GIC Naikkan Kepemilikan Jadi 11% di Bukalapak
JAKARTA – GIC Private Limited membeli 1,6 miliar saham PT Bukalapak.com Tbk atau setara1,55% pada harga Rp 850 per unit, senilai sekitar Rp 1,4 triliun. Pasca transaksi, kepemilikan saham sovereign wealth fund (SWF) milik pemerintah Singapura di Bukalapak menjadi 11,33 miliar unit atau setara 11% dengan status kepemilikan langsung. GIC Private Limited adalah lembaga dana investasi pemerintah Singapura (GOS) dan Otoritas Keuangan Singapura (MAS), yang merupakan subsidiary Archipelago Investment Pte Ltd. "Aksi pembelian yang dilakukan Archipelago Investment untuk tujuan investasi," papar manajemen GIC Private Limited
Struktur pemegang saham Bukalapak terbaru setelah IPO akhir pekan lalu tercatat adalah PT Kreatif Media Karya (KMK Online) yang merupakan anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Ant Group’s API Investment Ltd, dan GIC, yang secara bersama-sama memegang 46% saham di Bukalapak. Adapun Microsoft dan Mirae Asset memegang saham minoritas 2,7% di startup teknologi unicorn tersebut.
Direktur Utama Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan, seluruh dana IPO
akan menjadi
modal kerja perseroan dan entitas anak. Fokus pendanaan ke depan
adalah pengembangan
sektor usaha mikro,
kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi
misi Bukalapak
di masa depan. Berdasarkan
prospektus Bukalapak, seluruh dana yang diperoleh dari IPO
setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham akan dialokasikan untuk modal kerja
perseroan sebesar 66%. Sisanya untuk modal kerja entitas anak,
yaitu 15% untuk
PT Buka Mitra Indonesia (BMI) dan 15% untuk PT
Buka Usaha
Indonesia (BUI). Selebihnya, sekitar 1% untuk PT Buka Investasi Bersama
(BIB), 1% untuk
PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), 1% untuk Bukalapak Pte Ltd (BLSG), dan
sekitar 1%
untuk PT Five Jack
(Five Jack Indonesia).
Pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan, secara teknikal, harga saham Bukalapak berpeluang besar untuk terus meningkat dalam waktu dekat, sejalan dengan tingginya minat investor pada saham teknologi dan digital. Di sisi lain, tingginya gain yang diberikan oleh saham Bukalapak sejak listing juga membuat para investor cenderung melakukan profit taking. “Tampaknya, para investor terutama trader saat ini tidak terlalu mempedulikan harga saham dari segi valuasi. Sehingga, tingginya minat para investor secara teknikal dapat mendorong harga saham Bukalapak ke level Rp 2.000,” tuturnya. Dengan begitu, kata Fendi, bukan hal yang sulit bagi Bukalapak untuk masuk 10 besar market cap. Apabila proyeksi ini tercapai, kapitalisasi pasar Bukalapak dapat melesat menjadi Rp 250 triliun. “Selain tingginya minat para investor, saham Bukalapak juga menjadi ikon pertama saham teknologi yang melantai di pasar modal Indonesia. Hal itu menjadi pengaruh yang besar bagi para investor. Market cap Bukalapak bisa ke posisi tujuh, dengan target harga saham Rp 2.000,”
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023