;
Tags

Nusantara

( 103 )

Ritual Naheik Pamau, Ritual menarik batang kayu besar dari Hutan

KT3 25 Sep 2024 Kompas (H)
Napak tilas Masjid Agung Pondok Tinggi membawa para perantau kembali ke kampung halaman di Sungai Penuh, Jambi. Ketukan gong bagaikan irama magis yang membangunkan batang terendam. Budaya leluhur jadi warisan untuk terus dirawat. Irma Tambunan Nyaris sepanjang hidup Bopi Cassiaputra (50) belum pernah menjalani ritual naheik pamau, adat menarik batang kayu besar dari hutan untuk membangun tempat ibadah dan rumah di alam Kerinci. Ritual yang lama meredup itu hanya kerap diceritakan dari mulut ke mulut. Kala mendengar kabar bahwa ritual bakal kembali digelar, semangatnya menyala-nyala. Naheik pamau diselenggarakan untuk memperingati berdiri. Masjid Agung yang memasuki usia ke-150 tahun ini.

Bopi yang telah bertahun-tahun merantau di Kota Jambi pun tersedot untuk pulang ke kampung halaman di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. ”Sewaktu mengetahui akan digelar naheik pamau, saya langsung bersiap pulang,” ujarnya. Hari yang ditetapkan pun tiba. Minggu (15/9/2024) pagi, Bopi dan ribuan warga berkumpul di wilayah adat Pondok Tinggi. Sebatang besar kayu surian (Toona sureni) berdiameter 1 meter dan panjang hampir 20 meter siap ditarik. Kayu yang ditebang pada pekan sebelumnya dari hutan adat ditarik bersam-sama menuju masjid. Upacara penarikan kayu naheik pamau menjadi bagian napak tilas tradisi yang dikemas dalam Kenduri Swarnabhumi. Gelora yang menyala-nyala itu dirasakan oleh kebanyakan warga. Mereka berbaris dari pangkal hingga ujung kayu.

Pada bagian pangkal, mereka coba mendorong kayu sekuat-kuatnya. Namun, kayu besar itu hanya tergeser ke kiri dan ke kiri dan kanan, kay terasa begitu berat. Mengetahui situasi itu, pemimpin upacara, Hasril Meizal, lekas menyetop massa. Lewat pengeras suara, ia lantang mengajak semua warga berdoa. Ia pun mengajak bicara para leluhur supaya memberi restu atas jalannya ritual itu. Sungguh magis. Tak lama kemudian kayu berhasil didorong dan ditarik menuju masjid yang berjarak 1 kilometer itu. Dua wanita salih (dukun) terus mengiringi perjalanan sembari mengasap kemenyan dan menabur beras kunyit. (Yoga)

Proyek Riset Restorasi Mangrove

KT1 05 Sep 2024 Tempo
ANAK kami telah lahir ke dunia.” Tengku Zia Ulqodry berseru seraya menunjukkan kelopak buah kekuningan yang menyembul pada salah satu dahan Kandelia candel di Arena Aksi 3, lahan riset restorasi mangrove seluas 7,7 hektare di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.  “Walaupun baru satu, ini langka,” kata Tengku Zia, yang juga Kepala Laboratorium Bioekologi Kelautan Universitas Sriwijaya, pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Anton, warga Desa Sungsang IV yang menemani Tengku Zia, turut girang. Dua tahun lalu, dia ikut menanam mangrove tersebut sebagai bagian dari Sungsang Mangrove Restoration and Ecotourism (Smart), proyek riset restorasi mangrove yang diinisiasi pada 2021 oleh Center for International Forestry Research (CIFOR) dengan sokongan Temasek Foundation.  “Menanam bibit mangrove bukan perkara mudah,” ujarnya. “Sebelum penanaman di Arena Aksi 3 ini, kami sudah mencoba di area Pasir Timbul, Tanjung Carat. Namun sayangnya gagal.” 

Arena Aksi 3 merupakan satu di antara empat area proyek restorasi mangrove Smart. Total luas keempat area restorasi itu 15,3 hektare, tersebar di pesisir pantai Desa Sungsang IV yang terletak di bibir muara Sungai Musi, sekitar 73 kilometer ke arah utara dari Kota Palembang. Di ujung utara desa tersebut, tepat berhadapan dengan Selat Bangka dan Laut Cina Selatan, terdapat area perlindungan mangrove seluas 553 hektare yang sejak tahun lalu dikelola masyarakat setempat melalui Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD). (Yetede)

Kebutuhan Air Tak Mencukupi di IKN

KT1 31 Aug 2024 Tempo

PEMBANGUNAN Ibu Kota Nusantara (IKN) menambah tantangan baru dalam pengelolaan sumber daya air di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Tanpa IKN, kawasan ini sebetulnya rentan mengalami kekeringan. Secara tren, jumlah hari hujan di kabupaten ini makin menurun. Curah hujan juga kian berkurang. Di Kecamatan Penajam dan Sepaku pada 2019 masing-masing sebesar 116 dan 122 milimeter per tahun. Ini jauh menurun dibanding curah hujan pada 2010 sebesar 239,5 dan 177,2 milimeter per tahun.

Selain itu, ada risiko kebutuhan air yang lebih besar di Penajam Paser Utara dibanding kapasitas produksinya. Dengan proyeksi pertambahan penduduk di kawasan Penajam Paser Utara sebesar 2,45 persen, kebutuhan air yang diperlukan mencapai 257,61 liter per detik. Sementara itu, kapasitas produksi air bersih di kawasan ini hanya 76,09 liter per detik. Kota terdekat selain IKN yang mengalami peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhan air adalah Balikpapan.

Dengan adanya IKN, jumlah penduduk yang bermukim di wilayah tersebut akan makin banyak. Pun dengan kebutuhan airnya. Pemerintah perlu merancang berbagai upaya pengelolaan air berkelanjutan agar ibu kota baru tidak makin menyulitkan masyarakat sekitar berikut penduduk IKN nantinya.Bibit-bibit persoalan air di IKN sudah mulai terlihat. Proyek Bendungan Sepaku Semoi untuk kebutuhan penduduk ibu kota baru, misalnya, menahan akses masyarakat terhadap air Sungai Sepaku dari hulu untuk keperluan irigasi. Biasanya, meskipun kemarau, warga masih bisa memanfaatkan air dari Sungai Sepaku.  (Yetede)

IKN Kolonialisme Baru

KT1 30 Aug 2024 Tempo

PADA pengujung periode kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan yang sangat ironis mengenai bau-bau kolonialisme (reek of colonialism) yang ada di Istana Merdeka Jakarta dan Istana Bogor. Pernyataan ini dikemukakan Jokowi beberapa hari menjelang peringatan 17 Agustus 2024 yang diperingati di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Istilah "bau-bau kolonialisme" yang keluar dari mulut Jokowi penting untuk dikritik secara serius. Pasalnya, di balik nama Jakarta, sebagai kota pelabuhan terpenting di Asia Tenggara pada masa lampau, tersimpan aroma harum para pejuang yang telah mengorbankan harta, jiwa, dan raga mereka untuk merebut kemerdekaan. Karena itu, penamaan Jakarta, yang diambil dari kata "jaya" dan "karta", menggambarkan spirit kemerdekaan melawan kolonialisme.

Tak hanya itu, untuk menggenapi makna dan perjuangan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, dicetuskanlah ide pembangunan masjid yang menjadi simbol perjuangan rakyat Indonesia. Pencetusnya adalah Menteri Agama pertama, yaitu KH Wahid Hasyim. Ide ini kemudian direalisasi dengan membangun Masjid Istiqlal. Secara kebahasaan, Istiqlal bermakna kemerdekaan.

Pembangunan Masjid Istiqlal bermakna bahwa kemerdekaan Republik Indonesia diraih bukan karena keberhasilan aspek materiel semata, seperti senjata. Lebih jauh, pembangunannya menggambarkan keberhasilan para pendiri Indonesia menaklukkan ambisi pribadi dan hawa nafsu mereka sehingga mampu melawan kolonialisme serta mendirikan negara yang didesain untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat. (Yetede)

Nilai EKonomi Tersembunyi yang Belum Tergali dari Masyarakat Adat

KT1 30 Aug 2024 Tempo

MASYARAKAT adat sesungguhnya punya kemampuan menghasilkan produk dengan nilai keekonomian mencapai miliaran rupiah bahkan ratusan miliar dalam setahun. Hebatnya, hal ini dilakukan dari tempat mereka hidup di dekat kawasan hutan yang jauh dari hiruk-pikuk investasi korporasi besar. Pernyataan itu bukan asal omong atau klaim membabi buta. Sebab, hal ini merupakan salah satu kesimpulan dari Konsolidasi Hasil Studi (Nilai) Ekonomi Sumber Daya Alam dalam Pengelolaan Lanskap yang Berkelanjutan Kasus 6 Wilayah Masyarakat Adat yang disusun tim bidang ekonomi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Namun potensi itu belum tergali secara optimal. Persoalannya, para penentu kebijakan di tingkat nasional dan daerah yang memiliki pengaruh kuat dalam menentukan arah serta orientasi pengelolaan hutan kurang paham secara menyeluruh tentang nilai hutan yang sesungguhnya. Mereka juga kurang paham adanya pilihan?pilihan ekonomi yang tersedia di lanskap hutan di mana masyarakat adat hidup sehari-hari.

Masyarakat adat lebih sering dipandang sebagai penghambat pembangunan di Indonesia. Pandangan ini muncul terutama ketika penentu kebijakan bicara soal pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan lingkungan. Mereka lebih melihat investasi korporasi besar sebagai solusi utama, mengabaikan opsi ekonomi lebih berkelanjutan yang dihasilkan masyarakat adat. Situasi dan pandangan tersebut berkontribusi pada lambatnya proses pengakuan dan pelindungan hak-hak masyarakat adat. Hal ini juga terlihat dari Rancangan Undang-Undang tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat (RUU Masyarakat Adat) yang masih terus tertunda. (Yetede)

Cita-cita dan Harapan untuk Indonesia

KT1 16 Aug 2024 Investor Daily (H)
Indonesia memasuki usia 79 tahun. Liku-liku perjalanan untuk menjadi bangsa yang lebih baik terus dilalui. Suka duka, baik dan buruk, harapan serta tantangan menjadi warna perjalanan guna  menjadikan bangsa Indonesia lebih besar lagi. Bukan perjalanan yang mudah, namun bangsa ini telah terbukti memiliki jiwa dan semangat yang besar untuk tidak hanya melangkah tapi juga berlari. Mimpi, harapan dan cita-cita trus disematkan  bangsa Indonesia. Indonesia Emas adalah harapan sekaligus cita-cita yang direngkuh. Bukan sekarang. Bangsa ini ingin pada usia kemerdekaan menyentuh 100 tahun atau tepatnya 2045 menjadi negara maju dengan Visi Indonesia Emas 2045. (Yetede)

IKN Yang Semakin Ngawur

KT1 12 Aug 2024 Tempo
KENGAWURAN demi kengawuran di seputar proyek Ibu Kota Nusantara bermunculan tiada henti. Yang terbaru adalah rencana pemerintah memberikan insentif kepada aparatur sipil negara yang pindah ke IKN. Jika iming-iming ini diberikan, kenaikan anggaran jelas tak bisa dibendung. Dulu Presiden Joko Widodo sesumbar bahwa pembangunan IKN tak akan menggunakan duit negara. Belakangan dia mengalokasikan Rp 90,4 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau sekitar 20 persen dari total kebutuhan pembangunan IKN yang mencapai Rp 466 triliun. Sisanya, antara lain, diklaim akan didanai oleh investasi swasta. Tapi dana swasta yang dinanti-nanti rupanya seret.

Hingga akhir tahun ini, Jokowi akan menghabiskan Rp 71,8 triliun dana APBN buat IKN. Angka itu tak termasuk insentif bagi ASN yang pindah ke sana. Bisa dipastikan, insentif tersebut akan menyedot anggaran dan menjadi beban baru. Pemerintah berencana memindahkan 32.937 pegawai. Tapi prioritas utama saat ini mengirim 11.916 pegawai dari 38 kementerian dan lembaga ke IKN, yang terdiri atas pejabat struktural eselon I, eselon II, dan pejabat fungsional. Untuk pejabat eselon I, misalnya, insentif diusulkan sebesar Rp 100 juta. Ini tak termasuk tunjangan pionir bagi ASN yang pindah pada tahap awal. Juga biaya pemindahan yang mencakup biaya transportasi, pengepakan, dan biaya tunggu, termasuk penginapan transit jika dibutuhkan. (Yetede)

Taman Budaya Sebagai Badan Layanan Umum

KT1 06 Aug 2024 Tempo

Tradisi Taman Budaya sebagai ruang publik, berakar kuat pada peradaban Nusantara semula jadi. Prasasti Tulang Tuo bertajuk 23 Maret 684M, mengisahkan pembangunan Taman Ksetra oleh Sri Jayanasa, sebagai tempat terbuka bagi para pejalan yang kehausan badan dan pengetahuan. Tempat untuk penyegaran diri dan berdialog saling mengingatkan bagi pemuliaan budi. Bentuk paling monumental Taman Budaya adalah pendirian Borobudur sebagai Kamulan Bumi Sambara. Yakni tempat untuk menyemai dan memetik kebajikan, keindahan dan pengetahuan (prasasti Kayumwungan 824M). Dari generasi ke generasi, rasa rindu akan taman budaya ini, terekam pada arkatipe kolektif; hingga kita memperoleh bayangannya pada lanskap IKN ibu kota Nusantara.

Sejak Kongres Kebudayaan Magelang 1948, "Taman Kebudayaan" untuk pengajaran, selalu dibicarakan bersamaan dengan "Taman Siswa" untuk pendidikan. Namun baru pada Dirjen Kebudayaan Prof Ida Bagus Mantra, keinginan terpendam ini dihidupkan. Setelah mewakafkan tanah keluarganya, dibangunlah Taman Budaya Bali (salah kaprah diterjemahkan sebagai Bali Art Centre) dan diselenggarakan Pesta Kesenian Bali pertama kali pada tahun 1978, yang semarak dan berkelanjutan hingga saat ini. Bali kemudian menjadi model dan rujukan pendirian Taman Budaya di berbagai propinsi, yang dikelola secara langsung oleh Dirjen Kebudayaan. Untuk kegiatan kesenian, pengaruh dari Taman Ismail Marzuki, yang lebih dahulu berdiri 1968, tak terelakan. Meskipun awal tujuan pendirian Taman Budaya, arahan Prof Mantra;"... akan berfungsi sebagai laboratorium dan etalase, sekaligus juga sebagai tempat pendidikan dan pelatihan seni." (Yetede)

Kunjungan Presiden ke IKN Bersama Jurnalis Vs Influencer

KT1 05 Aug 2024 Tempo
AKHIR Juli 2024, Presiden Joko Widodo mengajak sejumlah influencer dan content creator pergi mengunjungi lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Tak lama setelah itu kita segera melihat bagaimana kehadiran para pemengaruh di media sosial dan kreator konten tersebut memberikan "warna lain" terhadap citra pembangunan IKN selama ini. 

Aneka puja-puji dan keceriaan tergambar dari wajah para pemengaruh tersebut dalam berbagai konten yang tersebar lewat media sosial. Padahal, sebelum konten-konten itu berseliweran, kita mendengar dan menyaksikan banyak kabar buruk soal pembangunan IKN: target pembangunan yang tak tercapai, mundurnya ketua dan wakil ketua Otorita IKN, nihilnya minat investor asing di IKN, penyingkiran masyarakat adat, sulitnya air bersih, serta banyak masalah lainnya. 

Dari contoh kecil ini, kita bisa mendiskusikan lebih jauh ihwal keberadaan pemengaruh media sosial dan kreator konten yang dihadapkan dengan para jurnalis yang bekerja di berbagai media massa. Topik ini sebenarnya sudah banyak diangkat dalam sejumlah karya ilmiah di ranah jurnalistik dan komunikasi. Bahkan, dalam Digital News Report yang dirilis Reuters Institute, hal ini turut dibahas. 

Dalam laporan edisi 2024 yang dirilis pada Juni lalu, Reuters Institute mencatat: “Dalam hal sumber pemberitaan yang menarik perhatian utama orang-orang, kami melihat adanya kenaikan fokus pada para komentator yang partisan, influencers, dan kreator media muda, terutama yang menggunakan YouTube serta TikTok.” Laporan yang sama juga mencatat bahwa fenomena ini menimbulkan kekhawatiran bahwa banyak pihak menjadi sulit membedakan konten dalam platform online, antara yang dapat dipercaya dan tidak dapat dipercaya. (Yetede)

Beban Biaya Insentif ASN ke IKN

KT1 02 Aug 2024 Tempo
PRESIDEN Joko Widodo alias Jokowi meminta komponen insentif untuk para aparatur sipil negara (ASN) pionir yang pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dirombak. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan persoalan hunian ASN menjadi perhatian Jokowi. Mulanya hanya ASN eselon 1 yang direncanakan mendapat satu unit apartemen di IKN. Namun Jokowi meminta setiap ASN, termasuk yang di bawah status eselon 1, mendapat satu unit apartemen tanpa harus berbagi. Adapun pemindahan ASN ke ibu kota baru akan dimulai pada September 2024.

Pemindahan ASN akan dilakukan secara bertahap. Total jumlah ASN yang bakal pindah ke IKN sebanyak 32.937 pegawai, terdiri atas pemindahan prioritas 1 dengan 179 unit pejabat eselon 1 di 38 kementerian/lembaga dengan jumlah ASN yang pindah sebanyak 11.016 pegawai.

Untuk pemindahan prioritas 2 dengan melibatkan 91 unit pejabat eselon 1 di 29 kementerian/lembaga, jumlah ASN yang pindah ke IKN sebanyak 6.884 pegawai. Sedangkan prioritas pemindahan ke-3 melibatkan 378 unit eselon 3 di 50 kementerian/lembaga, dengan jumlah ASN yang pindah ke IKN sebanyak 14.237 orang. Jokowi juga menginstruksikan agar disiapkan formasi khusus lulusan baru untuk ditugaskan ke IKN sebanyak 100 ribu orang. (Yetede)