;

Menakar Kalkulasi Ekonomi Vaksin Covid-19

Ekonomi Ayu Dewi 01 Dec 2020 Kompas
Menakar Kalkulasi Ekonomi Vaksin Covid-19

Kehadiran vaksin memberikan harapan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Sentimen positif dari pengembangan vaksin tecermin di berbagai indikator ekonomi, seperti penguatan indeks saham, harga minyak, dan mata uang.

Nilai tukar rupiah ikut terimbas. Berdasarkan data BI, kurs mata uang rupiah (JISDOR) menguat atau terapresiasi sejak awal November 2020. Rupiah menempati posisi terkuatnya pada 10 November 2020 sebesar Rp 14.015 per dollar AS setelah sempat menyentuh level tertingginya pada 2 April 2020 sebesar Rp 16.741 per dollar AS.

Indonesia berupaya memperkuat kerja sama multilateral dengan sejumlah mitra untuk memenuhi kebutuhan vaksin. Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Aliansi Global Vaksin dan Imunisasi (GAVI), selain menyampaikan minat bergabung dalam akses global vaksin Covid-19 (Covax) dan koalisi inovasi persiapan epidemi (CEPI).

Jika pengendalian Covid-19 berjalan lambat, hal itu dapat memicu gelombang baru lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan ini bisa membuat kondisi ekonomi Indonesia bergejolak kembali. Tantangan pemulihan ekonomi akan berlanjut hingga tahun depan. Salah satunya tingkat pengangguran.

Data Kementerian Ketenagakerjaan dan BPS menunjukkan total pengangguran per Agustus 2020 mencapai 9,7 juta orang. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menambahkan ada 6 juta pegawai yang sudah dirumahkan. Penyebaran vaksin yang terlambat akan menambah beban pekerjaan rumah pemerintah dalam memulihkan perekonomian.


Download Aplikasi Labirin :