Nusantara
( 103 )Groundbreaking Lima Pengusaha
Hilirisasi Nikel Yang Membuat Warga Lokal Menjerit
PRESIDEN BERKANTOR DI NUSANTARA : Jokowi Yakin IKN Pacu Ekonomi
Presiden Joko Widodo optimistis pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur terus mendorong pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Kepala Negara menyatakan, pemerintah memang melakukan pembangunan Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur secara masif, sehingga ada potensi yang tak diinginkan turut membersamai seperti potensi penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Pembangunan ini [IKN] kan berpengaruh pada wilayah sekitarnya. Terakhir setahu saya [pertumbuhan ekonomi] sudah di atas 7% lebih sedikit,” tuturnya saat meninjau IKN bersama dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Istana Garuda, Senin (29/7). Sejauh ini, Otorita IKN melalui Kedeputian Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat (Sosbudpemas), berupaya mencegah penyebaran penyakit ISPA di tengah masyarakat dan pekerja di wilayah IKN. Saat ini, terdapat ribuan orang melakukan pekerjaan pembangunan IKN. Oleh karena itu, Presiden tidak ingin kehadirannya mengganggu progres pembangunan yang sedang berjalan. “Saya tidak mau banyak mengganggu mereka, biar progresnya tidak terhambat karena kedatangan saya,” ungkapnya. Meski pembangunan masih berjalan, Presiden telah bekerja di Kantor Presiden kawasan IKN, mulai dari menerima tamu hingga menggelar rapat.
“Hari ini [kemarin] saya juga akan menerima untuk rapat-rapat di sini,” ucapnya. Dari Jakarta, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyatakan, mencatat Kalimantan Timur masuk ke dalam lima besar wilayah dengan investasi jumbo setelah ada proyek IKN.
Untuk daftar lima besar lokasi realisasi investasi PMDN sepanjang semester I/2024 di antaranya DKI Jakarta sebesar Rp69,3 triliun, Jawa Barat sebesar Rp49,2 triliun, Jawa Timur Rp44,1 triliun, Riau Rp40,3 triliun, dan Kalimantan Timur Rp24,4 triliun. Adapun, lokasi investasi yang paling banyak disasar oleh investor asing sepanjang semester I/2024 ditempati oleh Jawa Barat dengan nilai investasi mencapai US$5,3 miliar atau senilai Rp86,32 triliun (asumsi kurs: Rp16.272). Kedua, Sulawesi Tengah dengan realisasi investasi US$3,9 miliar Rp63,4 triliun, DKI Jakarta sebesar US$3,4 miliar (Rp55,32 trililun), Maluku Utara US$2,8 miliar (Rp45,56 triliun), dan Banten US$2,4 miliar (Rp39,05 triliun).
“Konstruksi [investasi asing] saya pikir setelah Oktober, karena kan sekarang infrastruktur dasarnya yang kami akan bangun terlebih dulu. Kemarin Pak Basuki [Menteri PUPR] menyampaikan bahwa infrastruktur dasarnya ini rata-rata akan sesai pada September, Oktober, dan November,” tuturnya.
Pembangunan IKN Sesuai Perencanaan
Kantor Baru Presiden Jokowi di IKN
Pemajuan Kebudayaan dan Penggalian Biokultural
Satu Dekade, Jumlah Penduduk Miskin Turun 2,22%
IBU KOTA NUSANTARA : PEMANIS UNTUK INVESTOR ASING
Pemerintah tengah menyiapkan formula baru untuk mempercepat realisasi investasi asing di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur yang cenderung sepi sejak megaproyek diluncurkan pada pertengahan 2022. Pimpinan puncak Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah serius menggelar rapat untuk membahas nasib investasi perusahaan asing dan konsorsium asal luar negeri di Nusantara. Rapat secara marathon itu salah satunya membahas surat minat investasi atau letter of intent (LoI) milik perusahaan asing dan konsorsium yang sudah masuk ke kantor Otorita IKN di Jakarta. Berdasarkan catatan Bisnis, beberapa investor asing yang telah menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di IKN umumnya menyasar kerja sama pada sektor hunian. Setidaknya terdapat tiga calon investor asing yang disebut komitmennya untuk membangun 90 rumah susun (rusun) di IKN. Perinciannya, satu perusahaan asal China yakni Citic Cobstruction dan dua perusahaan properti asal Malaysia yakni Maxim dan IJM.
Citic Construction yang juga tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama dengan PT Risjadson Brunsfi eld Nusantara akan membangun sebanyak 60 tower rusun untuk Kementerian Pertahanan dan Keamanan. Selanjutnya, perusahaan properti asal Malaysia yakni IJM Corporation Berhad juga siap membangun 20 tower hunian ASN di IKN dan Maxim Properties akan membangun 10 tower hunian ASN. Minat investasi asing yang bakal dibangun lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk sektor hunian di IKN itu masih terganjal masalah biaya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita (IKN) Basuki Hadimuljono mengungkapkan nilai pengembalian investasi asing di IKN masih terlalu mahal. Basuki yang juga menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghitung biaya pengembalian investasi untuk sektor hunian jauh lebih mahal dibandingkan dengan bunga kredit sindikasi perbankan. “Jadi masih kita hitung betul, mendingan loan karena masih kecil bunganya,” tegasnya. Oleh karena itu, Basuki tengah mencari cara calon investor asing yang umumnya membidik IRR di atas 12% bisa terpenuhi.
Sejauh ini, investasi asing di IKN masih nihil kendati Otorita IKN menargetkan total investasi yang parkir sepanjang tahun ini bisa menembus Rp100 triliun.
Rencananya, Presiden Joko Widodo melangsungkan rapat kabinet guna membahas dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap proyek infrastruktur salah satunya IKN.
Akan tetapi, Basuki menjelaskan tidak akan tinggal diam melihat situasai itu. Menurutnya, pemerintah bakal mengambil keputusan kahar nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi jika pelemahan nilai rupiah berlanjut. Basuki juga tak menampik bahwa sejumlah kontrak yang telah diteken di IKN bakal mengalami eskalasi.
Dalam kesempatan lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terus bergerak guna merealisasikan IKN. Rencananya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan rute pelayaran kapal pinisi untuk wisata ke IKN. Saat ini, dua rute kapal pinisi disiapkan berlayar ke IKN. Pertama, trayek Pelabuhan Semayang—Jembatan Pulau Balang (passing)—Dermaga PT ITCI KU (memutar)—Pelabuhan Semayang. Kedua, Dermaga PT ITCI KU—Jembatan Pulau Balang (passing)—Pelabuhan Semayang (memutar)—Dermaga PT ITCI KU.
Otoritas IKN Usulkan Tambahan Anggaran Rp 29 Triliun Kelola BMN
Investor Uni Eropa Siap Suntik Modal di IKN
Minat investor asing untuk menyuntikkan modalnya kedalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi kalimantan Timur makin masif pasca diselenggarakannya pemilihan umum 2024 yang berjalan lancar dan aman. Pada pekan ini saja dua negara dari Uni Eropa (UE) yakni Belanda dan Jerman menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan di IKN saat delegasi dan kedua negara tersebut mengunjungi langsung IKN. "Kunjungan kami ke IKN menjadi bekal untuk melihat, apakah para pakar Belanda dapat membantu pembangunan IKN," kata Wakil Menteri Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Belanda Michiel Sweers seperti dikutip Antara. Seewrs mengatakan sejumlah perusahaan dan lembaga peneliti di Belanda, telah memberikan dukungan secara langsung atau lewat organisasi dunia kepada Indonesia, termasuk terkait IKN. "Secara umum, kami melihat banyak ketertarikan dari perusahaan-perusahaan Belanda untuk bekerja bersama di Indonesia," katanya. Belanda, lanjutnya, telah memiliki pakar dan pengetahuan pada sektor manajemen pengelolaan air, agrikultur dan pengolahan pangan, dan energi terbarukan yang dapat diterapkan di IKN. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
PARIWISATA, Visa Kedatangan Perlu Diperketat
15 Mar 2023 -
Ratusan Ribu Pekerja Inggris Mogok
17 Mar 2023









