;
Tags

Ekspor

( 1052 )

Ekspor Daerah, Kaltim Susun Ulang Program Pengapalan Langsung

HR1 29 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menyusun sejumlah langkah agar pengapalan langsung atau direct call menjadi lebih profesional dalam menunjang ekspor daerah itu.Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM (Disperindagkop) Kaltim Yadi Robyan Noor menyatakan ekspor Kaltim akan jelas mendapatkan keuntungan dengan menggunakan fasilitas tersebut.“Direct call bagus dan penting untuk mendorong dari negara buyer langsung dan nggak kemana-mana,” ujarnya, Rabu (28/7).Pertama, memastikan besaran jumlah kapasitas ekspor dari Kaltim.Kedua, menyusun penjadwalan ekspor menggunakan direct call yang berkaitan dengan wilayah Kaltim. Ketiga, mempersiapkan produk ekspor yang memiliki daya saing harga

(Oleh - HR1)


Anggota DPR SU : Durian Sumut Berpotensi Bersaing di Pasar Ekspor

Sajili 28 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Kepala BPEK (Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan) PDI Perjuangan Sumut yang juga anggota Komis B DPRD Sumut Sugianto Makmur menyebutkan, durian Sumut berpotensi menyaingi durian lain di pasar ekspor, dengan memiliki berbagai jenis durian unggul lokal yang sudah terkenal "hebat" dari warisan kakek-nenek secara turun-temurun.

Hal ini diungkapkan Sugianto Makmur kepada wartawan, Selasa (27/7), di DPRD Sumut usai menggelar perlombaan "Durian Unggul Lokal" yang diselenggarakan BPEK PDI Perjuangan Sumut, Jumat (24/7) di Binjai, guna membangkitkan kembali gairah dunan unggul lokal pasca musnahnya Plasmah Nutfah (DNA) durian tersebut.

Sugianto menyebutkan, perlombaan durian unggul lokal tersebut dilatarbelakangi adanya keprihatinan atas musnahnya Plasmah Nutfah (DNA) durian unggul lokal dan merupakan event yang ditunggu-tunggu para pemilik pohon durian, karena ingin pengakuan "kehebatan" durian yang ditanam kakek-nenek terdahulu.

Masyarakat tidak menyadari pohon durian unggul memiliki nilal ekonomi yang jauh melampaui nilai kayu atau pun sekadar buahnya Jika pohon-pohon ini diperbanyak, buahnya dibranding, bisa berubah menjadi sumber ekonomi yang besar.

Berkaitan dengan itu, kata Sugianto, pihaknya bersama pengurus BPEK PDI Perjuangan Sumut lainnya, seperti Indah Dameria Lumban Tobing, Juphiter Ginting, Franche Sitanggang melaksanakan perlombaan durian unggul lokal sebagai perlawanan atas dominasinya durian Thailand dan Malaysia di pasar ekspor durian dunia.


Ekspor Porang Bikin Petani Makin Gairah

Sajili 28 Jul 2021 Banjarmasin Post

Setelah porang masuk dalam komoditas ekspor dari Balangan Kalsel ke Jepang, harga Porang masih tetap stabil di harga Rp 7. 000. Ketua Asosiasi Petani Porang Kalsel, Joni Sulistianto, membenarkan bahwa harga porang masih membaik. Harga umbi basah saat ini kisaran Rp 7.000 per kilogram. Sedangkan untuk chip kering yang diekspor seharga Rp 60 ribu per kilogram.

Dijelaskan dia, saat ini perluasan budidaya 2021 untuk wilayah Kalsel sangat Luar biasa. Terlebih, di Balangan, petani sangat bergairah untuk tanam porang. Dijelaskan Joni, petani Porang kini makin bergairah, sebab sekarang petani Porang Balangan telah mendapatkan fasilitas kredit KUR dari Bank BNI. Apalagi, mekanisme pembayaran setelah panen.


Kinerja Bisnis Nonmigas, Ekspor Jatim Tetap Moncer

Ayutyas 27 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Kinerja ekspor nonmigas Jawa Timur sepanjang Juni 2021 tetap moncer, kendati dihadapkan pada berbagai keterbatasan karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.Badan Pusat Statistik Jatim mencatat kinerja ekspor nonmigas Jatim pada Juni 2021 mencapai US$1,88 miliar atau naik 21,44% dibandingkan dengan Mei 2021, yakni US$1,55 miliar. Pencapaian ini bahkan meningkat 39,51% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya senilai US$1,35 miliar.Kalangan pengusaha Jatim menilai pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejauh ini tidak menghambat kegiatan ekspor. “Meski berjalan normal tentunya para pengusaha tetap menyesuaikan dengan kebijakan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Ayu Rahayu, Wakil Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim yang juga menjabat sebagai Direktur Trans Pacific Atlantic, Senin (26/7).

(Oleh - HR1)

Kinerja Bisnis Nonmigas, Ekspor Jatim Tetap Moncer

Ayutyas 27 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Kinerja ekspor nonmigas Jawa Timur sepanjang Juni 2021 tetap moncer, kendati dihadapkan pada berbagai keterbatasan karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.Badan Pusat Statistik Jatim mencatat kinerja ekspor nonmigas Jatim pada Juni 2021 mencapai US$1,88 miliar atau naik 21,44% dibandingkan dengan Mei 2021, yakni US$1,55 miliar. Pencapaian ini bahkan meningkat 39,51% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya senilai US$1,35 miliar.Kalangan pengusaha Jatim menilai pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejauh ini tidak menghambat kegiatan ekspor. “Meski berjalan normal tentunya para pengusaha tetap menyesuaikan dengan kebijakan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Ayu Rahayu, Wakil Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim yang juga menjabat sebagai Direktur Trans Pacific Atlantic, Senin (26/7).

(Oleh - HR1)

Jepang Minati Produk Sendok-Garpu Kayu dari Sumut

Sajili 26 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Konsumen di Jepang dari kalangan pengelola restoran dan kantin-kantin kuliner tradsional maupun konsumen dari kalangan rumah tangga menyatakan berminat membeli produk-produk sendok dan garpu dari Sumut yang terbuat dari bahan kayu.

Ketua Umum Kamar Dagang dan industri (Kadin) Provinsi Sumut Khairul Mahalli, menyatakan pihaknya telah menerima surat pesan (request) serta sampel produk yang dipesan Jepang jaringan asosiasi UKM di Shirakawa (kawasan resor wisata di Jepang) bekerja sama dengan atase perdagangan setempat dalam proses pengurusan dokumen Forest Sertificate Council (FSC).

Pada dasarnya Jepang berminat pada produk produk sendok-garpu dari kayu yang ada di Indonesia. Hanya saja, pesan dan permintaan yang terbilang resmi disampaikan kepada kita di Sumut Ini tentu harus kita sambut gembira. Selain peluang besar di bidang industri semi manufaktur lokal (di Sumut), juga akan menjadi salah salu solusi kelangkaan kerja dalam situasi pandemi.


Logistik Hambat Kinerja Ekspor Perikanan

Sajili 26 Jul 2021 Kompas

Potensi ekspor perikanan Indonesia tahun ini dinilai cukup besar seiring pulihnya ekonomi negara-negara maju. Akan tetapi, kendala logistik global dikhawatirkan menghambat kinerja ekspor. Selama semester I-2021, nilai ekspor perikanan tercatat 2,6 miliar dollar AS atau 42 persen dari target ekspor perikanan tahun ini senilai 6,05 miliar dollar AS. Nilai ekspor itu tumbuh 7,3 persen secara tahunan. Surplus neraca perdagangan komoditas perikanan tercatat 2,3 miliar dollarAS naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PDSKP-KKP) Machmud Sutedja mengemukakan, pihaknya berharap ekspor perikanan tahun ini bisa mencapai target. Namun, permintaan global yang terus meningkat menghadapi tantangan berupa rendahnya kapasitas pengiriman dan penutupan (lockdown) lokal di beberapa negara.

Selain itu, terjadi kelangkaan kontainer berpendingin dan biaya kargo yang terus meningkat sebagai dampak berlanjutnya pandemi Covid-19. Ini masalah global. Kendala (logistik)itu sedang dibahas untuk dicarikan solusinya.

Direktur Logistik PDSKPKKP Innes Rahmania mengemukakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pemilik moda transportasi guna mencari solusi terhadap kendala logistik.


Ekspor Sekar Bumi Naik Hampir 50 Persen di Kuartal I/2021

Sajili 23 Jul 2021 Surya

Pandemi covid 19 yang berlangsung sejak tahun 2020 lalu ternyata mampu mendorong peningkatan penjualan ekspor produk dari PT Sekar Bumi Tbk. Terbukti di kuartal I tahun 2021, perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode SKBM tersebut mampu mencatatkan peningkatan penjualan hingga 44,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 lalu. Yaitu mencapai Rp 855,9 miliar dari periode yang sama tahun 2020 yang hanya Rp 592,8 miliar.

Presiden Direktur SKBM, Harry Lukmito mengatakan, hal ini didorong adanya peningkatan permintaan dari pasar ekspor yang lumayan tinggi. Terutama di Amerika Serikat (AS) Eropa dan negara-negara Asia. Peningkatan penjualan di kuartal 1/2021 ini akan berdampak pada prediksi penjualan hingga akhir tahun 2021 yang mencapai 15 persen dibanding tahun 2020.

Menurut Harry, perseroan lebih optimistis dengan proyeksi pertumbuhan penjualan tahun ini sebab adanya permintaan pasar luar negeri yang cukup tinggi bahkan di tengah pandemi. Rencana bisnis kami tahun ini masih terkonsentrasi untuk pasar ekspor, dan memang kami berusaha untuk meningkatkan kapasitas sesuai permintaan pasar yang masih terbuka, khususnya di AS. Hal itu mendorong perseroan juga melakukan peningkatan produksi.


Luhut Pandjaitan Sebut RI Dapat Tekanan Saat Mau Kembangkan Nikel Jadi Baterai

Sajili 23 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mendapat tekanan usai melarang ekspor nikel, Menurutnya, nikel dibutuhkan untuk pengembangan industri baterai lithium di Indonesia. Dia mengatakan ketika pemerintah mulai membangun industri baterai, banyak pihak yang menekan, banyak pihak yang meminta Luhut untuk mengizinkan kembali nikel diekspor.

Indonesia sendiri memang sudah melarang nikel untuk diekspor, sebagai gantinya nikel akan fokus untuk dikembangkan alias memaksimalkan proses hilirisasi. Salah satunya, dikembangkan untuk membuat bateral lithium Luhut pernah mengatakan indonesia akan bisa memproduksi baterai lithium di 2023.

Pemerintah akan mengembangkan industri dan ekosistem kendaraan listrik melalui pembentukan holding BUMN baterai indonesia atau indonesia Battery Corporation (IBC) kerja sama dengan produsen mobil listrik dunia yaitu LG Chem (Korea) dan CATL (China).

Pabrik baterai mobil listrik milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG serta CATL untuk mobil listrik akan mulai melakukan peletakan batu pertama akhir Juli 2021.


Mendag Bangga Ekspor RI Melonjak

Sajili 22 Jul 2021 Surya

Neraca perdagangan periode Juni 2021 mencatatkan surplus sebesar 1,32 millar dolar AS. Surplus ini menunjukkan tren surplus neraca perdagangan bulanan terus berlanjut sejak Mei 2020. Selain itu, kinerja ekspor periode Juni 2021 mencatatkan rekor baru sejak Agustus 2011 dengan mencatatkan nilai sebesar18,55 millar dolar AS.

Menurut Mendag Lutfi, surplus neraca perdagangan bulan Juni 2021 ditopang oleh surplus neraca non-migas sebesar 2,38 millar dolar AS dan terkontraksi defisit neraca migas sebesar 1,07 miliar dolar AS. Selain itu Mendag Lutfi juga mengatakan, Indonesia mencatatkan surplus dengan beberapa negara mitra dagang utama pada Juni 2021.

Dari sisi ekspornya, nilai total ekspor Indonesia pada Juni 2021 tercatat sebesar 18,55 miliar dolar AS. Angka ini naik 9,52 persen secara bulanan (MoM) dan secara tahunan naik sebesar 54,46 persen (YoY). Peningkatan kinerja ekspor pada Juni 2021 ini didorong oleh peningkatan ekspor sektor migas sebesar 27,23 persen (MoM) dan peningkatan ekspor nonmigas sebesar 8,45 persen (MoM).