Industri lainnya
( 1875 )Siap Tangkal Serbuan Impor Ayam Brasil
Kekalahan Indonesia melawan Brasil di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memungkinkan adanya impor ayam dari Negeri Samba itu. Impor ayam Brasil berpotensi menekan harga jual ayam yang kini di kisaran Rp 38.000 hingga Rp 40.000 per kilogram (kg).
Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo mengatakan, impor daging ayam dari Brasil sulit dihindari mengingat harga pokok produksi (HPP) ayam Brasil berkisar Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kg. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan HPP ayam di Indonesia yang berkisar Rp 16.000 hingga Rp 17.000 per kg.
Tingginya HPP ayam di Indonesia tak lepas dari harga pakan yang cukup mahal, di mana sebagian di antaranya harus impor. "Jagung di Indonesia mahal dan kita bukan penghasil kedelai, sehingga harus impor, " ujar dia kepada KONTAN, Sabtu (25/4).
Perihal tantangan masuknya daging ayam impor dari Brasil, Masa mengakui justru menjadi motivasi bagi WMUU untuk terus meningkatkan kompetensi dan daya saing dengan produk impor. Menurut dia, tugas pelaku industri unggas juga turut mendukung peternak lokal.
Untuk menghadapi impor ayam Brasil, Widodo Makmur Unggas menyiapkan strategi mempertahankan pasarnya. Maha mengatakan, saat ini WMUU sudah menjalankan kerjasama strategis dengan berbagai perusahaan industri olahan dan distributor.
Ketahanan Industri Gim dan E-sport yang Berkelanjutan
Industri gim dan e-sports diyakini akan semakin berkembang pasca pandemi. Berdasarkan catatan Cipto, yang juga VP of Consumer Games dari studio gim asal Bandung, Agate, total belanja Indonesia di pasar gim mencapai Rp 20 triliun per tahun, atau sekitar 1,5 miliar dollar AS.
Bahkan, berdasarkan laporan Peta Ekosistem Industri Game 2020 yang dikeluarkan oleh AGI, sumber pendapatan studio gim Indonesia dari pasar internasional (Rp 30,9 miliar) hampir tiga kali lebih besar ketimbang pasar domestik (Rp 10,6 miliar).
Cofounder dan chief executive officer (CEO) dari tim e-sports RRQ, Andrian Pauline, meyakini bahwa industri e-sports akan berkesinambungan. Menurut dia, saat ini, industri ini masih sangat muda dan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan sebagai digital entertainment.
Oleh karena itu, Andrian berharap, pemerintah bisa menyalurkan pajak digital yang diambil dari transaksi gim e-sports untuk pengembangan ekosistem gim di Indonesia.
Saat ini, ia mengakui scene gim e-sports berbasis PC, seperti Dota 2 sedang meredup, kalah ramai dibandingkan gim e-sports berbasis mobile, seperti Mobile Legends Bang Bang. Menurut dia, kompetisi Dota 2 di Indonesia sudah jarang digelar. Liga rutin seperti yang digelar untuk kompetisi e-sports lainnya pun tidak ada untuk Dota 2.
Tiga Perusahaan Siap Pasok Satu Juta Kompor Listrik
JAKARTA – Tiga produsen lokal,
yakni PT Adyawinsa Electrical and
Power (Myamin), PT Maspion,
dan PT Hartono Istana Teknologi
(Polytron), akan memasok kebutuhan kompor listrik dalam program
Konversi 1 Juta Kompor Listrik/
Induksi yang digagas Pemerintah.
Program ini diyakini dapat menghemat Rp 60 triliun dari nilai impor LPG
serta merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan cadangan listrik.
“Sudah ada dua industri dalam
negeri yang sudah memproduksi
kompor listrik (induksi). Pertama,
PT Adyawinsa Electrical and Power.
Merek produknya adalah Myamin,
dengan kapasitas produksi 17 ribu
unit per tahun untuk satu lini produksi
dan dapat ditingkatkan hingga delapan
lini produksi. Kemudian, PT Maspion,
dengan merek Maspion, yang memiliki
kapasitas sebanyak 300 ribu unit per
tahun,” kata Direktur Jenderal Industri
Logam, Mesin, Alat Transportasi dan
Elektronika (ILMATE) Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) Taufiek
Bawazier dalam keterangan resminya,
Kamis (22/4).
Program Konversi 1 Juta Kompor Listrik/Induksi diinisiasi oleh
Kementerian Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) serta Kementerian
Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) melalui
penandatanganan MoU untuk diversifikasi kompor gas LPG menjadi
kompor listrik. Pemanfaatan listrik
sebagai energi rumah tangga memiliki keunggulan lebih hemat, praktis, modern, nyaman, aman, ramah
lingkungan (tanpa gas CO), tanpa api.
Selain itu, Kementerian BUMN
menyampaikan, pemerintah dapat
menghemat Rp 60 triliun dari nilai
impor LPG serta merupakan salah
satu upaya untuk memaksimalkan
cadangan listrik yang ada untuk dialihkan penggunaannya agar masyarakat dapat beralih ke kompor listrik
(Oleh - HR1)
Belanja Iklan 2021, Prospek Masih Menjanjikan
Bisnis, JAKARTA — Prospek belanja iklan media pada tahun ini diproyeksikan moncer dan mampu melanjutkan tren peningkatan pada tahun lalu, kendati masih diterpa badai pandemi Covid-19.
Berdasarkan survei Nielsen, sepanjang tahun lalu belanja iklan di semua tipe media yang dimonitor, yakni televisi, cetak, radio, dan digital mencapai Rp229 triliun. Nilai tersebut naik dibandingkan kondisi prapandemi pada 2019 senilai Rp182 triliun.
Direktur Eksekutif Nielsen Ad Media Hellen Katherina mengatakan belanja iklan sudah menunjukkan pola pemulihan pada semester II/2020. Data Nielsen mengungkapkan lima kategori pengiklan terbesar masih menaikkan angka belanja iklannya pada kuartal IV/2020.
“Kategori memilih untuk menaikkan belanja iklan adalah produk online service seperti e-commerce, pemerintah dan partai politik, produk perawatan wajah, rokok, dan produk perawatan rambut,” ujarnya, Kamis (22/4).
Kendati demikian, dia tidak menampik ada sejumlah kategori yang menurunkan bujet untuk belanja iklan pada tahun lalu. Kategori tersebut antara lain, snack/biskuit, kopi dan teh, pasta dan sikat gigi, iklan korporasi, dan sabun.
Adapun, pada 2020 televisi masih menjadi ruang beriklan paling dominan, yakni di atas 70%.
Sementara untuk media cetak, Hellen menyebut dari tahun ke tahun penetrasinya terus turun. Tak hanya penurunan dari segi pembaca, media cetak juga mendapatkan tantangan dari kenaikan harga bahan produksi.
Kendati demikian, belanja iklan di media cetak masih memiliki harapan. Tahun lalu, jumlah pembaca media cetak masih mencatatkan pertumbuhan dari 2,1 juta pada 2019 menjadi 2,6 juta.
Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) Janoe Arijanto mengatakan kenaikan nilai belanja iklan tahun ini sangat mungkin terealisasi jika dinamika dunia bisnis berjalan seperti beberapa bulan belakangan seiring dengan membaiknya geliat industri.
Adapun, lanjutnya, pertumbuhan belanja iklan paling dominan akan dialami oleh platform digital sebagai ruang yang paling laris dipakai untuk beriklan. Dia memperkirakan pertumbuhan belanja iklan di ruang digital tahun ini bisa mencapai 30%.
(Oleh - HR1)
Presiden: Industri Kaca Terbesar Asia Tenggara Dibangun di Batang
Presiden Joko Widodo mengatakan akan ada peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan industri kaca terbesar Asia Tenggara di kawasan industri Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Mei 2021.
Setelah industri kaca, kata Presiden, akan juga dibangun industri yang menghasilkan komponen percusor dan katoda pada Juni atau Juli 2021. Dua komponen itu kerap dibutuhkan di sektor tengah dan hilir dalam alur produksi industri nikel.
Kawasan industri batang direncanakan memiliki luas 4.300 hektare dan saat ini telah siap 450 hektare. Kawasan industri yang telah siap itu, ujar Presiden, akan juga digunakan untuk pembangunan industri yang berkaitan dengan teknologi.
Dengan mulai beroperasinya kawasan industri Batang, Presiden mengharapkan investasi langsung akan sernakin deras masuk ke Indonesia dan mampu mempercepat pemulihan perekonomian domestik.
Industri Logam Dasar, Nikel Topang Nilai Investasi
Bisnis, JAKARTA — Peningkatan nilai tambah mineral, khususnya nikel, menjadi penopang melonjaknya investasi industri logam dasar sepanjang 2020. Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas BKPM Aries Indanarto mengungkapkan realisasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) investasi industri logam dasar tahun lalu mencapai Rp92,2 triliun atau meningkat 58,15% dibandingkan dengan realisasi 2019 senilai Rp58,3 triliun. “Selama 4 tahun terakhir dari 2016-2020, ada peningkatan yang berarti pada 2020. Kontribusi PMA Rp85,3 triliun terhadap total Rp92,2 triliun. Ini diperkirakan 2021 bisa meningkat lagi,” ujarnya, baru-baru ini. Realisasi PMA terbesar berada di Sulawesi Tengah dengan nilai investasi mencapai US$5,6 miliar, disusul Sulawesi Tenggara US$3,5 miliar, Maluku Utara US$3,3 miliar, Kepulauan Riau US$1,6 miliar, dan Banten US$1,1 miliar.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Sugeng Mujiyanto mengatakan pemerintah berencana melakukan market sounding ke sejumlah negara untuk mencari investor bagi proyek-proyek smelter di Indonesia. “Tahun ini kami akan lakukan market sounding ke Amerika Serikat, Uni Eropa, Asia ke Jepang, dan sebagainya. Sedang kami susun dan berharap semester kedua ini kami sudah mulai jalan ke berbagai forum yang ada untuk pasarkan smelter kita,” ujarnya.
(Oleh - HR1)
Kemenperin Bidik Industri Farmasi Tumbuh Dua Digit Kuartal I
Jakarta, CNN Indonesia --Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri farmasi sepanjang kuartal I 2020 berada di atas 9 persen atau tumbuh dua digit. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan hal tersebut realistis sebab kinerja tersebut pernah tercapai. "Kami berharap di atas 9 persen di kuartal I ini karena dulu pada 2015 itu pernah mencapai 15 persen, tapi terus turun lagi, sekarang kuat lagi kami harapkan kontribusinya kepada PDB juga meningkat jadi 1,13 persen," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (16/4). Selain itu dia juga mengatakan bahwa "Tahun lalu realisasinya (investasi) Rp11 triliun. Kami harapkan juga di 2021, bahkan ada subsektor industri kimia dan farmasi tumbuh 9,3 persen. Kemudian kontribusi sektor IKFT ke total PDB juga besar, 4,48 persen dengan realisasi investasi IKFT tahun lalu mencapai Rp61,97 triliun didominasi industri kimia dan bahan kimia. Tenaga kerja 6,24 juta orang yang diserap,".
(Oleh - HR1)Kemenperin Bidik Industri Farmasi Tumbuh Dua Digit Kuartal I
Jakarta, CNN Indonesia --Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri farmasi sepanjang kuartal I 2020 berada di atas 9 persen atau tumbuh dua digit. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan hal tersebut realistis sebab kinerja tersebut pernah tercapai. "Kami berharap di atas 9 persen di kuartal I ini karena dulu pada 2015 itu pernah mencapai 15 persen, tapi terus turun lagi, sekarang kuat lagi kami harapkan kontribusinya kepada PDB juga meningkat jadi 1,13 persen," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (16/4). Selain itu dia juga mengatakan bahwa "Tahun lalu realisasinya (investasi) Rp11 triliun. Kami harapkan juga di 2021, bahkan ada subsektor industri kimia dan farmasi tumbuh 9,3 persen. Kemudian kontribusi sektor IKFT ke total PDB juga besar, 4,48 persen dengan realisasi investasi IKFT tahun lalu mencapai Rp61,97 triliun didominasi industri kimia dan bahan kimia. Tenaga kerja 6,24 juta orang yang diserap,".
(Oleh - HR1)BKPM Gandeng China ENFI Jalankan Industri Peleburan Tembaga
JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
melakukan perjanjian kerja
sama dengan China ENFI Engineering Corporation (ENFI)
mengenai proyek peleburan
tembaga yang akan dibangun
di Kabupaten Fakfak, Provinsi
Papua Barat.
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berharap penandatanganan
nota kesepahaman ini segera
ditindaklanjuti untuk menciptakan kerja sama yang saling
menguntungkan. “Setelah nota
kesepahaman ini ditandatangani, saya minta kita tidak
lama-lama proses implementasi. Nanti urusan perizinan
dan insentif fiskal, BKPM yang
akan bantu selama proposal
dari China ENFI yang terbaik
dan menguntungkan Freeport,
China ENFI, dan Indonesia,”
ujar Bahlil dalam siaran pers
yang diterima, Selasa (13/4).
Dalam kesempatan yang
sama, Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral (ESDM)
Arifin Tasrif mengaaku turut
mendukung kerja sama BKPM
dengan China ENFI dalam
proyek peleburan tembaga
tersebut. Kebijakan peningkatan nilai tambah mineral dalam
negeri merupakan amanat dari
Undang-Undang No. 3 tahun
2020 tentang Perubahan UU
Nomor 4 Tahun 2009 tentang
Pertambangan Mineral dan
Batubara dengan tujuan agar
dapat memberikan nilai ekonomi bagi negara, menciptakan
industri hulu baru sebagai
pemasok bahan baku industri,
menyediakan rantai pasok
mineral, meningkatkan devisa,
menyerap tenaga kerja, dan
meningkatkan kesejahteraan
rakyat.
Presiden China ENFI Liu
Cheng menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan
yang diberikan pemerintah Indonesia untuk merealisasikan
proyek ini. Kedepannya, ENFI
berharap proyek dapat berjalan
dengan baik dan cepat selesai.
“Setelah ini, kami akan
sesegera mungkin menyelesaikan preliminary study agar
proyek bisa cepat selesai. Kami
juga akan merangkul Freeport
dan MIND ID untuk bersama
dalam proyek ini," ungkap Liu
Cheng.
(Oleh - HR1)
Beleid Pasokan Bahan Baku Industri Gula, Pabrik Lama Bakal Terimpit
Bisnis, JAKARTA — Regulasi terbaru Menteri Perindustrian mengenai jaminan ketersediaan bahan baku bagi industri gula di dalam negeri dinilai diskriminatif dan bisa berdampak negatif bagi kelangsungan pabrik gula lama.
Peraturan Menteri Perindustrian No. 3/2021 tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional membuka jalan bagi pabrik gula berbasis tebu yang memproduksi gula kristal putih (GKP) konsumsi untuk mengimpor bahan baku jika pasokan tebu dari dalam negeri tidak memadai.
Namun, rekomendasi impor hanya bisa diberikan kepada perusahaan industri gula berbasis tebu dengan KBLI 10721 yang memiliki izin usaha industri yang diterbitkan setelah 25 Mei 2010 dalam rangka investasi baru atau perluasan usaha. Artinya, perusahaan dengan izin usaha lama atau sebelum ketentuan waktu tersebut belum tentu bisa melakukan aktivitas importasi.
Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Gula Indonesia (Ikagi) Aris Toharisman mengatakan regulasi ini bisa memicu bertambahnya impor gula mentah, sekaligus menegaskan bahwa pabrik gula hasil investasi baru tidak melakukan pengembangan lahan tebu. Dia menilai aturan baru ini hanya akan memperbesar ketergantungan pabrik gula terhadap bahan baku impor.
Adapun, pemerintah memang memberi fasilitas pengadaan bahan baku impor bagi pabrik gula baru yang belum memiliki pasokan tebu produksi lokal. Sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Permenperin No. 10/2017, fasilitas impor diberikan selama 5 tahun bagi pabrik gula di Pulau Jawa dan 7 tahun untuk pabrik gula di luar Pulau Jawa.
Besaran impor bakal dikurangi secara bertahap sampai dengan berakhirnya jangka waktu, seiring dengan bertambahnya pasokan bahan baku tebu dari dalam negeri yang diperoleh lewat perluasan lahan maupun kemitraan dengan petani.
“Faktanya, sejak mereka berdiri di bawah payung Permenperin ini ternyata tidak berdampak pada produksi gula nasional. Insentif impor gula mentah yang diberikan pemerintah tidak diikuti dengan pengembangan lahan,” kata Aris saat dihubungi, Selasa (13/4).
Aris menyebutkan pula bahwa ketiadaan verifikasi pengembangan lahan ini justru berdampak pada menyusutnya lahan tebu di Jawa Timur. Dari yang mulanya lebih dari 225.000 hektare (ha) menjadi hanya 175.000 ha. Masa giling pabrik pun berkurang drastis dari yang idealnya 150 hari menjadi 94 hari.
(Oleh - HR1)








