;
Tags

Ekspor

( 1052 )

250 Ton Kacang Hijau Asal Gresik Ekspor ke Filipina

Sajili 27 Aug 2021 Surya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali melepas ekspor 250 ton kacang hijau ke Filipina. Hingga bulan ini, sudah enam kali ekspor kacang hijau dari petani Gresik untuk memenuhi kebutuhan warga di Filipina.

Puluhan kontainer kacang hijau yang akan berangkat menuju Filipina di gudang milik PT Agrotani Sukses Sejahtera. Orang nomor satu di Gresik ini berharap ke depan tidak hanya kacang hijau, tetapi komoditi pertanian lain bisa mengikuti. Sektor pertanian lainnya ke depan harus terus digenjot.

Hari ini melepas kacang hijau yang diekspor ke Filipina. Hari ini 250 ton dari total 1.000 ton yang akan dikirim. Dunia pertanian harus kita support. Di tengah pandemi kita masih mampu mengekspor dengan 25 kontainer.


Jokowi Ungkap Hilirisasi Nikel Bikin Ekspor Baja RI Tembus Rp 151 T

Sajili 27 Aug 2021 Sinar Indonesia Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap sudah menghentikan ekspor nikel mentah. Kini Indonesia mulai mengeskpor bahan jadi nikel yakni baja. Nilai ekspornya mencapai U$ 10,5 miliar setara Rp 151 triliun (kurs Rp 14.391).

Kira-kira ekspor besi baja kita dalam 1,5 tahun ini saja sudah berada di angka kurang lebih US$ 10,5 miliar," ujar Jokowi. dalam Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia secara virtual, Kamis (26/8/2021).

Hilirisasi nikel itu menjadi salah satu dari tiga strategi besar dalam memulihkan ekonomi. Selain itu, ada strategi digitalisasi UMKM. Jokowi membeberkan hari ini sudah ada 15,5 juta UMKM yang sudah masuk dalam platform e-commerce. Jokowi ingin mendorong ada 60 juta UMKM agar masuk ke platform digital.


Arutmin Kantongi Izin Ekspor Batu Bara

Sajili 24 Aug 2021 Banjarmasin Post

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Arutmin Indonesia telah kembali memperoleh izin ekspor batubara.

Sebelumnya, nama Arutmin masuk dalam daftar 34 perusahaan batubara yang dikenai sanksi larangan ekspor karena dianggap tidak memenuhi kewajiban pasokan batubara untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan atau PT PLN Batubara periode 1 Januari hingga 31 Juli 2021.

Kepala Pokja Informasi Kementerian ESDM Sony Heru Prasetyo mengungkapkan izin untuk Arutmin sudah diberikan. Dengan demikian kini ada tiga perusahaan yang boleh melakukan ekspor batubara kembali. Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Arutmin Indonesia, PT Borneo Indobara dan PT Bara Tabang.

Sebelumnya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir Arutmin telah memenuhi persyaratan Domestic Market Obligation (DMO). Bahkan Dileep memastikan hal yang sama juga berlaku untuk tahun ini dimana pihaknya telah memenuhi besaran proporsi yang ada.


RI Peringkat ke-8 Eksportir Produk Perikanan Dunia

KT2 20 Aug 2021 Investor Daily, 20 Agustus 2021

Pandemi Covid-19 terbukti memberikan dampak terhadap nilai perdagangan dunia, tidak terkecuali produk perikanan. Pada 2020, total nilai ekspor produk perikanan global mencapai US$ 152 miliar atau menurut 7% jika dibandingkan tahun 2019. 

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Artarti Widiarti, seluruh eksportir utama produk perikanan mengalami penurunan pada tahun lalu. Tapi kabar baik justru datang dari ekspor produk perikanan Indonesia yang mengalami peningkatan dan Indonesia naik 2 peringkat dan berada di posisi ke-8 sebagai eksportir utama produk perikanan dunia pada tahun 2020, kata dia di Jakarta, Rabu. 

Berdasarkan data yang dirilis oleh ITC Trademap, nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada tahun 2020 mencapai US$ 5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7% jika dibandingkan tahun 2019. Dalam kurun waktu tersebut, tren impor Amerika Serikat dan Tiongkok cenderung positif dengan peningkatan masing-masing sebesar 2,5% dan 15,5%. Sedangkan impor Jepang mengalami penurunan sebesar 1,4% dan pangsa pasar produk perikanan Indonesia di ketiga pasar utama tersebut mengalami peningkatan 4,6%, 1,%, dan 6,2%. 

Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, udang masih menjadi komoditas unggulan yang diikuti oleh tuna-cakalang dan cumi-sotong-gurita , rajungan-kepiting, dan rumput laut. Selama tahun 2020, nilai ekspor udang Indonesia mencapai US$ 2,04 miliar atau 8,8% terhadap nilai impor total udang dunia. Sedangkan TCT sebesar US$ 724 juta, CSG sebesar US$ 509 juta, rajungan kepiting sebesar US$ 368 juta, dan rumput laut sebesar US$ 280 juta. 

Adapun negara tujuan ekspor komoditas perikanan pada Januari-Juni 2021 di antaranya Amerika Serikat sebesar US$ 1,1 miliar atau 44,4% dari total nilai ekspor yang disusul Tiongkok sebesar US$ 382,9 juta dan Jepang sebesar US$ 278,9 juta. Udang masih menjadi komoditas ekspor utama Indonesia. Nilai ekspor komoditas ini mencapai US$ 1 miliar atau 40,1% terhadap total nilai ekspor. Kemudian tuna-cakalang-tongkol sebesar US$ 334,7 juta, cumi-sotong-gurita sebesar US$ 268,6 juta. KKP melalui Ditjen PDSPKP aktif mengikuti perundingan penurunan hambatan tarif dan nontarif dalam forum bilateral, regional maupun multilateral.

PPKM Darurat Hantam Ekspor Manufaktur

IDR 20 Aug 2021 Investor Daily, 20 Agustus 2021

Jakarta - Ekspor industri pengolahan Juli 2021 mencapai US$ 13,56 miliar, turun 3,63% dibandingkan dengan Juni 2021, sebagai akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. PPKM darurat yang kini bernama PPKM level 4 membuat produsen mengurangi aktivitas produksi yang berdampak pdada turunnya ekspor. Namun, bila melihat kinerja Januari-Juli 2021, sektor industri tancap gas dalam meningkatkan ekspor. Pada periode tersebut, ekspor industri pengolahan mencapai US$ 94,62 Miliar, meningkat 31,36% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor manufaktur berkontribusi 78,47% terhadap total ekspor nasional pada Januari-Juli 2021 sebesar US$ 120,57 miliar. Kinerja ini bahkan lebih tinggi dari 2019.

Perkembangan industri dan peningkatan ekspor akan lebih optimal bila impor dapat ditekan. Untuk itu, pemerintah mendorong industri mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur. Salah satu upaya peningkatan kinerja sektor industri sekaligus pemulihan ekonomi, yang juga akan berpengaruh pada peningkatan ekspor, adalah melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan pada industri yang tergolong sektor esensial untuk dapat beroperasi dengan kapasitas penuh. Industri esensial adalah yang berorientasi ekspor atau domestik, serta merupakan bagian dari rantai pasok. 

Apabila dari uji coba tersebut tidak terjadi peningkatan Covid-19 di industri, akan dibuka semua sektor industri di Jawa-Bali bisa beroperasi kembali. PPKM level 4 menekan produksi industri alas kaki. Sebab, industri alas kaki berorientasi ekspor tak dapat beroperasi penuh, sedangkan yang berorientasi domestik terpukul amblesnya permintaan.  

Mendag: Ekspor Indonesia Sedang Berevolusi

KT1 19 Aug 2021 Investor Daily, 20 Agustus 2021

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, Indonesia saat ini tengah berevolusi dari negara pengekspor barang mentah setengah jadi menjadi eksportir barang industri dan industri berteknologi tinggi. Hal ini terlihat dari 5 besar ekspor Indonesia  pada tahun 2020-2021 yang didominasi oleh produk industri yang berteknologi tinggi. Menurut Mendag,  itupun sebenarnya sudah dikenakan ancaman oleh Tiongkok karena 69% dari besi stainless steel Indonesia kembali ke Tingkok. Artinya, barang Indonesia terutama komoditas pertambangan yang dikerjakan dengan disiplin, menadikan komoditas tersebut mempunyai struktur harga yang sangat kompetitif.

"Perlu diketahui, Filipina adalah negara pasar ekspor mobil. Jadi dari sini kita bisa lihat bahwa indonesia dapat merajai pasar Filipina. Itu artinya barang Indonesia bisa karena kita mampu," ucap Lutfi. Pada kesempatan itu, dia juga membantah adanya banjir barang import ditengah pandemi. Justru yang terjadi adalah penurunan impor. Lutfi menerangkan, pada 2020 impor terus turun secara serentak. Berdasarkan data BPS, secara tahun berjalan, impor bahan baku atau penolong naik tinggi.  "Barang komsumsi kalau kita lihat antara semester 1-2021 dibanding semester 1-2020 justru turun dari 10,6% menjadi 9,4%," tutur Mendag.

Dalam acara yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, pihaknya juga berusaha untuk mengurangi impor melalui kebijakan subtitusi impor 35% hingga tahun 2022. Untuk mencapai itu, Kementerian Perindustrian berusaha memperbanyak dan memperluas investasi di sekitar manufaktur. "Kebijakan itu merupakan wujud keberpihakan terhadap produk dalam negeri. Semua negara pasti menggunakan berbagai intrusmen untuk melindungi industrinya dan membentengi sektor produksinya," pungkas Agus. (YTD)

Mengenal Porang, Umbi Kualitas Impor yang Tarik Minat Jokowi

Sajili 19 Aug 2021 CNN Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat potensi ekonomi dari komoditas porang dan meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo serius mengembangkan komoditas tersebut karena diprediksi akan menjadi makanan sehat masa depan.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, porang juga bisa diolah menjadi produk lain yang menghasilkan nilai tambah (value added) secara ekonomi.

Berdasarkan data otomasi Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, volume ekspor porang pada semester I 2020 lalu mencapai 14,8 ribu ton.

Angkanya naik 9.000 ton atau 160 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Negara tujuan ekspor porang antara lain China, Vietnam dan Thailand.

Kementerian Pertanian menyatakan peningkatan ekspor ini menjadi salah satu yang penyumbang kenaikan ekspor pertanian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pertanian naik 9,6 persen pada Januari hingga Juni 2020 dibanding periode yang sama pada 2019.


Target Pertumbuhan Ekonomi 2022, Kawal Kinerja Ekspor

KT1 18 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Kinerja positif Indonesia pada paruh pertama tahun ini diharapkan terus berlanjut dan dapat menopang target pertumbuhan ekonomi sampai 5,5%, pada 2022. Meskipun tren ekspor Indonesia masih kokoh, kalangan pelaku usaha, tetap memberi sejumlah catatan terkait kinerja perdagangan pada masa pemulihan ekonomi. 

Wakil Ketua Umum Assosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta.W Kamdani mengatakan terdapat beberapa faktor yang harus menjadi pertimbangan soal kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, meski harga komoditas bisa naik, Shinta mengatakan kenaikan tetap akan terbatas, "Bila ekspor komoditas yang mendominasi postur ekspor nasional memiliki volume yang sama dengan tahun lalu, besaran kontribusi  penghasilannya terhadap APBN 2022 kurang lebih akan sama dengan tahun ini," katanya Selasa (17/8)

Ekspor produk berbasis komoditas, lanjutnya, juga perlu ditingkatkan demi memastikan pertumbuhan ekspor bisa lebih tinggi dibanding dengan potensi pertumbuhan impor bahan baku atau penolong dan barang modal pada 2022. Pengalihan permintaan sendiri terjadi akibat keberhasilan pabrik di dalam negeri memenuhi permintaan meskipun terjadi pendemi.

Ketua 1 Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) Jongkie Sugiarto mengingatkan peningkatan ekspor otomotif Indonesia hanya bisa terwujud selama  perusahaan prinsipal memberi izin bagi pabrik di Indonesia untuk memperluas ekspor.

Di sisi lain, target untuk menjadikan ekspor sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi pada 2022 beresiko menghadapi kendala jika  pola perdagangan luar negeri Indonesia tak berubah. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, "Dari sisi tujuan, memang harus lebih banyak didorong keluar China. Sekarang masih didorong penyerapan China dan di luar itu masih terbatas. Kalau di China menurun, akan mempengaruhi ekspor kita sehingga dampaknya bisa terasa," katanya." (YTD)


60 Ribu Ton Hasil Pertanian Diekspor

Sajili 18 Aug 2021 Banjarmasin Post

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA bersama Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto dan jajaran Forkompimda Kalsel melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp. 868,82 miliar di Pelabuhan Laut Trisakti Banjarmasin. Kegiatan pelepasan ekspor komoditas pertanian asal Kalsel ini merupakan bagian dari rangkaian Merdeka Ekspor yang digelar serentak oleh Kementerian Pertanian RI di 17 pintu merdeka ekspor di seluruh Indonesia dan dilepas secara daring oleh Presiden RI Joko Widodo dari Istana Bogor.

Menurut Pj Gubernur Kalsel, yang turut hadir melepas ekspor komoditas pertanian tersebut, satu di antara indikator keberhasilan pembangunan pertanian adalah dengan meningkatnya nilai ekspor komoditas pertanian. Hingga akhir Juli 2021, Kinerja ekspor komoditas pertanian asal Kalsel meningkat sebesar 106,22 persen dengan nilai mencapai Rp 4.97 triliun dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya senilai Rp 2,41 triliun.

Sementara, secara teknis Kepala Karantina Pertanian Banjarmasin, Nur Hartanto, Minggu (15/8) mengatakan, komoditas pertanian yang diekspor pada kegiatan merdeka ekspor kali ini terdiri dari Karet Lempengan, Daun Gelinggang, RBD Palm Olein, CPO, Palm Kernel Expeller dan Kayu Olahan (Plywood) dengan 9 negara tujuan ekspor. Komoditas pertanian ini terdiri dari enam ragam jenis dengan total volume lebih dari 60 ribu ton dan 1.922 meter kubik menuju ke sembilan negara tujuan seperti India, Cina, Rusia, Vietnam, Korea Selatan, Brasil, Thailand, Philipina dan USA. Keberhasilan ekspor komoditas pertanian dapat menjadi bukti, produk pertanian Indonesia khususnya Kalimantan Selatan selalu hadir dan dibutuhkan hingga ke pasar dunia.


Industri Hilir Kehutanan, Potensi Ekspor Tinggi

HR1 16 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Industri hilir kehutanan diyakini mampu mencapai nilai ekspor hingga US$12 miliar pada tahun ini.Adapun, sepanjang tahun lalu, industri hilir yang terdiri dari sembilan produk hasil hutan itu telah mencatat kinerja ekspor senilai US$11 miliar. Kesembilan produk tersebut, yakni bangunan prefabrikasi, woodchip atau serpih kayu, furnitur kayu, kerajinan, panel, paper, pulp, veneer, dan woodworking.Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan sampai Juli 2021, ekspor industri hilir sudah mencapai US$7,5 miliar. Alhasil, jika rata-rata ekspor US$900 juta per bulan, maka akan ada tambahan US$4,5 miliar lagi.“Insyaallah ekspor bisa tembus US$12 miliar tahun ini karena bisa juga dilihat dari produksi hutan alam yang naik 16,6% per Juli 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” katanya kepada Bisnis, Minggu (15/8).

(Oleh - HR1)