;
Tags

Farmasi

( 107 )

Distribusi Vaksin : Tenaga Kesehatan Diutamakan

Sajili 04 Jan 2021 Kompas

Sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, mulai didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia. Menurut rencana, vaksinasi mulai dilakukan pekan kedua atau ketiga Januari 2021 setelah mendapat izin penggunaan darurat dan ditujukan untuk tenaga kesehatan.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Biofarma Bambang Herianto dalam jumpa pers daring di Jakarta, Minggu (3/1/2021), mengatakan, pihaknya telah menerima 3 juta dosis vaksin Sinovac. Produk itu mulai didistribusikan ke daerah. Distribusi rantai dingin disiapkan sebelum vaksin digunakan.

Vaksin Covid-19 kini dalam proses kajian aspek kehalalannya oleh Lembaga Pengkajian Pangan dan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Kajian digunakan untuk mendapatkan fatwa ulama Indonesia dan sertifikasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menambahkan, vaksinasi Covid-19 akan dilakukan dalam dua periode dan membutuhkan waktu 15 bulan, yakni Januari 2021 hingga Maret 2022. Periode pertama berlangsung Januari hingga April 2021 dan memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan serta 17,4 juta petugas publik di 34 provinsi.

Periode kedua berlangsung 11 bulan sejak April 2021 hingga Maret 2022. Vaksinasi periode kedua ditujukan untuk semua penduduk selain tenaga kesehatan dan petugas publik.

 


Bangun Pusat Riset Herbal di Toba Luhut Gandeng Dua Kampus China

Sajili 22 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan membangun pusat riset tanaman herbal di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

“Dari Pak Luhut, inisiatif pribadi beliau, beliau akan buat sekitar 500 hektare di Toba untuk kebun herbal, “ kata Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto dalam webinar di Jakarta, Senin.

Seto menuturkan untuk mendukung rencana tersebut, Luhut pun telah berkomunikasi dengan dua universitas asal China yang terkenal akan riset tanaman herbalnya, yakni Zhejiang Chinese Medical University dan Yunnan University.

Luhut juga disebutnya akan mengundang produsen obat herbal eksisting seperti Dexa-Medica atau perusahaan lainnya untuk ikut melakukan kerja sama riset.

Dalam kunjungan kerjanya ke China Oktober lalu, Luhut yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi membahas kerja sama pengembangan pusat konservasi, penelitian dan inovasi tanaman obat China-Indonesia di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.


1,2 Vaksin Tiba, Sulsel Butuh Cold Room

Sajili 08 Dec 2020 Tribun Timur

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin untuk Covid-19 dari Sinovac telah tiba di tanah air, Senin (7/12/2020) dini hari. Vaksin disimpan di Bio Farma Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan sulawesi Selatan (Kadinkes Sulsel) dr Muhammad Ichsan Mustari MHM saat dikonfirmasi menjelaskan masih belum ada penjelasan detail terkait pembagian vaksin hingga program pemberiannya ke warga Sulsel.

Saat ini, Ichsan menyebutkan, untuk fasilitas penyimpanan vaksin, Provinsi Sulawesi Selatan masih membutuhkan ruang tambahan. “Sulsel baru memiliki satu buah cold room storage yang dapat digunakan. Kita masih butuh satu cold room lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kadinkes Sulsel Muhammad Ichsan Mustari kehadiran vaksin tersebut belum bisa langsung digunakan. Di antaranya, menunggu Use Emergency Authorized atau Otorisasi Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Setelah itu penyediaan cold storage atau ruangan khusus untuk vaksin dalam jumlah besar, hingga menetapkan jumlah vaksin yang diberikan bagi setiap daerah melalui jalur subsidi maupun jalur mandiri.

Ichsan melanjutkan, mengenai prioritas pemberian vaksin berdasarkan peraturan yang ditetapkan Yakni pertama medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI dan Polri, serta seluruh tenaga pendidik.

 


Menakar Kalkulasi Ekonomi Vaksin Covid-19

ayu.dewi 01 Dec 2020 Kompas

Kehadiran vaksin memberikan harapan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sentimen positif dari pengembangan vaksin tecermin di berbagai indikator ekonomi, seperti penguatan indeks saham, harga minyak, dan mata uang.

Nilai tukar rupiah ikut terimbas. Berdasarkan data BI, kurs mata uang rupiah (JISDOR) menguat atau terapresiasi sejak awal November 2020. Rupiah menempati posisi terkuatnya pada 10 November 2020 sebesar Rp 14.015 per dollar AS setelah sempat menyentuh level tertingginya pada 2 April 2020 sebesar Rp 16.741 per dollar AS.

Indonesia berupaya memperkuat kerja sama multilateral dengan sejumlah mitra untuk memenuhi kebutuhan vaksin. Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Aliansi Global Vaksin dan Imunisasi (GAVI), selain menyampaikan minat bergabung dalam akses global vaksin Covid-19 (Covax) dan koalisi inovasi persiapan epidemi (CEPI).

Jika pengendalian Covid-19 berjalan lambat, hal itu dapat memicu gelombang baru lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan ini bisa membuat kondisi ekonomi Indonesia bergejolak kembali. Tantangan pemulihan ekonomi akan berlanjut hingga tahun depan. Salah satunya tingkat pengangguran.

Data Kementerian Ketenagakerjaan dan BPS menunjukkan total pengangguran per Agustus 2020 mencapai 9,7 juta orang. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menambahkan ada 6 juta pegawai yang sudah dirumahkan. Penyebaran vaksin yang terlambat akan menambah beban pekerjaan rumah pemerintah dalam memulihkan perekonomian.


IRRA Raih Proyek Jarum Suntik Vaksin Korona

ayu.dewi 30 Nov 2020 Kontan

Program vaksinasi Covid-19 membawa berkah bagi PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA). Emiten alat kesehatan itu meraih order pengadaan jarum suntik auto disable syringes (ADS) dari pemerintah pada 27 November 2020. IRRA telah meneken kontrak sales and purchase agreement (SPA) sebanyak 111 juta jarum suntik ADS. Nilai kontrak pengadaan jarum suntuk tersebut mencapai Rp 132 miliar.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif menyatakan, perolehan kontrak penyediaan jarum suntik sebanyak 111 juta unit itu merupakan order kedua dari pemerintah. Pada kuartal ketiga tahun ini, IRRA juga mendapatkan order dari pemerintah (Kementrian Kesehatan) sebanyak 35 juta alat suntik ADS 0,5 mililiter dan 0,05 ml untuk program vaksin imunisasi.

IRRA mengklaim alat suntik ADS mereka merupakan produk yang sudah sesuai standar WHO dengan TKDN di atas 60%. Produksinya dilakukan PT Oneject Indonesia (Oneject), yang merupakan sister company IRRA. Saat ini penggunaan jarum suntik ADS di Indonesia masih 20% dan 80% masih berupa syringe konvensional.

Direktur PT Itama Ranoraya Tbk , Pratoto Raharjo menambahkan, permintaan jarum ADS selain untuk program imunisasi dan Vaksin Covid-19, juga akan meningkat dari substitusi penggunaan jarum suntik konvensional (Non ADS) menjadi ADS. Pratoto menjelaskan, saat ini IRRA sedang mengalami transformasi model bisnis sesuai dengan visi HiTech Healthcare Solutions.


Secercah Asa di Ujung Lorong

ayu.dewi 23 Nov 2020 Kompas

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dua calon vaksin Covid-19 yang dilaporkan raksasa farmasi dari AS, Pfizer,yang bekerja sama dengan perusahaan Jerman, BioNTech, serta kolaborasi perusahaan bioteknologi AS, Moderna, dan Institut Kesehatan Nasional (NHI) AS memiliki efikasi diatas 90 persen.

Hasil akhir uji klinis fase III calon vaksin Covid-19 mereka, kata Pfizer,sebesar 95 persen dan tidak menimbulkan efek samping serius pada partisipan uji klinis. Efikasi kedua calon vaksin Covid-19 tersebut melampau isyarat minimal izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, yaitu efikasi 50 persen.

Kedua calon vaksin itu pun kini sudah diajukan ke FDA untuk bisa digunakan. Pfizer berencana memproduksi 50 juta dosis vaksin tahun ini dan diperkirakan hingga 1,3 miliar dosis tahun 2021. Sementara Moderna akan memproduksi 20 juta dosis tahun ini.

Dua calon vaksin Covid-19 dari perusahaan AS itu termasuk dalam 48 lanskap calon vaksin Covid-19 WHO yang sudah memasuki tahap uji klinis per 12 November 2020. Dari 48 calon vaksin tersebut, sebanyak 11 sudah memasuki tahap uji klinis fase III. Ke-11 calon vaksin itu dikembangkan oleh AS, China, Inggris, India, Rusia, dan Jerman (kolaborasi denganAS)

Walaupun banyak calon vaksin Covid-19 sedang dikembangkan di sejumlah negara, para pakar kesehatan tetap mengingatkan, dibutuhkan intervensi kesehatan berlapis atau biasa dikenal dengan strategi “kejuswiss” untuk mengakhiri pandemi, mulai dari mengenakan masker, mencuci tangan pakai sabun, hingga menjaga jarak.

Panen Besar Emiten Teknologi & Kesehatan di Tengah Pandemi

Sajili 10 Nov 2020 Radar Surabaya

Dalam triwulan terakhir 2020, beberapa perusahaan baru (start-up) maupun perusahaan besar yang sudah lama berdiri dapat meraup keuntungan yang sangat besar. PT. NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi, digital dan telekomunikasi melaporkan bahwa perusahaan tersebut dapat meraup setidaknya Rp 30,4 Miliar, dengan membawahi 16 anak perusahaan.

Selain perusahaan tersebut terdapat perusahaan (start-up) lainnya yang juga berhasil melaporkan bahwa keuntungan yang didapat sebesar Rp 85,4 Miliar. Perusahaan tersebut yaitu PT. M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang merupakan penyedia self-kiosk digital dan layanan solusi IT yang inovatif, seperti pulsa dan token listrik, pembayaran tagihan, pemesanan tiket, e-ticket dan voucher digital.

Keduanya memiliki keunggulan yang sama untuk masyarakat, yaitu untuk memfasilitasi permintaan dari sekian banyaknya kosumen yang cenderung melakukan segala aktivitas dari rumah dan secara online, Selama pandemi berlangsung maka permintaan, aktivitas transaksi serta kebutuhan pelayanan digital akan mengalami kenaikan yang cukup drastis.

Tidak hanya itu, perusahaan yang bergerak pada sektor kesehatan juga mengalami peningkatan yang cukup baik. Seperti PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia yang bergerak di bidang usaha jasa penyediaan jasa dan produk layanan kesehatan.

Dalam triwulan-2 tahun 2020, KAEF membukukan bahwa keuntungan yang dapat diperolah selama PSBB diberlangsungkan sebesar Rp.4,68 Miliar, dengan harga per lembar saham yang juga menanjak tajam pada akhir Maret harga KAEF adalah Rp. 1.165, per lembar saham meningkat menjadi Rp. 2. 910,- perlembar saham pada akhir September.

 


Kimia Farma Perluas Bisnis Klinik Kecantikan

Sajili 06 Nov 2020 Radar Surabaya

Perseroan Terbatas (PT) Kimia Farma (Persero) Tbk terus melakukan ekspansi usaha. Kali ini BUMN farmasi itu memperluas bisnis klinik kecantikan. Mereka kini memiliki klinik kecantikan bernama Marcks’ Venus Aesthetic Clinic (MVC).

Konsep dari Marcks’ Venus Aesthetic Clinic ini adalah merawat kecantikan kulit dan tubuh pria dan wanita masyarakat Indonesia dengan menekankan aspek kesehatan di semua treatment dan skincare-nya. Manajemen Kimia Farma mengklaim MVC didukung oleh dermatologis dan dokter profesional.

Secretary Kimia Farma Ganti Winarno Putro dalam keterangan resminya, Kamis (5/11), mengklaim dalam kondisi pandemi MVC menerapkan standar keamanan ketat untuk mencegah Covid-19. Seperti physical distancing melalui online booking appointment yang bertujuan dapat mengatur jadwal kedatangan, sehingga tidak terjadi penumpukan pelanggan di klinik.

Kimia Farma memastikan MVC tak hanya menjangkau pelanggan di Jakarta, Bandung, dan Bogor saja. Masyarakat di luar wilayah itu bisa tetap menikmati layanan MVC melalui layanan konsultasi online dan delivery skincare yang bisa dilakukan melalui daring.


Badan POM Kawal dan Jaga Keamanan, Khasiat serta Mutu Vaksin Covid-19

Sajili 04 Nov 2020 Kontan

Badan POM sebagai bagian dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) memperhatikan arahan Presiden Joko Widodo tentang perlunya kehati-hatian terkait rencana vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat luas. Vaksin Covid-19 harus melalui tahap penelitian yang baik dan benar sebelum dinyatakan siap dan aman diberikan kepada masyarakat.

Badan POM memiliki standar dalam pemberian izin penggunaan vaksin, yaitu harus melalui proses uji klinik atau uji kepada manusia untuk pembuktian keamanan, khasiat dan mutunya. Mutu produk juga harus dijamin melalui evaluasi persyaratan mutu dan pemastian pembuatan vaksin sudah sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Berdasarkan data WHO per 19 Oktober 2020, terdapat 154 kandidat vaksin yang sedang pada tahap uji praklinik dan 44 kandidat vaksin Covid-19 yang sudah memasuki tahap uji klinik.

Di antara kandidat vaksin Covid-19 tersebut, yang sudah memasuki tahap uji klinik fase ketiga, antara lain yang dikembangkan oleh Sinopharm, Sinovac Biotech, AstraZeneca dan Universitas Oxford, Novavax, Moderna, Pfizer dan BioNTech, serta Gamaleya Research Institute.

“Di Indonesia sedang dilakukan uji klinik vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac. Hasil sementara atau interim untuk jangka tiga bulan akan selesai pada akhir tahun dan laporannya akan diberikan kepada Badan POM pada awal Januari 2021. Uji klinik ini juga sudah lebih dulu dilakukan di Brasil,” jelas Togi.

Dalam proses pendistribusian vaksin Covid-19 nanti, Badan POM secara berkesinambungan juga berperan mengawasi rantai distribusi untuk memastikan mutu vaksin. “Setelah proses pemberian vaksin dilaksanakan, Badan POM terus melakukan pengawasan untuk aspek keamanan melalui program kegiatan pemantauan efek samping atau yang dikenal dengan farmakovigilans,” ujarnya.

Dikatakan Togi, tenaga kesehatan diharapkan dapat memantau dan melaporkan kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi (KIPI) yang dialami masyarakat setelah menerima vaksin. Apabila terdapat peningkatan frekuensi efek samping, Badan POM berhak meninjau kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin tersebut. Hasil pemantauan ini dikaji bersama para ahli di bidangnya.

“Jika ditemukan bahwa risiko menjadi lebih besar daripada manfaatnya, hasil keputusan Badan POM berdasarkan pemantauan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan komunikasi risiko. Kalau memang ditemukan adanya risiko keamanan yang tinggi, akan dilakukan pencabutan persetujuan penggunaan darurat,” kata Togi.

 


Rusia : Produksi Vaksin Korona Tanpa Paten

Sajili 03 Nov 2020 Kontan

Produsen obat Rusia Pharmasyntez minta izin Kremlin untuk memproduksi versi generik dari remdesivir Covid-19 versi AS Gilead Sciences, meski tanpa paten.

Vedomosti, Senin (11/2) melaporkan, CEO Pharmasyntez Vikram Punia sejak awal tahun sudah mendekati Gilead untuk minta izin untuk memproduksi dan mendistribusikan obat tersebut. Hanya saja, Gilead tidak menanggapi permintaan. Gilead sejauh ini hanya memberikan izin produksi ke di 127 negara.

Pharmasyntez menyebut telah menyelesaikan uji klinis obat generik Remdeform terhadap 300 pasien. Maka, CEO Punia minta pemerintah Rusia untuk mengaktifkan proses lisensi memproduksi vaksin yang dipatenkan di Rusia, tanpa izin pemegang paten demi keamanan dan pertahanan nasional.