Setelah PHK, Seketika Hidup Jungkir Balik
Dunia pekerjaan terasa ajaib. Ia bisa
memenuhi kebutuhan hidup, bahkan
memberi makan ego karena punya
ruang aktualisasi diri. Tapi, di kala mala,
ia bisa jadi sangat ganas. Aneka
kemudahan bisa tercabut tiba-tiba,
membuat hidup serasa jungkir balik.
”Hancur hati saya. Pada
umur 42 ini, kemana saya harus cari
kerja lagi. Yang langsung terpikir adalah masa depan anak
saya. Apakah dia masih bisa
melanjutkan sekolahnya?”. tutur Riko (bukan nama sebenarnya). Terhitung 1 Februari ini, dia diberhentikan dari perusahaan
swasta tempatnya mengabdi
dalam lima tahun ke belakang.
Pada suatu hari di bulan Januari 2023, pimpinannya memberitahu bahwa dia dan sekitar
10 rekan kerja lainnya kena
pemutusan hubungan kerja
(PHK), eufemisme dari dipecat
atau lay-off. Alasannya, kinerja
Riko dianggap kurang baik oleh
pimpinannya. Ini membuatnya
marah sekaligus bingung. Riko
merasa bekerja sepatutnya, sesuai aturan kantor, sama dengan karyawan lain yang ”selamat” dari gelombang PHK. Ia
ingin protes karena menganggap alasan itu tak adil. Namun,
ia sadar kemarahan dan kekesalan tak akan menolongnya. (Yoga)
Tags :
#BeritaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023