;
Tags

Investasi Asing

( 262 )

Pelobi Bisnis Jepang Desak Investasi ke Myanmar

KT1 20 Dec 2021 Investor Daily

Pelobi bisnis Jepang Hideo Watanabe tengah berkampanye untuk membawa investasi bernilai milliaran dolar dari beberapa perusahaan terkemuka Jepang ke Myanmar. Mantan Menteri Kabinet berusia 87 tahun itu juga mengejar investasi di sektor  pusat perbelanjaan senilai US$ 42 juta dalam keterikatan pada sebuah perusahaan yang terkait dengan konglomerat tentara yang terkena sanksi. Baik Watanabe dan Asosiasi Myanmar Jepang (JMA), yang dipimpinnya menolak berkomentar soal isu itu. Demikian pula dengan Kementerian Luar Negeri Jepang. Pasalnya, para anggota JMA itu, seperti kebanyakan perusahaan multinasional lainnya sedang berada dibawah tekanan dari para aktivis untuk menjauhi investasi di Myanmar, termasuk di zona khusus pembangunannya dibantu oleh Watanabe. (Yetede)

Korupsi Hambat Investasi

KT3 09 Dec 2021 Kompas

Korupsi merajalela serta penegakan hukum lemah munculkan ketidakpastian usaha dan hambat masuknya modal ke dalam negeri. Investasi butuh ekosistem usaha yang sehat dan stabil. Berdasarkan  Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) 2020, Indonesia alami penurunan skor dari level 40 dan ranking ke-85  dunia pada 2019 jadi level 37 dan ranking ke-102 pada 2020. Sekaya apa pun  negara akan sumber daya alam, selama korupsi tinggi, pertumbuhan ekonominya terhambat dan masyarakatnya terjebak dalam kemiskinan.

Laporan Global Competitiveness Report 2017-2018 oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) memetakan, faktor utama penghambat investasi Indonesia adalah korupsi, disusul inefisiensi birokrasi, infrastruktur tidak memadai, dan kebijakan tak stabil. Aturan perburuhan, yang banyak diubah lewat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, masuk urutan terbawah faktor penghambat investasi, walau investor asing masih tertarik berinvestasi di Indonesia karena tergiur ukuran pasar yang besar. (Yoga)


Indosat Ooredoo dan OTM Jalin Kerja Sama Mobile Advertising

KT1 17 Nov 2021 Investor Daily

Operator  telekomunikasi seluler  dan perusahaan digital Indosat Ooredoo menjalin kolaborasi dengan Out There Media (OTM), pemimpin global dalam mobile advertising dan monetisasi data. Melalui kolaborasi tersebut  Indosat Ooredoo akan mengadopsi platform teknologi mobile engagement milik OTM yang telah memenangkan berbagai pernghargaan, yakni Mobucks. Perseroan juga akan memanfaatkan jaringan merek dan agensi OTM untuk memperkuat strategi periklanan digital bagi 62,3 jutaan pelanggannya. "Dengan kemitraan ini, kami berharap dapat memberikan kampanye mobile advertising interaktif yang melampaui  jangkauan saluran periklanan tradsional yang tersedia saat ini. Ini adalah moment yang menyenangkan bagi Indosat  Ooredoo dan kami berharap dapat mengumumkan kampanye pertama kami pada waktunya," ujar CEO Indosat Ooredoo Ritesh Kumar Singh, dalam keterangannya Senin (15/11). Teknologi OTM akan memnafaatkan kemampuan analitik dan pemahaman Indosat Ooredoo tentang pasar, sehingga memungkinkan platformnya untuk menggabungkan penargetan dan personalisasi dengan jangakaun yang tepat. (Yetede)

Janji Foxconn, VW dan BSAF Investasi ke Indonesia

HR1 05 Nov 2021 Kontan

Asa Indonesia untuk mendorong industri ramah lingkungan yang salah satunya didorong dengan hilirisasi industri kendaraan listrik makin menemukan titik terang. Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan ternama yang ingin menanamkan modalnya untuk mewujudkan target Indonesia menjadi salah satu negara pemain mobil listrik dunia. Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan perusahaan tersebut adalah Perusahaan Taiwan Hon Hai Precision Industry (Foxconn), Volkswagen, dan BASF. “Insha Allah Foxconn berminat masuk Indonesia, kemarin dari Jerman bicara dengan Volkswagen dan BASF, mereka confirm masuk ke Indoensia,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Kamis (4/11). Investasi Foxconn di Indonesia tersebut nantinya akan melibatkan pengusaha nasional dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Foxconn tak hanya membangun industri mobil listrik saja, tetapi juga membangun industri komponen dan bahan baku yang akan digunakan. Sementara Volkswagen dan BASF akan masuk ke Indonesia dan menjadi bagian rantai pasok untuk baterai mobil listrik. Mereka masuk pada bagian rantai pasok hilir.


Disdag Dorong Ekspor Udang

Sajili 25 Oct 2021 Banjarmasin Post

Memperhatikan perkembangan ekspor Kalsel pada September 2021, ternyata ekspor komoditi perikanan dalam beberapa bulan terakhir ini, selalu mengalami kenaikan, baik volume maupun nilainya. Pada Agustus naik 124 persen dibandingkan dengan Juli 2021

Ini menunjukkan, komoditi perikanan Kalsel punya pangsa pasar yang positif di luar negeri. Satu di antara komoditas perikanan yang diekspor adalah udang. Jenis udang yang diekspor antara lain udang pink, udang Windo dan udang lainnya.


Investasi Asing di Daerah Harus Kolaborasi dengan Pengusaha Lokal

Sajili 27 Sep 2021 Sinar Indonesia Baru

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi di daerah harus melibatkan pengusaha lokal atau UMKM agar pertumbuhan ekonomi lebih merata. Menurut dia, kebijakan pemerintah tidak boleh mengacu pada cara lama.

Seluruh investasi yang masuk di daerah, baik penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing harus kolaborasi dengan pengusaha lokal.

Bahlil berujar, pemerintah tengah mendorong tumbuhnya kawasan-kawasan ekonomi baru di seluruh Indonesia. Realisasi investasi di daerah pun diklaim telah dirancang agar lebih memiliki dampak bagi masyarakat sekitar.


Nilai Investasi Fintech Urun Dana Bizhare Meroket 2.000% dalam 2 Bulan

Sajili 24 Sep 2021 Katadata

Startup teknologi finansial (fintech) urun dana atau crowdfunding Bizhare mencatat, nilai investasi melonjak 21 kali lipat atau 2.000% dalam dua bulan. Jumlah investor juga meningkat 364%.

CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan, lonjakan nilai investasi terjadi selama Mei - Juli. Total investasi fintech urun dana ini Rp 50,6 miliar.

Sejak awal tahun hingga Agustus, jumlah investor aktif melonjak 364%. Sedangkan jumlah investor terdaftar tumbuh 166%. Hingga saat ini, total ada 61.122 investor terdaftar di Bizhare. "Ini membuktikan, saat pandemi corona, minat masyarakat berinvestasi sangat tinggi," kata Vincent saat konferensi pers virtual, Rabu (22/9).


Modal Asing Masuk USD 1,5 Miliar , Bikin Rupiah Menguat

Sajili 22 Sep 2021 Sinar Indonesia Baru

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran masuk modal asing terus berlanjut dengan investasi portofolio yang mencatatkan net inflows sebesar 1,5 miliar dolar AS pada periode Juli hingga 17 September 2021. Itu sebagai salah satu faktor mengapa nilai tukar rupiah cenderung menguat belakangan ini.

Mata uang Garuda menguat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda, seperti isu kegagalan bayar korporasi di pasar keuangan Tiongkok, rencana pengurangan stimulus atau tapering oleh Bank Sentral AS, The Fed, serta peningkatan kasus COVID-19.

Perry menyebutkan nilai tukar rupiah pada 20 September 2021 menguat 0,94 persen secara rerata dan 0,18 persen secara point to point dibandingkan dengan level Agustus 2021. Dengan perkembangan tersebut, ia menjelaskan rupiah sampai dengan 20 September 2021 masih mencatat depresiasi sebesar 1,35 persen secara tahunan (year to date/ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020.


Aksi Korporasi, Amazon Investasi di Bisnis Wealth Management

KT1 29 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Amazon.com Inc. melakukan investasi perdananya di sektor managemen kekayaan senilai US$40 juta pada starup fintech Smallcase Tecnologies Pvt. Startup yang berkantor pusat di Bangalore ini mengatakan pendanaan tersebut dipimpin oleh Fearing Capital Ptv. dan juga bergabung  dengan investasi lainnya Premjilnvest, kantor investasi swasta milliarder teknologi Azem Premji.

Rencananya, modal tersebut akan digunakan untuk memperluas produk investasinya dikelas aset seperti reksa dana, ekuitas global, dan obligasi. Startup ini ingin mengembangkan platform teknologi dan lebih jauh lagi membangun jaringan distribusinya. Perusahan rintisan ini diuntungkan dengan ledakan investor ritel yang dipicu pandemi Covid-19 dan belum pernah terjadi sebelumnya di pasar ekuitas India. Basis penggunaaanya lebih berlipat ganda menjadi lebih dari 3 juta pada tahu lalu.

"Sekelompok baru investor yang lebih muda dan berani mengambil resiko tinggi berpartisipasi di pasar modal dan mereka mengingikan transparansi penuh," kata CEO Vasant Kamath dilansir Bloomberg, Rabu (18/8). Bagi Amazone, investasi di Smallcase membuka batas baru dalam bisnis pengelolaan kekayaan. Raksasa dagang el ini sebelumnya telah berinvestasi di startup fintech lain di India, termasuk pemain asuransi Acko General Insurance Ltd., serta penyedia kredit Capital Float. (YTD)

Korporasi Korsel Kian Ekspansif di Indonesia

IDR 16 Aug 2021 Kontan

Jakarta - Nilai investasi perusahaan asal Korea Selatan masuk lima besar investasi asing di Indonesia. Bukan hanya Drama Korea alias Drakor yang semakin eksis di Indonesia, investor asal Korea Selatan juga masif membenamkan investasinya di Nusantara. Baru-baru ini, dua korporasi besar Korsel, yakni Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution, menjalin kerjasama untuk membangun pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat. Nilai investasi Hyundai dan LG ditaksir mencapai US$ 1,1 miliar. 

Ekspansi Hyundai dan LG menambah panjang daftar korporasi asal Korsel yang menggarap pasar Indonesia. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementrian Investasi (BKPM) mengungkapkan, berdasarkan tren negara asal penanaman modal asing (PMA), yakni dalam kurun 2016 hingga Juni 2021, Korsel masuk peringkat kelima negara menanamkan modalnya di Indonesia.  Korporasi Korsel yang masuk Indonesia merupakan perusahaan konglomerasi yang memiliki anak dan cucu usaha cukup banyak. 

Perusahaan elektronik dan teknologi, Samsung meski investasinya di Vietnam lebih besar, Samsung Indonesia memegang pangsa pasar terbesar kedua setelah Oppo dengan 19% market share. Samsung Electronic juga berekspansi di sektor home appliance dan menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor. Kementrian Investasi juga akan terus mendorong ekspansi Samsung mengingat pasar smartphone Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan ASEAN.