;
Tags

Industri lainnya

( 1858 )

Raih Peluang dari Kenaikan Harga Minyak

HR1 15 Jan 2025 Kontan
Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan pada awal 2025, dengan minyak Brent mencapai US$ 80,7 per barel (naik 8%) dan WTI di level US$ 78,6 per barel (melonjak 9,6% dalam sebulan terakhir). Sanksi Amerika Serikat terhadap Rusia, yang melibatkan perusahaan seperti Gazprom Neft dan Surgutneftegas, menjadi salah satu penyebab utama kenaikan ini. Analis Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dari Indo Premier Sekuritas memprediksi, jika sanksi terus berlanjut, harga Brent dapat mencapai US$ 90 per barel.

Namun, terdapat tiga faktor yang berpotensi mengubah dinamika harga minyak, yaitu pelonggaran sanksi Rusia oleh pemerintahan Donald Trump, peningkatan kapasitas produksi OPEC+, dan rekonsiliasi antara Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, M. Thoriq Fadilla dari Lotus Andalan Sekuritas menyoroti bahwa potensi stimulus ekonomi dari China juga dapat mendukung kenaikan permintaan energi global.

Meski kenaikan harga minyak menjadi peluang ekspor bagi emiten migas, Indonesia tetap rentan terhadap kenaikan harga minyak karena ketergantungannya pada impor, yang dapat meningkatkan biaya operasional perusahaan migas domestik.

Rekomendasi saham, Christian Sitorus dari MNC Sekuritas memproyeksikan harga Brent di kisaran US$ 82–US$ 84 per barel pada kuartal I-2025 dan merekomendasikan strategi trading jangka pendek. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menyarankan trading buy pada saham-saham seperti ENRG, ELSA, MEDC, dan RAJA. Thoriq Fadilla merekomendasikan buy untuk MEDC (target harga Rp 1.290) dan ELSA (Rp 458–Rp 476).

Namun, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap fluktuasi harga minyak dan mempertimbangkan strategi wait and see, mengingat volatilitas pasar saham dan ketidakpastian global.

Pelni Usulkan PNM untuk Pengadaan Kapal Baru

HR1 11 Jan 2025 Bisnis Indonesia
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sedang melakukan peremajaan armada dengan dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk meningkatkan pelayanan. Direktur Utama Pelni, Tri Andayani, menyampaikan bahwa perusahaan telah menerima PMN senilai Rp1,5 triliun yang digunakan sebagai uang muka untuk pembelian tiga kapal baru. Kapal-kapal ini dirancang memiliki kapasitas 75 kontainer dan 1.000 penumpang, dengan nilai masing-masing kapal sekitar Rp1,5 triliun. Kekurangan dana sebesar Rp500 miliar akan diambil dari kas internal perusahaan.

Pelni juga berencana mengajukan tambahan PMN senilai Rp2,5 triliun pada 2025 untuk pelunasan tiga kapal tersebut dan Rp4,8 triliun pada 2026 untuk pengadaan tiga kapal baru. Peremajaan ini mendesak karena 13 kapal Pelni saat ini sudah berusia di atas 30 tahun, melebihi batas usia teknis kapal. Tiga kapal tertua, yakni Kapal Umsini, Kapal Kelimutu, dan Kapal Lawit, yang masing-masing berusia 38-39 tahun, akan digantikan dengan kapal baru pada 2028.

Langkah ini mencerminkan upaya Pelni dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang sekaligus mendukung efisiensi operasional melalui pembaruan armada.

Ketidakpastian HGBT Bikin Gundah Gulana Industri

KT1 06 Jan 2025 Investor Daily

Ketidakpastian keberlanjutan kebijakan Harga gas Bumi Tertentu (HGBT) pada tahun ini membuat industri  keramik gundah gulana. Hal ini membuat daya saing industri anjlok dengan harga gas yang lebih mahal dari negara pesaing. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menerangan, pihaknya beharap kebijakan HGBT yang telah berakhir pada akhir 2024 lalu, dapat segera diperpanjang pada Januari ini, Dia menjelaskan, industri tetap berusaha untuk mempertahankan produksinya agar terhindar pengurangan pegawai. “Ini tentu akan mengakibatkan daya saing semakin merosot terhadap ancaman produk dari China, India dan Vietnam,” kata dia. Edy mengutarakan, kebijakan HGBT sangat viral bagi industri Keramik yang tergolong lahap energy. Hal ini karena sekitar 30% biaya produksi adalah biaya energy  gas sebagai bahan bakar utama. Hal itu tidak bias didistribusikan atau digantikan dengan bahan bakar lainnya. “Kehadiran HGBT telah memberikan multiplier effect yang besar seperti investasi baru dan penyerapan jumlah tenaga kerja disamping kontribusi pembayaran pajak kepada Negara,” ucap dia. (Yetede)

Kesiapan Strategis Hadapi Tekanan Apple

HR1 04 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Pemerintah Indonesia tengah bersiap untuk melakukan negosiasi dengan Apple Inc. terkait realisasi investasi perusahaan tersebut di Indonesia. Negosiasi yang dijadwalkan pada 7—8 Januari 2024 di Amerika Serikat diprediksi akan berlangsung sulit. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah akan mempertahankan prinsip keadilan berusaha dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, meskipun Apple diperkirakan akan mengutamakan kepentingan bisnisnya.

Agus menekankan bahwa pemerintah juga menginginkan Apple membangun fasilitas produksi di Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja. Namun, hingga saat ini, Kementerian Perindustrian belum menerima proposal resmi dari Apple terkait rencana investasi senilai US$1 miliar.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan bahwa pengumuman resmi terkait kelanjutan investasi Apple di Indonesia akan disampaikan pada 7 Januari 2025. Rosan mengungkapkan bahwa Apple telah mengirimkan surat resmi terkait rencana investasi tersebut, dan perwakilan perusahaan akan datang ke Indonesia untuk membahasnya lebih lanjut.

Negosiasi ini menjadi upaya pemerintah untuk menarik investasi strategis sekaligus memastikan bahwa kerja sama tersebut memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian dan tenaga kerja dalam negeri.

Optimisme Bisnis Tertekan oleh Lemahnya Daya Beli

HR1 03 Jan 2025 Kontan (H)
Para pebisnis optimis menghadapi tahun 2025, meskipun tantangan seperti perlambatan ekonomi global dan pelemahan daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian. Survei Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) menunjukkan keyakinan CEO berada di level 3,26 pada kuartal I-2025, naik dari 3,12 pada kuartal IV-2024.

Setyono Djuandi Darmono, Direktur Utama PT Jababeka Tbk, menyoroti daya beli masyarakat sebagai perhatian utama, karena masih dipengaruhi oleh pemutusan hubungan kerja (PHK), harga komoditas yang melandai, dan tingginya biaya hidup. Fedaus, Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi Tbk, menambahkan bahwa masyarakat cenderung fokus pada kebutuhan utama, sehingga daya beli belum pulih sepenuhnya.

Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat, menyebut ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan yang ketat sebagai faktor global yang menahan prospek bisnis. Namun, stabilitas politik pasca pemilu dan peningkatan kualitas belanja anggaran oleh pemerintah diharapkan dapat memperkuat roda perekonomian.

Momentum Ramadan dan Lebaran pada Maret 2025 juga dianggap akan mendorong permintaan masyarakat. Hal ini mendorong perusahaan untuk melanjutkan ekspansi, seperti yang disampaikan oleh Djohan Sutanto, Direktur Utama PT Sinar Eka Selaras Tbk, yang menegaskan rencana ekspansi bisnis tahun ini.

Meskipun optimisme cukup tinggi, kebijakan pemerintah yang signifikan untuk mendongkrak daya beli masih dinantikan agar pertumbuhan ekonomi lebih kuat.

Maskapai BUMN Bersiap Melakukan Konsolidasi Strategis

HR1 03 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Kementerian BUMN, di bawah pimpinan Menteri Erick Thohir, menargetkan konsolidasi maskapai BUMN, yaitu PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), PT Pelita Air Service (PAS), dan PT Citilink Indonesia, rampung dalam waktu enam bulan ke depan. Konsolidasi ini bertujuan memperkuat industri penerbangan nasional yang saat ini mengalami kekurangan pesawat, dengan hanya sekitar 400 unit aktif dari kebutuhan 750 pesawat untuk melayani rute domestik. Erick menegaskan langkah ini akan tetap mempertahankan operasional maskapai melalui mekanisme business to business (B2B) dan fokus pada efisiensi, termasuk penyederhanaan jenis pesawat untuk mengurangi biaya perawatan.

Direktur Utama Pelita Air Service, Dendy Kurniawan, mengonfirmasi bahwa PAS akan menambah enam pesawat Airbus wide-body pada 2025 untuk mendukung penerbangan Haji dan Umrah, sehingga total armadanya akan mencapai 18 unit. Sementara itu, PT Garuda Indonesia, yang saat ini memiliki 50 pesawat Boeing (40 di antaranya tipe 737-800), berencana menambah 20 pesawat baru pada 2025 dan tengah menjajaki potensi penggunaan pesawat dari produsen China, Comac, meskipun masih membutuhkan waktu panjang.

Di sisi lain, anak usaha GIAA, PT Citilink Indonesia, memilih fokus pada restorasi 19 pesawat yang masih grounded daripada menambah armada baru pada 2025. Direktur Utama Citilink, Dewa Kadek Rai, menyatakan bahwa Citilink akan meningkatkan frekuensi penerbangan, terutama ke wilayah Indonesia Timur, serta menambah rute baru.

Pada periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Citilink mencatat angka keterisian kursi mencapai 81% dan menambahkan 210 penerbangan ekstra serta 2.000 kursi untuk mengakomodasi lonjakan penumpang. Langkah konsolidasi dan efisiensi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kapasitas industri penerbangan nasional.

'Euforia' PPN 12% dan Dampaknya pada Pemulihan Manufaktur

HR1 03 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Dinamika sektor industri Indonesia menjelang diberlakukannya kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% pada Januari 2025. Pelaku industri mencoba memanfaatkan waktu sebelum kenaikan PPN dengan meningkatkan pesanan untuk stok barang, meskipun akhirnya kebijakan ini hanya menyasar barang mewah. Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa kebijakan ini turut berkontribusi pada lonjakan angka Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang mencapai 51,2 pada Desember 2024, menandakan ekspansi sektor manufaktur.

Industri domestik menunjukkan optimisme dengan peningkatan produksi dan pesanan baru, bahkan tercatat adanya kenaikan ekspor setelah hampir satu tahun. Meskipun demikian, tantangan muncul dari kenaikan harga barang impor akibat penguatan dolar AS, yang menyebabkan beberapa perusahaan menaikkan harga jual produk mereka. Selain itu, sektor ini juga dibayangi oleh masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terus meningkat, yang menunjukkan adanya tekanan di beberapa sektor industri.

Ekonom Andry Satrio Nugroho menyoroti pentingnya paket kebijakan stimulus yang terarah untuk mendukung industri manufaktur, termasuk insentif fiskal dan non-fiskal, serta proteksi pasar dari produk impor yang merugikan daya saing produk lokal. Perlindungan terhadap pasar domestik dan penanggulangan praktik dumping menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan industri dalam negeri. Tanpa kebijakan stimulasi yang komprehensif, Andry mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat terancam.


Keuangan Syariah Bantu Capai target Potensi Pertumbuhan Ekonomi Baru

KT1 26 Dec 2024 Investor Daily

Industri keuangan syariah pada 2025 masih tumbuh lebih tinggi dengan potensi sumber pertumbuhan baru. Dari penciptaan sumber ekonomi baru, nantinya mendorong terget pertumbuhan ekonomi Indonesia. Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjar Surya Indrastomo mengatakan, ekonomi syariah menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi, menjadikan peluang ekonominya menjadi lebih besar. Mulai 2025, setiap pelaku ekonomi syariah khususnya perbankan syariah harus mampu mengarahkan perannya untuk mendukung pembangunan nasional.  

Ekonomi syariah dalam RPJPN 2025-2045 diharapkan mendorong peningkatan posisi keuangan syariah Indonesi di tingkat global. Peningkatan peran keuangan sosial syariah dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial ekonomi. Berikutnya, penguatan ekonomi industri utamanya makanan minuman, fesyen muslim, industri komestik dan obat-obatan, pariwisata dan ekonomi  kreatif, yang mencakup bahan baku halal, penguatan rantai nilai industri, kewirausahaan dan UMKM industri halal. Penguatan regulasi, kelembagaan ekonomi dan keuangan syariah, serta infrastruktur ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya melalui pengembangan indsutri halal sebagai sumber pertumbuhan baru. (Yetede)

Industri Pengolahan Kelapa Nasional Kritis

KT3 19 Dec 2024 Kompas

Industri pengolahan kelapa nasional tengah kritis akibat kekurangan bahan baku. Sebagian dari industri tersebut berpotensi kehilangan pemasukan senilai total Rp 4,3 triliun tahun ini. Untuk itu, Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia meminta agar pemerintah membatasi atau bahkan menghentikan ekspor kelapa bulat selama 3-6 bulan. Ketua Bidang Industri dan Aneka Produk Kelapa Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) Anro Simanjuntak, Rabu (18/12/2024), mengatakan, produksi kelapa di Indonesia pada tahun ini mengalami titik terendah. HIPKI memperkirakan produksi kelapa di Indonesia turun 31 persen pada 2024. Produksi kelapa tersebut turun lantaran dampak El Nino yang berlangsung pada medio 2023 hingga triwulan I-2024. Fenomena musim kemarau panjang itu menyebabkan tanaman kelapa kekurangan air sehingga bunga atau bakal buah kelapa rontok.

Hal itu, lanjut Anro, diperparah dengan semakin masifnya ekspor kelapa bulat atau utuh, baik secara legal maupun ilegal, terutama ke China, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Ekspor kelapa bulat itu kian tak terkendali lantaran longgarnya tata niaga kelapa. ”Kondisi itu menyebabkan harga kelapa bulat melonjak dari Rp 6.000-Rp 8.000 per butir menjadi Rp 12.000-Rp 14.000 per butir.Industri pengolahan kelapa dalam negeri juga kekurangan bahan baku sejak Oktober 2024,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta. Berdasarkan survei internal HIPKI, saat ini 16 perusahaan kelapa hanya mampu mengoperasikan 33 persen dari total kapasitas produksi maksimum. Apabila pabrik-pabrik itu tutup karena tidak mendapatkan bahan baku, 21.399 tenaga kerja bakal kehilangan pekerjaan. Selain itu, perusahaan-perusahaan anggota HIPKI juga berpotensi kehilangan pemasukan akibat penurunan produksi tahun ini. Dari delapan perusahaan saja, total potensi kehilangannya mencapai Rp 3,4 triliun. Padahal, jika beroperasi maksimum, total pemasukan perusahaan-perusahaan itu Rp 7,2 triliun.(Yoga)


Pasar Mobil Masih Berjuang untuk Pulih

HR1 11 Dec 2024 Kontan
Kinerja industri otomotif roda empat di Indonesia masih menghadapi tekanan hingga akhir tahun 2024 akibat pelemahan daya beli masyarakat dan ketidakstabilan ekonomi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) nasional pada November 2024 menurun 3,7% secara bulanan menjadi 74.347 unit, sementara penjualan retail (dealer ke konsumen) tumbuh 3,5% menjadi 76.053 unit.

Secara tahunan, periode Januari–November 2024 mencatat penurunan wholesales sebesar 14,7% yoy menjadi 784.788 unit, dan penjualan retail turun 11,2% yoy menjadi 806.721 unit. Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto optimistis bahwa pasar akan pulih pada akhir tahun berkat pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) dan program diskon, dengan target revisi penjualan nasional sebesar 850.000 unit.

Toyota, sebagai pemimpin pasar, mencatat kenaikan penjualan retail sebesar 4,19% pada November 2024, meskipun secara tahunan turun 8,92%. Sementara itu, Daihatsu mengalami penurunan penjualan bulanan sebesar 7,54% dan penurunan tahunan sebesar 13,38%.

Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, mengungkapkan bahwa pelemahan daya beli dan sulitnya akses pembiayaan menjadi tantangan utama. Dengan 80% konsumen Daihatsu membeli kendaraan secara kredit, kebijakan selektif lembaga pembiayaan semakin memperburuk situasi.

Meskipun demikian, optimisme pasar otomotif tetap ada, terutama dengan dukungan program promosi dan aktivitas pasar menjelang akhir tahun.