Investasi Asing
( 264 )Optimis 23 Perusahaan Investasi di Indonesia
Dua Perusahaan Tiongkok akan Bangun 1.000 Sekolah di Irak
Pemerintah Irak telah menandatangani perjanjian dengan dua perusahaan untuk membangun 1.000 sekolah di negara itu dalam jangka waktu dua tahun. Pengumuman ini disampaikan oleh seorang pejabat Irak. "Negara ini membutuhkan total 8.000 sekolah untuk mengisi kesenjangan di sektor pendidikan," kata pejabat Kementerian Perumahan Hasan Majeham, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Irak. Pembangunan sekolah akan selesai dalam dua tahun. Fase pertama serah terima, kata Majeham, setahun setelah pekerjaan diambil dalam waktu dekat. Ia menambahkan, pemerintah Irak akan membayar proyek tersebut dengan menggunakan produk minyak. Pada penandatanganan kontrak, pihak Tiongkok diwakili oleh Wakil Presiden Power China dan Direktur Regional Sino Tech. (Yetede)
Pelobi Bisnis Jepang Desak Investasi ke Myanmar
Pelobi bisnis Jepang Hideo Watanabe tengah berkampanye untuk membawa investasi bernilai milliaran dolar dari beberapa perusahaan terkemuka Jepang ke Myanmar. Mantan Menteri Kabinet berusia 87 tahun itu juga mengejar investasi di sektor pusat perbelanjaan senilai US$ 42 juta dalam keterikatan pada sebuah perusahaan yang terkait dengan konglomerat tentara yang terkena sanksi. Baik Watanabe dan Asosiasi Myanmar Jepang (JMA), yang dipimpinnya menolak berkomentar soal isu itu. Demikian pula dengan Kementerian Luar Negeri Jepang. Pasalnya, para anggota JMA itu, seperti kebanyakan perusahaan multinasional lainnya sedang berada dibawah tekanan dari para aktivis untuk menjauhi investasi di Myanmar, termasuk di zona khusus pembangunannya dibantu oleh Watanabe. (Yetede)
Korupsi Hambat Investasi
Korupsi merajalela serta penegakan hukum lemah munculkan ketidakpastian usaha dan hambat masuknya modal ke dalam negeri. Investasi butuh ekosistem usaha yang sehat dan stabil. Berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) 2020, Indonesia alami penurunan skor dari level 40 dan ranking ke-85 dunia pada 2019 jadi level 37 dan ranking ke-102 pada 2020. Sekaya apa pun negara akan sumber daya alam, selama korupsi tinggi, pertumbuhan ekonominya terhambat dan masyarakatnya terjebak dalam kemiskinan.
Laporan Global Competitiveness Report 2017-2018 oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) memetakan, faktor utama penghambat investasi Indonesia adalah korupsi, disusul inefisiensi birokrasi, infrastruktur tidak memadai, dan kebijakan tak stabil. Aturan perburuhan, yang banyak diubah lewat UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, masuk urutan terbawah faktor penghambat investasi, walau investor asing masih tertarik berinvestasi di Indonesia karena tergiur ukuran pasar yang besar. (Yoga)
Indosat Ooredoo dan OTM Jalin Kerja Sama Mobile Advertising
Operator telekomunikasi seluler dan perusahaan digital Indosat Ooredoo menjalin kolaborasi dengan Out There Media (OTM), pemimpin global dalam mobile advertising dan monetisasi data. Melalui kolaborasi tersebut Indosat Ooredoo akan mengadopsi platform teknologi mobile engagement milik OTM yang telah memenangkan berbagai pernghargaan, yakni Mobucks. Perseroan juga akan memanfaatkan jaringan merek dan agensi OTM untuk memperkuat strategi periklanan digital bagi 62,3 jutaan pelanggannya. "Dengan kemitraan ini, kami berharap dapat memberikan kampanye mobile advertising interaktif yang melampaui jangkauan saluran periklanan tradsional yang tersedia saat ini. Ini adalah moment yang menyenangkan bagi Indosat Ooredoo dan kami berharap dapat mengumumkan kampanye pertama kami pada waktunya," ujar CEO Indosat Ooredoo Ritesh Kumar Singh, dalam keterangannya Senin (15/11). Teknologi OTM akan memnafaatkan kemampuan analitik dan pemahaman Indosat Ooredoo tentang pasar, sehingga memungkinkan platformnya untuk menggabungkan penargetan dan personalisasi dengan jangakaun yang tepat. (Yetede)
Janji Foxconn, VW dan BSAF Investasi ke Indonesia
Asa Indonesia untuk mendorong industri ramah lingkungan yang salah satunya didorong dengan hilirisasi industri kendaraan listrik makin menemukan titik terang. Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan ternama yang ingin menanamkan modalnya untuk mewujudkan target Indonesia menjadi salah satu negara pemain mobil listrik dunia. Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan perusahaan tersebut adalah Perusahaan Taiwan Hon Hai Precision Industry (Foxconn), Volkswagen, dan BASF. “Insha Allah Foxconn berminat masuk Indonesia, kemarin dari Jerman bicara dengan Volkswagen dan BASF, mereka confirm masuk ke Indoensia,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Kamis (4/11). Investasi Foxconn di Indonesia tersebut nantinya akan melibatkan pengusaha nasional dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Foxconn tak hanya membangun industri mobil listrik saja, tetapi juga membangun industri komponen dan bahan baku yang akan digunakan. Sementara Volkswagen dan BASF akan masuk ke Indonesia dan menjadi bagian rantai pasok untuk baterai mobil listrik. Mereka masuk pada bagian rantai pasok hilir.
Disdag Dorong Ekspor Udang
Memperhatikan perkembangan ekspor Kalsel pada September 2021, ternyata ekspor komoditi perikanan dalam beberapa bulan terakhir ini, selalu mengalami kenaikan, baik volume maupun nilainya. Pada Agustus naik 124 persen dibandingkan dengan Juli 2021
Ini menunjukkan, komoditi perikanan Kalsel punya pangsa pasar yang positif di luar negeri. Satu di antara komoditas perikanan yang diekspor adalah udang. Jenis udang yang diekspor antara lain udang pink, udang Windo dan udang lainnya.
Investasi Asing di Daerah Harus Kolaborasi dengan Pengusaha Lokal
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan realisasi investasi di daerah harus melibatkan pengusaha lokal atau UMKM agar pertumbuhan ekonomi lebih merata. Menurut dia, kebijakan pemerintah tidak boleh mengacu pada cara lama.
Seluruh investasi yang masuk di daerah, baik penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing harus kolaborasi dengan pengusaha lokal.
Bahlil berujar, pemerintah tengah mendorong tumbuhnya kawasan-kawasan ekonomi baru di seluruh Indonesia. Realisasi investasi di daerah pun diklaim telah dirancang agar lebih memiliki dampak bagi masyarakat sekitar.
Nilai Investasi Fintech Urun Dana Bizhare Meroket 2.000% dalam 2 Bulan
Startup teknologi finansial (fintech) urun dana atau crowdfunding Bizhare mencatat, nilai investasi melonjak 21 kali lipat atau 2.000% dalam dua bulan. Jumlah investor juga meningkat 364%.
CEO Bizhare Heinrich Vincent mengatakan, lonjakan nilai investasi terjadi selama Mei - Juli. Total investasi fintech urun dana ini Rp 50,6 miliar.
Sejak awal tahun hingga Agustus, jumlah investor aktif melonjak 364%. Sedangkan jumlah investor terdaftar tumbuh 166%. Hingga saat ini, total ada 61.122 investor terdaftar di Bizhare. "Ini membuktikan, saat pandemi corona, minat masyarakat berinvestasi sangat tinggi," kata Vincent saat konferensi pers virtual, Rabu (22/9).
Modal Asing Masuk USD 1,5 Miliar , Bikin Rupiah Menguat
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran masuk modal asing terus berlanjut dengan investasi portofolio yang mencatatkan net inflows sebesar 1,5 miliar dolar AS pada periode Juli hingga 17 September 2021. Itu sebagai salah satu faktor mengapa nilai tukar rupiah cenderung menguat belakangan ini.
Mata uang Garuda menguat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum sepenuhnya mereda, seperti isu kegagalan bayar korporasi di pasar keuangan Tiongkok, rencana pengurangan stimulus atau tapering oleh Bank Sentral AS, The Fed, serta peningkatan kasus COVID-19.
Perry menyebutkan nilai tukar rupiah pada 20 September 2021 menguat 0,94 persen secara rerata dan 0,18 persen secara point to point dibandingkan dengan level Agustus 2021. Dengan perkembangan tersebut, ia menjelaskan rupiah sampai dengan 20 September 2021 masih mencatat depresiasi sebesar 1,35 persen secara tahunan (year to date/ytd) dibandingkan dengan level akhir 2020.
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022









