Berita
( 364 )Berkibar Dikandang Sebelah
Menuai kritik dilingkup internal PDIP, Ganjar Pranowo justru semakin berkibar. Nama Gubernur Jawa tengah yang juga kader PDIP ini mencuat di sejumlah Partai politik yang tengah mencari sosok calon presiden dalam Pemilihan Umum 2024. Di Partai NasDem, misalnya, aspirasi menyokong Ganjar dalam bursa pasangan calon presiden dan wakil presiden mulai bermunculan. "Dengar dari beberapa, wilayah Aceh sebut nama Anies, Yogyakarta Ganjar dan Anies, Jawa Barat Anies, Kalimantan Selatan Anies, Sulawesi Tenggara Puan," kata Ahmad Ali, kemarin, Kamis, 2 Juni 2022. Walau begitu, Ahmad Ali mengatakan partainya belum mengambil keputusan." Kami belum prediksi siapa yang akan keluar nanti. Karena tiap wilayah beda pertimbangannya, yang dipengaruhi geografi dan sosiologi masyarakat," kata Ali. Dukungan pada Ganjar juga berpeluang datang dari Koalisi Indonesia Bersatu, yang digawangi Partai Golkar, PPP, dan PAN. (Yetede)
Biaya Tinggi ke Tanah Suci
Kenaikan biaya layanan masyair, layanan saat puncak ibadah haji atau wukuf di Arofah, pada tahun ini diprediksi berimbas pada kenaikan biaya haji tahun berikutnya. Kenaikan biaya tersebut terjadi karena pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem paket layanan masyair. Komisi Ketua Nasional Haji dan Umroh, Mustolih Suradj, mengatakan biaya haji tahun depan diprediksi naik lagi melihat kondisi saat ini. Namun kenaikan biaya naik haji tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya biaya layanan masyair yang diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi. "Tahun ini setidaknya bisa menjadi acuan tahun berikutnya. Tapi yang jelas, kenaikan biaya haji akan sulit dihindari," kata Mustolih kepada Tempo, kemarin. Ia mengatakan selama ini terjadi tren kenaikan dana haji dari tahun ke tahun. Biaya penyelenggara haji (BPIH) pada 2011 hanya sebesar Rp 30 juta per orang. Lalu, pada 2019, angkanya naik menjadi Rp 32 juta per orang. Biaya haji lantas melonjak pada tahun ini mencapai Rp 81 juta per orang. (Yetede)
Layanan Samar Harga Selangit
Asosiasi penyelenggara haji belum mengetahui secara persis layanan dan fasilitas yang diberikan dalam paket layanan masyair dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Padahal biaya layanan masyair tiba-tiba naik drastis menjelang pemberangkatan calon haji kloter pertama yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.
Ketua Umum Syarikat Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia (Sepuhi), Syam Resfiadi, hampir tak akan ada perubahan yang signifikan dari pelayanan meski terjadi kenaikan tarif masyair. Namun, kata dia, secara fasilitas fisik, memang terjadi peningkatan yang cukup besar, "Baik itu dari tenda, bentuk kamar mandi, dan katering. Itu yang luar biasa kenaikan kualitasnya," kata Syam yang tengah berada di Mina, Arab Saudi, untuk meninjau lokasi tenda, kemarin.
Ia mengambil contoh tenda tempat tinggal jamaah haji di Mina nantinya. Pada 2019, tenda yang disediakan berukuran 1x2 meter. Tenda ini diisi lebih dari lima calon jamaah haji. Di dalam tenda hanya tersedia karpet, busa tempat tidur untuk setiap orang, dan bantal. Berbeda dengan kondisi tenda pada saat ini. Pada satu tenda terdapat beberapa kamar dan ranjang single bed. (Yetede)
Yield SBN Tertinggi di Asean
Hingga kini, tingkat imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia bertenor 10 tahun masih yang tertinggi di kawasan Asean. Kondisi ini tidak lepas dari kebijakan akselerasi pembangunan belasan tahun terakhir yang pendanaannya sangat bergantung pada utang. Pemicu lainnya rata-rata inflasi dan suku bunga Indonesia selama belasan tahun yang juga lebih tinggi dibandingkan negara-negara seperti Malaysia, Thailand, bahkan Filipina. Berdasarkan data per Mei 2022, yield SBN tenor 10 tahun Indonesia tercatat masih yang tertinggi di antara negara-negara peers di kawasan Asean yang yakni level 7,01%. Yield ini jauh di atas obligasi negara Malaysia dengan tenor sama yang mencatat hanya 4,19%. Sementara yield yang lebih rendah juga dimiliki oleh Thailand, Vietnam, dan Filipina yaitu masing-masing 2,85%, 3,24%, dan 6,72%. Sementara itu, seiring porsi kepemilikan asing di SBN yang terus menurun, kepemilikan perbankan justru menunjukkan peningkatan. (Yetede)
Kode Berkomunikasi Jaringan Bawah Tanah
Kelompok radikal dan terorisme disebut terus bergerilya mendapat simpatisan baru di kalangan mahasiswa. Kalangan kampus dan pemerintah berupaya mengantisipasi, tapi kelompok itu diyakini terus bergerak menggunakan pola komunikasi yang bersifat rahasia. Direktur Riset Setara Institute, Halili Hasan, mengatakan, berdasarkan riset dan wawancara yang ia lakukan, komunikasi antar-simpatisan dilakukan secara diam-diam. Ajakan untuk ikut ke pengajian sebagai tempat mereka mengajar ideologi juga menggunakan kode. Menurut pegiat demokrasi dan hal asasi itu, hal tersebut ditemukan di beberapa kampus di Pulau Jawa. namun Halili menolak menyebutkan nama kampus yang maksudkan, dimana orang-orang yang ikut pengajian berkelompok dilakukan secara halaqoh atau liqo, dimana orang-orang yang ikut pengajian duduk melingkar-disebut juga majelis taklim. "Sekarang sesama mereka menggunakan istilah atau kode kulakan, seperti sedang berbelanja," ujar Halili saat dihubungi, kemarin.
Simpatisan ISIS Beremblem Nazi
Ilham Alfarizi dalam kesehariannya terlihat kerap mengenakan jaket dengan emblem berlogo Nazi, ideologi partai politik otoriter di Jerman pimpinan Adolf Hitler. Pada profil di media sosial, dia memajang foto Ku Klux Klan, kelompok ekstrem supremasi kulit putih di Amerika Serikat. Tapi tak ada yang menyangka penampilan Ilham berbeda dengan sepak terjangnya di dunia maya, yang disinyalir terafiliasi dengan kelompok Negara Islam Irak-Suriah (ISIS). "Ada kontradiksi antara di media sosial dengan di dunia nyata," ujar Yusuf Efendi, dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Malang, akhir pekan lalu. Menurut mereka, Ilham dikenal sebagai sosok penyendiri yang masih berusaha mencari identitas dan ideologi, sehingga mudah terpengaruh ideologi ekstrem. Tim Densus 88 menangkap Ilham, 22 tahun,dikawasan di Kelurahan Dinoyo,Malang, Jawa Timut,Senin pekan lalu, karena diduga menjadi simpatisan ISIS.(Yetede)
Pencarian Anak Ridwan Kamil di Swiss Gunakan Drone
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Swiss Muliaman Darmasnyah Hadad, menuturkan hari ketiga pencarian anak sulung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz yang terseret arus di sungai Aaree, Kota Bern, Swiss, akan dilakukan menggunakan perahu dan drone berteknologi tinggi. Pencarian terhadap Eril, sapaan akrab Emmeril Kahn Mumtadz, dilakukan oleh jajaran polisi setempat, polisi sungai, pemadam kebakaran, Kota Bern, Swiss. Sedangkan drone yang digunakan untuk melakukan pencarian pada hari ketiga, lanjut Hadad, merupakan drone pendeteksi permukaan sungai kontur dasar sungai. "Jadi hasil dari drone thermal itu efektif pada menit awal, sekitar 15 menit setelah kejadian. Ketika thermal tidak terdeteksi, maka tidak maksimal. Drone sekarang berbeda, terbang rendah di sepanjang arus sungai, bermanuver jengkal demi jengkal," kata dia. Di akhir pencarian hari kedua, kata Hadad, pihaknya mendampingi Ayah Emmeril, yakni Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan istri untuk menemui Tim SAR yang bertugas di lapangan, (Yetede)
Kementerian ESDM Jajaki Kerja Sama dengan Planet Labs Identifikasi Tambang Legal
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjajaki kerja sama dengan Planet Labs untuk mengidentifikasi aktivitas penambangan liar (ilegal mining), tanah longsor (landslide), dan eksplorasi potensi Energi Baru Terbarukan (EBT). Kedua belah pihak tengah mendiskusikan potensi kerja sama bidang energi dan sumber daya mineral, terutama upaya untuk mencapai netralitas karbon dan pembangunan berkelanjutan. Planet Labs merupakan perusahaan pencitraan bumi (earth imaging) yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat. Perusahaan ini mengoperasikan 200 satelit yang punya kemampuan foto citra bumi dengan ketajaman luasan 1 km2, satu kali setiap hari, serta 21 satelit yang mempunyai kemampuan sampai dengan 0,5 m dengan pengambilan citra 10 kali per hari. Sebagai Co-Founder dan Ceo Planet Labs, Will Marshalmenerima gelar Ph.D, dibidang Fisika dari Universitas Oxford dan Magister Fisika dengan konsentrasi Sains dan Teknologi Luar Angkasa dari Universitas Leicerter. (Yetede)
Mendorong Audit Invetigasi Pengadaan Rapid Test
Peneliti Senior Indonesia Budget Center Roy Salam, menduga pengadaan alat kesehatan, khususnya rapid test corona untuk kepentingan pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu, kerap dijadikan kesempatan untuk meraup keuntungan. Pihak-pihak tertentu mengambil untung dengan memanfaatkan minimnya pengawasan terhadap pengadaan alat kesehatan serta berbagai aturan yang melonggarkan pengadaan barang dan jasa untuk kepentingan penanganan pagebluk. "Karena alat kesehatan dianggap kebutuhan mendesak, sehingga mendorong mereka tidak menjalankan prosedur pengadaan yang benar," kata Roy, Kamis, 26 Mei 2022. Mantan Direktur Executive Indonesia Budget Center ini mengatakan kondisi mencari keuntungan tergambar dalam temuan BPK tahun ini atas pembelian rapid test antigen anggaran 2021 dan temuan BPK tahun lalu untuk anggaran 2020. (Yetede)
Tersudut Dugaan Korupsi Minyak Goreng
Lin Che Wei alias Halimdjati percaya diri bahwa bukan dirinya yang disasar penyidik Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi minyak goreng. Pendiri lembaga konsultan Independen Research and Advisory Indonesia (IRAI) itu merasa yang disasar penyidik adalah Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. "Ngapain pake lawyers? Saya tidak bersalah," kata Bambang Harimurti, sahabat Lin Che Wei, pada Kamis, 19 Mei lalu "Bukan saya yang disasar, tetapi Lutfi. Semua pertanyaan Jaksa mengarah ke Menteri Perdagangan," Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi ini, Lin Che Wei diperiksa penyidik kejaksaan sebagai saksi sebanyak empat kali sejak akhir April lalu. Dua sumber Tempo yang mengetahui soal perkara ini mengatakan penyisidik sesungguhnya banyak menanyakan peran Lutfi kepada Lin Che Wei. Penyidik juga meminta Lin Che Wei kooperatif membeberkan peran Kepala Badan Koordinasi Penanaman modal (BKPM) di era Presiden Bambang Susilo Yudhoyono tersebut."Jaksa minta Lin Che Wei kooperatif supaya bisa mengungkapkan peran Lutfi," kata narasumber Tempo. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Mengelola Risiko Laju Inflasi
09 Jun 2022 -
Audit Perusahaan Sawit Segera Dimulai
08 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022 -
Menkeu Minta Kualitas Belanja Pemda Diperbaiki
08 Jun 2022 -
Yusuf Ramli, Jalan Berliku Juragan Ikan
10 Jun 2022









