Ritual Naheik Pamau, Ritual menarik batang kayu besar dari Hutan
Napak tilas Masjid Agung Pondok Tinggi membawa para perantau kembali ke kampung halaman di Sungai Penuh, Jambi. Ketukan gong bagaikan irama magis yang membangunkan batang terendam. Budaya leluhur jadi warisan untuk terus dirawat. Irma Tambunan Nyaris sepanjang hidup Bopi Cassiaputra (50) belum pernah menjalani ritual naheik pamau, adat menarik batang kayu besar dari hutan untuk membangun tempat ibadah dan rumah di alam Kerinci. Ritual yang lama meredup itu hanya kerap diceritakan dari mulut ke mulut. Kala mendengar kabar bahwa ritual bakal kembali digelar, semangatnya menyala-nyala. Naheik pamau diselenggarakan untuk memperingati berdiri. Masjid Agung yang memasuki usia ke-150 tahun ini.
Bopi yang telah bertahun-tahun merantau di Kota Jambi pun tersedot untuk pulang ke kampung halaman di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. ”Sewaktu mengetahui akan digelar naheik pamau, saya langsung bersiap pulang,” ujarnya. Hari yang ditetapkan pun tiba. Minggu (15/9/2024) pagi, Bopi dan ribuan warga berkumpul di wilayah adat Pondok Tinggi. Sebatang besar kayu surian (Toona sureni) berdiameter 1 meter dan panjang hampir 20 meter siap ditarik. Kayu yang ditebang pada pekan sebelumnya dari hutan adat ditarik bersam-sama menuju masjid. Upacara penarikan kayu naheik pamau menjadi bagian napak tilas tradisi yang dikemas dalam Kenduri Swarnabhumi. Gelora yang menyala-nyala itu dirasakan oleh kebanyakan warga. Mereka berbaris dari pangkal hingga ujung kayu.
Pada bagian pangkal, mereka coba mendorong kayu sekuat-kuatnya. Namun, kayu besar itu hanya tergeser ke kiri dan ke kiri dan kanan, kay terasa begitu berat. Mengetahui situasi itu, pemimpin upacara, Hasril Meizal, lekas menyetop massa. Lewat pengeras suara, ia lantang mengajak semua warga berdoa. Ia pun mengajak bicara para leluhur supaya memberi restu atas jalannya ritual itu. Sungguh magis. Tak lama kemudian kayu berhasil didorong dan ditarik menuju masjid yang berjarak 1 kilometer itu. Dua wanita salih (dukun) terus mengiringi perjalanan sembari mengasap kemenyan dan menabur beras kunyit. (Yoga)
Tags :
#NusantaraPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023