Berita
( 364 )Komnas HAM: Pembentukan Tim Khusus Untuk Jawab Keadilan Bagi Korban
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI memastikan pembentukan tim khusus oleh Kapolri maupun dari Komnas HAM untuk menjawab rasa keadilan bagi korban dalam kasus ini. "Untuk menjawab rasa keadilan bagi korban dan keluarganya, termasuk bagi publik." kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan. Komnas HAM, kata dia, memastikan akan mengedepankan prinsip imparsial dalam menganut tuntas kasus kematian Brigadir J pada peristiwa baku tembak sesama anggota polisi beberapa waktu lalu. "Sebagai lembaga HAM, Komnas HAM sangat terikat dengan prinsip imparsialitas," katanya lagi. Apalagi, kata dia, saat ini Komnas HAM sedang dinilai oleh Global Alliance of National Human Rights Institutions (GANHRI) sebuah badan perwakilan lembaga hak asasi manusia nasional dari seluruh belahan dunia. Dalam pengungkapan kasus tersebut, baik Polri maupun Komnas HAM sama-sama memiliki standar operasional sendiri. Akan tetapi, di lapangan kedua tim akan saling berkoordinasi. (Yetede)
Bukti Kunci Membongkar Insiden Brigadir Josua
Rekaman CCTV dan hasil autopsi jenazah Brigadir Josua menjadi kunci utama membuka insiden dugaan saling tembak dua ajudan Inspektur Jenderal Ferdy Sambo. Dekoder yang menjadi pusat CCTV di kompleks kediaman Ferdy Sambo tiba-tiba diganti oleh pihak kepolisian. Berbagai pihak mengungkap dua bukti kunci yang seharusnya bisa membuka tabir insiden dugaan saling tembak, kedua bukti tersebut adalah rekaman kamera pengintai atau CCTV di sekitar rumah Ferdy Sambo dan kondisi jenazah Brigadir Josua. "Kepingan informasi dari rekaman CCTV tersebut bisa menjadi barang penjelas dari keterangan yang kerap berubah oleh kepolisian," kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Revanlee. Ia menduga, penggantian dekoder CCTV di pos satpam kompleks tempat tinggal Ferdy Sambo dilakukan lantaran suatu pihak menyadari informasi dari rekaman kamera pengintai tersebut sangat penting. Hanya, kata dia, penggantian dekoder secara tiba-tiba itu mengundang kecurigaan publik bahwa ada sesuatu yang tak beres dalam pengungkapan perkara tersebut. (Yetede)
PPKSI Berharap Bulog Serap Sapi Petani
Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPKSI) meminta pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugasi Perum Bulog untuk menampung sapi milik petani yang dipotong paksa akibat terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK). Ternak sapi itu bisa digunakan sebagai cadangan stok sapi BUMN pangan tersebut. Ketua Umum PPKSI Nanang P Subendro mengatakan, menjelang Idul Adha 2022, perkembangan wabah PMK yang menyerang ternak sangat masif. Menurut Nanang, apabila ternak dipotong paksa, harga turun drastis, sapi yang biasanya dihargai Rp 25 juta turun menjadi Rp 8-10 juta per ekor, apalagi lagi saat ini peternak tidak bisa menjual ternak keluar daerah terutama kota besar, seperti DKI Jakarta dan Bandung. Peternak domestik mendapat ujian berat, setelah dua tahun menghadapi Covid-19 yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat, tahun ini peternak menghadapi ujian lagi berupa wabah PMK. (Yetede)
PPS Berakhir, Pemerintah Raup PPh Rp54,23 Trilliun
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, nilai harta bersih wajib (WP) yang diungkapkan melalui program pengungkapan sukarela (PPS) hingga batas akhir pelaporan, Kamis (30/6), mencapai Rp 532,43 triliun. Adapun jumlah pajak penghasilan (PPh) yang diraih DJP melalui PPS mencapai Rp54,23 triliun. Bila diperinci, harta yang sudah dideklarasikan di dalam negeri dan direpatriasikan mencapai Rp458,11 triliun, dan jumlah harta yang akan diinvestasikan ke instrumen surat berharga negara (SBN) Rp54,06 triliun, dan jumlah harta yang akan diinvestasikan ke instrumen surat berharga (SBN) Rp 20,24 triliun. "Untuk melayani kebutuhan informasi mengenai PPS, layanan live chat pajak.go.id hadir hingga pukul 21.00 WIB pada 30 Juni 2022," tulis @kring_pajak melalui akun Twitter. Sebagaimana diketahui, DJP tidak akan memberikan perpanjangan waktu pelaksaan PPS. Sebab, usai program ini berakhir, seluruh ketentuan untuk menindak WP yang tidak melapor harta akan diberlakukan, termasuk sanksi 200%. (Yetede)
Aman di Konsumsi Manusia
Para praktisi kesehatan hewan dan peternak menjamin daging hewan ternak yang tertular wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) masih aman di konsumsi manusia. Dosen dari Divisi Kesehatan dan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis di Institutut Pertanian Bogor (IPB), Denny Widada Lukman, virus mematikan pada ternak berkaki belah, seperti sapi, kambing, domba, dan babi, itu tidak akan menular ke manusia. "Jika PMK ibarat kunci, tidak ada lubang kunci yang pas bagi PMK pada sel manusia. Artinya, mustahil menular," kata dia kepada Tempo. Denny, yang juga dokter hewan, tak menampik soal imbauan pemerintah di berbagai daerah soal prosedur pengkonsumsian daging hewan yang terjangit PMK. Namun kaidah yang juga diakui Organisasi Kesehatan Hewan Dunia itu dibuat untuk menahan laju penularan PMK pada hewan, alih-alih melindungi kesehatan manusia.
Pindah Komando Penanganan Wabah
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, langsung memimpin rapat koordinasi penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah tongkat komando beralih ke lembaga tersebut. Dalam forum itu, dia mengatakan strategi penanganan wabah PMK tak akan jauh berbeda seperti menghadapi Covid-19. Dengan pengalaman tersebut, dia berharap BNPB bisa membantu mempercepat penanganan penyakit itu. Kepada para juru warta, dua hari lalu, Suharyanto menyebutkan penanganan wabah PMK akan melibatkan sejumlah pakar yang kompeten dalam menangani penyakit hewan. Ia meminta pemerintah daerah memastikan dokter hewan dan otoritas veteiner sebagai pejabat otoritas veteriner (POV). Hingga kemarin sore lebih dari 290 ribu hewan terjangkit penyakit ini. Setelah terdeteksi di Jawa Timur pada akhir April lalu, wabah PMK sudah menyebar di 19 provinsi. "Kami mendorong pemerintah daerah mereaktivasi satgas, yang dulu di era satgas Covid-19 sampai ke tingkat satgas PPKM mikro, karena PMK ini ada ditingkat desa," katanya Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. (Yetede)
Dipaksa Tabah Di tanah Sabah
Menjadi penghuni rumah detensi imigran (Depot Tahanan Imigresen/DTI) Papar Kimanis, Sabah, Malaysia, adalah kenangan terburuk bagi Rose. Di tempat itu ia dan ribuan buruh imigran Indonesia mendapat perlakuan tidak manusiawi. Bahkan ayahnya meninggal dalam keadaan yang mengenaskan. Rose bersama suami dan kedua orang tuanya tinggal di Sabah sebagai buruh imigran. Tiga anaknya turut dibawa kesana, bibinya juga ikut serta dengan mereka, Pada Maret 2020,satu keluarga itu ditangkap kepolisian Malaysia yang tengah menggelar operasi besar-besaran. Mereka langsung dijebloskan ke penjara selama tiga bulan tanpa putusan pengadilan. Sebulan menjalani hukuman Rose mendengar Ayahnya sakit. "Jari kaki Ayah diamputasi di klinik DTI" kata perempuan berusia 29 tahun itu, kemarin. Pada April 2020 sehari selepas idul fitri Rose mendengar Ayahnya meninggal, "Satu minggu kemudian jenazahnya baru bisa dikuburkan itu pun setelah suami saya memaksa meminta jenazah dari petugas," Keluarga Rose merupakan segelintir dari ribuan WNI yang mendapat perlakuan buruk dari rumah detensi imigrasi Malaysia. (Yetede)
Atlet Nasional Muhammad Abdurrahman Juarai Katagori Men Elite
Atlet nasional Muhammad Abdurrohman tampil sebagai juara katagori Men Elite dalam lomba balap sepeda Velocity Criterium di Central Park Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Minggu (26/6). Muhammad Abdurrahman meraih gelar juara pertama setelah menyelesaikan 10 lap dalam waktu 30 menit 07,072 detik. Peringkat kedua direbut Muhammad Gilang Persada, kemudian posisi ketiga direbut Muhammad Andy Royan dengan selisih waktu. "Acara berlangsung dengan kondusif. Para penonton sangat tertib dan fasilitas di lokasi pertandingan juga usah memadai," ujar Muhammad Abdurrahman kepada Investor Daily seusai pertandingan, Minggu (26/6). Pada katagori Men Master A, Anang Prabowo tampil sebagai juara pertama. Sedangkan Arri Pratama menduduki posisi kedua dan Bagus Hefnar menyusul di urutan ketiga. Pada katagori Men Master B, juara pertama diraih Zulkifli. Posisi runner up berhasil dicapai ferri Nanto dan urutan ketiga oleh Asep Suryaman. Katagori ketiga Men Master B menempuh jarak 13,8 km atau 6 sip. (Yetede)
Derap Partai Saling Lobi
Partai Politik mengencangkan sabuk menuju Pemilihan Umum 2024. Mereka sibuk menjajaki komunikasi dengan partai lain untuk diajak berkoalisi demi memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold). Kemarin, Partai NasDem kembali kedatangan tamu. Setelah sebelumnya Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto, giliran Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu yang mampir ke NasDem Tower, Jakarta Pusat. "Ada banyak kesamaan pandangan dan pikiran yang sangat memungkinkan bagi kami untuk kolaborasi," kata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh seusai pertemuan, Rabu, 22 Juni 2022. Nasdem menjadi partai pertama yang telah mengumumkan tiga bakal calon presiden yang akan diusung dalam pemilihan Presiden 2024. Mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Yetede)
Velocity Gelar Lomba Balap Sepeda Velocity Criterium di 6 Kota
Brand Velocity akan menggelar rangkaian lomba balap sepeda bertajuk Velocity Criterium, mulai Juni 2022 yang tersebar di enam kota di Indonesia. "Velocity Creterium kami agendakan sebagai event sport tourism yang diharapkan ke depan bisa digelar di 10 kota dalam setahun. Ini merupakan lomba balap sepeda dengan tujuan untuk mendorong budaya bersepeda, salah satu jenis olah raga ramah lingkungan yang diharapkan jadi ajang promosi potensi pariwisata Indonesia," ujar Vice Chairman Velocity, Anthoni Wonsono saat jumpa pers di Senayan Park (Spark), Jakarta, Kamis(16/6). Event perdana Velocity Criterium akan diselenggarakan pada Minggu 26 Juni 2022 bertempat di Meikarta Central Park, Cikarang, Bekasi. Perlombaan ini terbagi dalam 6 katagori balapan, katagorinya adalah Men Elite (atlet, 23 km), Woman Open (nonatlet, 14 km),Men Master A (30-39 tahun, 23 km), Men Master B (40-49 tahun,18 km) dan Men Master C ( diatas 50 tahun, 14 km). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Waspada Rambatan Resesi AS
02 Aug 2022 -
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









