakal terkoreksi. Dampaknya, ekspor komoditas dan PNBP negara dari SDA juga akan turun. Selain itu, langkah The Fed tersebut juga berpotensi memicu keluarnya arus modal dari Indonesia. Kenaikan suku bunga acuan akan diikuti oleh naiknya suku bunga berbagai instrumen investasi di AS. Kondisi ini tentu akan membuat portofolio investasi di AS menjadi lebih menarik dibandingkan dengan portofolio keuangan di negara-negara lain, terutama negara berkembang. Pada gilirannya, dana asing jangka pendek yang ditanam di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, akan lari ke AS. Ini akan memicu sejumlah persoalan di Indonesia, antara lain kejatuhan kurs rupiah dan anjloknya harga surat utang negara.
Thai Oil Jadi Investor Strategis, Chandra Asri Raih Investasi Hingga US$ 1,7 Miliar
Singapura Paling Banyak Tanam Duit di RI Rp 30 T, Belanda Geser Jepang
Singapura menjadi negara teratas yang menanamkan modalnya di Indonesia pada kuartal II-2021 dengan persentase 26,4%, Total investasinya mencapai USS2,1 millar atau Rp 30 triliun (kurs Rp 14,484).
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan ada perubahan negara yang menempatkan investasinya ke Indonesia, Posisi Belanda digeser Jepang di posisi ketiga. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Hong Kong dengan persentase 18,1%. Nilai investasi Hong Kong di Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar US$ 1,4 miliar. Posisi ketiga diduduki Belanda dengan persentase 13,8%. Nilai investasinya di Indonesia sebesar US$ 1,1 miliar. Kemudian di posisi keempat dan kelima ada Jepang dan China dengan persentase masing-masing 9% dan 8%. Nilai investasi Jepang sebesar USS 700 juta dan China 600 juta.
AS - Korsel Mau Investasi Jumbo di RI, Bahlil : Tunggu Tanggal Mainnya
Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkap ada tiga negara yang akan berinvestasi dengan nilai cukup besar pada kuartal IV-2021. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkap ketiga negara itu yakni Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan. Namun, Bahlil belum membeberkan berapa nilai investasi dan perusahaan apa yang akan menanam modal jumbo di akhir 2021.
Investasi dari Australia cukup gede, kemudian dari Amerika yang akan masuk cukup gede juga, kemudian Korea juga akan masuk. Di 2021 akhir itu mereka sudah melakukan realisasi. Tapi perusahaannya apa dan berapa angkanya, nanti tunggu tanggal mainnya.
Bahlil bercerita hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Dia mengatakan berhasil mendapatkan investasi dari dari sejumlah perusahaan seperti Microsoft, Aplan Lighting, dan Cargill. Untuk Cargill disebutkan investasinya sekitar Rp 5 triliun.
Kemudian ada beberapa perusahaan juga yang sudah masuk, tapi komitmen saya sama mereka belum mau di-announce dulu, di tahan dulu. Kita tahan dulu, jadi nanti pada saat waktunya saya akan menyampaikan.
Bahlil juga mengungkap saat kunjungannya di AS, juga menarik investor untuk investasi ke sektor kesehatan. Menurutnya hal itu berpotensi membantu Indonesia punya industri kesehatan di dalam negeri.
Modal Asing di Pasar Domestik
Bank Indonesia mencatat aliran modal asing sebesar Rp 7,55 triliun ke pasar keuangan domestik pada pekan ketiga Juli 2021. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, menyatakan mayoritas dana tersebut mengalir ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), yaitu mencapai Rp 5,73 triliun.
Masuknya investasi asing pekan ini menunjukkan tren positif jika dilihat sejak awal Juli. Bank Indonesia mencatat pasar domestik hanya mendapatkan Rp 0,64 triliun dana asing pada periode 5-8 Juli lalu. Sepekan sebelumnya, modal asing justru keluar sebanyak Rp 4,65 triliun. Meski terdapat aliran modal masuk pekan ini, premi risiko investasi Indonesia lima tahun meningkat. Risikonya naik ke level 77,03 basis point per 15 Juli dari 76,65 basis point per 9 Juli 2021.
Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dana yang masuk di pasar obligasi dalam negeri menunjukkan tingginya minat pada surat utang pemerintah. Salah satunya dipicu peringkat obligasi pemerintah.
Sementara itu, menurut analis dari Central Capital Futures, Wahyu Tribowo Laksono, rendahnya investasi asing yang masuk ke pasar saham dalam negeri dipicu oleh faktor global. Saat ini pemerintah Amerika Serikat dan negara Eropa memberikan beragam stimulus untuk memperbaiki perekonomian mereka.
RI Banjir Investasi Mobil Listrik dari Jepang, Toyota - Mitsubishi Masuk
Raksasa otomotif
Jepang mulai tertarik mengembangkan kendaraan listrik di indonesia. Mulai dari
Toyota hingga Mitsubishi, ramai-ramai menambahkan suntikan modalnya ke
Indonesia Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.
Toyota Motor Corporation memberikan komitmen investasi sebesar Ap 63 trillun, hingga 2024 akan masuk sebanyak Rp 28,3 triliun. Toyota akan memproduksi 10 model mobil listrik hybrid, termasuk 5 model plug in hybrid. Toyota akan membantu membuat produk nasional Kijang menjadi mobil listrik hybrid di 2022. Serta memproduksi battery electric vehicle Lexus UX300e di tahun yang sama.
Selanjutnya, ada Suzuki Motor Corporation yang memiliki komitmen investasi sebesar Rp 21 triliun dan akan masuk Rp 1,2 triliun di awal, Mereka akan memproduksi Suzuki Ertiga Mild Hybrid di tahun 2022, dan Suzuki XL7 Mild Hybrid di tahun 2023.
Mitsubishi Motor Corporation memberikan komitmen investasi sebesar Rp 11,2 hingga 2024. Nantinya, Mitsubishi akan memproduksi Expander Hybrid di 2023.
Tingkatkan Lapangan Kerja Berkualitas
Indonesia kekurangan pekerjaan berkualitas untuk mendorong pertumbuhan kelas menengah. Reformasi kebijakan perlu dilakukan secepatnya dengan memprioritaskan investasi yang dapat menciptakan pekerjaan dengan upah dan perlindungan layak. Secara paralel, angkatan kerja juga disiapkan untuk mengisi pekerjaan baru itu. Laporan Bank Dunia ”Prospek Ekonomi Indonesia Mempercepat Pemulihan” edisi Juni 2021 menyoroti bahwa porsi pekerjaan untuk mendorong pertumbuhan kelas menengah di Indonesia turun 5,2 persen dalam waktu satu tahun setelah pandemi Covid-19. Awalnya, pada 2019, persentase pekerjaan kelas menengah masih mencapai 15,4 persen. Namun, setelah pandemi, porsinya menurun menjadi 10,2 persen.
Ekonom Bank Dunia Maria Monica Wihardja, Selasa (13/7/2021), mengatakan, penurunan pertumbuhan pekerjaan yang layak ini sesuatu yang patut diantisipasi secara serius. Menurut dia, untuk mengantisipasi dampak ekonomi Covid-19, pemerintah juga harus mengimplementasikan reformasi kebijakan jangka menengah dan panjang. Hal itu juga mendesak untuk menekan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan kelas menengah yang akan berperan banyak dalam perputaran roda ekonomi. Salah satunya dengan memprioritaskan masuknya investasi baru yang akan mendorong penyerapan tenaga kerja, bukan hanya secara kuantitas, tetapi juga kualitas. ”Jangan pekerjaan seadanya seperti sebelumnya. Ini harus dimulai secepatnya,” ujarnya.
Laporan Bank Dunia mencatat, dalam satu dekade terakhir ini, pemerintah memang gencar menciptakan lapangan kerja dengan rata-rata 2,4 juta pekerjaan baru per tahun.Namun, lapangan kerja yang tercipta itu tidak cukup untuk mengangkat status pekerja dari miskin dan rentan miskin menjadi masyarakat kelas menengah. Terkait tantangan menciptakan angkatan kerja yang siap mengisi pekerjaan berkualitas itu, Maria menegaskan pentingnya transfer teknologi dan keahlian lewat masuknya investasi asing. Untuk itu, tenaga kerja asing harus selalu didampingi oleh tenaga kerja lokal dan pada satu periode, posisi yang dipegang itu harus beralih ke pekerja lokal.
Peneliti di Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Endang Soesilowati, mengatakan, standar pekerjaan berkualitas tidak bisa lepas dari kebijakan upah minimum bagi pekerja. Bank Dunia menetapkan standar upah kelas menengah adalah Rp 3,75 juta per bulan berdasarkan perhitungan garis kemiskinan di tahun 2018. Sementara, per Februari 2021, rata-rata upah pekerja Indonesia secara nasional adalah Rp 2,86 juta. Kondisi itu pun berbeda-beda di setiap provinsi. Terjadi disparitas yang tinggi antara rata-rata upah pekerja antarprovinsi. Endang mengatakan, seiring dengan upaya menarik lebih banyak investasi, aspek pengupahan yang layak untuk pekerja ini patut diperhatikan pemerintah melalui kebijakan upah minimum yang memadai. Sementara, akibat pandemi Covid-19 serta konsekuensi penerapan UU Cipta Kerja, kebijakan upah minimum tahun ini diputuskan tidak naik.Investasi Asing US$ 16 Miliar Siap Masuk, Pembangunan Infrastruktur Logistik Wajib Didukung Value Creation
Infrastruktur sangat
menentukan dan besar pengaruhnya
dalam dua hal penting, yaitu pengembangan ekonomi dan logistik berdaya saing. Namun, infrastruktur
tidak serta merta dapat langsung
memberikan kontribusi terhadap
kedua hal penting tersebut. Sebab, diperlukan pengembangan
pendukung lainnya atau value creation agar terwujud peningkatan
perekonomian dengan kehadiran
infrastruktur tersebut.
Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR), Danis H
Sumadilaga mengatakan, di samping
pembangunan infrastruktur yang
dilakukan oleh pemerintah pusat,
ada pengembangan lain yang harus
dilakukan oleh daerah sekitarnya
untuk mendukung upaya pengembangan logistik.
“Artinya, jangan sampai setelah
dibangunnya infrastruktur tapi
terhadap land uses aktivitasnya atau
value creation-nya tidak terbangun
sehingga tidak menimbulkan value
pada daerah sekitarnya,” ungkap
Danis H Sumadilaga dalam acara
Investor Daily Summit 2021 bertajuk
“Mewujudkan Infrastruktur Logistik
yang Berdaya Saing” yang diselenggarakan harian Investor Daily secara
virtual, Selasa (13/7).
Pada kesempatan yang sama,
Chief Risk Officer INA Marita
Alisjahbana menjelaskan, sejumlah investor asing sudah
berbicara dengan INA dan sudah menunjukkan minatnya
untuk berinvestasi melalui INA.
Beberapa di antaranya bersifat
government to government (G to
G) dengan nilai mencapai US$
16 miliar yang terdiri atas Uni
Emirat Arab (UAE) US$ 10 miliar, Japan Bank for International
Cooperation (JBIC) US$ 4 miliar,
dan US International Development Finance Corporation (US
DFC) US$ 2 miliar.
“Investor asing sampai sekarang sudah banyak diajak
bicara dan sudah bekerja sama
dengan INA atau sudah menunjukkan minatnya itu adalah yang
dari hubungan G to G yang
sudah sering dengar dari UEA
US$ 10 miliar, JBIC sudah mengatakan US$ 4 miliar, dari US
DFC US$ 2 miliar,” kata Marita.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Investasi Teknologi
10 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
Tata Kelola Bantuan Sosial Perlu Dibenahi
29 Jul 2022









