Investasi lainnya
( 1343 )Anak Usaha Telkom Bakal Cetak 2 Unicorn Baru
MDI Ventures tengah menyiapkan 2 investee untuk menjadi unicorn atau perusahaan dengan nilai valuasi mencapai US$ 1 miliar. Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) itu juga menargetkan bisa mendapatkan dana kelola hingga US$ 900 juta atau setara Rp 12,78 triliun (kurs Rp 14.200) tahun ini.
Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setiawan Wijaya mengakui isu yang beredar, bahwa MDI Ventures tengah mempersiapkan 2 perusahaan rintisan untuk menjadi unicorn dalam waktu dekat ini.
Budi menjelaskan MDI Ventures tahun ini menargetkan dana kelolaan sekitar US$ 900 juta. Namun dana itu tidak seluruhnya berasal dari internal perusahaan, sekitar US$ 200 juta akan berasal dari investor eksternal.
Budi menegaskan bahwa MDI dalam melakukan investasi ke perusahaan-perusahaan rintisan mempertimbangkan dengan baik dari sisi risikonya. Termasuk mempertimbangkan pendapat dari dewan expertise.
Tiba-tiba JPMorgan Rekomendasikan Obligasi China, Ada Apa?
Bank investasi multinasional asal Amerika Serikat (AS), JPMorgan mulai menghindari saham-saham di pasar modal China, namun mereka mendekati pasar obligasi China dan mulai membelinya.
Analis dari JPMorgan, Joyce Chang percaya bahwa tindakan keras peraturan pemerintah China di bawah Presiden Xi Jinping akan terus memanas dan akan menciptakan tekanan ke kelompok pasar dan industri utama di pasar saham Tiongkok.
Pekan ini, pihak Beijing memanggil perusahaan aplikasi ride-hailing, Didi Global dan Meituan atas perilaku yang tidak patuh terhadap peraturan tersebut. Hal ini membuat saham Didi ambles hingga 37% selama 3 bulan terakhir, sementara saham Meituan ambruk 19%.
China juga berusaha mengontrol lebih besar dari saham yang terdaftar di bursa China. Presiden Xi Jinping mengatakan dia menginginkan agar bursa saham di Beijing lebih fokus pada entitas kecil dan menengah.
Langkah berani Beijing yang ingin mengendalikan perusahaan teknologi kuat di China seperti Ant Group Co. Didi Global dan lainnya sempat membuat investor global melarikan diri karena khawatir adanya pengontrolan data yang lebih ketat di China, sementara itu, hubungan dengan Washington juga tetap sulit.
Namun dia percaya dengan membeli obligasi pemerintah China adalah cara yang strategis untuk mendapatkan keuntungan yang lebih terhadap pertumbuhan ekonomi, di saat investor sedang membatasi risiko kerugian yang ditimbulkan akibat penurunan harga saham di bursa China terkait dengan tindakan keras regulasi oleh pemerintah China.
"Cara terbaik untuk masuk ke pasar keuangan China saat ini sebenarnya adalah masuk di pasar obligasi pemerintahnya," kata Chang.
"Obligasi pemerintah China saat ini masih memiliki imbal hasil yang sangat menarik dibandingkan dengan negara-negara lain." tambah Chang.
PDG Investasi Data Center US$ 150 Juta di Indonesia
Princeton Digital Group (PDG), perusahaan penyedia layanan pusat data (data center) yang berbasis di Singapura, mengumumkan rencana pembangunan fasilitas pusat data baru (greenfield) di Kawasan Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. PDG akan menginvestasikan dana senilai US$ 150 juta, atau sekitar Rp 2,15 triliun. Pembangunan data center tersebut merupakan salah satu rencana PDG dalam meningkatkan jumlah infrastruktur pusat data. Tujuannya untuk melayani para pelanggan guna mendukung kebutuhan layanan ekonomi digital Indonesia yang sedang berkembang pesat.
Chairman dan CEO PDG Rangu
Salgame mengatakan, selama empat
tahun terakhir, melalui tiga strategi,
yaitu akuisisi bisnis, pengambilalihan
dan peningkatan, dan pembangunan
greenfield, pihaknya membangun portofolio pusat data yang masif.
Portofolio data center-nya pun sudah
tersebar di pasar utama Asia, yakni
Tiongkok, Singapura, Indonesia, India,
dan Jepang. Khusus di Indonesia, selain
di Cibitung, PGC saat ini telah mengoperasikan data center di Pekan Baru (Sumatra), Bintaro, Bandung, dan Surabaya
Head of Research JLL Indonesia
Yunus Karim mengatakan, dalam tiga
tahun terakhir, penyedia dan operator
cloud global, antara lain Alibaba, AWS,
Google, Microsoft, dan Tencent, bersaing untuk memperkuat jaringannya
di Indonesia, terutama di Jabodetabek
sebagai pasar utamanya.
Sementara itu, operator dan pengembang data center lokal maupun asing, di
antaranya DCI Indonesia, Telkom Indonesia, NTT, Keppel DC, dan Princeton
Digital Group, juga telah meluncurkan
fasilitas pusat datanya di Tanah Air.
“Demikian pula, STT GDC, Digital
Edge, dan LOGOS, belum lama ini,
yang bermitra dengan Pure Data Center,
telah mengumumkan rencana untuk
membangun pusat data di Indonesia,”
tutur Yunus.
Sektor Mamin Mendominasi Investasi Jatim I/2021
Capaian realisasi investasi Provinsi Jatim hingga semester I yaitu dari bulan Januari hingga Juni 2021 mencapai Rp 34,8 Trilliun. Capaian ini juga terdorong oleh pertumbuhan investasi yang positif sebesar 4,3 persen pada triwulan dua tahun 2021.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aris Mukiyono mengatakan capaian investasi Jatim semester I/2021 sebesar Rp 34,8 Trilliun menyumbangkan kontribusi 7,9 persen investasi nasional. Kami berharap sesuai rencana kerja dan target kami di tahun 2021 ini, Jatim akan mampu merealisasikan investasi sebesar Rp 65 trilliun.
Dan dillhat dari sektornya, untuk PMDN dan PMA yang paling dominan adalah industri makanan dan minuman sebesar Rp 9 trillun, kemudian disusul dengan sekto transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan realisasi sebesar Rp8 triliun, sektor perumahan dan kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 3,7 trilltun, sektor Industri kimia dan farmasi sebesar Rp 2,6 trillun, dan sektor industri kertas Rp 22 trilliun, dan sektor lain-lain sebesar Rp 9,2 triliun.Uniknya, untuk PMA yang mendominasi juga makanan dan minuman. Yang memberikan 50 persen kontribusi PMA adalah adalah Nestle yang merealisasikan investasi 3,6 trilliun di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Sidoarjo.
Menko Airlangga Targetkan Investasi Capai Rp 1200 T pada 2022
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan total investasi yang masuk ke Indonesia akan mencapai Rp1.200 triliun pada 2022.
"Kita menargetkan pada tahun 2022 investasi mencapai Rp1.200 triliun. PR (Pekerjaan Rumah) ini yang nanti tentu membutuhkan kerja sama dengan stake holder utamanya Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Kadin (Kamar Dagang dan Industri)," kata Menko Airlangga dalam Rakerkonas Apindo secara daring di Jakarta, Selasa.
Target tersebut akan dicapai dengan pemanfaatan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dan pengimplementasian Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja secara lebih menyeluruh.
Sepanjang semester I 2021, total investasi yang masuk ke Indonesia mencapai Rp442 triliun atau naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sampai akhir tahun 2021 pemerintah menargetkan investasi yang masuk akan mencapai Rp900 triliun.
Investasi Politik Bernama Penanganan Pandemi
Pemerintah tak bisa sendirian mengatasi pandemi Covid-19. Perlu kerja sama semua komponen bangsa untuk berperang melawan wabah, tak terkecuali para politisi dan kader partai politik.Kesadaran itu menjadi salah satu pendorong Muchamad Nabil Haroen, anggota DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDI-P), menghabiskan waktu reses pada 16 Juli-15 Agustus untuk membantu penanganan Covid-19 di daerah pemilihannya di Surakarta, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia memfasilitasi vaksinasi untuk 350 warga Sukoharjo dan membagikan obat-obatan. Ketua Umum Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) itu duduk di Komisi IX yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan sehingga lebih mudah meminta bantuan penyediaan vaksin kepada Kementerian Kesehatan. Namun, tetap saja ia harus menyiapkan peralatan lain, seperti alat suntik, sarung tangan, boks pendingin, dan termometer untuk vaksinasi.
Upaya mendorong vaksinasi juga dilakukan PDI-P dengan menggelar pelatihan untuk tenaga kesehatan dan vaksinasi massal. Partai ini juga membuka dapur umum. ”Memang belakangan ini kami lebih berkonsentrasi dengan vaksinasi. Ini gotong royong membantu pemerintah mencapai target vaksinasi 2 juta per hari,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto.Kegiatan sosial juga dilakukan Maman Immanulhaq, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Bekerja sama dengan pemerintah daerah dan TNI, ia menggelar vaksinasi di dapilnya di Subang, Majalengka, dan Sumedang, Jawa Barat. Di Jakarta, Relawan Muhaimin Peduli (RMP) juga melakukan aksi sosial dengan membagikan beberapa kebutuhan terhadap warga positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri atau isoman. Koordinator RMP DKI Jakarta Badriyanto mengatakan, aksi itu merupakan bentuk solidaritas sekaligus untuk meringankan beban warga yang ditimpa kesulitan akibat pandemi Covid-19. Gerakan bansos itu juga akan dilakukan di daerah lain. ”Saat ini ada 13 kota dan kabupaten yang sudah terjadwal pada Agustus, antara lain, DKI Jakarta, Minahasa, Manado, Medan, Padang, Kupang, Jepara, Ciamis, Blitar, dan akan bergerak ke kota-kota lainnya,” imbuhnya.
Kejar Investasi Senilai Rp 457 Triliun
Pemerintah masih optimis bisa mengejar target investasi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo yakni sebesar Rp 900 triliun tahun ini. Adapun realisasi investasi pada paruh pertama senilai Rp 457,2 triliun pada sisa tahun ini. Imam Soejoedi, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM masih optimis target tersebut bisa tercapai. Caranya adalah dengan merealisasikan investasi jumbo. Apalagi data Badan Pusat Statistik (BPS) kuartal II-2021 menyebut realisasi investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 7,54% year on year(yoy). Sejumlah perusahaan besar juga mulai merealisasikan investasi di Indonesia. Seperti PT Frisian Flag Indonesia di paruh kedua ini akan merealisasikan investasi senilai Rp 3,8 triliun. Tahun ini konsorsium Hyundai dan LG juga siap menanamkan modal senilai US$ 1,1 miliar untuk membangun pabrik baterai di Cikarang, Bekasi.
(Oleh - HR1)
Porsi Diperbesar, Investor Ritel Dapat Jatah Saham Bukalapak hingga Rp 1,6 Triliun
“Penyesuaian penjatahan pooling itu dilakukan sejalan dengan penawaran yang kelebihan permintaan (oversubscribed),” kata sumber Investor Daily, kemarin.Sementara itu, sumber lainnya mengatakan, selama penawaran umum pada 27-30 Juli lalu, mengalami oversubscribed hampir 4 kali dari jumlah saham yang ditawarkan melalui pooling. Dengan begitu, porsi fix allotment (penjatahan pasti) sekitar Rp 20,2-20,8 triliun.Menanggapi itu,Head of Research Henan Putihrai Sekuritas Robertus Hardy mengatakan, apabila penjatahan pooling meningkat menjadi 5-7,5% karena oversubscription yang lebih tinggi, tentunya ini cukup positif bagi investor ritel untuk mendapatkan penjatahan yang layak.”Diharapkan porsi kepemilikan investor ritel maupun institusi domestik dapat meningkat setelah listing nanti,” kata dia.Secara terpisah,Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana juga telah memprediksi bahwa minat investor terhadap saham Bukalapak bakal besar. Aturan claw back mengatur bila terjadi kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat (pooling) investor ritel, kelebihan itu dengan persentase tertentu akan diambil dari penjatahan pasti (fix allotment) yang umumnya diperuntukkan bagi institusi. Bukalapak diketahui masuk dalam Golongan IV, yakni IPO dengan nilai emisi lebih besar dari Rp 1 triliun. Pencatatan atau listing saham di BEI pada Jumat, 6 Agustus 2021.Bukalapak menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Adapun PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT Investindo Nusantara Sekuritas, PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, dan PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.Penjamin emisi lainnya adalah PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Valbury Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, PT UBS Sekuritas Indonesia, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.
Investasi Baterai Listrik, Emiten Nikel 'Kecele' Tesla
Kabar investasi Tesla Inc. terkait industri kendaraan dan baterai listrik di Indonesia tak kunjung terealisasi. Di sisi lain, Tesla terus berinvestasi di negara lain.Nama Tesla Inc. sempat menjadi buah bibir pada pengujung 2020 hingga awal 2021. Hal itu tak lepas dari rencana perusahaan tersebut berinvestasi di Indonesia terkait bisnis kendaraan listrik.Pada pengujung tahun lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sempat dihubungi Tesla. Indonesia dilirik lantaran memiliki cadangan bijih nikel terbesar di dunia.Bahkan, sempat disebut bahwa perusahaan AS itu akan melibatkan emiten tambang PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Inalum (Persero).Langkah itu disebut-sebut sebagai upaya mengamankan lebih banyak sumber daya nikel yang menjadi kunci dalam produksi baterai lithium-ion di mobil listrik. Tesla akan membantu tambang di Kaledonia Baru dengan produk dan standar keberlanjutan.Kaledonia Baru merupakan produsen nikel terbesar keempat dunia. Tesla diperkirakan menjadi penasihat industri di Tambang Goro, yang dimiliki oleh raksasa pertambangan asal Brasil, Vale.Teranyar, pada Kamis (22/7), perusahaan pertambangan Inggris-Australia yakni BHP menyampaikan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk menyediakan pasokan nikel untuk Tesla.
Pertama, dia menyebut adanya tekanan dari pemegang saham agar Tesla berpartisipasi mengurangi dampak perubahan iklim. BPH memiliki komitmen untuk mengelola tambang ramah lingkungan lewat energi terbarukan.Analisis kedua, adanya kesamaan visi antara Tesla dan BHP dalam mengatasi masalah kerusakan lingkungan akibat kegiatan bisnis yang tidak berorientasi lingkungan, sehingga bisnis mereka dapat bertahan lama. Ini tentunya akan memperkuat posisi mereka di mata investor.Ketiga, kerja sama ini diperkirakan mampu mengerek nilai saham kedua perusahaan.
(Oleh - HR1)Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Meningkat
Kementerian Koordinator Perekonomian memastikan pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) tak tersendat di tengah pandemi Covid-19. Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan hal itu terlihat dari realisasi investasi KEK nasional sepanjang tahun ini yang mencapai Rp 50,3 triliun.
Menurut Susiwijono, investasi KEK meningkat Rp 10,44,riliun atau sekitar 26 persen dari capaian akhir 2020. Berdasarkan catatan Dewan Nasional KEK, hingga Mei lalu terdapat 11 dari 15 KEK yang sudah aktif. Empat KEK lainnya masih mengejar sisa pembangunan. Dewan KEK juga sudah menyetujui empat usul KEK baru.
Susiwijono mengatakan kinerja KEK industri manufaktur paling moncer selama masa pandemi. Dia memberi contoh realisas investasi pengolahan bauksit di KEK Galang Batang, Kepulauan Riau, yang sudah mencapai Rp 14,45 triliun pada bulan ini. KEK itu juga memproduksi alumina yang sudah diekspor hingga 70 ribu ton pada bulan ini, nilai ekspornya US$ 21 juta.
KEK Kendal di Jawa Tengah juga mencetak investasi sebesar Rp 6,6 triliun. Kawasan itu menampung usaha tekstil, furnitur, mainan anak, elektronik, makanan dan minuman, serta otomotif. Nilai ekspor KEK itu sedang digenjot agar bisa mencapai US$ 17,2 juta pada tahun ini. Sedangkan investasi KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara, mencapai Rp 5,4 triliun.









