Industri lainnya
( 1875 )Industrialisasi Nikel Krusial karena Bergantung Kebijakan Negara Lain
Penerapan tarif resiprokal AS bakal menekan negara-negara mitra dagangnya. Pada komoditas olahan nikel, Indonesia terdampak tidak langsung, menyusul ketergantungan pada pasar China. Penguatan industri hilir nikel di Indonesia pun semakin krusial. Indonesia dikenai tarif resiprokal 32 %. Sementara tarif resiprokal pada China 34 %. Sebelumnya, awal 2025 setelah Trump dilantik, AS menetapkan bea masuk 20 % pada barang-barang impor dari China. Apabila ditambah tarif resiprokal 34 %, pengenaan tarif bagi China menjadi 54 %. Kebijakan Trump dikhawatirkan memengaruhi dinamika perdagangan global. Head of Center of Macroeconomics and Finance pada Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman, Jumat (4/4), mengatakan, kebijakan tarif Trump berpotensi mengganggu keseimbangan perdagangan global, termasuk ekspor olahan nikel yang selama ini didominasi China.
Sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia bergantung pada permintaan China, terutama dalam sektor stainless steel (baja nirkarat) serta baterai kendaraan listrik (EV). ”Jika tarif AS melemahkan perekonomian China, permintaan nikel Indonesia akan turun sehingga mengancam industri hilir yang masih berkembang,” kata Rizal. Kondisi tersebut tak hanya memperbesar ketergantungan Indonesia pada kebijakan negara lain. Namun, juga berisiko menghambat pertumbuhan industri strategis dalam negeri. Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman, menyebutkan, terkait ekspor olahan nikel, memang Indonesia tak terdampak langsung kebijakan tarif Trump.
Namun, karena China menjadi pasar utama olahan nikel Indonesia, kita bisa jadi terdampak. Menurut Ferdy, Indonesia perlu mengantisipasi dengan strategi yang matang serta langkah konkret. ”Pasar utama hilirisasi nikel Indonesia, ya, China. Pembangunan smelter yang masif di Indonesia juga didominasi China. Potensi dampak (kebijakan Trump) perlu diantisipasi dengan keputusan-keputusan yang teknokratis,” tutur Ferdy. Penguatan industri domestik, termasuk peningkatan nilai tambah produk olahan nikel, sudah semestinya dipercepat, baik pada baja nirkarat maupun produk-produk lain. Di samping itu, hambatan birokratis menuju industrialisasi mesti diatasi. (Yoga)
Antisipasi Risiko, Perbankan Membukukan Laba Bersih Rp19,36 T
Industri perbankan di awal tahun ini membukukan laba bersih Rp19,36 triliun. Nilai ini menyusut 7,28% dibandingkan dengan laba bersih periode Januari 2024 yang sebesar Rp 20,88 triliun. Apabila ditelaah dari data OJK, pendapatan bunga perbankan nasional di awal tahun mencapai Rp101,92 triliun, naik 4,88% secara yoy per Januari 2025. Sedangkan, beban bunga tumbuh lebih tinggi 6,25% yoy menjadi Rp56,03 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perbankan senilai Rp45,89% yoy. Susutnya laba bersih perbankan nasional disebabkan karena kelompok bank berdasarkan, modal inti (KBMI) 4 yang juga mengalami penurunan laba 15,33% dari 14,61 triliun pada Januari 2024 menjadi Rp12,37 triliun per Januari 2025. Tingginya suku bunga membuat beban bunga perbankan ikut melonjak, sehingga menekan margin bunga (net interest margin/NIM) menjadi 4,5% di Januari 2025. Jika ditelaah lagi berdasarkan kepemilikannya, bank pelat merah meraup laba bersih Rp7,74 triliun, anjlok 25,79% (yoy). Sehingga, pangsa pasar dari laba bank BUMN sebesar 39,98% dari total laba industri perbankan. Kemudian, bank umum swasta nasional (BUSN) mengantongi laba Rp9,34 triliun atau tumbuh 15,74% (yoy) per Januari 2025. Ini menjadikan pangsa pasar BUSN di sisi laba bersih membalap bank BUMN menjadi 48,24% dari total laba industri perbankan. (Yetede)
Pertumbuhan Ekonomi Tersendat
Di tengah tekanan perekonomian dunia, momentum Ramadan dan Idulfitri masih memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025. Meski demikian, pemerintah tetap harus mewaspadai kondisi daya beli yang dinilai tidak dalam kondisi menggembirakan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, momentum Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung pada kuartal 1-2025 berpotensi memberikan dorongan tambahan ke perekonomian dari sisi konsumsi rumah tangga. Namun, kondisi ini masih dibayangi oleh belum pulihnya daya beli seacra menyeluruh, sebab terjadi deflasi bulanan pada Januari-Februari serta deflasi tahunan di Februari 2025. "Kondisi ini mencerminkan masih ada tantangan lemahnya domestik, khususnya dari kelompok kelas menengah dan bawah yang merupakan penggerak utama konsumsi," jelas Shinta kepada Investor Daily.
Bila melihat secara historis dalam tiga bulan terakhir, pertumbuhan ekonomi secara konsisten berada diangka 5% pada kuartal 1. Dengan rincian 5,02% di tahun 2022, 5,04% pada 2023, dan 5,11% pada kuartal 1-2024. "Kami memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1-2025 akan berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,1% (yoy)," tutur Shinta. Selain faktor musiman, terdapat berbagai stimulus kebijakan fiskal yang diharapkan memberi dorongan tambahan, seperti diskon tarif listrik 50% untuk pelanggan tertentu selama Januari-Februari 2025; penurunan harga tiket pesawat menjelang Idulfitri ; pencairan THR, bantuan sosail, dan program PKH yang menjadi faktor pendukung belanja masyarakat. (Yetede)
Perdagangan Ritel Selama Lebaran Tetap Meningkat
Perayaan Idul Fitri turut berkontribusi terhadap penjualan ritel. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Dia mengatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idul Fitri serta liburan Idul Fitru sampai saat ini tetap meningkat dibandingkan dengan tahun lalu meskipun tidak signifikan. "Pertumbuhan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan sampai dengan akhir liburan Idul Fitri nanti diperkirakan rata-rata hanya sekitar 10% saja," jelas Alphonzus. Dia memperkirakan, penjualan ritel pada Ramadham dan idul Fitru tahun ini akan tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun 2024.
"Namun tingkat pertumbuhannya tidak akan signifikan, diprediksi hanya single digit saja," ucap Alphonzus. Di tengah kondisi masih melemahnya daya beli masyarakat khususnya kelas menengah bawah, masyarakat masih tetap berkunjung ke Puat Perbelanjaan dan berbelanja. Dia melihat terjadinya perubahan pola maupun tren belanjanya. Masyarajat kelas menengah bawah cenderung membeli barang maupun produk yang harga satuannya (unit price) rendah/kecil. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin melihat terjadinya tren shifting belanja pada industri ritel di momen lebaran ini. "Terjadi shiting, orang membeli barang yang berarti lebih terjangkau. Mungkin volume itu naik, tapi reveneu-nya semakin kecil," kata dia (Yetede)
Perdagangan Ritel Selama Lebaran Tetap Meningkat
Perayaan Idul Fitri turut berkontribusi terhadap penjualan ritel. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Dia mengatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idul Fitri serta liburan Idul Fitru sampai saat ini tetap meningkat dibandingkan dengan tahun lalu meskipun tidak signifikan. "Pertumbuhan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan sampai dengan akhir liburan Idul Fitri nanti diperkirakan rata-rata hanya sekitar 10% saja," jelas Alphonzus. Dia memperkirakan, penjualan ritel pada Ramadham dan idul Fitru tahun ini akan tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun 2024.
"Namun tingkat pertumbuhannya tidak akan signifikan, diprediksi hanya single digit saja," ucap Alphonzus. Di tengah kondisi masih melemahnya daya beli masyarakat khususnya kelas menengah bawah, masyarakat masih tetap berkunjung ke Puat Perbelanjaan dan berbelanja. Dia melihat terjadinya perubahan pola maupun tren belanjanya. Masyarajat kelas menengah bawah cenderung membeli barang maupun produk yang harga satuannya (unit price) rendah/kecil. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin melihat terjadinya tren shifting belanja pada industri ritel di momen lebaran ini. "Terjadi shiting, orang membeli barang yang berarti lebih terjangkau. Mungkin volume itu naik, tapi reveneu-nya semakin kecil," kata dia (Yetede)
Keterbatasan Spektrum Frekuensi untuk Mengembangkan Teknologi Jaringan 5G
Agentic AI Diprediksi Mengalami Perkembangan Signifikan
Bahkan Pulau Penguin Pun Terkena Tarif Trump
Trump mengenakan tarif impor atas
Pulau Heard dan Pulau Mc Donald yang tidak berpenghuni dan nyaris tak dikenal. Pulau
tak jauh dari Antartika di lingkar Kutub Selatan itu hanya dihuni penguin,
singa laut, dan burung liar. Pulau-pulau itu dikenai tarif impor 10 % oleh
Trump. Merujuk laporan The Guardian, wilayah tersebut memiliki potensi perikanan.
Namun, di pulau itu tidak ada aktivitas apa pun terkait industri perikanan. Tidak
ada bangunan atau tempat tinggal manusia di pulau yang ditetapkan menjadi suaka
bagi penguin itu. Meskipun demikian, merujuk data ekspor Bank Dunia, The
Guardian melaporkan, pada 2022, AS mengimpor produk senilai 1,4 juta USD dari
Pulau Heard dan Pulau McDonald. The Guardian juga menyebutkan, ada angka impor
dari pulau itu selama beberapa tahun sebelumnya, antara 15.000 USD dan 325.000 USD.
Produk yang diimpor dari pulau penguin itu mencakup mesin dan produk
elektrifikasi.
Wilayah terpencil lain yang
dihantam tarif oleh Trump adalah Pulau Norfolk, di bawah kontrol Australia,
yang dikenai tarif impor 29 %. Pulau Norfolk terletak di antara Kaledonia Baru
dan Pulau Utara, Selandia Baru, 1.600 kilometer timur laut kota Sydney,
Australia. Warga Norfolk adalah keturunan para pelaut yang memberontak di kapal
HMS Bounty tahun 1789. Mereka hidup dari industri pariwisata. Berbagai kapal
pesiar singgah ke pulau tanpa landasan pesawat udara itu. Kamar Dagang Norfolk
mengatakan, mereka berada di peringkat ke-223 dunia dalam ekspor pada 2019.
Nilai ekspor mereka sebesar 2,7 juta USD berupa penganan berbasis kedelai dan
aneka bibit tanaman. Richard Cottle, pemilik pabrik pembuatan beton di Pulau Norfolk,
heran dengan tarif Trump. ”Kemungkinan besar ada kesalahan. Norfolk hanyalah
titik merah kecil di dunia ini. Kami bukan negara eksportir,” katanya. (Yoga)
Pengaduan Properti Bermasalah
Dari tahun ke tahun, jumlah aduan
dan laporan masyarakat di sektor properti meningkat. Pengembang kerap kali
belum menuntaskan urusan perizinan. Sementara masyarakat masih mudah tergiur
janji palsu dan promosi yang ditawarkan. Berdasarkan data Badan Perlindungan
Konsumen Nasional (BPKN), jumlah pengaduan terkait perumahan mencapai 404
laporan pada 2024, naik 28,6 % dari 314 laporan pada 2023. Data tersebut belum
termasuk aduan yang diterima lembaga lain sepanjang 2024. Dirjen Perumahan Kementerian
PUPR, menerima 61 surat aduan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima
49 aduan, diikuti 35 aduan lain ke Kementerian PAN RB).
”Dari sisi isu, masalah perumahan
di YLKI sering diadukan masyarakat. Jadi, masyarakat butuh kanal pengaduan.
Sejauh ini, kehadiran dari regulator belum terakselerasi,” ujar Ketua YLKI
Tulus Abadi dalam acara peresmian kanal pengaduan konsumen perumahan terpadu di
Jakarta, Rabu (26/3) sore. Banyak masyarakat menjadi korban karena tergiur
metode pemasaran pengembang. YLKI kerap mengingatkan agar publik lebih
berhati-hati dan mengecek ulang, apalagi terhadap penjualan bangunan yang belum
terbangun atau pre-project selling. ”Pre-project selling, regulasinya ada,
tetapi ketika pengembang menjual gambar tanpa prasyarat tertentu, risikonya
besar sekali bagi konsumen. Ironisnya, banyak konsumen yang tertarik dan
membayar secara cash keras. Ini dua hal yang jadi titik lemah,” tutur Tulus.
Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok
mengatakan, di sektor properti khususnya perumahan, ditemukan banyak penipuan,
mulai dari gambar hingga iklan yang bermasalah. ”Soal legalitas juga. Sering kali
sertifikat (properti) ini, kan, tumpang tindih. Banyak yang sudah menempati,
sudah (mendapat) sertifikat, malah digugat seperti di Bekasi. Itu harus clear,”
kata Mufti. Dalam konteks umum, pengaduan konsumen pada sektor perumahan
didominasi sedikitnya lima hal. Pertama, permasalahan wanprestasi sertifikat
yang belum jadi atau bangunan belum selesai, padahal pembayaran sudah lunas.
Kedua, bangunan tidak sesuai yang dijanjikan. Ketiga, legalitas bangunan dan
tanah masih belum jelas. Keempat, pengembalian dana (refund) rumit dan
berbelit-belit. Kelima, adanya kerusakan fisik bangunan. (Yoga)
Pariwisata Manado Didorong Penerbangan Internasional
Kedatangan wisatawan mancanegara
(wisman) ke Manado, Sulut, didorong bertambahnya penerbangan internasional
secara langsung. Namun, pada saat bersamaan, pemerintah harus mengkaji
perbedaan pelaku perjalanan yang dating sebagai pekerja asing, alih-alih hanya
sebagai wisatawan. Menurut BPS Provinsi Sulut, kedatangan wisman didominasi turis
China. Hingga awal 2025, tingkat kedatangan turis secara umum berkisar 3.000
hingga 5.000 kunjungan per bulan, sebagian besar merupakan turis asal China
yang mencapai 78 persen dari total kunjungan. Pada Senin (31/3) 137 turis asal
Nanjing, China, mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Mereka berangkat
dari Nanjing menggunakan pesawat terbang Trans Nusa, sekaligus menandai penerbangan
langsung pertama maskapai penerbangan itu.
Menurut Kepala Kantor Otoritas Bandara
Wilayah VIII, Ambar Suyoko, kedatangan mereka menggunakan pesawat Indonesia
turut menjadi upaya untuk mempromosikan Manado. Daerah tersebut unggul dengan
potensi wisata alam, budaya, dan kuliner. ”Penerbangan langsung ini menjadi
simbol kebangkitan pariwisata Indonesia, khususnya bagi Manado, yang kini semakin
dikenal sebagai tujuan wisata kelas dunia,” kata Ambar, Kamis (3/4). Seiring
meningkatnya minat wisatawan asing, konektivitas internasional ke Manado melalui
Bandara Sam Ratulangi terus diperluas. Selain langsung dari China, wisatawan
juga dapat menjangkau Manado lewat Singapura dengan maskapai Scoot. Ada pula
dukungan maskapai Air Asia yang mengakomodasi penerbangan dari Kinabalu,
Malaysia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Sistem Pangan Harus Berbasis Keberagaman Lokal
31 Dec 2021 -
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021








