Berita
( 364 )Tanoto Fondation Bisa Jadi Penggerak Konglomerat Tingkatkan Pendidikan
JAKARTA, ID – Tanoto Foundation (TF) bisa menjadi penggerak para konglomerat di Indonesia untuk bersama-sama menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan dan penurunan stunting di Indonesia. Bila didukung dan dilakukan bersama-sama dengan perusahaan besar lainnya, kedua permasalahan besar bangsa ini bisa diselesaikan. “Kita di Indonesia gak kekurangan sekolah. Ada 300 ribu sekolah di SD dan SMP. Guru cukup, ada 3 juta. Siswa anak usia sekolah ada 80%-an yang sekolah. Rasio guru dan siswa pun 1: 16, thebest in the world. Kalau bicara skala, itu tersebar di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Masalahnya, yang kurang adalah kualitas guru dan kepala sekolah,” kata CEO Tanoto Foundation Dr J Satrijo Tanudjojo saat media visit ke B-Universe di Jakarta, Rabu (22/02/2023). Menurut Satrijo, bagaimana bisa mencetak siswa berprestasi bila kualitas guru dan kepala sekolah masih rendah. Karena itu, TF memiliki program edukasi untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah serta kesehatan khususnya pengentasan stunting. (Yetede)
Tony Saputra: Berpikir Selangkah Didepan Orang-orang
Jangan tabu untuk mencoba hal baru dan berpikirlah selangkah di depan orang-orang. Niscaya kesuksesan akan menghampiri Anda! Begitulah Tony Saputra memegang teguh filosofi bisnisnya. Berkat prinsip tersebut, ia sukses mendirikan dan mengembangkan berbagai perusahaan di bawah bendera RMK Group, termasuk PT RMK Energy Tbk (RMKE), yang kini dinahkodainya. Tony adalah entrepreneur sejati. Pria kelahiran Teluk Betung, 6 September 1961 ini punya visi bisnis yang sangat progresif. “Saya selalu berupaya untuk berpikir satu langkah ke depan dibandingkan orang-orang di sekitar saya,” kata Tony Saputra kepada wartawati Investor Daily, Yunia Rusmalina dan pewarta foto, Defrizal di Jakarta, baru-baru ini. PT RMK Energy Tbk didirikan pada 22 Juni 2009 dan resmi mencatatkan saham (listing) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 November 2021. Emiten bersandisaham RMKE itu bergerak di bidang pelayanan jasa logistik batu bara yang meliputi bongkar muat batu bara melalui jalur kereta api di Sumatera Selatan (Sumsel), jasa pelabuhan batu bara, serta penjualan batu bara dari tambang in-house dan pihak ketiga. (Yetede)
Sepak Bola Indonesia Masih Butuh Kerja Keras
JAKARTA, ID – Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2023-2027, Erick Thohir, mengatakan, perkembangan sepak bola Indonesia masih membutuhkan kerja keras dan kerja sama dari semua pihak. Erick Thohir resmi menjadi Ketum PSSI. Kepastian ini didapat setelah mayoritas pemegang suara (voters) memilihnya sebagai Ketum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (16/2). Berdasarkan penghitungan suara, Aa Nyalla mendapat total suara 22, Erick Thohir 64 suara. Hasil itu membuat Erick Thohir menjadi Ketum PSSI periode 2023-2027. Erick Thohir menegaskan, hasil ini bukan kemenangan dirinya atas para calon kandidat lain. Sebab, bagi dia, belum ada kemenangan apapun pada saat Ketum PSSI baru terpilih. Sebab, mengembangkan sepak bola Indonesia masih membutuhkan kerja keras dan kerja sama semua pihak. “Terima kasih atas amanah yang diberikan para voters. Ini tanggung jawab yang besar,” ujar Erick Thohir saat diminta memberikan pidato setelah hasil proses pengambilan suara selesai dalam Kongres Luar Biasa PSSI di Jakarta, Kamis (16/2).(Yetede)
Muhaimin, Mahfud MD, dan Khofifah Tokoh NU Paling Potensial Maju di Pilpres 2024
JAKARTA, ID - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM, Mahfud MD, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang paling potensial maju dalam pemilihan presiden (pilpres). Ketiga tokoh NU itu memiliki dukungan publik yang seimbang. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan calon dari NU tidak tunggal seperti yang pernah terjadi dalam pilpres 2004. Hal ini disampaikan pendiri SMRC Prof Saiful Mujani dalam program ‘Bedah Politik bersama Saiful Mujani’ episode “Kekuatan Elektoral Nahdlatul Ulama” yang disiarkan melalui SMRC TV, di Jakarta, Kamis (16/2/2023). “Tidak tertutup kemungkinan calon dari NU tidak tunggal seperti yang pernah terjadi dalam Pemilu presiden 2004. Pada pilpres langsung pertama itu, ada tiga tokoh NU yang maju sebagai calon wakil presiden yaitu Hasyim Muzadi, Solahuddin Wahid, dan Jusuf Kalla,” kata Saiful. Survei SMRC menunjukkan bahwa di antara tokoh-tokoh utama NU saat ini, Muhaimin mendapatkan dukungan sebesar 18,2%; Mahfud 18%; Khofifah 15,4%; Said Aqil 2,9 %; dan Yahya Cholil Staquf 2,6 %. (Yetede)
Regulasi Berkeadilan untuk Industri Media Daring
Komunitas pers masih terus menunggu adanya regulasi tentang keberlanjutan media atau media sustainability. Regulasi ini diperlukan untuk menjaga ekosistem media daring nasional yang sehat, mencerminkan keadilan, dan menjaga kelangsungan hidup media. Pada dasarnya regulasi ini merupakan kesepakatan antara platform digital—Google, Yahoo, Facebook, dan sebagainya—dengan perusahaan pers nasional (sebagai penerbit atau pemilik konten/berita) serta institusi yang mengawasi pelaksanaan kerja sama tersebut. Dalam regulasi keberlanjutan media nanti diharapkan adanya keterbukaan dari perusahaan platform digital sehingga formulanya bisa dipahami dengan jelas oleh pemilik konten. Selama ini hanya beberapa perusahaan pers skala besar saja yang memiliki kesepakatan khusus dengan platform digital dalam pembagian pendapatan dari iklan (content revenue). Sedangkan perusahaan media sedang/kecil banyak yang tidak memahami atau bahkan tidak pernah tahu formula pembagian pendapatan itu. Perusahaan platform digital senantiasa mengajak kerja sama dengan perusahaan pers. Kerja sama itu bisa berupa mengambil berita/konten dari perusahaan pers untuk dimuat di platform digital yang mereka miliki. Jika konten itu cukup banyak mengundang pembaca dan menjadi sasaran penempatan iklan, maka pemilik konten itu akan menerima bagi hasil dari tarif iklan yang terpasang. Perusahaan pers besar tidak mau begitu saja menerima bagi hasil dari platform digital. Mereka cukup punya posisi tawar yang tinggi. Kondisi itu tidak selalu bisa dialami oleh perusahaan pers skala menengah atau kecil. Posisi tawar mereka tidak cukup kuat. Jika tidak mau menerima hasil dari pengajuan yang disampaikan, bukan tidak mungkin platform digital akan mencari perusahaan pers lainnya untuk diajak kerja sama. Bisa jadi lantaran khawatir tidak mendapatkan kue, perusahaan pers skala menengah dan kecil pasrah saja toh tidak memerlukan biaya dan usaha lagi untuk mendapatkan bagi hasil itu
Joki atau Kolaborator Ilmiah?
Berita utama Kompas, 10
Februari 2023 berjudul
”Calon Guru Besar Terlibat Perjokian Karya Ilmiah”
sangat menarik bagi kalangan
pendidikan tinggi.
Joki sebagai definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki tiga
makna. Makna pertama adalah
penunggang kuda pacuan. Makna kedua adalah pengatur lagu
yang menangani mesin perekam lagu di studio.
Makna ketiga adalah orang
yang mengerjakan ujian untuk
orang lain dengan menyamar
sebagai peserta ujian yang sebenarnya dan menerima imbalan uang. (sumber KBBI Daring). Judul berita utama di atas
secara konteks tampaknya
merujuk pada makna ketiga.
Kerja kolaborasi
Visualisasi Kompas pada halaman pertama tersebut menunjukkan tujuh langkah ”modus perjokian karya ilmiah”.
Meski demikian, jika kita telisik
ketujuh langkah itu, sebenarnya
tidak berarti perjokian dalam
makna ketiga dari KBBI. (Yoga)
Koalisi Pendukung Anies Belum terbentuk
JAKARTA, ID - Koalisi Perubahan untuk mengusung Mantan Gubernur DKI Jaka rta Anies Baswedan sebagai capres belum terbentuk secara resmi. Pasalnya, hanya NasDem yangsecara resmi sudah mengusung Anies di Pilpres 2024. Sementara Partai Demokrat dan PKS yang rencananya menjadi rekan Nasdem di Koalisi Perubahan, belum secara resmi mendeklarasikan Anies sebagai capres 2024. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali di Jakarta, Sabtu (11/2/2023). “Saya ingin mengatakan bahwa koalisi Anies Baswedan belum terbentuk,” ujar Ahmad Ali .Partai Demokrat, kata Ali, baru sebatas pernyataan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyatakan mendukung Anies sebagai capres 2024. Dia mengaku tidak tahu dan tidak memahami apakah pernyataan AHY sudah diputuskan secara resmi di internal partai Demokrat. (Yetede)
Perguruan Tinggi Masih Mendewakan Gelar
JAKARTA, KOMPAS — Maraknya
praktik perjokian publikasi ilmiah para dosen hingga guru
besar untuk memenuhi kewajiban publikasi ilmiah di
perguruan tinggi dinilai memprihatinkan. Pemerintah diminta memperbaiki sistem
penilaian dan penerapan tridarma perguruan tinggi yang
tak lagi seragam dan menganggap para dosen Indonesia
”super” dalam menghasilkan
publikasi ilmiah.
Selain itu, ”obral” pemberian gelar doktor kehormatan
ataupun profesor kehormatan
dari perguruan tinggi pada para pejabat ataupun politisi dipertanyakan relevansinya bagi
pengembangan keilmuan. Hal
ini menodai integritas perguruan tinggi dan mencederai
para dosen yang perjuangannya tak mudah untuk melanjutkan kuliah hingga doktor serta meraih jenjang gelar
guru besar.
”Menjadi dosen di Indonesia perlu passion. Sebab,
profesi sebagai dosen di negeri
ini belum menjamin kehidupan lebih sejahtera jika hanya
mengandalkan gaji. Selain itu,
gelar jadi profesor dilihat sebagai gelar prestisius dan meningkatkan kesejahteraan,”
kata Ketua Umum Asosiasi
Profesor Indonesia Ari Purbayanto, yang dihubungi dari
Jakarta, Sabtu (11/2/2023). (Yoga)
Setelah PHK, Seketika Hidup Jungkir Balik
Dunia pekerjaan terasa ajaib. Ia bisa
memenuhi kebutuhan hidup, bahkan
memberi makan ego karena punya
ruang aktualisasi diri. Tapi, di kala mala,
ia bisa jadi sangat ganas. Aneka
kemudahan bisa tercabut tiba-tiba,
membuat hidup serasa jungkir balik.
”Hancur hati saya. Pada
umur 42 ini, kemana saya harus cari
kerja lagi. Yang langsung terpikir adalah masa depan anak
saya. Apakah dia masih bisa
melanjutkan sekolahnya?”. tutur Riko (bukan nama sebenarnya). Terhitung 1 Februari ini, dia diberhentikan dari perusahaan
swasta tempatnya mengabdi
dalam lima tahun ke belakang.
Pada suatu hari di bulan Januari 2023, pimpinannya memberitahu bahwa dia dan sekitar
10 rekan kerja lainnya kena
pemutusan hubungan kerja
(PHK), eufemisme dari dipecat
atau lay-off. Alasannya, kinerja
Riko dianggap kurang baik oleh
pimpinannya. Ini membuatnya
marah sekaligus bingung. Riko
merasa bekerja sepatutnya, sesuai aturan kantor, sama dengan karyawan lain yang ”selamat” dari gelombang PHK. Ia
ingin protes karena menganggap alasan itu tak adil. Namun,
ia sadar kemarahan dan kekesalan tak akan menolongnya. (Yoga)
Terkatung-katung Setelah BRIN Menutup Stasiun Observasi
Sudah tiga hari Dian Yudha Risdianto "terkatung-katung" di Kawasan Kerja Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bersama sebagian bekas awak Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Pasuruan, Dian hanya bisa melakukan studi literatur. "Kami coba-coba baca jurnal atau menganalisis data yang ada di laptop. Mungkin bisa untuk laporan ilmiah, tapi entahlah," kata Dian, Koordinator Pelaksana Funsi pada BPAA Pasuruan, Jumat, 3 Februari 2023. Dian dan Awak PPAA Pasuruan tak bisa berbuat banyak. Terhitung sejak Selasa, 31 Januari lalu, BRIN menghentikan pengoperasian stasiun Lembaga Penerbangan dan Antariksa nasional (Lapan) tersebut. Semua awaknya memilih lokasi kerja BRIN terdekat. Sebanyak 15 awak BPAA, terutama sembilan awak fungsional, hanya punya dua pilihan lokasi kerja baru, yakni coworking space BRIN di Kawasan Konservasi Ilmiah Kebun Raya Purwodadi atau Kawasan Sains Said Djauhasjah Jenie, yang menempati komplek Laboratorium Hidrodinamika eks Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Sukolilo, Surabaya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022









