Industri lainnya
( 1858 )Pekerja IMP Tewas dalam Kecelakaan Kerja akibat Tertimbun Longsoran
Hingga Senin (24/3) pencarian dua
korban kecelakaan kerja yang tertimbun longsoran di kawasan industri PT
Indonesia Morowali IndustrialPark atau IMIP masih terus dilakukan. Sebelumnya,
satu orang ditemukan selamat dan seorang lainnya tewas. Head of Media Relations
Department PT IMIP, Dedy Kurniawan mengatakan, tim masih berupaya mencari korban.
Ratusan alat berat dan tim SAR gabungan dikerahkan. Peristiwa longsor terjadi
di dalam kawasan PT IMIP, Morowali, Sulteng, Sabtu (22/3) pukul 00.10 Wita,
yang menyebabkan empat karyawan tertimbun. Namun, malam itu satu orang
ditemukan selamat. ”Para korban adalah karyawan perusahaan kontraktor lokal PT
Morowali Investasi Konstruksi Indonesia,” kata Dedy Kurniawan, Senin (24/3) petang.
Yayasan Tanah Merdeka, LSM yang berfokus
pada isu pengelolaan sumber daya alam, menyebut peristiwa ini terkait pengelolaan
tailing. Longsor terjadi di area fasilitas penyimpanan tailing PT QMB New
Energy Materials di Kilometer 8. Pengelolaan tailing menggunakan metode
fasilitas penyimpanan tailing di tanah mengandung risiko sangat besar dan
berbahaya di daerah dengan tingkat curah hujan tinggi seperti di Morowali.
”Tailing berbentuk bubur tanah dengan kandungan air 30 % yang disimpan di
fasilitas penyimpanan tailing akan berubah menjadi lumpur ketika ditimpa hujan
dengan intensitas lebat. Curah hujan tinggi juga menyebabkan area penyimpanan
yang menampung belasan juta ton tailing rentan longsor,” kata Richard Labiro, Direktur
Pelaksana Yayasan Tanah Merdeka, Minggu (23/3) malam.
Dia mengingatkan Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten Morowali (2019-2039) yang menyebut Kecamatan Bahodopi, lokasi
PT IMIP beroperasi, adalah kawasan rawan bencana gempa bumi, tanah longsor, dan
banjir. ”Pemerintah harus meninjau kembali perizinan fasilitas penyimpanan
tailing di IMIP. Sebab, peristiwa longsor dan banjir menunjukkan standar keamanan
dan keselamatan fasilitas penyimpanan tailing sangat rendah sehingga mengancam
keselamatan warga, buruh, dan lingkungan alam,” kata Richard. (Yoga)
Polisi turut Meminta "Jatah" THR
Belum usai kasus pemerasan yang
dilakukan oknum ormas yang meminta THR kepada pengusaha, kini aparat penegak hukum
dan pegawai pasar turut ”minta jatah” ke warga. Kondisi ini sungguh menyesakkan
di tengah kesulitan warga menghadapi ketidakpastian ekonomi. Pekan lalu,
jajaran Polres Metro Bekasi Kota mengungkap adanya ormas GMBI yang memeras
pengusaha di Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi, Jabar. Kini, sang penegak hokum
pun berbuat demikian. Di platform media sosial X @NalarPolitik, beredar secarik
surat berkop Polsek Metro Menteng Jakpus yang ditujukan kepada pimpinan Hotel
Mega Pro, Menteng, Jakpus. Surat tersebut berisi permohonan pemberian
partisipasi Lebaran untuk anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan.
Dalam surat tersebut juga dirinci
empat nama anggota Bhabinkamtibmas yang perlu diberi THR, tiga diantaranya
adalah anggota kepolisian dan satu orang staf. Kapolsek Menteng, Komisaris
Rezha Rahandhi membenarkan surat tersebut. Setelah verifikasi lapangan, surat
itu tak teregistrasi di Polsek Menteng. Surat itu dibuat oleh Bhabinkamtibmas
Pegangsaan, Aipda Anwar tanpa sepengetahuan atasannya. ”Surat itu dibuat tanpa
diketahui dan diverifikasi Kepala Unit Pembinaan Masyarakat selaku atasan langsung,”
kata Rezha. Penyidik Propam Polres Metro Jakpus telah memeriksa empat orang yang
tercantum dalam surat tersebut, mulai dari pembuat surat hingga Kepala Unit Binmas
Polsek Menteng dan penerima surat.
Atas ulahnya, Aipda Anwar sudah
ditahan dalam penempatan khusus selama 20 hari untuk pemeriksaan pelanggaran
kode etik. Anggota Kompolnas, Choirul Anam, menyayangkan peristiwa ini. Anam
meminta supaya polisi tersebut ditindak, bahkan diberi hukuman tegas. ”Polisi
tidak boleh melakukan permintaan dalam bentuk apa pun dengan dalih apa pun,
termasuk meminta THR,” ujarnya. Apa yang dilakukan Aipda Anwar telah mencoreng
citra Polri yang sedang gencar menindak kasus pemerasan oleh ormas atau
instansi lain. (Yoga)
13 orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyalahgunaan Minyakita
Satgas Pangan Polri telah menetapkan
13 tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Minyakita. Kemendag juga telah memberi
sanksi administratif kepada 106 pelaku usaha yang melanggar tata niaga Minyakita.
Namun, kendati tindakan hukum dan administratif telah dilakukan, hargaMinyakita
masih tetap tinggi. Karenanya, pengawasan peredaran Minyakita perlu diperketat,
pasokannya juga perlu ditingkatkan guna mengantisipasi potensi penurunan jumlah
Minyakita di pasar akibat penarikan Minyakita tak sesuai takaran. Anggota Satgas
Pangan Polri, Brigjen Djoko Prihadi, Senin (24/3) mengatakan, polisi bersama
kementerian / lembaga terkait mengawasi perdagangan Minyakita selama Ramadhan-Lebaran
2025, dan mendapatkan informasi dan temuan terkait penyalahgunaan Minyakita. Pelakunya
adalah industri minyak goreng ilegal. Modusnya juga beragam, mulai dari
pemalsuan merek Minyakita, penggunaan lisensi Minyakita industri minyak goreng
resmi, dan mengurangi isi atau volume Minyakita.
”Terkait kasus Minyakita tak sesuai
takaran, kami telah menetapkan 13 tersangka. Upaya penegakan hukum itu merupakan
hasil tindak lanjut dari sembilan informasitentang Minyakita tak sesuai takaran
yang kemudian kami kembangkan menjadi 15 kasus,” kata Djoko dalam Rakor Pengendalian
Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta. Satgas Pangan
Polri mencatat, per 24 Maret 2025, Bareskrim Polri telah menangani 2 kasus
dugaan penyalahgunaan Minyakita dengan satu tersangka, Polda Jabar 2 kasus
dengan 2 tersangka, dan Polda Banten 1 kasus dengan 2 tersangka. Polda Gorontalo
menangani 2 kasus dengan 4 tersangka, Polda Jatim 2 kasus dengan 2 tersangka,
dan Polda Metro Jaya 3 kasus dengan 2 tersangka. (Yoga)
Mudik dengan Tenang Tanpa Pikiran
PHK dan bencana
alam membayangi pemudik Lebaran kali ini. Pemerintah diharapkan ikut bertanggung
jawab mengatasinya. Menjelang Ramadhan dan Lebaran, sejumlah perusahaan pailit
dan memutuskan hubungan kerja karyawannya. Kasus PHK terbesar terjadi di perusahaan
tekstil PT Sritex di Sukoharjo, Jateng. Sebanyak 12.000 karyawannya di-PHK.
Selain di industri tekstil, PHK juga terjadi di pabrik bulu mata, perusahaan
elektronik, perusahaan alat musik, hingga perusahaan makanan dan minuman
(Kompas, 5/3/2025). Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, penutupan pabrik
dan PHK disebabkan berbagai alasan. Sebagian besar penutupan pabrik disebabkan
penurunan permintaan domestik karena pasar dalam negeri dibanjiri produk impor.
PHK juga didorong oleh pelemahan belanja dalam negeri dan kelangkaan bahan baku.
Selain PHK
yang memberatkan ekonomi keluarga, pada awal Ramadhan, bencana banjir juga
terjadi di sejumlah wilayah rawan banjir di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,
dan Bekasi. Sebagian warga yang terdampak banjir tersebut hendak mudik. Hingga
beberapa hari menjelang Lebaran, warga di daerah yang terdampak paling parah
masih berupaya membersihkan rumahnya. Dua faktor ini memerlukan campur tangan
pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasinya. Terhadap PHK, pemerintah telah
berupaya membantu mencarikan pekerjaan bagi karyawan PT Sritex yang di-PHK.
Solusi serupa juga perlu diambil untuk korban PHK perusahaan lainnya. Bagi
korban bencana banjir, bantuan pemerintah diharapkan untuk memperbaiki
infrastruktur yang rusak karena banjir. Korban banjir juga memerlukan
ketenangan pikiran dari kekhawatiran banjir datang lagi menjelang Lebaran. (Yoga)
Mendorong IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Lokal Masuk ke Pasar Global
“Pergeseran tren konsumen secara global yang mengarah pada produk alami dan berbasis bahan herbal, mendukung perkembangan industri kosmetik dan obat tradisional. Bahkan, dalam penggunaan tanaman obat dan bahan alami untuk pengobatan tradisional, juga sudah menjadi warisan budaya Indonesia. Oleh karena itu, Kami terus mendorong pengembangan daya saing IKM (Industri Kecil dan Menengah) kosmetik dan obat tradisional dalam negeri melalui berbagai kegiatan fasilitasidan pembinaan agar mereka mampu menguasai pasar lokal,serta dikenal dan masuk ke pasar global," tutur Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, di Jakarta, Minggu (23/3/2025). Kemenperin mencatat, komoditas produk kosmetik dan obat-obatan tradisional menunjukkan kinerja yang positif melalui capaian ekspor dan pertumbuhan unit usaha.
"Pada periode Januari-November 2024, kinerja ekspor industri produk kosmetik menembus angka US$ 382,4 juta, sedangkan kinerja ekspor industri obat-obatan tradisional sebesar US$ 6,3 juta," ungkap dia. Berdasarkan data BPOM, lebih dari 85% pelaku industri kosmetik dan obat-obatan tradisional merupakan sektor IKM. "Kontribusi IKM dalam kinerja sektor ini patut diapresiasi," ujar dia. Industri kosmetik diprediksi tumbuh 4,3% per tahun (CAGR 2025-2030) sedang industri obat tradisional diperkirakan tumbuh 7,1% per tahun (CAGR 2024-2033). Dia menerangkan, kesadaran konsumen akan pentingnya bahan yang aman, ramah lingkungan, serta memiliki manfaat kesehatan yang lebih luas merupakan faktor kunci yang dapatmembedakan produk satu dengan lainnya. Kami menganjurkan pelaku IKM menentukan target pasar yang sesuai dan menembus pasar global," kata dia. (Yetede)
Peluang Pertumbuhan Emiten Kawasan Industri
Tarik Menarik Properti Hijau Dengan Pengembang
Pengembangan proyek-proyek properti
hijau di Tanah Air masih cenderung lamban. Meski pasar semakin mencari properti
yang ramah lingkungan dan lestari, masih ada tarik-menarik dalam mendorong
proyek properti hijau di Tanah Air. Konsil Bangunan Hijau Indonesia (GBCI)
mencatat, komitmen pengembang membangun
properti hijau masih sebatas pada bangunan komersial. Dari data GBCI, tercatat
lebih dari 100 bangunan gedung memperoleh sertifikasi greenship dari GBCI,
sedangkan gedung yang memperoleh sertifikasi edge untuk efisiensi energi
sekitar 240 bangunan. Sementara proyek residensial masih sangat sedikit.
Ketua Umum GBCI Ignesjz Kemalawarta
mengungkapkan, konsep properti hijau sudah cukup banyak diterapkan
gedung-gedung pemerintah dan BUMN. Sebaliknya, penerapan properti hijau pada
gedung yang dibangun pengembang swasta masih minim. Saat ini, baru ada lima
grup pengembang besar yang gencar menerapkan prinsip ramah lingkungan pada
property, seperti PT Intiland Development Tbk, Sinar Mas Land, Kota Baru Parahyangan,
dan Grup Ciputra. ”Kami ingin mendorong kesadaran developer agar bangunannya
green dari hulu-hilir, mulai dari konsultan, kontraktor, hingga bahan
bangunannya. Kalau materialnya hijau, kontraktornya pasti menerapkan prinsip
hijau. Kesadaran bangunan hijau bukan hanya kepentingan saat ini, tetapi generasi
mendatang,” kata Ignesjz di Tangerang, Kamis (20/3).
Menurut
Ignesjz, pemicu keengganan developer swasta untuk menggencarkan proyek properti
hijau adalah biaya konstruksi lebih mahal sehingga harga jual menjadi lebih
mahal. Padahal, dari hasil kajian GBCI, biaya pembangunan gedung berkonsep
hijau hanya 4 % lebih tinggi dibanding gedung konvensional. Dalam 5 tahun,
penambahan biaya itu dinilai sudah kembali, yang terkonversi dari penghematan
energi dan air. Dalam jangka panjang atau setara usia bangunan 40 tahun, pemilik
gedung atau property hijau juga akan menikmati biaya operasional bangunan lebih
rendah 15 %. (Yoga)
Ekspor Kelapa Bulat malah Akan Menguntungkan Negara Lain
Pada 2024, produksi kelapa di empat negara produsen kelapa terbesar dunia, yakni Indonesia, Filipina, India, dan Sri Lanka, turun akibat dampak ElNino yang terjadi pada semester II-2023 hingga triwulan I-2024. Kelangkaan bahan baku kelapa industri pengolahan kelapa belum terpecahkan. Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia atau HIPKI khawatir ekspor kelapa bulat justru akan menguntungkan negara-negara lain. Hal itu mengingat produksi kelapa di sejumlah negara penghasil utama kelapa, termasuk Indonesia, turun. Di sisi lain, dalam dua bulan terakhir ini, ekspor kelapa bulat atau butiran Indonesia ke sejumlah negara meningkat. Ketua Bidang Industri Aneka Produk Kelapa HIPKI, Dippos Naloanro Simanjuntak, Jumat (21/3) mengatakan, hingga kini belum ada solusi terhadap kelangkaan bahan baku kelapa untuk industri.
Ekspor kelapa bulat masih terus berjalan kendati HIPKI telah meminta penghentian ekspor sementara selama enam bulan. Padahal, produksi kelapa di Indonesia pada 2024 turun. Produksi kelapa di negara-negara produsen kelapa terbesar dunia lainnya juga anjlok. India dan Sri Lanka bahkan dikabarkan telah membuka keran impor kelapa dari Indonesia. Pada 2023, kedua negara tersebut merupakan penghasil kelapa terbesar ketiga dan keenam dunia. ”Kami khawatir ekspor kelapa bulat justru akan menguntungkan industri kelapa negara-negara lain. Sementara industri dalam negeri justru mengurangi kapasitas produksi, bahkan tutup,” ujarnya. Kementan mencatat produksi kelapa pada 2024 turun 0,5 % secara tahunan atau sebanyak 70,55 juta butir menjadi 14,11 miliar butir. (Yoga)
Warga Mulai Berangkat Mudik
Sebagian masyarakat mulai mudik lebih awal ke kampung halaman pada Jumat (21/3). Kelonggaran bagi ASN, pegawai BUMN dan imbauan untuk pegawai swasta untuk bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) membuat gelombang mudik terjadi lebih awal. Terkait hari raya Idul Fitri tahun ini, Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk membantu masyarakat, mulai dari pemberian THR, diskon harga tiket transportasi, hingga mudik gratis. Presiden juga mengatakan, ketersediaan pangan aman selama Lebaran. Harga komoditas pangan pun dinilai mulai terkendali.
Pergerakan pemudik dari Jakarta ke sejumlah daerah, kemarin, salah satunya terlihat Stasiun Pasar Senen, Jakpus, pemudik mulai meninggalkan Jakarta. Salah satu penumpang kereta, Rahmat (31), mengatakan pulang lebih awal ke kampung halaman karena telah mendapatkan izin untuk bekerja dari mana saja (WFA) dari pimpinannya. Pegawai pada salah satu instansi pemerintahan di Jakarta itu langsung berburu tiket kereta menuju Sragen, Jawa Tengah, sejak kebijakan WFA diumumkan pada 5 Maret lalu. Rahmat menuturkan, sejak kebijakan WFA ditetapkan, kantornya langsung mendata pegawai yang akan mengajukan izin.
Pimpinan di kantornya lantas membagi pegawai yang diperbolehkan WFA dan tetap harus di kantor agar pelayanan publik tidak terganggu. Ia pun menjadi salah satu pegawai yang mendapatkan izin WFA sehingga dapat pulang mudik lebih awal. Namun, kelonggaran WFA itu tetap diikuti dengan tanggung jawab pekerjaan agar tidak terbengkalai. ”Kami yang bekerja di rumah juga harus tetap mengabari atasan, kerja di mana dan mengerjakan apa. Semua termonitor. Jadi, walau WFA, saya juga bawa laptop ke kampung halaman,” tutur Rahmat. (Yoga)
Geliat Produksi Kue Kering Di Kampung Nastar
Sejumlah pekerja terlihat sedang merampungkan
pembuatan kue nastar di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Jumat
(21/3/2025). Karena banyaknya usaha sejenis, daerah ini disebut sebagai kampung
nastar. Usaha kue rumahan dengan 25 pekerja tersebut dalam sehari bisa
memproduksi 50 kilogram nastar dan kue kering. Nastar dan kue kering dijual Rp
65.000 per stoples. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Sistem Pangan Harus Berbasis Keberagaman Lokal
31 Dec 2021 -
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021









