;

Hilirisasi Nikel Yang Membuat Warga Lokal Menjerit

Hilirisasi Nikel Yang Membuat Warga Lokal Menjerit
Abdul Karim, 53 tahun, menatap laut dengan tatapan kosong. Warga Desa Lelilef Itepo, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, itu terlihat tak begitu senang saat menceritakan kerasnya mencari uang setelah aktivitas tambang nikel beroperasi. Sebelum ada tambang, Abdul bekerja sebagai petani pala dan cengkih. Namun sekarang lahan pertaniannya sudah berubah menjadi kawasan pabrik smelter PT Indonesia Weda Bay Industrial Park atau IWIP. Kini dia bekerja sebagai pedagang makanan untuk pekerja tambang.

IWIP adalah kawasan industri terpadu untuk pengolahan logam berat yang berlokasi di Desa Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Berdiri pada 30 Agustus 2018, IWIP merupakan salah satu proyek strategis nasional Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Abdul bercerita, pada 2014, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berjanji kepada warga desa bahwa ekonomi masyarakat lokal akan melonjak apabila investasi nikel masuk ke wilayahnya. Pemerintah menyatakan industri penghiliran atau hilirisasi akan menyerap sedikitnya 60 ribu karyawan lokal dan bisa mendorong ekonomi masyarakat lokal.

Semua anak muda di Halmahera Tengah dijanjikan pemerintah bisa bekerja di kawasan tambang. “Penjelasan waktu itu menggiurkan sekali. Semua orang setuju. Tapi sekarang torang hidup biasa-biasa saja. Justru kalau musim hujan jadi khawatir banjir,” ujar Abdul kepada Tempo, Kamis, 25 Juli 2024. Menurut Abdul, sejak tambang nikel beroperasi, kehidupan di Weda Tengah, Halmahera Tengah, makin sulit. Derasnya arus migrasi tenaga kerja asing yang masuk ke Halmahera Tengah membuat kompetisi mencari uang makin ketat. Banyak warga Weda Tengah yang tidak bisa beradaptasi dan terpaksa bekerja di luar pabrik. Pilihan terakhir, berjualan makanan. Sebab, bertani dan melaut sudah tidak mungkin. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :