Investasi lainnya
( 1334 )Investasi Baterai Listrik, Emiten Nikel 'Kecele' Tesla
Kabar investasi Tesla Inc. terkait industri kendaraan dan baterai listrik di Indonesia tak kunjung terealisasi. Di sisi lain, Tesla terus berinvestasi di negara lain.Nama Tesla Inc. sempat menjadi buah bibir pada pengujung 2020 hingga awal 2021. Hal itu tak lepas dari rencana perusahaan tersebut berinvestasi di Indonesia terkait bisnis kendaraan listrik.Pada pengujung tahun lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sempat dihubungi Tesla. Indonesia dilirik lantaran memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia.Bahkan, sempat disebut bahwa perusahaan AS itu akan melibatkan emiten tambang PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Inalum (Persero).Langkah itu disebut-sebut sebagai upaya mengamankan lebih banyak sumber daya nikel yang menjadi kunci dalam produksi baterai lithium-ion di mobil listrik. Tesla akan membantu tambang di Kaledonia Baru dengan produk dan standar keberlanjutan.Kaledonia Baru merupakan produsen nikel terbesar keempat dunia. Tesla diperkirakan menjadi penasihat industri di Tambang Goro, yang dimiliki oleh raksasa pertambangan asal Brasil, Vale.Teranyar, pada Kamis (22/7), perusahaan pertambangan Inggris-Australia yakni BHP menyampaikan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk menyediakan pasokan nikel untuk Tesla.
Pertama, dia menyebut adanya tekanan dari pemegang saham agar Tesla berpartisipasi mengurangi dampak perubahan iklim. BPH memiliki komitmen untuk mengelola tambang ramah lingkungan lewat energi terbarukan.Analisis kedua, adanya kesamaan visi antara Tesla dan BHP dalam mengatasi masalah kerusakan lingkungan akibat kegiatan bisnis yang tidak berorientasi lingkungan, sehingga bisnis mereka dapat bertahan lama. Ini tentunya akan memperkuat posisi mereka di mata investor.Ketiga, kerja sama ini diperkirakan mampu mengerek nilai saham kedua perusahaan.
(Oleh - HR1)Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Meningkat
Kementerian Koordinator Perekonomian memastikan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) tak tersendat di tengah pandemi Covid-19. Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan hal itu terlihat dari realisasi investasi KEK nasional sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 50,3 triliun.
Menurut Susiwijono, investasi KEK meningkat Rp 10,44,riliun atau sekitar 26 persen dari capaian akhir 2020. Berdasarkan catatan Dewan Nasional KEK, hingga Mei lalu terdapat 11 dari 15 KEK yang sudah aktif. Empat KEK lainnya masih mengejar sisa pembangunan. Dewan KEK juga sudah menyetujui empat usul KEK baru.
Susiwijono mengatakan kinerja KEK industri manufaktur paling moncer selama masa pandemi. Dia memberi contoh realisas investasi pengolahan bauksit di KEK Galang Batang, Kepulauan Riau, yang sudah mencapai Rp 14,45 triliun pada bulan ini. KEK itu juga memproduksi alumina yang sudah diekspor hingga 70 ribu ton pada bulan ini, nilai ekspornya US$ 21 juta.
KEK Kendal di Jawa Tengah juga mencetak investasi sebesar Rp 6,6 triliun. Kawasan itu menampung usaha tekstil, furnitur, mainan anak, elektronik, makanan dan minuman, serta otomotif. Nilai ekspor KEK itu sedang digenjot agar bisa mencapai US$ 17,2 juta pada tahun ini. Sedangkan investasi KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara, mencapai Rp 5,4 triliun.
Investasi Manufaktur Melonjak 29%
Nilai investasi industri manufaktur
sepanjang semester I-2021 mencapai Rp 167,1
triliun, melonjak 29% dibanding periode sama
tahun lalu Rp 129,6 triliun. Jumlah tersebut
berkontribusi 37,7% terhadap total investasi
nasional Rp 442,8 triliun.
“Adapun dua sektor manufaktur
primadona yang menjadi penyumbang terbesar investasi adalah
logam dasar, barang logam, bukan
mesin dan peralatannya sebesar Rp 57,6 triliun dan makanan
Rp 36,6 triliun (8,3%),” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus
Gumiwang Kartasasmita dalam
keterangan resminya, Rabu (28/7).
Agus menjabarkan, sepanjang
enam bulan 2021, penanaman
modal dalam negeri (PMDN)
sektor industri mencapai Rp 46,3
triliun atau berkontribusi 21,6%
dari total PMDN yang menembus
Rp 214,3 triliun. Adapun penanaman modal asing (PMA) di industri
mencapai Rp 120,8 triliun atau
berkontribusi 52,9% dari total PMA
Rp 228,5 triliun.
Sebelumnya, Ekonom Core
Indonesia Ina Primiana meminta
pemerintah menjaga momentum
bagus sektor manufaktur. Sebab,
di tengah pandemi Covid-19, manufaktur masih menggeliat.
Dia mencatat, kontribusi manufaktur ke produk domestik bruto
(PDB) masih 19,84%, sama seperti
sebelum pandemi. Indeks manajer
pembelian (purchasing managers
index/PMI) juga dalam tren positif. Bahkan, pada Mei 2021, PMI
mengukir rekor baru, sebesar
55,3 poin
(Oleh - HR1)
Pengangguran Diprediksi Bertambah
Untuk menekan pengangguran, investasi diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja. Akan tetapi, melihat pencapaian pada triwulan II tahun ini, peningkatan serapan tenaga kerja yang dibawa investasi dinilai tidak cukup signifikan. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2021 akan berada di kisaran 7,15-7,35 persen atau 9,9 juta sampai 10,27 juta orang. Angka tersebut lebih tinggi daripada TPT Agustus 2020, yaitu 7,07 persen (9,76 juta orang), dan TPT Februari 2021, yaitu 6,26 persen (8,75 juta orang).
Menurut ekonom CORE Indonesia, Akhmad Akbar Susamto, Selasa (27/7/2021), pengangguran akan bertambah akibat lonjakan kasus Covid-19 serta kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang telah berjalan sekitar tiga minggu terakhir. ”Pengangguran akan lebih tinggi. Kondisinya bisa lebih buruk daripada bulan Agustus 2020 dan Februari 2021. Memang, selisihnya tidak banyak, tetapi secara prinsip akan terjadi kenaikan,” kata Akhmad dalam diskusi virtual di Jakarta. Ia mengatakan, pemerintah memang telah menyiapkan beberapa program untuk perlindungan sosial dan insentif bagi dunia usaha untuk mencegah pemutusan hubungan kerja. Namun, berbagai kendala implementasi membuat program-program bantuan itu tidak menyentuh kalangan yang membutuhkan secara tepat waktu dan tepat sasaran. ”Beberapa program arahnya sudah benar, tetapi apakah itu cukup untuk menahan situasi saat ini? Tidak. Terlebih jika krisis kesehatan akibat Covid-19 masih berlanjut dan pembatasan tetap harus diterapkan,” katanya.
Pemerintah berupaya menarik investasi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan menyerap pengangguran. Data terbaru Kementerian Investasi menunjukkan, realisasi investasi pada triwulan II-2021 mencapai Rp 223 triliun atau tumbuh 16,2 persen daripada tahun sebelumnya sebesar Rp 191,9 triliun. Secara triwulanan, realisasi investasi sepanjang April-Juni 2021 itu naik tipis 1,5 persen dibandingkan triwulan I-2021 sebesar Rp 219,7 triliun. Investasi yang masuk didominasi penanaman modal asing senilai Rp 116,8 triliun (52,4 persen) dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 106,2 triliun (47,6 persen).Triwulan II, Investasi Pelindo IV Serap Rp 254,16 M
PT Pelabuhan Indonesia IV(Persero) mencatat progress fisik total investasi induk dan anak perusahaan mencapai 72,47 persen. Adapun penyerapan anggaran sebesar Rp254,16 miliar pada triwulan II tahun 2021. Direktur Utama PT Pelindo IV Prasetyadi mengatakan, progress fisik terbesar adalah kegiatan investasi di Cabang Biak dan Ternate. Dimana, hingga triwulan II tahun ini telah mencapai 100 persen.
Dengan pekerjaan yang dilakukan yaitu pembangunan lapangan penumpukan dan instalasi fasilitas pelabuhan. Menyusul progress fisik pekerjaan di Cabang Jayapura 82,1 persen, Cabang Fakíak 77,9 persen, Direktorat Teknik 75,1 persen dan Cabang Sorong 71,7 persen.
Kemudian Cabang Terminal Petikemas Bitung 38,2 persen, Cabang Terminal Petikemas Makassar dengan progress fisik 47,7 persen, Cabang Tarakan 12,7 persen dan Cabang Pantoloan yang mencapai progress fisik 5,0 persen.
Kami optimistis hingga akhir 2021 nanti, semua pekerjaan fisik akan rampung sesuai dengan target yang ditetapkan.
Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun Agustus
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan groundbreaking tahap satu pabrik baterai mobil listrik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG asal Korea Selatan (Korsel) dimulai Agustus 2021.
Selain itu, Bahlil juga mengungkap pabrik mobil listrik yang dibangun perusahaan asal Korea Selatan, Hyundai Group ditargetkan pada Februari 2022 sudah mulai produksi. Pabrik mobil Hyundai yang nilai investasinya US$ 1,5 miliar ini dibangun terus, bulan dua atau tiga tahun 2022 itu sudah menghasilkan mobil listrik.
LG ini sudah mulai groundbreaking bulan Juli, paling lambat Agustus awal kita sudah kita bangun.
Sementara pabrik mobil listrik Hyundai akan menjadi pusat basis produksi pertama Hyundai di kawasan ASEAN. Sales Director Hyundai Mobil Indonesia Erwin Djajadiputra pernah mengungkap pihaknya bisa mulai produksi mobil listrik akhir tahun ini.
Sudah hampir mencapai 90% dan akan selesai kurang lebih di bulan Juli ini di mana di akhir tahun ini kita sudah bisa mulai memproduksi.
Berharap Investasi Naik Lagi
Kinerja investasi langsung terus meningkat di tengah upaya pemerintah menekan kasus positif Covid-19 di dalam negeri. Bahkan, prospek investasi langsung hingga akhir tahun ini diharapkan terus meningkat. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal II-2021 sebesar Rp 223 triliun. Realisasi investasi ini meningkat 16,2% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya Rp 191,9 triliun. Secara terperinci, BKPM menyebut realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 106,2 triliun. Sementara penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 116,8 triliun.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menjelaskan, kinerja positif investasi tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi dalam negeri dan investor makin yakin menanamkan modalnya di Indonesia. "Investor dalam dan luar negeri sudah mulai terbiasa dengan keadaan Covid-19 terhadap kondisi baru dan melakukan penyesuaian," kata Bahlil, Selasa (27/7). Meski demikian, realisasi investasi di kuartal III-2021 akan dipengaruhi oleh efektivitas penanganan pandemi virus korona. Namun ia berharap, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa selesai di bulan Agustus nanti dan kasus harian Covid-19 semakin membaik yang membuat investor semakin yakin untuk masuk.
Di sisi lain, pihaknya tetap berupaya menggenjot investasi. Belum lama ini, Kementerian Investasi mengunjungi Amerika Serikat (AS) untuk menarik investasi. Ia menyebut ada komitmen dari Microsoft, Aplan Lighting, juga Cargill, meskipun tak memperinci investasi apa di Indonesia. "Cargill akan berinvestasi Rp 5,2 triliun. Mereka akan ground breaking pada Oktober tahun ini." tambah Bahlil.Bahlil: Investasi Besar dari 3 Negara akan Masuk pada Kuarta IV
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia akan segera menerima penanaman modal asing dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan Korea Selatan (Korsel) pada tahun ini. Investasi dengan nilai yang besar ini bakal masuk pada kuartal IV-2021. Meski begitu, Bahlil memastikan bahwa nilai investasi yang akan dibawa ketiga negara tersebut cukup besar dan aliran modal ketiganya akan masuk pada kuartal IV-2021. Dengan demikian, ketiga investasi dari AS, Australia, dan Korea Selatan diharapkan menjadi salah satu katalis untuk mengejar target investasi sepanjang tahun ini yang ditetapkan Rp 900 triliun. Komposisi realisasi investasi sepanjang Januari-Juni 2021 tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 228,5 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 214,3 triliun.
(Oleh - HR1)
Emtek-Grab Jajaki Peluang Investasi di Start-up Indonesia
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
(EMTK) atau Emtek menjalin kemitraan strategis
dengan Grab Indonesia. Melalui kerja sama tersebut,
selain mendekatkan pelaku usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM) dengan digital, kedua
pihak ingin menciptakan peluang investasi pada
perusahaan rintisan (start-up) di Tanah Air.
Managing Director Emtek Sutanto
Hartono mengatakan, sejauh ini, perusahaan sudah berinvestasi di dua startup Indonesia, yakni PT Bukalapak.
com dan Dana. Adapun Bukalapak sudah menjadi salah satu start-up dengan
valuasi di atas US$ 1 miliar (unicorn)
yang akan mencatatkan sahamnya di
Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Bukalapak sudah memiliki 104,9 juta
pengguna dan 6,9 juta anggota, sedangkan Dana sudah memiliki lebih dari
70 juta pengguna dan 250 ribu UMKM
yang terdaftar, “ kata Sutanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/7).
Kedua perusahaan akan menjajaki
peluang kolaborasi terutama di sektor
logistik dan e-commerce, juga layanan
keuangan, telemedicine, periklanan dan
media digital, serta produk digital untuk kios atau warung tradisional. Dalam
hal ini, Emtek telah menginvestasikan
dana US$ 375 juta di PT Grab Teknologi
Indonesia. Grab juga telah merampungkan investasi ke Grup Emtek.
Country Managing Director Grab
Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan, prioritas utama dari kolaborasi
Grab dan Grup Emtek adalah memperluas digitalisasi hingga ke tingkat
kabupaten di Indonesia. “Sebanyak
99% dari semua bisnis di Tanah Air
adalah bisnis UMKM, tetapi hanya 21%
yang memiliki akses digital,” kata dia
(Oleh - HR1)
Grup Emtek Investasi 5,44 Triliun di Grab Indonesia
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Emtek menginvestasikan US$375 juta atau sekitar Rp 5,44 triliun di perusahaan ride-hailing dan pembayaran PT Grab Teknologi Indonesia atau Grab Indonesia. Hal ini sebagai tanda kerja sama yang lebih dalam.
Kesepakatan itu merupakan kerja sama terbaru antara Grab yang berkantor pusat di Singapura, perusahaan transportasi dan pengiriman makanan terbesar di kawasan itu, dan kanglomerat Asia Tenggara, termasuk investasi strategis oleh Central Group Thailand pada 2019.
Beberapa sumber mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan itu sebagian bertujuan untuk perombakan di sektor pembayaran digital dan membantu Grab meningkatkan kepemilikannya di e-wallet OVO.
Reuters melaporkan pada 2019, mengutip dari sumber, bahwa OVO dan DANA sedang dalam pembicaraan untuk melakukan kerja sama Namun, belum ada kepastian atau tanggapan dari Grab, OVO, DANA, dan Emtek.









