;
Tags

Pertumbuhan Ekonomi

( 471 )

Konsumsi Listrik Naik, Ekonomi Jatim Naik

Sajili 10 Sep 2021 Surya

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mencatat konsumsi listrik mencapai 25,84 (Terra Watt hour) TWh sejak Januari hingga Agustus 2021. Angka itu tumbuh 4,36 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Dari sektor industri, tercatat pertumbuhannya mencapai 14,09 persen. Hal ini mengindikasikan sektor Industri di Indonesia sudah mulai bangkit kemball. Di sisi lain, sektor rumah tangga tumbuh sebesar 1,45 persen.

Berdasarkan data PLN, pertumbuhan konsumsi listrik sektor industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah baja sebesar 80,3 persen, CPO sebesar 44,9 persen diikuti oleh mesin & otomotif sebesar 19,2 persen, keramik & kaca sebesar 17,4 persen, bumbu masak 16,7 persen, dan tekstil 12,6 persen.

Peningkatan konsumsi listrik juga terlihat dari meningkatnya beban puncak kelistrikan, khususnya pada sistem kelistrikan Jawa - Bali. Tercatat pada semester I 2021, beban puncak kelistrikan telah berada di atas 27 ribu megawatt (MW) dengan beban puncak tertinggi terjadi pada 8 Juni 2021 sebesar 27.335 MW.


Porang dan Edamame Jadi Andalan

Sajili 26 Aug 2021 Surya

Presiden Joko Widodo menyebutkan, pertanian menjadi sektor yang cukup menjanjikan di tengah pandemi virus corona. Oleh karenanya, la Ingin sektor tani di TanahAir terus ditingkatkan, baik dalam negeri maupun ekspor keluar.

Jokowi mengatakan, pada kuartal ke-1 tahun 2021 sektor pertanian mampu tumbuh positif di angka 2,95 persen. Pada kuartal ke-2 pertumbuhannya masih juga positif sebesar 0,38 persen. Sementara, nilai ekspor pertanian RI pada semester pertama tahun 2021 (Januari-Juni) mencapai Rp 282 trillun atau 1,95 miltar dolar AS. Angka ini naik 14,05 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yaitu sebesar Rp 247 trillun atau USD 1,71 millar.

Menurut Jokowi, Indonesia masih punya banyak potensi komoditas ekspor yang dapat dikembangkan, seperti tanaman porang, sarang burung walet, hingga edamame. "Minggu kemarin saya melihat yang namanya porang, ini bisa menjadi komunitas baru yang memberikan nilai tambah bagi para petani," ujar Jokowi. "Juga ada komoditas lain seperti sarang burung walet, edamame, dan berbagai produk hortikultura lainnya," tuturnya.


BSI Raup Pertumbuhan Transaksi Digital Hingga 97,4 Persen per Juli

HR1 23 Aug 2021 Antaranews

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan transaksi layanan digital melalui mobile banking BSI Mobile mencapai 97,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau menembus 46,4 juta transaksi per Juli 2021. “Peningkatan transaksi BSI Mobile ini didorong oleh hadirnya kebiasaan baru masyarakat saat pandemi dan aktivitas transaksi keuangan nasabah dalam berbelanja di e-commerce,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin. Hery menyebut kontribusi transaksi BSI Mobile mengalami peningkatan setiap tahunnya. Per Juli 2021, kontribusi transaksinya mencapai 46 persen dari jumlah transaksi e-channel BSI.Hingga akhir 2021, Bank syariah yang merupakan penggabungan dari tiga anak usaha syariah perbankan BUMN ini, menargetkan 3 juta pengguna baru BSI Mobile. Jumlah pengguna BSI Mobile, kata Hery, sampai dengan tanggal 17 Agustus 2021 sebanyak lebih dari 2,7 juta pengguna atau meningkat 79,4 persen sejak awal 2021 secara tahunan dengan pertumbuhan pengguna aktif mencapai lebih dari 1,1 juta nasabah atau meningkat sebanyak 92,5 persen secara tahunan.

Mengenal Porang, Umbi Kualitas Impor yang Tarik Minat Jokowi

Sajili 19 Aug 2021 CNN Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat potensi ekonomi dari komoditas porang dan meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo serius mengembangkan komoditas tersebut karena diprediksi akan menjadi makanan sehat masa depan.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, porang juga bisa diolah menjadi produk lain yang menghasilkan nilai tambah (value added) secara ekonomi.

Berdasarkan data otomasi Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, volume ekspor porang pada semester I 2020 lalu mencapai 14,8 ribu ton.

Angkanya naik 9.000 ton atau 160 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Negara tujuan ekspor porang antara lain China, Vietnam dan Thailand.

Kementerian Pertanian menyatakan peningkatan ekspor ini menjadi salah satu yang penyumbang kenaikan ekspor pertanian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pertanian naik 9,6 persen pada Januari hingga Juni 2020 dibanding periode yang sama pada 2019.


60 Ribu Ton Hasil Pertanian Diekspor

Sajili 18 Aug 2021 Banjarmasin Post

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA bersama Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto dan jajaran Forkompimda Kalsel melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp. 868,82 miliar di Pelabuhan Laut Trisakti Banjarmasin. Kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian asal Kalsel ini merupakan bagian dari rangkaian Merdeka Ekspor yang digelar serentak oleh Kementerian Pertanian RI di 17 pintu merdeka ekspor di seluruh Indonesia dan dilepas secara daring oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Bogor.

Menurut Pj Gubernur Kalsel, yang turut hadir melepas ekspor komoditas pertanian tersebut, satu di antara indikator keberhasilan pembangunan pertanian adalah dengan meningkatnya nilai ekspor komoditas pertanian. Hingga akhir Juli 2021, Kinerja ekspor komoditas pertanian asal Kalsel meningkat sebesar 106,22 persen dengan nilai mencapai Rp 4.97 triliun dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya senilai Rp 2,41 triliun.

Sementara, secara teknis Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto, Minggu (15/8) mengatakan, komoditas pertanian yang diekspor pada kegiatan merdeka ekspor kali ini terdiri dari Karet Lempengan, Daun Gelinggang, RBD Palm Olein, CPO, Palm Kernel Expeller dan Kayu Olahan (Plywood) dengan 9 negara tujuan ekspor. Komoditas pertanian ini terdiri dari enam ragam jenis dengan total volume lebih dari 60 ribu ton dan 1.922 meter kubik menuju ke sembilan negara tujuan seperti India, Cina, Rusia, Vietnam, Korea Selatan, Brasil, Thailand, Philipina dan USA. Keberhasilan ekspor komoditas pertanian dapat menjadi bukti, produk pertanian Indonesia khususnya Kalimantan Selatan selalu hadir dan dibutuhkan hingga ke pasar dunia.


Bisnis Penggadaian, Gadai Swasta Antre Ajukan izin

KT1 12 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis gadai diproyeksikan bakal berkembang pesat sejalan dengan munculnya pelaku usaha penggadaian swasta. Otoritas Jasa Keuangan saat ini masih memproses puluhan pebisnis yang mengajukan izin layanan gadai. Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) sekaligus Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Penggadaian (Persero) Harianto Widodo mengatakan bahwa bisnis gadai terlihat tumbuh dua tahun belakangan yang tercermin dari banyak yang berproses mendapatkan izin perusahaan penggadaian. "Ya semakin ramai. Meskipun kecil-kecil faktanya mereka itu bisa eksis, bahkan ada yang tumbuh dengan menambah outlet atau cabang. Artinya keberadaan mereka juga dibutuhkan masyarakat." ujarnya kepada Bisnis Indonesia, Selasa (10/8).

Harianto menjelaskan bahwa lisensi bisnis penggadaian kian diminati oleh pelaku usaha. Hal ini bertujuan memberikan layanan finansial bagi konsumen existing, seperti melayani jasa gadai barang dari tokonya, cicilan dari skema tukar tambah, atau menerima layanan gadai emas, dengan syarat yang bisanya lebih rendah atau bunga cicilannya lebih tinggi. Secara terpisah, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank 2B OKJ Bambang W. Budiawan Menambahkan bahwa tahun ini ada potensi tambahan 46 penggadaian baru yang tengah mengurus izin.

"Kinerja penyaluran pinjaman dari perusahaan penggadaian selama masa pandemi Covid-19 menunjukkan pertumbuhan yang positif. Layanan jasa gadai yang sederhana, mudah, dan cepat, memberikan keunggulan layanan jasa keunagan pada masyarakat menengah kebawah yang membutuhkan alternatif sumber pendanaan yang praktis sesuai dengan kondisi sekarang," ujar Bambang kepada Bisnis. Direktur utama BRI Sunarso menuturkan proses pembentukan holding ternyata bukan melalui merger tapi melalui akuisisi saja. Holding juga mendapatkan dukungan dari parlement DPR, juga dari komite privatisasi. Ini juga lebih diikuti dengan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang penambahan modal negara di BRI. Hal ini didukung oleh keputusan MenKeu tentang nilai penyertaan modal negara ke BRI. (YTD)


Usaha Pertambangan Tumbuh 5,35 Persen

Sajili 09 Aug 2021 Banjarmasin Post

Sebagai salah satu bentuk sumbangsih Bank Indonesia (BI) terhadap kemajuan pendidikan masyarakat Indonesia dan dalam rangka peringatan HUT Ke-68 BI, 1 Juli 2021 dan HUT Ke-76 RI pada 17 Agustus 2021, Bank Indonesia menyelenggarakan Program BI Mengajar di sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia.

Upaya transformasi ekonomi Kalimantan Selatan menuju ekonomi yang memiliki value added tinggi melalui hilirisasi Sumber Daya Alam, mutlak harus didukung oleh ketersediaan Sumber Daya Manusia Kalimantan Selatan yang kompeten dan memiliki keterampilan tinggi.

Amanlison Sembiring menjabarkan, soal ekonomi Kalsel terbaru setelah mengalami kontraksi selama empat triwulan terakhir, ekonomi Kalimantan Selatan mulai tumbuh positif.

Dikatakan Amanlison, seluruh Lapangan Usaha (LU) tumbuh positif, seperti LU pertambangan (5,35 persen yoy), LU pertanian (0.71 persen yoy), LU Industri Pengolahan (3,23 persen yoy), LU Perdagangan, Hotel, dan Restoran (5,25 persen yoy) dan LU Konstruksi (1,36 persen yoy).


Kemenperin: Sektor Makanan dan Minuman Kontributor Terbesar Pertumbuhan Industri

Sajili 09 Aug 2021 Sinar Indonesia Baru

Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan kontributor terbesar terhadap sektor industri pengolahan nonmigas pada triwulan II-2021 yang mencapai 38,42 persen serta memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 6,66 persen.

Industri mamin selama ini telah membawa dampak positif yang luas bagi perekonomian nasional, seperti peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi, penerimaan devisa dari investasi dan ekspor hingga penyerapan tenaga kerja yang sangat banyak.

Capaian kumulatif sektor strategis ini dan sisi ekspor juga sangat baik, yaitu mencapai 19,58 miliar dolar AS atau naik 42,59 persen dari periode yang sama pada tahun sebelumnya tercatat senilai 13,73 miliar dolar AS.

Putu menegaskan, Kemenperin telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri mamin di tanah air. Misalnya, menjaga ketersediaan bahan baku dan memfasilitasi pemberian insentif fiskal. Pada triwulan II-2021, industri mamin tercatat turnbuh positif di angka 2,95 persen.


Produsen Semen Cetak Kenaikan Pendapatan

Sajili 09 Aug 2021 Koran Tempo

Menurut Herditya, permintaan semen secara nasional pada semester I tahun ini naik 7,3 persen. Sepanjang semester pertama, kata dia, permintaan semen didominasi wilayah Jawa dan Sumatera. Proyek seperti Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, kereta cepat Jakarta-Bandung, serta pembangunan jalan tol Trans-Sumatera menyokong pertumbuhan industri semen.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, mengatakan kinerja industri semen tak lepas dari sektor konstruksi. Pada saat ekonomi membaik, kata dia, sektor konstruksi mulai bergerak setelah tahun lalu banyak proyek yang tertahan, termasuk yang berasal dari belanja pemerintah.

Sejak awal tahun, Bank Indonesia (BI) mencatatkan tren kenaikan indeks keyakinan konsumen (IKK). Pada Januari lalu, IKK mencapai 84,85 poin dan naik pada Juni menjadi 107,4 poin. Salah satu pendorong kenaikan IKK adalah pertumbuhan penjualan perumahan.

Pada semester pertama tahun ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mencatatkan laba Rp 794,12 miliar atau tumbuh 29,7 persen dibanding pada semester pertama 2020. Direktur Utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, mengatakan peningkatan laba ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta pengelolaan utang.


Membangun Ekonomi Syariah

KT1 05 Aug 2021 Investor Daily, 5 Agustus 2021

Sebagai negera dengan populasi muslim terbesar di dunia, peran ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dirasakan masih belum optimal dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki populasi muslim besar lainnya. Fakta tersebut dapat terlihat dari State Global of Islamic Economy indicator (GIEI) tahun 2020 yang telah diterbitkan beberapa waktu yang lalu. Dilihat dari indikator ekonomi syariah, ternyata justru negara tetangga kita, Malaysia yang menempati posisi teratas, disusul Saudi Arabia dan United Arab Emirat (UAE), sedangkan Indonesia menduduki posisi ke-4. Posisi ini lebih baik dibandingkan dengan tahun 2019, dimana Indonesia memiliki peringakat ke-5. Dengan jumlah penduduk muslim 229 juta orang atau 84,8% dari seluruh penduduk Indonesia yang mencapai 270 jiwa, maka sudah sewajarnya apabila ekonomi dan keuangan syariah menjadi tuan rumah di Indonesia.

Peran dari industri perbankan syariah di negara tetangga kita. Malaysia bahkan telah mencapai 40%, padahal populasi muslim di negara tersebut hanya 61,3% dari seluruh penduduk yang jumlahnya 32,7 juta. Malaysia merupakan sebuah contoh sukses bagaimana industri perbankan syariah dapat tumbuh dan berkembang pesat di kawasan Asia. Industri makanan halal merupakan salah satu indikator ini melihat bagaimana peran industri makanan halal, berkembang mulai dari sisi suplai bahan makanan hingga restoran dan tempat-tempat penjualan maknanan halal, sampai proses sertifikasinya. Kemampuan Indonesia untuk memproduksi makanan halal sangat besar, sehingga  peluang tersebut perlu didukung dan dikawal oleh pemerintah agar Indonesia mampu menjadi pemasok makanan halal terbesar di dunia. Termasuk pasar busana muslim global sangat besar mengingat saat ini 22 milliar penduduk dunia merupakan populasi dengan latar belakang muslim.

Di Indonesia saat ini tidak ada satu pun produsen busana muslim yang besar dan mendominasi pasar, seperti halnya "The Modis" dari Dubai dan "Modanisa" dari Turki yang sudah terkenal di dunia. Bahkan produsen pakaian Uniqlo dari Jepang juga ikut memproduksi hijab dan busana muslim, sehingga produsen pakaian global non muslim melihat peluang besar untuk busana muslim. Potensi wisata berbasis syariah di Indonesia sangat besar apabila benar-benar digarap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dan bagi masyarakat muslim, kebutuhan untuk memperoleh obat-obatan dan kosmetik yang memiliki predikat halal sangat tinggi. Saat ini belum begitu banyak produsen obat-obatan  dan kosmetik halal di dunia. Malaysia menempati urutan pertama dalam hal penyediaan  obat-obatan dan kosmetik yang berpredikat halal. Semua itu tidak terlepas dari upaya pengembangan industri tersebut  sejak beberapa tahun lalu.

Melihat fakta diatas, sangat terbuka sekali peluang Indonesia menjadi ekonomi syariah sebagai gelombang baru guna mendukung pertumbuhan ekonomi ke depan. Dengan populasi muslim yang mencapai 229 juta jiwa , ekonomi syariah diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di Indonesia. Kita memerlukan lembaga khusus yang bisa melaksanakan, memonitor dan mengkoordinasikan semua kegiatan ekonomi syariah sampai level di bawah. Untuk itu tidak berlebihan apabila pemerintah perlu membentuk semacam Badan Pengembangan Ekonomi Syariah Nasional, atau dengan membentuk satu deputi baru di Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian, serta pembentukan unit ekonomi syariah di kantor-kantor perekonomian di daerah. Pembentukan badan dan unit kerja tersebut sangat diperlukan sebagai salah satu cara guna menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. (YTD)